Category: Politik

Pasangan Badrut Tamam – Raje'i Deklarasi Pamekasan BERBAUR di seluruh Desa

Deklarasi Pamekasan BERBAUR


PENAWARTA.COM – PAMEKASAN,  Bakal calon bupati (Bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Pamekasan, H. Badrut Tanam dan Raje’i mendeklarasikan pasangan Pamekasan BERBAUR ( Bersama Badrut Tamam dan Raje’i) di masjid Desa Ambat Kecamatan Tlanakan, Senin (08/01/2018).
Kedua pemuda ini merupakan pasangan serasi yang mewakili masyarakat Selatan dan pantura di bumi Gerbang Salam untuk berkontestasi pada Pilkada serentak bulan Juni mendatang.
Deklarasi pasangan BERBAUR ini dilakukan serentak di 189 desa dan kelurahan se Kabupaten Pamekasan oleh setiap tim masing-masing desa.
Kehadiran rombongan pasangan BERBAUR yang diusung empat partai (PKB, PAN, PKS dan partai Gerindra) disambut langsung oleh KH. As’ad selaku tokoh ulama’ dan panutan masyarakat desa Ambat.
Sebelum menggelar deklarasi, terlebih dahulu RBT sapaan akrab Ra Badrut Tamam bersama Raje’i melaksanakan bakti sosial bersih – bersih masjid Desa Ambat bersama rombongan, takmir masjid dan warga setempat.

Bacabup Pamekasan (Badrut Tamam) dan Bacawabup Pamekasan (Raje’i) saat bakti sosial bersih bersih masjid dan halaman bersama takmir masjid dan masyarakat.


“deklarasi ini dilaksanakan serentak di 189 desa se Kabupaten Pamekasan, ada sekitar 15-20 orang di masing-masing desa melakukan bekerja bakti, membaca sholawat Nariya, dan sholat berjamaah di masjid nantinya, ” kata Badrut Tamam kepada wartawan.
Menurut RBT, deklarasi ini sengaja di lakukan dari bawah untuk kemudian melakukan sesuatu bersama rakyat, tidak seremonial, oleh rakyat dan melaksanakan perjuangan untuk kepentingan rakyat.
Lebih lanjut, Badrut Tamam menjelaskan, deklarasi ini memang dikonsep baru, bahkan di Indonesia menurut dia hanya satu satunya di Pamekasan.
“acara seremonial yang biasa dilakukan secara formal dan resmi kita tinggal sejenak, kita mencari model baru karena kita anak muda, harapan kedepan dengan cara pembaharuan untuk Pamekasan yang baru, ” ujarnya.
RBT mengaku dengan model seperti inilah akan lebih mudah dekat dengan rakyat dan umat. ” harapan kita dengan berangkat dari masjid, dari musholla, dengan bersih bersih akan membersihkan hati kita, gerakan kita dan membersihkan model pemerintahan kita untuk kemudian lebih baik dan bisa dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara, bacawabup Pamekasan, Raje’i mengatakan, dirinya yang diberikan kepercayaan untuk mendampingi RBT, sangat bergembira hati, sebab Pamekasan kedepan akan membangun keseimbangan antara pantai utara (pantura) dan bagian selatan.
“posisi saya disini melengkapi sebagai bagian dari perwakilan pantura, Sesuai dengan visi misi beliau (RBT), membangun Pamekasan lebih merata dan berkeadilan,” katanya menegaskan.
Menurut Raje’i, dengan keterwakilan dirinya, masyarakat pantura berbangga diri dan berbagi hati dengan masyarakat bagian selatan, sehingga nanti pasangan  BERBAUR bisa merancang, merencanakan dan memprogramkan pembangunan Pamekasan menjadi lebih baik dan maju untuk 2018 – 2023.
“mudah-mudahan pasangan kami diridhoi oleh Allah SWT untuk memimpin Kabupaten Pamekasan,” sambungnya.
Dirinya berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk menyukseskan pasangan Pamekasan BERBAUR. (PENAWARTA-03)

Ikuti Saran KH. kholil As'ad dan Ulama, PKS Turunkan Rekomendasi untuk RBT

 

Ketua DPD PKS Pamekasan, Ahmad Jailani saat memberikan rekomendasi untuk calon bupati Pamekasan, Badrut Tanam (kiri).


PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menjatuhkan rekomendasi kepada Badrut Tanam (RBT) sebagai calon Bupati Pamekasan periode 2018-2023.
Surat rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS, Ahmad Jailani.
Menurut Jailani, sebelum rekomendasi turun, dirinya terlebih dahulu mengajukan permohonan ke Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jawa Timur.
“kami ajukan permohonan dulu ke DPW Jatim, kedua calon (Badrut Tanam dan KH. Kholilurrahman) kita bawa kesana (red; DPW Jatim), setelah itu kita diajukan lagi ke DPP, ” katanya, menjelaskan.
Lebih lanjut, Jailani memaparkan, setelah proposal pengajuan rekomendasi ke pimpinan pusat, ternyata berdasarkan pertimbangan DPP PKS mengeluarkan rekomendasi itu untuk Badrut Tanam.
Disinggung alasan kenapa merekomendasi ke RBT, Jailani menegaskan, dirinya sudah memasrahkan penuh ke DPP, namun ia menjelaskan pertimbangan rekom itu turun ke politikus muda itu atas dasar petunjuk majelis suro, khusus Jawa Timur utamanya daerah tapal kuda dipasrahkan langsung kepada KH. Kholil As’ad (Sukorejo), para Kiai dan ulama.
“Insyaallah itu sudah pertimbangan dari KH. Kholil As’ad bersama para masyayih dan ulama’ di Jawa Timur bahwa rekomendasi diarahkan ke Ra Badrut, ” sambung Jailani.
Menurutnya, PKS Jawa Timur telah menyerahkan sepenuhnya agar terus bersama ulama dan Kiai, termasuk diantaranya pertimbangan calon calon, termasuk saran dari para Kiai dan ulama untuk Badrut Tanam, sehingga atas pertimbangan itulah menjadi pertimbangan utama rekomendasi itu diberikan kepada RBT.
Selanjutnya, berdasarkan rekomendasi itu, kata Ahmad Jailani menjadi keharusan bagi semua kader untuk all out memenangkan Badrut Tanam di Pilkada 2018.
“Rekomendasi ini menjadi instruksi bagi seluruh kader khususnya di Pamekasan untuk tetap solid dan all out memenangkan RBT, ” tandasnya.
Diketahui, Badrut Tanam Legislatif muda asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini telah mendeklarsikan diri sebagai calon Bupati Pamekasan di Pilkada 2018, deklarasi itu menyusul rekomendasi DPP PKB yang menunjuk RBT sebagai calon bupati bsrslogan Gerbang Salam.
Tak hanya itu, RBT juga telah memilih calon wakilnya, Raje’i yang akan mendampingi dirinya untuk memimpin Pamekasan kedepan di Pilkada yang akan digelar Juni 2018 mendatang.
Selain rekomendasi dari dua partai itu, RBT juga mengantongi rekomendasi dari partai Gerindra dan PAN.
Sementara, calon bupati Pamekasan lainnya, KH. Kholilurrahman juga menjadi salah satu calon yang akan menyaingi RBT di Pilkada serentak 2018 ini. (PENAWARTA-03)

PKB Usung Baddrut Tamam Jadi Cabup Pamekasan

Anggota DPRD Jatim Baddrut Tamam foto bersama nelayan di Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Rabu (28/1/2016)

Anggota DPRD Jatim Baddrut Tamam foto bersama nelayan di Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Rabu (28/1/2016)

PENAWARTA.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Baddrut Tamam sebagai calon Bupati (Cabup) Pamekasan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar mengatakan, DPP menugaskan DPW Jatim untuk melakukan penjajakan kader terbaiknya itu di Pamekasan.

Menurutnya, penjajakan itu guna mencari figur calon pemimpin yang dinilai pantas maju sebagai bakal calon Bupati Pamekasan di Pilkada mendatang.

“Jadi DPP yang minta kepada kami, selaku Ketua DPW untuk melakukan penjajakan di Pamekasan, terkait peluang, tantangan dan harapan Badrut Tamam,” kata Halim Iskandar seperti di langsir sejumlah media, Rabu (28/1/2016)

Pria yang akrab disapa Gus Halim itu menjelaskan, proses pengkajian ini tidak ada yang dilebih-lebihkan maupun dibuat-buat, semuanya disampaikan apa adanya ke DPP.

“Kalau memang hasil pengkajian bagus, kita laporkan ke DPP bagus. Jadi DPP nanti yang langsung memerintahkan,” ujarnya.

