Category: Wawasan

Nilai Rp10 Miliar untuk COVID-19 Pamekasan Bukan Serapan, Tapi Refocusing Anggaran

PENAWARTA.COM – Pada 6 April 2020, media daring lokal di Kabupaten Pamekasan menerbitkan berita berjudul “Dua Bulan Ini Anggaran Penanganan COVID-19 Mencapai Rp10 Miliar”.

Judul berita dengan narasumber Kepala Badan Keuangan Daerah (seharusnya Pelaksana Tugas/ Plt Kepala BKD) Pemkab Pamekasan sebenarnya menjelaskan pengalihan anggaran (refocusing) untuk bulan Maret dan April 2020, sebagaimana instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Namun, karena judul berita berbeda dengan isi yang disampaikan oleh narasumber, maka seolah-oleh nilai Rp10 miliar tersebut merupakan serapan anggaran yang digunakan.

Dalam tubuh berita Plt Kepala BKD Pamekasan Sahrul Munir menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (Refocusing), untuk biaya penanganan wabah pandemi COVID-19.

Pemkab Pamekasan, sebagaimana disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah Pamekasan, demikian kabarmadura.id, (seharusnya Plt Kepala BKD) Sahrul Munir, pada Senin (6/4/20202), sudah melakukan refocusing untuk sebagian kegiatan yang ada.

Dalam penanganan wabah COVID-19 menggunakan anggaran belanja tidak terduga dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan telah merefocusing senilai Rp10 miliar untuk bulan Maret dan April dengan menganggarkan Rp10 miliar.

“Untuk bulan-bulan berikutnya akan kembali dibicarakan besok saat rapat,” ucapnya, sebagaimana dilansir media itu.

Lebih lanjut Sahrul menjelaskan, bahwa pemkab masih akan melakukan rapat untuk membicarakan penyiapan refocusing anggaran dalam upaya penanganan COVID-19 hingga bulan Oktober mendatang. Utamanya untuk menetapkan berapa postur anggaran untuk membiayai penanggulangan Covid-19 hingga bulan Oktober mendatang.

Sahrul menambahkan, anggaran tersebut akan digunakan hingga ada perkembangan bahwa Kabupaten Pamekasan telah dinyatakan aman dari wabah COVID-19.

Berita dengan narasumber Plt Kepala BKD (tapi di media itu ditulis kepala BKD) menjadi bias saat dikutip oleh media lain dengan mendasarkan pada judul, bukan substansi pesan narasumber tentang refocusing anggaran.

Apalagi berupaya menciptakan framing dan berupaya menggiring opini pembaca dengan narasumber mantan narapidana, bahwa seolah-seolah tidak ada kegiatan yang dilakukan pemerintah selama ini.

“Penjelasan yang kami sampaikan memang bukan serapan, tapi refocusing anggaran untuk pandemi COVID-19, karena beda antara serapan dengan refocusing anggaran,” kata Sahrul Munir. (P-86)

Cara Mengecek Listrik Gratis atau tidak

PENAWARTA.COM – Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan mengenai keringanan biaya listrik di tengah pandemi virus corona pada Selasa (31/3/2020).

Kebijakan tersebut adalah pembebasan tarif listrik bagi konsumen rumah tangga 450 volt ampere (VA) dan diskon 50 persen bagi konsumen rumah tangga bersubsidi 900 VA.

Keputusan itu akan berlaku selama tiga bulan yakni pada April, Mei, dan Juni 2020 bagi pelanggan 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta dan 7 juta pelanggan golongan 900 VA subsidi.

Berikut rincian pelanggan listrik yang dapat gratis atau diskon:

R1/450 VA (gratis)
R1T/450 VA (gratis)
R1/900 VA (diskon)
R1T/900 VA (diskon)

Sementara untuk pelanggan lisrik yang tidak mendapat diskon adalah:

R1M/900 VA
R1MT/900 VA

Namun, banyak masyarakat yang tak mengetahui apakah listrik yang mereka gunakan termasuk kategori subsidi atau tidak.

Cek di struk pembayaran
Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka mengatakan, pengecekan tersebut bisa dilakukan melalui rekening pembayaran listrik.

“Jadi kalau ada pertanyaan ‘Saya dapat diskon gak?’, jawabannya adalah ‘Silakan dicek di struk pembayaran rekening terakhir atau pembelian pulsa terakhir’,” kata Suprateka saat dihubungi, Jumat (3/4/2020).

Menurutnya, kode M (mampu) dalam R1 M menandakan kategori listrik tersebut adalah pasca bayar dan tidak bersubsidi. Sementara kode R1MT berarti listrik pra-bayar.

Sehingga apabila setelah struk pembayaran rekening dicek, ternyata berkode R1M dan R1MT berarti tidak mendapat bantuan dari pemerintah.

Untuk kode R1 dan R1T merupakan kategori pelanggan listrik yang mendapat bantuan dari pemerintah.

