Category: Peristiwa

Kecelakaan Tunggal Terjadi di Jalan Kangenan

LAKA-KANGENAN-PWPENAWARTA.COM – Pengendara sepeda motor tanpa identitas mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Kangenan, sekitar 7 kilometer kearah timur terminal bus Ceguk, Pamekasan sekitar pukul 00.10 WIB, Selasa (5/1/2015) dini.

Pengendara sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi M 3619 BB ini mengalami kecelakaan tunggal dan masuk kedalam parit sedalam 1 meter dalam kondisi tidak dasarkan diri.

Tidak ada petugas dari kepolisian Polres Pamekasan di lokasi kejadian, namun sebagian warga telah mengimformasikan kejadian itu kepada Mapolres Pamekasan.

LAKA-KANGENAN-PW2Warga di sekitar lokasi kejadian mengaku, mengetahui adanya kecelakaan karena suara sepeda motor yang dikemudikan sangat nyaring dan mengagetkan warga yang sedang istirahat.

Jalan Raya Pamekasan-Sumenep di Kelurahan Kangenan, Pamekasan ini, merupakan jalur yang dikenal warga sekitar memang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Dua bulan lalu, seorang pengendara juga mengalami kecelakaan lalu lintas di jalur lalu lintas ini dan korban meninggal dunia. (PW/Mir/Mid)

TKI Pamekasan Meninggal di Malaysia

Dua Petugas dari LP3TKI Surabaya (mengenakan seragam biru - orange) bersama Sapra'ie, keponakan almarhumah Evi bin Inslam, dan keluarga lainnya foto membelakangi mobil Ambulans di Cargo Bandara Juanda Surabaya, Minggu (06/12/2015) - (Foto : Dok. LP3TKI Surabaya)

Dua Petugas dari LP3TKI Surabaya (mengenakan seragam biru – orange) bersama Sapra’ie, keponakan almarhumah Evi bin Inslam, dan keluarga lainnya foto membelakangi mobil Ambulans di Cargo Bandara Juanda Surabaya, Minggu (06/12/2015) – (Foto : Dok. LP3TKI Surabaya)

PENAWARTA.COM – LP3TKI (Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Surabaya bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pamekasan pada Minggu malam (06/12/2015) melakukan fasilitasi pemulangan jenazah Evi binti Inslam (45 tahun).

Evi binti Inslam, pemilik Paspor AR 281731, adalah warga Dusun Barat Dajah, Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan yang meninggal dunia di Malaysia, pada hari Sabtu (05/12/2015) pukul 15.45 waktu setempat.

Demikian keterangan Tjipto Utomo, Kepala LP3TKI Surabaya, ketika ditemui di Kantor LP3TKI di Jalan Raya Jemursari 99, Wonocolo, Kota Surabaya, Senin (07/12/2015). Tjipto mengatakan, dalam brafax KBRI Kuala Lumpur yang diterima LP3TKI Surabaya pada Minggu pagi (06/12/2015) disebutkan, merujuk keterangan Hospital Kajang, Selangor, Malaysia, bahwa Evi binti Inslam dinyatakan meninggal dunia dikarenakan sepsis secondary to pneumonia atau infeksi paru-paru (pneumonia) yang dideritanya.

Dalam brafax itu disebutkan pula, bahwa Holi bin Faruq, suami Evi binti Inslam, yang saat ini bekerja di bidang Konstruksi di Malaysia kepada KBRI Kuala Lumpur memohon bantuan – sesuai permintaan keluarga almarhumah – agar jenazah isterinya dapat dimakamkan di kampung halamannya di Indonesia.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan diketahui, bahwa Evi binti Inslam bekerja sebagai Buruh di Malaysia mengikuti suaminya. Evi berangkat ke Malaysia dengan menggunakan visa pelancong. Kemudian setibanya di Malaysia ada pihak agen yang mengurus permit kerjanya kepada Imigrasi Malaysia. Masa berlakunya hanya satu tahun, dan bisa diperbaharui lagi selama TKI tersebut masih ingin dan dibutuhkan bekerja di Malaysia.

Jenazah Evi binti Inslam dipulangkan ke Indonesia dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu pagi (06/12/2015) waktu setempat dengan menggunakan pesawat GA 819 menuju Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten. Kemudian dilanjutkan dengan pesawat GA 316 menuju Surabaya, dan tiba di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Minggu sore pukul 15.10 WIB.