Saudara kandung Muhaimin Iskandar ini menambahkan, masih memberikan kesempatan dan peluang bagi kader lain untuk maju sebagai calon bupati Pamekasan. Meski sudah mengusung Badrut Tamam.

“Yang pasti tetap ada pola rekrutmen seperti yang tertuang dalam regulasi yang ada, seperti tes dan seleksi di daerah,” pungkas Gus Halim yang juga Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur.

Baddrut Tamam merupakan kader PKB dan saat ini terpilih sebagai anggota DPRD Jatim dari daerah pemilih (dapil) XI Madura. Ia juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB di DPRD Jawa Timur. (MM/PW/Rilis)

Kholilurrahman Luncurkan Mobil Bekas Layanan Kesehatan

Mobil bekas yang dipergunakan untuk layanan kesehatan anggota DPR RI asal Madura Kholilurrahman.

Mobil bekas yang dipergunakan untuk layanan kesehatan anggota DPR RI asal Madura Kholilurrahman.

PENAWARTA.COM – Anggota DPR RI asal Pamekasan KH Kholilurrahman, Kamis (7/1/2016) meluncurkan empat mobil bekas sebagai mobil operasional layanan kesehatan kepada masyarakat Pamekasan.

Peluncuran layanan kesehatan gratis empat mobil bekas itu digelar di Balai Rejo, Pamekasan.

“Mobil ini kami sediakan untuk membantu masyarakat untuk mempermudah akses layanan kesehatan,” kata Kholilurrahman kepada wartawan Pamekasan.

Mobil sebanyak empat unit ini bertuliskan “Layanan Kesehatan Gratis” dengan lambang Partai Kebangkitan Bangsa dan foto anggota DPR RI asal Panempan, Pamekasan itu.

Mantan Bupati Pamekasan itu mengaku, mobil layanan kesehatan (Mobil Sehat) itu memang bukan mobil baru, tapi mobil bekas.

“Ini hanya sebatas bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, karena berdasarkan serap aspirasi yang kami lakukan, masih banyak masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan akses transpotasi dalam hal layanan kesehatan,” katanya.

Keempat unit mobil Layanan Kesehatan yang diluncurkan di Pamekasan tidak ada yang bernomor polisi Madura, kendatipun, Kholilurrahman sendiri merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) XI Madura.

Mobil layanan kesehatan yang disediakan Kholilurrahman itu masing-masing bernomor polisi
L 9306 AJ, L 8115 MF, N 8127 CI dan N 9189 CH.

Peluncuran mobil layanan kesehatan gratis oleh anggota DPR RI dari dapil XI Madura ini disaksikan sejumlah pejabat BUMN lokal Pamekasan. Antara lain,  PT PLN, BRI, Bank Jatim dan PT Pos Pamekasan. (PW/Il/Lt/Es)

Dua Pengurus PWI Pimpin Paguyuban Wartawan Pamekasan

LAMBANG-PWIPENAWARTA.COM – Dua orang pengurus organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Madura, memimpin paguyuban wartawan lokal Pamekasan, yakni pada Forum Wartawan Pamekasan (FWP) dan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP).

Kedua pengurus PWI Pamekasan itu, masing-masing Wakil Ketua Bidang Organisasi Samsuddin, wartawan Koran Harian Bhirawa dan Sekretaris PWI Pamekasan Esa Arif AS, Direktur MediaMadura.Com.

Samsuddin terpilih sebagai Ketua FWP dalam musyawarah kerja paguyuban insan pers itu, sedangkan Esa Arif AS terpiliha pada Kongres AJP di Batu, Jawa Timur.

Esa terpilih sebagai ketua paguyuban wartawan lokal Pamekasan itu, setelah meraih dukungan suara terbanyak yakni 17 suara, mengalahkan pesaingnya Taufikurrahman (Radio Ralita FM) yang hanya meraih dukungan 9 suara.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz menyatakan, PWI memperbolehkan anggotanya bergabung dengan paguyuban lokal, karena sifatnya hanya perkumpulan, dan tidak termasuk organisasi profesi sejenis dengan PWI.

“Sesuai dengan hasil koordinasi dengan PWI Jatim, itu tidak masalah, toh hanya perkumpulan semata, dan tidak berbadan hukum, seperti organisasi resmi profesi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers,” kata Abd Aziz dalam keterangan persnya di kantor PWI Jalan Panglima Sudirman Nomor 4 Pamekasan, Senin (4/1/2016) malam.