Cara Mendapatkannya
Untuk pengambilan token gratis bagi pelanggan rumah tanggah golongan 450 VA dan diskon 50 persen bagi golongan 900 VA bersubsidi, bisa dilakukan melalui dua cara.

Pertama, melalui web dengan langkah berikut:

Buka alamat www. pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus Covid-19.

Masukkan ID pelanggan/nomor meter. Kemudian token gratis akan ditampilkan di layar.

Pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan.

Kedua melalui WhatsApp ke nomor 08122-123-123 dengan langkah berikut:

Buka aplikasi WhatsApp.
Chat WhatsApp ke 08122-123-123, ikuti petunjuk, salah salah satunya masukkan ID pelanggan.

Token gratis akan muncul.
Pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan.

Namun, untuk klaim listrik melalui WhatsApp baru bisa dilakukan pada Senin (6/4/2020) mendatang.

Dengan ID pelanggan tersebut, pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam 3 bulan terakhir. (PW-0112)

Tentang Spektrum PWI Pamekasan dan JTV Madura

PENAWARTA.COM – Spektrum adalah program kerja sama antara PWI Pamekasan dengan JTV Madura dalam bentuk siaran live berdurasi selama kurang lebih 1 jam setiap hari Kamis sore. Program ini juga disiarkan di Radio Ralita FM di frekwensi 89,1 sebagai media mitra PWI Pamekasan dalam program spektrum ini.

Program ini ditayangkan di JTV Madura live di TV analog UHF 37, youtobe JTV Madura dan beberapa media sosial. Isi dialog kemudian dinarasikan menjadi berita di beberapa media massa, apabila memang dinilai layak menjadi kontens berita media massa.

Di samping itu, program ini juga mengandeng Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk penyebaran konten berita dari program spektrum tersebut, yakni di situs kim.pamekasanhebat.com/ pamekasanhebat.com, dan media massa online penawarta.com dengan tag #spektrum.

Program kerja sama antara PWI Pamekasan dengan JTV Madura pada tahun 2020 ini tidak hanya menyasar Pamekasan saja, akan tetapi juga dua kabupaten lain di Madura, yakni Sampang dan Sumenep, atas permintaan masyarakat dan pemkab di dua kabupaten ini.

Permintaan semakin meluas, setelah awal Januari 2020, program ini menjadi mitra klub sepakbola Madura United FC dalam acara ulang tahun klub yang membahas tentang evaluasi dan proyeksi klub di musim kompetisi Liga 1 Indonesia 2020.

Pola pembahasan solutif yang dipandu oleh Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS (Direktur Mediamadura.com) juga dinilai masyarakat dan narasumber sebagai ruang efektif untuk menyampaikan sosialisasi dan kepentingan institusi yang efektif.

Program Spektrum 2020
Mengingat kian antusiasnya masyarakat dalam program yang tersaji hasil kerja sama PWI dengan JTV Madura ini, maka pada tahun 2020 ini, tim spektrum juga menambah beberapa program khusus yang diberi nama “Spektrum Khusus”

Bentuk program ini berupa siaran tunda dengan menggali potensi dan membangun optimisme melalui pemberitaan media.

Beberapa program yang telah ditetapkan tim meliputi:
1). Spektrum Goes to Campus. Tim spektrum datang ke kampus-kampus tertentu di Madura (Pamekasan, Sumenep, Sampang dan Bangkalan) dan di sana membahas persoalan2 aktual yang berkembang di masyarakat, sekaligus sebagai sarana pendidikan melek media bagi insan kampus.

2). “30 Menit Lebih Dekat”. Program ini dipandu oleh host khusus, mewawancarai dan mengekplorasi potensi personel yang dinilai berprestasi dan patut dijadikan panutan publik.

3). Spektrum Goes to Village. Program ini dalam rangka mengekplorasi, berbagai potensi dan keunggulan di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Pamekasan, sekaligus sebagai bentuk pendidikan melek media bagi masyarakat desa. Tim masih merancang agar agar khusus program goes to village ini bisa live dari balai desa. (PW-012)

Penjelasan Singkat tentang Puting Beliung

PENAWARTA.COM – Fenomena puting beliung/tornado skala kecil merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Jika kejadian puting beliung tersebut di laut disebut “waterspoot“.

Kejadian hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting beliung berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi/pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Puting Beliung merupakan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat dan bergerak melingkar seperti spiral hingga menyentuh permukaan bumi serta punah dalam waktu singkat ( lebih dari 10 menit)

Berbagai istilah puting beliung dan Indikasinya.

Di Indonesia jenis angin ini sering juga disebut Angin Puyuh / Leysus (Jawa), di Amerika : Tornado, di Eropa disebut Twister dan di Australia disebut dengan istilah Willy willy

Indikasi terjadinya hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang/puting belitung berdurasi singkat sebagai berikut:

Pertama, satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

Kedua, udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (diatas 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 65%).

