Home / Hukum

Sabtu, 16 April 2022 - 07:40 WIB

Polres Sampang Gagalkan Penyelewengan 17 Ton Pupuk Bersubsidi

Polres Sampang merilis hasil pengungkapan kasus penyelewengan pupuk bersubsidi.

Polres Sampang merilis hasil pengungkapan kasus penyelewengan pupuk bersubsidi.

PENAWARTA.COM, SAMPANG – Aparat kepolisian Polres Sampang, Jawa Timur berhasil menggagalkan upaya penyelewengan pupuk bersubsidi untuk jatah distribusi di Kabupaten Sampang, ke daerah lain di luar Pulau Madura.

Menurut Kapolres Sampang AKBP Arman di Sampang, pengungkapan kasus penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi itu pada Selasa (12/4/2022) sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Raya Banyuates, Sampang.

“Keberhasilan Polres Sampang mengungkap upaya penyelewengan pupuk bersubsidi untuk jatah distribusi di Kabupaten Sampang ini berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat ke Mapolres Sampang,” katanya.

Kala itu, sambung kapolres, pihaknya menerima pesan singkat yang dikirim ke nomor pusat pengaduan masyarakat yang menyebutkan bahwa ada upaya penyelewengan pupuk bersubsidi dari Sampang ke luar Madura.

Petugas selanjutnya menerjunkan tim ke lokasi yang dimaksud sebagaimana disebutkan dalam pesan singkat itu. “Hasilnya ternyata memang benar,” ujar kapolres.

Saat itu, polisi menemukan ada dua unit truk yang membawa ratusan karung pupuk subsidi. Masing-masing truk bernomor polisi A 8775 YX dan D 8953 UA.

BACA JUGA:   Sidang ditunda 1 Bulan, Pemilik Tanah Pertanyakan Dasar Hakim PA Pamekasan Tangani Sengketa Tanah Hak Milik

Truk bernomor polisi A tersebut milik salah satu perusahaan pemasok komponen elektronik di Kabupaten Balaraja, Provinsi Banten. Sedangkan, kendaraan truk nopol D sebagai produsen air minum kemasan asal Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Truk ini mengirim barang ke Sampang, lalu dari Sampang membawa pupuk bersubsidi ini,” katanya.

Kapolres lebih lanjut menuturkan, ke 17 ton pupuk subsidi yang ada di dua truk itu meliputi 180 karung pupuk jenis ZA dan 160 karung pupuk jenis Nitrogen Phosphate Kalium (NPK)/ Phonska.

Kini berang bukti berupa dua unit truk berikut pupuk bersubsidi sebanyak 17 ton disita di Mapolres Sampang untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga menangkan tiga orang sebagai sopir dan kernet truk, masing-masing berinisial MS (51), warga Dusun Gilin Laok, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, dan MP (29), warga Dusun Gujing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang. Sampang, serta HD (21), warga Dusun Gujing, Desa Ketapang Laok, Kecamatan Ketapang.

BACA JUGA:   Madura United Pertahankan Pelatih Fabio Lufendes

“Dari praktik ilegal ini motif para tersangka mengambil keuntungan di atas harga subsidi sesuai harga eceran tertinggi (HET),” kata Kapolres AKBP Arman, menjelaskan.

Polres Sampang, kata dia, selanjutnya akan melakukan pendalaman lebih lanjut aktor penggerak dalam kasus penyelewengan pupuk bersubsidi dari Kabupaten Sampang ke luar Kabupaten Sampang itu.

“Pengakuan sopir baru sekali ini, tapi masih kita dalami terus siapa yang terlibat nanti,” katanya, menjelaskan.

Kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sampang ke luar Pulau Madura ini merupakan kasus kedua yang terjadi di Pulau Madura.

Kasus pertama, terjadi pada Februari 2022. Kala itu sebanyak 9 ton pupuk bersubsidi untuk area distribusi di Kabupaten Pamekasan diselewengkan ke Kabupaten Tuban oleh oknum warga. Polisi Tuban menangkap sopir dan truk kala itu, sedangkan pemilik pupuk hingga kini belum tertangkap. (PW-3)

Share :

Baca Juga

Hukum

Dinilai Dzolim Adili Perkara Tanah bukan Wewenangnya, Pemilik Tanah bakal Pidanakan Hakim PA Pamekasan

Hukum

Kejagung Mutasi Jaksa Sumenep Minta Uang

Hukum

Fattah Jasin Berpotensi Jadi Tersangka dalam Kasus PJU Tenaga Surya

Hukum

Satpol-PP Pamekasan Tutup Paksa Tempat Hiburan Buka Saat Ramadhan

Hukum

Sidang ditunda 1 Bulan, Pemilik Tanah Pertanyakan Dasar Hakim PA Pamekasan Tangani Sengketa Tanah Hak Milik