Disamping itu, dengan adanya pengurus PWI yang tergabung dalam paguyuban wartawan lokal Pamekasan, PWI bisa menyampaikan sosialisasi banyak hal terkait dengan pers. Terutama pentingnya uji kompetensi wartawan.

Aziz menuturkan, pada saatnya nanti, pemerintah akan memberlakukan kebijakan, bahwa nara sumber berhak menolak diwawancarai wartawan yang tidak menyandang status kompeten.

“Ini yang disampaikan oleh Dewan Pers yang disampaikan kepada wartawan dalam beberapa kali kesempatan UKW,” katanya.

Ia menjelaskan, di Pamekasan wartawan yang lulus uji kompetensi yang digelar oleh Dewan Pers baru sebanyak 21 orang, dari sekitar 80-an wartawan yang terdata di Bagian Humas dan Keprotokoleran Pemkab Pamekasan. Semuanya merupakan anggota PWI Pamekasan. (PWINews/Rilis)

Provinsi Madura Perlu Pertimbangan Akal Sehat

Budayawan Madura D Zawawi Imron

Budayawan Madura D Zawawi Imron

PENAWARTA.COM – Budayawan Madura D Zawawi Imron menyatakan perlu pertimbangan dengan menggunakan akal sehat untuk mewujudkan keinginan membentuk Provinsi Madura sehingga terpisah dengan Provinsi Jawa Timur.

“Kalau saya, tolok ukurnya kesejahteraan. Apakah dengan membentuk Provinsi Madura bisa menyejahterakan masyarakat Madura atau tidak? Apakah orang Madura bisa berperan secara maksimal, dan apakah SDM di Madura ini sudah siap?,” katanya seusai menjadi pembicara pada bedah buku di Pamekasan, seperti dilansir, antarajatim.com, Kamis (3/12/2015).

Kalau semuanya sudah siap, sambung tokoh asal Batang-Batang, Sumenep itu, maka silakan dibentuk.

Namun, lanjut dia, apabila semuanya belum siap, sebaiknya pembentukan Provinsi Madura ditunggu, hingga semua pihak benar-benar siap.

“Jadi pertimbangannya memakai akal sehat,” katanya.

Di satu sisi, kata penyair berjuluk “Si Celurit Emas” ini, Provinsi Madura memang menjadi alat pelestari nilai, tradisi dan budaya yang ada di Pulau Madura.

Sebab, dengan menjadi provinsi, maka masyarakat Madura bisa mengatur sendiri segala hal yang diinginkan.

Namun demikian, di satu sisi hal tersebut juga tidak menjadi jaminan, apabila masyarakat Madura memang kurang peduli dengan pelestarian seni dan budaya Madura.

Saat ini, kata dia, sudah banyak masyarakat Madura yang tidak paham akan tradisi dan budaya yang ada dan berkembang di Pulau Madura.

Bahkan tidak sedikit pula warga Madura yang tidak paham akan bahasa daerahnya sendiri, yakni Bahaya Madura.

“Makanya dalam setiap kesempatan saya selalu menyarakan agar pelajaran tentang Bahasa Madura di berbagai tingkatan pendidikan hendaknya ditingkatkan, dan terus digencarkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, pria asal Kabupaten Sumenep ini menuturkan, belum lama ini pernah ada lomba donging berbahaya Madura yang digelar Pemprov Jatim.

Dari lomba itu, peserta yang berhasil meraih juara karena mampu mendonging dengan menggunakan Bahasa Madura yang baik dan benar adalah peserta dari luar Madura, yakni Bondowoso, sedangkan peserta asal Madura justru gagal meraih juara. (PW/A.Jatim/Kliping PWI)

Zainal-Busro Sama-sama Klaim Menang Pilkada Sumenep

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada pilkada serentak 9 Desember 2015.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada pilkada serentak 9 Desember 2015.

PENAWARTA.COM – Pasangan calon bupati Zainal Abidin-Dewi Khalifah (Eva) dan A Busyro Karim-A Fauzi, Rabu malam, sama mengklaim menang pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar 9 Desember 2015.

Hasil Hitung internal yang dilakukan tim dari pasangan Zainal Abidin-Dewi Khalifah (Eva) menunjukkan perolehan suara pasangan nomor urut 2 pada Pilkada Sumenep 2015 itu meraih 52,7 persen, sedangkan lawannya Busro-Fauzi hanya meraih dukungan 47,3 persen suara..