Ketiga, mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis– llapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Keempat, tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu–abu/hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).

Kelima, biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba–tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

Keenam, jika 1 – 3 hari berturut – turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori putting beliung maupun yang tidak.

Sifat-sifat puting beliung/angin kencang berdurasi singkat sebagai berikut:

  • Sangat lokal.
  • Luasannya berkisar 5 – 10 km.
  • Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit.
  • Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba).
  • Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari.
  • Bergerak secara garis lurus.
  • Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 30 menit – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda–tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 %.
  • Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung.
  • Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.

Antisipasi dampak puting beliung
Pertama, merapikan pohon yang besar, rimbun dan tinggi serta rapuh untuk mengurangi beban pada pohon tersebut.

Kedua, melakukan pengecekan dan memperkuat bagunan non permanen maupun semi permanen (seperti atap rumah yang sudah rapuh).

Ketiga, melakukan pengecekan dan memperkuat bagunan konstruksi (seperti papan reklame, baliho dll).

Keempat, menjauh dari lokasi kejadian apabila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung.

Kelima, ketika terjadi puting beliung cepat berlindung dengan cara merapatkan tubuh kedinding bangunan yang kokoh dan tidak disarankan berlindung di dalam mobil. (PENAWARTA.COM).

Disampaikan oleh Pusdalops-PB BPBD Pamekasan untuk pendidikan dan peningkatan wawasan kebencanaan masyarakat.

Dandim Pamekasan himbau masyarakat rayakan pergantian malam tahun baru 2020 dengan bijak

PENAWARTA.COM – Dandim 0826 Letkol Inf M. Effendi menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dalam menyambut malam pergantian tahun baru untuk tidak melakukan acara atau kegiatan yang bersifat hura-hura terlebih mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

Demikian disampaikan Dandim melalui video singkat yang beredar dikalangan masyarakat, Selasa (31/12/2019)a.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Pamekasan dalam menyambut malam pergantian tahun baru untuk tidak melakukan acara yang bersifat hura-hura dan tidak bermanfaat, terlebih mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” kata Dandim dalam himbauan yang disampaikan melalui video singkat.

Misalnya, lanjut dia, kebut-kebutan dijalan raya, menggunakan knalpot brong, mabuk-mabukan, menggunakan narkoba dan main petasan atau kembang api yang membahayakan.

Dandim juga mengajak kepada masyarakat Pamekasan dalam menyambut tahun baru 2020 untuk diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk masa depan yang lebih baik.

“Bersama kita ciptakan Kamtibmas dan wujudkan Pamekasan hebat, ” tutupnya. (PW3/TNI)

Pemuda Asal Pamekasan Terbitkan Buku Berjudul ‘Rindu Berdarah’

PENAWARTA.COM – Setiap orang memiliki kisahnya sendiri-sendiri, yang dialaminya setiap saat, mulai dari terbit matahari hingga terbenam di ufuk barat.

Ada banyak cerita yang mungkin dapat diceritakan, mulai dari kisah asmara, pekerjaan, pertemuan dengan teman sejawat dan keseluruhan kisah dalam kesehariannya.

Namun tidak banyak dari mereka yang mengabadikannya dalam sebuah karya tulis, sehingga menjadikannya sebuah karya abadi yang menjadikan pengarangnya dikenal sepanjang masa.

Imron Maulana (24) pemuda asal Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan adalah satu dari sekian pemuda yang memiliki talenta itu. Mengabadikan kisahnya dalam sebuah oretan pena menjadi sebuah buku.

“Soal menerbitkan buku sebenarnya itu berasal dari kesukaan saya di dunia literasi, dimana dari semua buku yang pernah saya baca harus saya tulis kembali dalam bentuk resensi,” katanya, Sabtu (29/06/2019).

Dari situ, kata Imron, kalau hanya membaca itu kurang afdol, jika hasil bacaan tersebut tidak disampaikan kepada orang lain. Karenanya Ia memilih menulis untuk menyampaikan hasil dari buku yang ia baca.

“Nah, dari situ kemudian terbitlah buku pertama saya yang judulnya ‘Rindu Berdarah’. Buku itu sebenarnya kumpulan cerpen dan puisi yang pernah saya terbitkan di media, baik media online dan media cetak, tapi itu lebih banyak yang ada di blog pribadi saya. Semua tulisan itu saya coba kumpulkan lagi dijadikan satu dalam kotak bernama ‘Rindu Berdarah’ itu,” tutur pemuda yang aktif di Komunitas Pamekasan Membaca (Kompak) itu.

Lebih lanjut, Imron menjelaskan mengapa bukunya diberi nama “Rindu Berdarah”, sebab nama itu yang pas untuk membungkus tema yang berkaitan dengan semua tulisan-tulisan itu.

“Selain memang itu adalah cerpen andalan saya dan cerpen itu juga yang juga dimuat oleh media cetak Koran Madura,” ujar dia.

