Category: Peternakan

Bantu Dinas Peternakan Suntik Sapi di Program TMMD

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, oleh Kodim 0807/Tulungagung sudah memasuki pekan ke tiga. Oleh karena itu, dalam pemenuhan pengerjaan non fisik salah satu program unggulan TMMD adalah Inseminasi buatan (IB) Sapi.

Memberikan Vitamin dan juga menyuntikkan Inseminasi Buatan ke dalam kelamin sapi betina yang birahi dengan tujuan untuk menjaga kelangsungan hidup serta kesehatan bagi sapi ternak.

Bertempat di Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung, penyuntikan itu dilakukan. Kopda Bustanul Babinsa desa Ngepoh, Jumat (17/7/20) mengatakan, dalam rangka penyuntikan bibit sapi Limosin terhadap sapi warga binaan agar nantinya menghasilkan bibit sapi yang bagus dan unggul.

Sertu Miswan didampingi Hudi, Yogik Sudomo dan Jarot Pramudiono melakukan penyuntikan sapi warga yang memang saat ini perlu untuk dilakukan penyuntikan.

”Sapi hasil Kawin suntik atau imseminasi Buatan adalah keturunan sapi jantan unggul, sehingga jika dipelihara akan menjadi cepat besar atau pertumbuhan, bobot badan harian yang tinggi dan jika dijual harganya juga mahal,” terang Yogik

Sementara itu, Menurut Sertu Miswan, jika Dinas Pertanian dan Peternakan rutin melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak warga setiap satu bulan sekali demi memastikan hewan hewan tersebut dalam keadaaan sehat, maka hasilnya hewan itu baik.

“Bertepatan saat ini juga dilaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan, maka kami dengan berinisiatif membantu memegangi sapi dan juga penyuntikan oleh Dinas Peternakan dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Miswan. (*)

Babinsa Galis Pamekasan Komsos Dorong Tingkatkan Produksi Domba

PENAWARTA.COM – Babinsa 0826/04 Galis Serma Adi Santoso melakukan anjangsana dan Komsos dirumah bapak Iksan warga Desa Galis Kecamatan Galis, Pamekasan yang memelihara hewan domba, Rabu (24/04/2019).

Kegiatan Komonikasi Sosial itu dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaannya.

Dalam melakukan komsos Serma Adi menyampaikan bahwa hobi pelihara hewan domba itu tidak hanya di jadikan selingan saja akan tetapi dengan bekal pengalaman harus mempunyai ide untuk mengembangkan hoby tersebut sehingga bisa menopong ekonomi keluarga.

“Apalagi ini sudah menjelang bulan Ramadhan sehingga nantinya harga domba ini akan meningkat bisa sampai 50 persen,” ungkapnya.

Iksan juga menyampaikan terima kasih kepada Babinsa Galis atas semua ide-ide dan dorongannya untuk mengembangkan hobinya.

“Kedepan kami akan mencoba untuk mengembangkan ternak domba ini apabila ada kesempatan dan modal,” katanya. (PW3/TNI)

Menteri Amran Apresiasi “Upsus SIWAB” di Madura Populasi Terbesar Nasional

PENAWARTA.COM – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi kinerja program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB) di Pamekasan Madura.

Hal itu disampaikan dirinya saat berkunjung ke desa Kaduara Barat Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, Selasa (19/02/2019) siang.  Menurut menteri Amran, populasi sapi potong di Jawa Timur pada tahun 2018 mencapai 4.657.567 ekor.

“Jawa Timur sebagai lumbung ternak dengan populasi sapi terbesar di tingkat nasional diharapkan terus mengoptimalkan peningkatan kelahiran pedet-pedet untuk percepatan peningkatan populasi. Secara nasional, sejak pelaksanaan Upsus SIWAB tahun 2017 hingga 16 Februari 2019 sudah lahir sebanyak 2.960.936 ekor sapi milik peternak di Indonesia,” jelas Menteri Amran Sulaiman di hadapan para peternak sapi  dan petani Madura.

Amran juga memuji kemeriahan kontes ternak sapi madura yang melibatkan sekitar 300 sapi Madura sebagai peserta. Untuk memotivasi semangat peternak pemenang kontes dalam meningkatkan usaha ternaknya, Amran secara spontan memberikan penghargaan sebanyak 12 ekor jenis sapi Madura, meningkat dua kali lipat dibandingkan rencana awalnya.

Sementara, Bupati Pamekasan Badrut Tamam menyebutkan, sapi yang ada di Pulau Madura merupakan sebagai kekayaan genetik bangsa. Ia menyatakan bahwa sepertiga populasi sapi di Jawa Timur ada di Pulau Madura.

“Jadi pengembangan agribisnis sapi potong di Madura mempunyai makna yang sangat strategis dan layak dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah,” ucapnya.

Kabupaten Pamekasan, disebut Baddrut Tamam telah mendapatkan apresiasi bergengsi dengan terpilihnya program INTAN SAKA (Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Ekor) pada ternak sapi dan SIGAP SRATUS 369 PLUS (Aksi Tanggap Sapi Madura Bunting dan Partus) sebagai Top 35 Program Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional Tahun 2016 dan 2017.

“Bahkan sejak tahun 2017, melalui UPSUS SIWAB yang sinergis dengan INTAN SAKA, kinerja kelahiran hasil inseminasi buatan di kabupaten Pamekasan mencapai 32.534 ekor,” Terang Baddrut Tamam saat menyampaikan sambutan selamat datang kepada menteri Pertanian Republik Indonesia yang baru pertama kali berkunjung ke bumi Gerbang Salam.