“Jadi berdasarkan hasil hitung tim intelnal kami meraih 52,7 persen suara,” kata Cabup Zainal dalam keterangan persnya kepada wartawan di Sumenep, Madura, Rabu (9/12/2015) malam.

Sebaliknya, pihak Busro-Fauzi melalui tim juga mengklaim unggul sesuai dengan hasil lembaga survei “Terukur” yakni meraih suara sebanyak 50,97 persen.

“Sementara pasangan Zainal Abidin-Dewi Khalifah meraih 49,03 persen,” kata Direktur “Terukur”, A Hasan Ubaid di tempat berbeda.

Hitung cepat yang dilakukan itu berdasarkan hasil perolehan suara di 400 tempat pemungutan suara (TPS) di 27 kecamatan. Sebanyak 400 TPS itu merupakan sampel dari 2.400 TPS.

Pilkada Sumenep 2015 yang digelar pada Rabu ini diikuti oleh dua pasangan, yakni A Busyro Karim-A Fauzi di nomor urut 1 (satu) dan Zainal Abidin-Dewi Khalifah di nomor urut 2 (dua).

Sesuai data di KPU Sumenep, jumlah warga yang tercatat sebagai calon pemilih pilkada dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan DPT tambahan 1, sebanyak 903.822 orang.

Sementara jumlah TPS Pilkada Sumenep 2015 sebanyak 2.400 TPS yang tersebar di 334 desa/kelurahan di 27 kecamatan. (PW/Tim/Humas)

Mulyadi Pimpin PB HMI 2015-2017

Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017 hasil Kongres XXiX di Pekan Baru, Riau.

Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017 hasil Kongres XXiX di Pekan Baru, Riau.

PENAWARTA.COM – Forum Kongres XXIX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akhirnya menetapkan Mulyadi P Thamsir sebagai Ketua Umum organisasi itu untuk periode 2015-2018.

Kader HMI dari Cabang Sintang, Kalimantan Barat akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI setelah berhasil meraih suara terbanyak mengungguli kandidat lainya yaitu, Ahzar Kahfi.

Mulyadi meraup 224 suara dari hasil loby-loby yang dilakukan tim suksesnya, sementara Azhar Kahfi hanya meraup 181 suara.

Pemilihan Ketua Umum PB HMI itu digelar dua putaran. Pada putaran pertama, Kahfi salah satu kandidat memperoleh suara sebanyak 36 suara. Hasil yang sama juga diraih Mulyadi.

Sementara kandidat lainnya, yakni Ilung berhasil meraup suara 17 suara, kandidat Fikri Suadu berhasil meraup suara untuk sementara 20 suara, Arianto 12 suara, Bambang 21 suara, Tantowi 13 suara. Selain itu, Herri Maulizar sebanyak 5 suara, Faturrahman 5 suara, Riki Valentino meraih 7 suara, dan yang terakhir Faisal Mukhlis berhasil “menyulap” 13 suara.

Pada hari sebelumnya Farihatin yang berasal dari Pontianak Kalimantan Barat juga terpilih sebagai Ketua Umum Kohati PB HMI. Farihatin sukses mengalahkan 10 kandidat lainnya dalam kompetisi perebutan kursi nomor satu Kohati ini.

Farihatin berhasil unggul dari Vidyavici Fitri (Bandung), Maria Fifi Yanti (Meulaboh), Andi Nur Qalbi (Gowa Raya), Naila Fitria (Ciputat), Rusyanti (Lampung), Sitti Aminah Amahoru (Ternate), Noer Hayatie (Pamekasan), Damrah (Bima), Yenni Patrizia (Makassar), dan Isyana Kurniasari Konoras (Manado)

“Ini adalah amanah yang harus kami emban, dan tentunya dukungan dari semua sangat kami harapkan untuk mensukseskan roda organisasi dua tahun kedepan,” katanya seperi dilansir sejumlah media online Sabtu (5/12/2015). (PW/HMI/Kongres/Lis)

Farihatin Pimpin PB Kohati 2015-2017

Ketua Umum PB Kohati Farihatin hasil Munasko Riau.

Ketua Umum PB Kohati Farihatin hasil Munasko Riau.

PENAWARTA.COM – Musyawarah Nasional (Munas) Korps HMI-Wati XXII akhirnya memilih Farihatin sebagai Ketua Umum (Ketum) Kohati Periode 2015-2017.