“Dari karya pertama ini saya harap untuk diri saya pribadi agar lebih bersemangat berkarya, dan untuk para pemuda-pemuda di sekitar saya mungkin karya ini juga menginpirasi mereka agar menulis, sebab dengan menulis kita akan hidup abadi dan tumbuh subur dalam sejarah manusia,” tandasnya.

Imron Maulana memang masih menerbitkan satu buku yang berjudul “Rindu Berdarah”, namun tidak menutup kemungkinan bagi dirinya untuk terus berkarya dan berkarya.

Perlu diketahui, Imron Maulana merupakan pemuda penuh talenta, selain ia sebagai mahasiswa Pascasarjana IAIN Madura, ia juga aktif sebagai aktivis di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai Wadir Bidang Pengabdian Masyarakat Bakornas LAPMI PB HMI. (PENAWARTA.COM)

Mengenal Konsep Kepemimpinan Inovatif-Disruptif Baddrut Tamam

Kepemimpinan Inovatif di Era Disruptif adalah tema materi yang disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat menjadi narasumber atau dosen tamu di FISIPOL UGM pada acara kuliah umum yang digelar pada 16 Mei 2019 pada mata kuliah “Kepemimpinan Sektor Publik” yang diampu oleh dosen H Suharyanto dengan tema materi yang disampaikan “Kepemimpinan dan Inovasi Pelayanan Publik”.

Ada dua istilah penting yang menjadi fokus bahasan Baddrut Tamam pada kuliah umum tersebut, yakni “inovatif” dan “disruptif”. Istilah disruptif dan inovatif (disruptive innovation) ini pertama kali dicetuskan oleh Clayton M. Christensen dan Joseph Bower pada artikel “Disruptive Technologies: Catching the Wave” di jurnal Harvard Business Review (1995). Menurut catatan wikipedia, artikel tersebut sebenarnya ditujukan untuk para eksekutif yang menentukan pendanaan dan pembelian disuatu perusahaan berkaitan dengan pendapatan perusahaan dimasa depan.

Dalam konteks ini, Inovasi disruptif (disruptive innovation) merupakan inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga pada pasar yang lama. Dengan demikian, titik tekan pada dua kata tersebut, disruptif dan inovatif gampangnya adalah pada inovasi dan kemampuan merespon perubahan secara cepat dan tidak menentu, menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Di lingkup kepemimpinan institusi pemerintah, hal penting yang perlu dilakukan adalah pentingnya membentuk paradigma baru dalam pengelolaan pemerintahan, yakni paradigma dalam mengelola pemerintahan. “Birokrasi yang kaku dan terlalu formal terlalu menguntungkan pada regulasi yang top down, sudah waktunya kita ubah,” kata Baddrut, seperti yang disampaikan kepada media.

Ia menilai sejak dulu birokrasi lebih dekat dengan kesan negatif, seperti lambat dalam pelayanan, tidak kreatif dan anti inovasi. Kini, paradigma tersebut sudah tidak relevan lagi, sehingga harus menerapkan cara berpikir dan bertindak yang lebih tepat, dan ia mencontohkan seperti yang sudah banyak dilakukan oleh sejumlah organisasi swasta.

Bertindak cepat ini, hanya berpotensi dilakukan oleh badan ramping, yang dalam konteks pemerintahan ia istilahkan dengan postur birokrasi. “Postur birokrasi tidak boleh lagi gemuk, tambun dan lamban. Tetapi harus ramping, efesien dan gesit. Dalam istilah konsep kebijakan publik, muncul yang namanya ‘new public management‘,” sambung pria yang akrab disapa Ra Badrut.

Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya yang juga perlu dipahami oleh para pemimpin dan pengelola manajemen organisasi adalah tantangan kepemimpinan di era disruptif. “Prinsipnya ada banyak gaya kepemimpinan yang bisa diterapkan di era disrupsi seperti saat ini, di antaranya harus memiliki terobosan, memberikan kesempatan dan kebebasan bagi tim,” bebernya.

Bahkan dalam kesempatan itu, Badrut Tamam juga menyampaikan beberapa capaian inovasi yang dilakukan selama beberapa bulan memimpin Pamekasan. Di antaranya kesuksesannya merealisasikan Mal Pelayanan Publik (MPP), pelayanan aplikasi berbasis online, branding batik hingga program bursa inovasi desa.

Tiga Hal Penting
Terkait pola kepemimpinan inovatif di era disruptif ini, Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Dr KH Abdul Wahid Maktub dalam sebuah orasi ilmiah dalam seminar kebangsaan yang dilaksanakan oleh Ikatan Alumni BSI yang didukung oleh Bidang Kemahasiswaan BSI, belum lama ini mengemukakan, ada tiga poin utama untuk dapat menghadapi perubahan serta mampu bertahan di era yang serba penuh ketidak pastian ini.