Diketahui, kehadiran menteri Amran Sulaiman ke Madura untuk bertemu dengan para tani millenial dan peternak kontes Sapi Madura. Hadir Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan Baddrut Tamam – Raja’e, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, Bupati Bangkalan Ra Latif Serta seluruh Forpimda seluruh kabupaten di Madura. (PW3)

Tingkatkan Motivasi Masyarakat Desa, DKPP Terus Promosikan Intan Satu Saka

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pamekasan melalui Bidang Penganekaragaman Pangan, Pengelolaan dan Pemasaran Hasil mempromosikan hasil pembangunan peternakan di desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan Kabupaten setempat, Rabu (17/10/2018).
Promosi yang digalakkan oleh DKPP Pamekasan ini adalah Intan Satu Saka (Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran) guna memotivasi masyarakat desa yang memiliki sapi betina produktif agar bunting dan melahirkan melalui petugas pendamping khusus dari dinas terkait.
Kepala Seksi Bidang Penganekaragaman Pangan, Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan, H. Saleh Saha mengatakan, promosi hasil pembangunan peternakan ini menjadi bagian yang harus dilaksanakan guna meningkatkan motivasi dan semangat masyarakat agar ikut mengembangkan Intan Satu Saka melalui petugas inseminator yang telah disiapkan di masing masing-masing kecamatan.
“Ini bukti hasil pembangunan DKPP, salah satunya dengan Inseminasi Buatan Satu Tahun Satu Kelahiran. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, sudah ada petugas lapangan yang bisa memantau perkembangan sapi betina selama produktif melahirkan,” katanya.
“Kami terus berupaya untuk mempromosikan hasil Intan Satu Saka ini agar masyarakat berkenan mengawinkan sapinya,” lanjutnya.

H. Saleh melihat sapi yang sudah di IB, sebagain ada yang melahirkan, ada pula yang masih kondisi bunting


Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Pamekasan, Ir. Bambang Prayogi mengungkap, kegiatan ini memang hampir di semua kecamatan, terutama di desa – desa yang Inseminasi Buatan (IB) masih rendah.
“Ini memang untuk memotivasi, karena kebetulan IB ini kan digratiskan oleh pemerintah, mereka mengawinkan sapi betinanya tanpa bayar melalui temen – temen Inseminator di masing-masing kecamatan,” terangnya.
Menurut Bambang, program tersebut upaya pemerintah meningkatkan populasi sapi sebagai langkah mengimbangi kebutuhan daging secara nasional yang terus meningkat.
“Kita memang menjadi bagian, meski secara swasembada kita sudah swasembada, karena sudah bisa mengirim ke wilayah lain. Tapi memang harus kita lakukan agar sapi betina produktif itu setiap tahun harus bisa bunting dan melahirkan,” tegasnya.
Selain itu, ada pelatihan cara bagaimana membuat pakan ternak alternatif dengan menggunakan teknologi. Menurutnya, kondisi seperti sekarang memang perlu mengantisipasi bila kesulitan mencari pakan sapi.
Bambang menuturkan, setidaknya, sudah ada Desa binaan Intan Satu Saka di masing-masing kecamatan. “Kita memang punya desa binaan, ada 2-3 Desa di masing-masing kecamatan, karena tidak semua desa ada petugas, sebab ada yang merangkap 2 Desa sekaligus,” kata dia.
Bambang Prayogi berharap, masyarakat di desa yang memiliki sapi betina produktif, agar bisa dan mau di Inseminasi Buatan.
Pantauan di lokasi, sedikitnya ada 60 sapi yang telah di IB, sebagian sudah ada yang melahirkan. Warga tampak antusias menyambut adanya promosi dengan sosialisasi dan bimbingan teknis (Bimtek) yang dipandu langsung oleh Kadis DKPP  (PENAWARTA-03)

Babinsa Tlanakan Gotong Royong Bantu Perbaiki Kandang Sapi

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Babinsa Desa Mangar Kopka Ali Makki Koramil 0826/02 Tlanakan melaksanakan gotong royong bersama warga membantu memperbaiki kandang sapi yang sudah rusak milik Bapak Imam, 32 tahun, pekerjaan petani, di Dusun Gulaan Desa Mangar Kecamatan Tlanakan, Sabtu (13/1/18). 
“Sebagai makluk sosial dalam hidup bermasyarakat sangatlah penting untuk saling bergotong royong, membantu sesama dalam kehidupan sehari – hari sangatlah perlu, sehingga kesulitan seberat apapun apabila dipikul bersama – sama akan terasa ringan,” kata Kopka Ali Makki.
Ia mengatakan, membantu kesulitan masyarakat sudah menjadi tanggung jawab seorang aparat teritorial, apalagi menjadi seorang Babinsa yang selalu berada diwilayah binaannya, sudah barang tentu jika diwilayahnya ada kegiatan sekecil apapun babinsa harus terjun secara langsung untuk membantu.
“saya mengajak kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga dan mempertahankan budaya gotong royong yang merupakan warisan leluhur,” katanya.
“Semoga apa yang kami lakukan bersama warga sekitar dapat membantu meringankan beban Bapak Imam, kebersamaan dalam nuansa gotong royong harus kita bina selalu karena menjadi ciri khas budaya bangsa Indonesia,” tandasnya. (PENAWARTA-03).