“Alhamdulillah, yunda Farihatin terpilih menjadi Formatur (Ketum) Kohati Periode 2015-2017,” ucap salah satu kader Kohati cabang Jakarta Timur Badan Koordinasi (Badko) Jabodetabeka-Banten, Dessy Jamilee Gesit, seperti dilansir GoRiau.com, di Pekanbaru, Rabu (2/12/2015).

Farihatin merupakan kader HMI cabang Pontianak Badko Kalimantan Barat (Kalbar), yang berhasil menyingkirkan 10 kandidat, diantaranya Vidyavici Fitri (Badko Jabar), Maria Fifi Yanti (Badko Aceh), Andi Nur Qalbi (Badko Sulselbar), Naila Fitria (Badko Jabodetabeka-Banten), Â Rusyanti (Badko Sumbangsel), Siti Aminah Amaharu (Badko Malmalut), Noer Hayatie (Badko Jatim), Damrah (Badko Nusra), Yenni Patrizia (Badko Sulselbar) dan Isyana Kurniasari (Badko Sulutgo).

Mantan Ketua Kohati Badko Kalbar ini juga mengaku bersyukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk PB Kohati.

“Dalam pemilihan suara tunggal, saya mendapatkan 35 suara dan suara ini diperkuat dengan pelimpahan suara oleh kandidat lain. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang mendoakan dan memberikan dukungannya kepada saya,” ungkapnya.

Farihatin sebelumnya menjabat Wasekjend PB HMI. Perempuan dari Kota Pontianak ini juga merupakan mantan ketua umum Kohati Badko Kalimantan Barat yang kini tercatat sebagai mahasiswa magister pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). (LIHAT: HMI Kocar-Kacir Disweeping Askar Theking)

Munas Kohati berjalan cukup kondusif dan cenderung tak menemui kendala apapun. Munaskoh yang telah berjalan sejak tanggal 23 November 2015 lalu ini sebelumnya berlangsung di Gedung Juang 45 sebelum akhirnya dipindahkan di aula Gedung Museum Sang Nila Utama. Pemindahan dilakukan karena izin pakai gedung telah habis dan tak bisa dilanjutkan lagi.

Kongres XXIX HMI dan Munasko (Munas Kohati) XXII dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, sejak 22 November 2015 lalu. Memasuki hari kesebelas, Munasko XXII ini pun berhasil dituntaskan dengan terpilihnya Ketum Kohati PB HMI Periode 2015-2017. Sementara Kongres XXIX HMI belum selesai.

KONGRES-HMI2-PWKandidat Ketua Umum PB HMI-Kohati
Sedikitnya 23 kandidat Ketua Umum Pengurus Besar (PB) muncul pada Kongres XXIX HMI di Pekanbaru. Sedangkan untuk Ketua Umum PB Korps HMI-Wati (Kohati) sebanyak 11 orang

Kandidat Ketua Umum PB HMI: 1. Harry Rizky Perdana Putra, 2. Ahmad Tantawi, 3. Aristianto Zamzami, 4. M. Chairul Basyar, 5. Azhar Kahfi, 6. Mulyadi, 7. Ari Tinendung, 8. Mashur, 9. Arista Junaidi, 10. Tegar Putuhena, 11. Nurhaidan, 12. Faisal Muchlis, 13. Pahmudin, 14. Ricky Valentino, 15. Faturrahman, 16. Rizal Maulana, 17. Agustoro, 18. Herianto Minda, 19. Arman Saputra, 20. Herri Mauliz Ori, 21. Endah Cahya, 22. Ridwan Dalimunte, 23. Bambang Pria Kusuma.

Kandidat Ketua Umum PB Kohati Periode 2015 – 2017 meliputi: 1. Vidyavici Fitri : Kota Bandung (Badko Jabar), 2. Maria Fifi Yanti : Meulaboh (Badko Aceh), 3. Andi Nur Qalbi : Gowa Raya (Badko Sulselbar), 4. Farihatin : Pontianak (Badko Kalbar), 5. Naila Fitria : Ciputat (Badko Jabodetabeka-Banten), 6. Rusyanti : Bandar Lampung (Badko Sumbangsel), 7. Siti Aminah Amaharu : Ternate (Badko Malmalut), 8. Noer Hayatie : Pamekasan (Badko Jatim), 9. Damrah : Bima (Badko Nusra), 10. Yenni Patrizia : Makassar (Badko Sulselbar), 11. Isyana Kurniasari Konoras : Manado (Badko Sulutgo) (Go.Riua/PW/HMI/Kohati/Lis)