Ketiga hal tersebut adalah iteration, innovation, dan disruption. Iteration dimaksudkan melakukan hal yang sama tetapi dilakukan dengan maksimal sehingga menghasilkan hasil yang baik. Selanjutnya, innovation adalah dengan melakukan perubahan serta menemukan hal yang baru, dan ketiga disruptif, yakni masyarakat harus men-disruptif diri sendiri dengan perkembangan era saat ini, sehingga mampu melakukan perubahan.

“Jika mahasiswa tidak men-disruptif dirinya sendiri dengan perubahan era saat ini, dengan mengubah diri menjadi lebih baik dan berinovasi – maka, kesempatan ini dapat menjadi hadiah bagi orang lain,” papar Maktub kata itu.

Ketiga kunci ini, lanjut Maktub, harus berimbang dengan sikap responsif dan adaptif dalam menghadapi perubahan. Selain itu juga harus memiliki kesiapan yang matang.

“Kesiapan yang paling utama adalah dengan memiliki pengetahuan. Pengetahuan yang mampu menuntun kita untuk melakukan perubahan dan berinovasi. Diimbangi dengan kejelasan tujuan, tangkas dan cepat. Selain itu, juga harus memiliki self control seperti tidak malas, dispilin, berprestasi, saling menghormati serta mampu memimpin diri sendiri apabila ingin bertahan di era disruptif,” katanya, menambahkan.

Dalam konteks lokal Pamekasan, konsep kepemimpinan inovatif-disruptif (disruptive innovation) ini bisa dilihat misalnya dari terobosan yang telah dilakukan selama ini. Antara lain pada branding batik tulis di kendaraan dinas milik Pemkab Pamekasan.

Baddrut, selaku bupati, berupaya bergerak di luar jalur kotak (out of the box), bahkan kendaraan dinas hanya sebatas penunjang kegiatan aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan rutinitas organisasi, menjadi sesuai yang bernilai ekonomis, yakni media promosi usaha perajin batik tulis masyarakat. Sebuah upaya dan terobosan yang belum pernah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Demikian juga dengan keberadaan “Mall Pelayanan Publik”.

Anggaran untuk membuat program kegiatan, cenderung menjadi kendala. Tapi Bupati Baddrut Tamam mampu menyiasati itu semua, dengan sistem kerja sama dan sama kerja antarberbagai organisasi perangat daerah. “Jika hasilnya belum maksimal itu wajar, wong kita membuat ‘Mall Pelayanan Publik’ ini tanpa anggaran,” katanya dalam sebuah kesempatan. (TIM PENAWARTA.COM)

Haman, Menteri Segala Urusan di Zaman Fir’aun

Oleh Ust. Dr. Miftah el-Banjary, MA

Melihat ilustrasi gambar ini, barangkali banyak yang tidak mengenali siapa dia sesungguhnya, sebagaimana kita juga tidak pernah tahu bahwa sosok ini ternyata juga berperan penting sebagai “tangan kanan” Fir”aun, kalau saja tidak diinformasikan oleh al-Qur”an.

Hal ini mengindikasikan bahwa ada peran tokoh antagonis dibalik kisah kezhaliman Fir”aun yang peran sentralnya tak kalah dahsyatnya dibandingkan Fir”aun itu sendiri. Dialah Haman; pembisik sekaligus Menteri Segala Urusan di Istana Fir”aun.

Jika kata Fir”aun disebutkan sebanyak 38 kali di dalam al-Qur”an, paling tidak nama “Haman” muncul sebanyak 5 kali pada beberapa surah di dalam al-Qur”an, diantaranya surah al-Qashash ayat 6 dan 38, al-Mu”min ayat 36-37 dan al-Ankabut ayat 38.

Seorang arkeolog Prancis Morris dalam penelitiannya di tahun 1882 dibuat tercengang sekaligus takjub dengan kebenaran informasi al-Qur”an, ternyata nama Haman ditemukan dan disebutkan dalam tulisan Heliograf kuno sebagai seorang kepala urusan istana yang menangani semua urusan Fir”aun.

Sedangkan informasi itu tidak pernah dia dapatkan pada kitab taurat, zabur dan injil. Informasi di dalam al-Qur”an sedemikian akuratnya, hingga disebutkan begitu jelasnya nama dan peran Haman di dalam al-Qur”an. Jelas dia akhirnya mengakui bahwa hal itu menunjukkan kemukjizatan al-Qur”an.

Apa dan bagaiman peran Haman?

Di dalam al-Qur”an dikisahkan Haman merupakan wazir atau Perdana Menteri Fir”aun. Haman juga bertugas sebagai penasehat, kepala istana, pengatur dan pengendali infrastruktur, panglima perang, pengendali stabilitas keamanan, pengontrol ucapan para pengkritik kerajaan, serta pengatur sekaligus pengendali segala bidang dan urusan.

