Home / Hukum

Sabtu, 16 April 2022 - 07:34 WIB

Satpol-PP Pamekasan Tutup Paksa Tempat Hiburan Buka Saat Ramadhan

Penutupan paksa salah satu tempat hiburan oleh Satpol-PP Pemkab Pamekasan.

Penutupan paksa salah satu tempat hiburan oleh Satpol-PP Pemkab Pamekasan.

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN – Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan penutupan paksa sejumlah tempat hiburan yang tetap membuka kegiatan hiburan malam saat Ramadhan 1443 Hijriah ini.

“Ada empat tempat hiburan di Pamekasan yang kami temukan tetap buka saat Ramadhan dan kini telah dilakukan penutupan paksa,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan Satpol-PP Pemkab Pamekasan Hasanurrahman di Pamekasan, Sabtu (16/4/2022), menjelaskan hasil razia tempat hibutan yang dilakukan institusi ini sejak awal Ramadhan.

Keempat lokasi tersebut masing-masing tempat hiburan King Wan’s, Almahera, Putri dan Moga Jaya.

Hasanurrahman lebih lanjut menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan tim Satpol-PP Pemkab Pamekasan, keempat tempat hiburan tersebut diketahui memang tidak mengantongi izin operasional.

BACA JUGA:   Gerai vaksin Ramadhan Pamekasan Diserbu Warga

Sebelumnya, Pemkab Pamekasan telah menyampaikan imbauan kepada semua pengelola tempat hiburan di kabupaten ini, agar tutup selama Ramadhan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Imbauan itu mengacu kepada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Tempat Hiburan yang di dalamnya menyebutkan bahwa pengelola tempat hiburan harus menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan cara tidak membuka tempat hibutan selama Ramadhan.

Ketentuan lain adalah Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum.

BACA JUGA:   5 Tips for Balancing A Career and Caregiving

“Jadi, dua ketentuan perundang-undangan ini yang menjadi acuan Satpol-PP dalam melakukan penertiban tempat hiburan selama Ramadhan,” katanya, menjelaskan.

Menurut Kasi Penyelidikan Satpol-PP Pemkab Pamekasan Hasanurrahman, selain menemukan adanya tempat hiburan yang buka saat Ramadhan, petugas juga menemukan adanya pelanggaran dalam sistem pengelolaan.

Di antaranya, pengelola menyediakan bilik tertutup bagi pengunjung.

“Padahal dalam ketentuan, harus terbuka, dan tidak boleh ada bilik khusus yang tertutup,” katanya, menjelaskan.

Saat ini, keempat tempat hibutan yang ditemukan buka saat Ramadhan tersebut disegel oleh petugas hingga batas waktu yang tidak ditentukan. (PW-3)

Share :

Baca Juga

Hukum

Fattah Jasin Berpotensi Jadi Tersangka dalam Kasus PJU Tenaga Surya

Hukum

Polres Sampang Gagalkan Penyelewengan 17 Ton Pupuk Bersubsidi