Home / Kesehatan

Sabtu, 21 Mei 2022 - 10:21 WIB

DKPP Pamekasan belum Temukan Sapi Terjangkit PMK, Petugas berikan Vitamin Sapi Gratis di 126 Desa

Ajib Abdul, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan kabupaten Pamekasan/dok.penawarta.com

Ajib Abdul, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan kabupaten Pamekasan/dok.penawarta.com

Penawarta.com – Pamekasan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) kabupaten Pamekasan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap virus penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi yang dinilai cepat menular terhadap hewan ternak lainnya.

Tim petugas lapangan inten melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap pasar tradisional yang biasa menjadi pusat perdagangan sapi di Madura, seperti di Pasar Keppo desa Ponteh Galis, pasar Pakong hingga pasar Waru kecamatan Waru.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan kabupaten Pamekasan, Ajib Abdullah hingga kini belum memperoleh laporan terhadap adanya virus PKM yang mewabah di wilayah tugasnya.

“Tim lapangan kami selalu melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap sapi di pasar – pasar tradisional yang menjadi pusat perdagangan sapi di Pamekasan, Alhamdulillah belum menemukan adanya penyakit tersebut,” ujar Ajib Abdullah saat on air melalui frekuensi 89.1 Ralita FM dilansir penawarta.com, Sabtu (21/05/22).

Menurut Mantan Kadishub Pamekasan ini, kabar atau isu temuan PMK di pasar Keppo yang menjangkit terhadap sapi jualan masyarakat, tidak benar.

BACA JUGA:   Kodim 0826 Pamekasan Gelar Bhakti Sosial Donor Darah

Menurutnya, tim kesehatan hewan, mantri dan tim lapangan jika mendapat laporan adanya virus maupun isu tentang PMK khususnya di pasar jual beli hewan, pihaknya langsung menerjunkan ke lokasi untuk mengecek.

“Tapi saya kira, di pasar itu tidak mungkin atau sulitlah, masyarakat akan membawa sapi ternaknya yang kondisinya sakit, karena penyakit Mulut dan Kuku pada sapi itu, sulit berdiri sapinya, bagaimana mau di bawa ke pasar kalau kondisinya sakit, kan tidak mungkin, pasti peternak merugi,” ujarnya.

Selain itu, Ajib menyebut, PMK itu dapat segera disembuhkan paling lama 5 hari. Artinya, jika sapi dalam kondisi sakit lalu dijual, sangat eman dan merugi bagi peternak.

“Hingga saat ini, Alhamdulillah petugas kami di lapangan belum menemukan adanya penyakit Mulut dan Kuku pada sapi,” katanya.

Pihaknya hingga kini tidak menutup akses pasar hewan maupun ternak, sebab pihaknya menilai akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat yang cukup besar.

BACA JUGA:   Bantu Pemudik, Pemkab Pamekasan Sediakan Layanan Kesehatan

Untuk mencegah adanya wabah PMK tersebut, dirinya telah menugaskan para penyuluh untuk inten mengontrol kondisi kesehatan sapi milik peternak di 126 desa melalui petugas penyuluh kecamatan.

Bahkan, DKPP kabupaten Pamekasan telah memberikan vitamin gratis di 126 desa yang tersebar di 13 kecamatan untuk memperkebal imun tubuh sapi agar tidak mudah terserang penyakit Mulut dan Kuku.

“Kami saat ini sudah melakukan langkah preventif dengan memberikan vitamin secara gratis kepada peternak sapi di 126 desa di Pamekasan, itu kami lakukan untuk memperkuat imun dan kekebalan sapi agar sehat, serta petugas kami juga mengontrol kesehatan hewan ternak khususnya sapi dengan adanya PMK yang cukup meresahkan masyarakat itu,” ujarnya.

Selain itu, Ajib Abdullah meminta kepada masyarakat untuk melaporkan kepada petugas kesehatan sapi dibawah naungan DKPP, bila menemukan gejala sapi yang sakit dengan kondisi demam tinggi, mulut berbusa dan kakinya kesulitan berdiri. (PW03/Arifin)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Gerai vaksin Ramadhan Pamekasan Diserbu Warga

Kesehatan

Kodim 0826 Pamekasan Gelar Bhakti Sosial Donor Darah

Kesehatan

Forget That Facelift – “Wrap” Your Face into Shape

Kesehatan

Peduli, Dandim Pamekasan Besuk Putra anggotanya di RSUD Moh. Noer

Finansial

Did You Know Your Eye Makeup Could Be Making You Sick?

Kesehatan

Bantu Pemudik, Pemkab Pamekasan Sediakan Layanan Kesehatan