Bahkan Haman merupakan pembisik yang selalu meneguhkan dan menguatkan bahwa Fir”aun adalah seorang titisan dewa Ra; dewa matahari yang patut disembah sekaligus dewa pemilik aliran sungai Nil. Haman selalu memuji tindak tanduk lelaku Fir”aun baik dan buruknya.

Manakala adu tanding antara Nabi Musa dan Fir”aun yang pada akhirnya membuat para penyihir istana mengakui kemenangan di pihak Musa, alih-alih mengakui kekalahannya, Fir”aun justru meminta Haman tampil ke depan publik untuk mempengaruhi rakyatnya agar masih tetap dipercayai.

“Hai Haman, apakah aku ini seorang pendusta?” tanya Fir”aun penuh keangkuhan.

Haman tampil membela dengan penuh meyakinkan dan kecongkakan pula. “Siapa yang berani menuduh paduka sebagai seorang pembohong?!”

“Hai Haman, apakah Tuhan di surga?” tanya Fir”aun lagi.

“Musa itu berdusta. Dia ahli membuat kebohongan!” jawab Haman agar membuat Fir”aun senang. 

“Ya, aku tahu Musa tidak lain, hanya tukang sihir yang pandai merangkai kata!” Fir”aun membenarkan.

“Benar Engkau pembesar kami. Semua raja takluk padamu, duhai Fir”aun!” Ujar Haman meyakinkan Fir”aun.

“Sekarang Haman! Kuperintahkan buatkan aku menara pencakar langit agar aku bisa melihat Tuhannya Musa!” ujar Fir”aun tertawa dengan penuh kesombongan disertai gelak tawa Haman dan pengikutnya.

Haman memang terkenal hebat bersilat lidah menjilat penguasa. Haman berkilah dengan argumentasi jeniusnya.

“Wahai Fir”aun, kali ini saya keberatan membuatkan Anda menara pencakar langit itu untuk bisa melihat Tuhannya Musa!” ujar Haman seraya membungkuk.

“Hah! Apa katamu?!! Kamu keberatan?!!” Fir”aun terbelalak matanya.

“Iya paduka, saya keberatan!” jawab Haman penuh tipu muslihat.

“Apa kamu sudah mau berbuat makar seperti Musa?! Apa kamu sudah membangkang seperti para penyihir itu?” tanya Fir”aun mulai geram.

“Tidak paduka Raja Fir”aun yang Mahatinggi! Hamba masih tetap setia!” jawab Haman tersenyum.

“Lantas kenapa kamu keberatan, hah?!! Apa kamu tidak sanggup membangunkan infrakstruktur untuk rajamu ini?!” Fir”aun mulai tak sabar menunggu jawaban Haman.

“Bukan begitu Paduka Raja Fir”aun!” 

“Lantas?!” tanya Fir”aun.

“Meskipun kita bangunkan menara langit, kita tidak akan temukan Tuhan Musa di sana!” jawab Haman meyakinkan.

“Kenapa? Ada apa?!” tanya Fir”aun mengernyitkan keningnya.

“Sebab Tuhan Musa itu tidak ada. Hanya engkaulah Tuhan itu. Hanya dirimu pemilik Mesir dan Nil ini. Engkau Fir”aun yang Tinggi!” ujar Haman menyanjung Fir”aun sekaligus melecehkan Tuhan Musa.

Lantas Fir”aun berterik di hadapan rakyatnya “Ana Rabbukumul “Ala! Akulah Tuhan kalian yang Tinggi!” 

Demi mendengar sanjungan sedemikian tinggi dari Haman, kian melambunglah kecongkakan Fir”aun dengan segala kepercayaan dirinya. Sujud sembahlah mereka yang terlanjur mengagumi Fir”aun dengan segala keyakinannya.

Itulah sekilas deskripsi Haman yang dideskripsikan oleh Ibnu Katsir di dalam Qishashul Anbiya. Begitulah peran sentral Haman yang monemental dengan segala kejahatan dan sifat penjilatnya. Dia tampil sebagai tokoh antagonis kedua setelah Fir”aun. 

Meski dia bukan seorang Fir”aun, boleh jadi peran sentralnya melebihi seorang Fir”aun sekalipun, sebab dialah penasehat dan pembenar segala kesalahan dan kezhaliman Fir”aun. 

Dan begitulah sejarah selalu berulang pada setiap zamannya. Begitulah al-Qur”an mengajari kita sejarah. 

Tugas kita bukan membenci Fir”aun atau pun Haman, akan tetapi tugas kita hari ini meneguhkan terus berjuang bersama siapa? Bersama Musa ataukah Fir”aun, Haman atau kah ulama Fir”aun bernama Bal”aun bin Aura. 

Jika tidak mampu menjadi Musa, minimal kita tak menjadi musuhnya atau menjadi pengikut Bani Israel yang terkesan netral; tidak memiliki prinsip kebenaran yang harus diperperjungkan dengan mengatakan, “Pergilah engkau wahai Musa berperang berdua bersama Tuhan kamu, kami hanya ingin duduk menunggu saja di sini!” (*)

Sumber : Geloranews

Belajar penerapan STEAM dari Korea Selatan

PENAWARTA.COM – STEAM merupakan singkatan dari (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics), yakni pola pendidikan teringratif yang diterapkan di Korea Selatan.

Pola pendidikan ini sebenarnya diawali dari sebuah pemikiran mengefektifkan keberadaan pendidikan bagi anak-anak di korea yang awalnya hanya datang ke sekolah dengan duduk, membaca, diajari oleh guru dan mendapatkan nilai yang diberikan oleh guru. Pola seperti itu, ternyata dinilai kurang memiliki makna substantif bagi sebuah pendidikan pada tahun 2006 lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, maka muncul gagasan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) tanpa art. Targat yang ingin dicapai adalah bagaimana mengelola sumbar daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di korea berjalan dan seiring dengan perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0.

Berawal dari pengelola lahan pertanian yang tradisional menjadi teknologi pertanian, petani tradisional menjadi petani yang memanfaatkan teknologi pertanian, sampai pada pengelolaan pertanian yang semula tradisional menjadi ada teknologi pengelolaan pertanian, sampai akhirnya pertanian di Korea memanfaat Informasi Teknologi, SDM yang handal teknologi dan pengelolaan pertanian yang memanfaat teknologi sebagai pendorong pertanian.

Disamping itu ada riset bahwa suatu ketika nanti akan ada sekitar 70 persen pekerjaan yang sudah tidak butuh lagi tenaga manusia karena digantikan oleh mesin. Namun disisi yang lain manusia harus tetap survive untuk tidak bisa digantikan oleh mesin, sehingga membutuhkan sebuah pemikiran yang dapat membantu pemeritah agar revolusi industri 4.0 tetap berjalan dan manusia tetap bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan SDM-nya.

Agar manusia dapat bertahan dengan revolusi industri 4.0 ini, maka ada 3 (tiga) faktor yang harus dilakukan yakni merevolusi bidang pendidikan, karena pendidikan merupakan sumber dari dari penguatan sumber daya manusia yang handal.

Ketiga hal tersebut adalah: (1). Kreatifitas dan kooperatif dengan mengedepan problem solving, (2). Interconection antarsesama dan untuk semuanya, (3).Human Networking/menjaga hubungan yang baik antarsemuanya

Gambaran STEAM di Korea Selatan
Praktisi pendidikan korea selatan memberikan gambaran bahwa masa depan suatu bangsa akan ditentukan oleh seberapa besar nilai kreatifitas dalam mengimpikan, karena mimpi yang diangankan akan menjadi masa depan yang seharusnya dari seatu bangsa. Konsep STEAM di korea selatan setidaknya ada 3 (tiga).

Namun di korea selatan di tambah satu yakni menjadi 4 (empat), yakni (1). Kualitas jaringan/Network Quality, (2). Mutu Sosial/Sosial Quality, (3). Kualitas Keahlian /Profesional Quality, lalu (4). Kreatifitas yang Berkualitas/Creatifity Quality.

Jika pembelajaran dalam pendidikan menunjukkan sebuah kreatifitas yang tinggi maka mimpi dan cita-cita untuk menjadi bangsa dan negara yang maju akan tercapai sesuai yang diharapkan, karena pendidikan merupakan kekuatan untuk menopang sumber daya manusia yang handal.

Kreatifitas dalam pendidikan akan terjadi, apabila setidaknya diterapkan dalam dua hal yakni (1) kreatifitas dalam pembelajaran dan (2) kreatifitas dalam pengelolaan dan managejen sekolah. Dan dua hal inilah yang memberdakan antara pendidikan dulu dan sekarang di korea selatan.

Pendididkan zaman dulu hanya berkutat pada pada guru sebagai pemberi informasi dan teks book, namun saat ini sudah bergeser pada guru sebagai fasilitator yang tidak bergantung pada teks book learning dan ditambah lagi dengan creatifity learning, sehingga kunci sukses dalam STEAM dalam dunia di Korea Selatan bergantungpada adventure, emosional dan attitude dan lain-lain.

Setidaknya ada 2 (dua) hal yang bisa menjadikan STEAM dalam pendidikan itu bisa sukses yakni, Pertama, pelaku pendidikan dapat mengeksplorasi pendidikan dengan sebaik-baiknya setiap saat. Kedua, memotifasi guru dan tenaga kependidikan agar tidak berkutat pada cara-cara dan model lama yang mengedepankan teks book learning.

Ketika kreatif itu merupakan kunci utama dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah, disamping beberapa hal yang dapat menjadikan guru kreatif sebagai berikut:

1).Harus memiliki insting yang kuat untuk mencari tahu tentang sesuatu yang dipelajari dan terus menggali agar apa yang dipelajari betul-betul tereksplor dengan baik kepada peserta didik.

2). Penguasaan art dan science harus seimbang, karena dua hal itu akan menopang dan memunculkan kreatifitas yang tinggi.

3).Adanya multi komunikasi/komunikasi menyeluruh, ini dianggap penting karena untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan ditentukan oelh pendidik yang menguasai dibidang sosial, teknologi, art dan sains.

4). Break out teknologi yang lama agar selalu update dalam melakukan pembelajaran dan pengelolaan di sekolah.

5). Menggabungkan dan bahkan memadukan teknologi lama dengan yang baru, agar memperoleh hasil yang karya teknologi yang inovatif

Diawali dari sebuah riset tentang pendidikan di Korea Selatan, disebutkan bahwa, pendidikan di negera ini membutuhkan kreatifitas, agar manusia tidak tergeser oleh mesin dan sejenisnya, sehingga penerapan STEAM dengan ciri kreatifitas ini menjadi keharusnya yang tidak boleh ditunda lagi.

Meskipun program ini berkiblat pada Amerika dengan STEM tanpa art, namun setidaknya Korea Selatan mencoba membangun kreatifitas dalam progran ini dan menambahkannya dengan art, dan art inilah yang membedakan dengan di STEM di Amerika. Titik tekan art dan kreatifitas inilah yang menjadi ciri yang sebenarnya keberhasilan pendidikan di korea selatan.

Dalam penerapan STEAM dalam pembelajaran tidak mengharuskan kelima hal dalam STEAM itu dilakukan setiap pembelajaran, namun bisa saja hanya ada sains dan matematika atau engenering dan teknologi atau bahkan art saja, agar apa yang dilakukan guru dalam pembelajaran optimal dan nampak kreatifitasnya dalam pembelajaran, karena belajar di korea selatan itu adalah bekerja sama dan bersenang-senang, tidak pada teks book saja.

Di bawah ini digambarkan frame work STEAM dalam pembelajaran sebagai berikut:

Berangkat frame work STEAM diatas akan menculkan (1) rasa ingin tahu terhadap satu masalah (penasaran) dalam pembelajaran, (2) ketertarikan untuk melakukan pembelajaran dan belajar dengan baik dan ke-(3) akan dapat menyelesaikan permasalah yang terjadi.

Dari ketiga hal tadi itulah sebenarnya kreatifitas, sehingga kesimpulannya STEAM itu bisa sukses apabila ada kreatifitas.

Dampak STEAM
Setiap program yang dilakukan dalam skala besar apalagi disebuah negara akan berdampak pada berubahan yang signifikan dan dapat merevolusi dunia pendidikan secara menyeluruh, namun demikian dapaknya juga harus menjadi perhatian karena bisa saja baik dan bisa saja tidak baik dimana kedua-duanya harus dikelola dengan baik.

Adapun STEAM di Korea Selatan dapat berdampak sebagai berikut:
a. Bagi Siswa hasil riset; (1). Anak-anak lebih tertarik dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah. (2).Lebih efektif bagi anak-anak, guru, dan sekolah. (3). Stakehorder dan orang tua puas dengan sistem pendidikan, (4). Anak-anak akan tertarik untuk belakar sains karena pembelajaran yang kreatif. (5), Anak-anak dituntut untuk belajar dan berfikir kreatif.

b. Bagi Guru; (1). Harus menyiapkan bahan dan alat yang akan digunakan untuk pembelajaran, (2), Tugas guru dalam pembelajaran akan lebih berat, (3), Lebih efektif karena guru hanya sebagai fasilitator, (4), Guru akan tertantang untuk berfikir kritis dan kreatif, jika tidak maka akan ditinggalkan oleh siswa

Kapan STEAM dilakukan Di Korea Selatan?
STEAM dikorea selatan dilakukan dengan beberapa tahap, tahap I, 2006-2010 bagi sekolah yang memiliki talent khusus (sekolah khusus/piloting), tahap II, 2011-2015 diterapkan secara keseluruhan disemua jenjang pendidikan di korea selatan, tahan III, memasukkan dalam kuriulum dan dilaksanakn pada free semester.

Menyiapkan MAKER
Ciri khas di Korea Selatan adalah adanya MAKER (orang yang menjalan STEAM disebut MAKER).

MAKER memiliki tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan kepercayaan diri untuk menuangkan ide dan gagasan terbaru agar hasilnya bisa di apresiasi oleh orang lain, karena maker tidak terbatas oleh waktu, tempat, buku dan bahkan kesempatan akan tetapi bebas melakukan kreatifitas dan aktifitas, karena ide kreatif MAKER dalam kebebasan berekspresi itulah yang membedakan dengan mesin, sehingga STEAM ini dianggap mampu memberikan jawaban terhadap posisi manusia pada revolusi industri 4.0 dan 5.0. (PENAWARTA.COM)

Oleh Muhammad Holis. Tulisan ini dirangkum dari Materi 2 SNU (Seoul National University) dengan dosen pengampu Prof. Jeong Jae Yoen, pada 30 April 2019.