Tjipto mengatakan, untuk fasilitasi pemulangan jenazah Evi binti Inslam itu pihaknya telah menugasi dua stafnya, Abdul Wahid dan Krisna Dwi. Serah terima jenazah Evi binti Inslam dilakukan di Cargo Bandara Juanda Surabaya oleh Abdul Wahid dan Krisna Dwi kepada Sapra’ei, keponakan almarhumah, dengan disaksikan M Syafik dan Abdul Hamid dari IKMA (Ikatan Keluarga Madura di Malaysia).

Mengenai fasilitasi pemulangan jenazah Evi binti Inslam ini, kata Tjipto, LP3TKI Surabaya melakukan fasilitasi berupa pemberian bantuan biaya pengeluaran jenazah Evi binti Inslam dari Cargo Bandara Juanda Surabaya. Sedangkan pemulangan jenazah dari Surabaya menuju rumah duka di Dusun Barat Dajah, Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, fasilitasi berupa pemberian bantuan mobil Ambulans dilakukan Dinsosnakertrans Kabupaten Pamekasan. (PW/Rilis/BP2TKI)

Dua Kecamatan Diterjang Puting Beliung

Angin puting beliung melanda dua kecamatan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/12/2015).

Angin puting beliung melanda dua kecamatan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (3/12/2015).

PENAWARTA.COM – Sebanyak 20 unit bangunan di Pamekasan, Jawa Timur rusak akibat angin puting beliung yang melanda wilayah itu, Kamis.

Ke-20 bangunan yang rusak itu berada di dua kecamatan, Pademawu dan Kota Pamekasan.

“Di Kecamatan Pademawu jumlah bangunan yang rusak sebanyak 16 unit, sedangkan di Kecamatan Kota sebanyak empat unit,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akmalul Firdaus seperti dilansir sejumlah media di Pamekasan, Kamis malam (3/12/2015).

Di Kecamatan Pademawu angin puting beliung melanda Dusun Utara, Desa Durbuk. Rumah yang rusak milik Sumarwi (55), Bunadin (45), Midun (31), Muslimah (35), Ny Sama (45), Munasik (55), Amri (59), Rahman (45), Haki (45) dan rumah milik Adiyanto (45).

Selanjutnya rumah milik Trawi (60), Tosan (56), Edi Susanto (36), Joyo (60), Kusmanto (45) dan bangunan berupa garasi mobil milik Hasbullah (47).

Di Kelurahan Bugih, bangunan yang rusak akibat angin puting beliung masing-masing milik Umam Santoso, Sumhari, dan Siti Fatimah, serta satu unit rumah milik Babinsa Kelurahan Bugih Sertu Imam Hanafi.

Hingga pukul 21.40 WIB, Kamis malam, petugas dari BPBD Pemkab Pamekasan dibantu prajurit TNI masih berada di lokasi bencana membantu mengevakuasi reruntuhan bangunan yang berantakan akibat angin puting beliung itu.

Selain merusak bangunan, angin puting beliung yang melanda Pamekasan sekitar pukul 15.30 WIB Kamis itu juga merobohkan sejumlah pepohonan.

“Kalau di Pademawu ini pohon yang banyak roboh adalah pohon pisang yang ada di tengah sawah,” kata anggota koramil/06 Pademawu Batuud Pelda Imam Basori.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, dan jumlah kerugian materil masih dihitung. (*/PW/Ris/Hab)

STAIN Pamekasan raih penghargaan Investasi Award 2015

STAIN-PAMEKASAN-PwPAMEKASAN, (PENAWARTA.COM) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jawa Timur berhasil meraih dua penghargaan nominator terbaik dalam “Galery Investasi Award 2015”, yakni pada bidang peningkatan jumlah rekening efek serta bidang pengembangan dan inovasi.

“Atas prestasi ini, STAIN mendapatkan piagam dan tropi, juga berhak mendapatkan uang pembinaan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), serta uang pembinaan penguatan kompetensi bagi pengelola Galeri Investasi STAIN Pamekasan,” kata Ketua STAIN Pamekasan Dr Taufiqurrahman seperti dilansir situs antaranews.com, Senin (16/11/2015)

Pada 2014, STAIN Pamekasan mendirikan Galeri Investasi di kampus yang beralamat di Jalan Raya Panglegur ini. Galeri investasi ini, merupakan satu-satunya di Pulau Madura. Selama dua tahun berjalan, yakni pada 2015, Galeri Investasi tersebut mendapatkan penghargaan.

Menurut Taufiq, penghargaan itu diserahkan oleh BEI di Bali pada 13 November 2015, yang diterima langsung oleh Ketua Jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam STAIN Pamekasan, Mukti Tabrani.

Menurut Wakil Ketua II STAIN Pamekasan Achmad Muhlis, M.Ag, Galeri Investasi STAIN Pamekasan, mendapatkan penghargaan karena berhasil menarik investor yang melampaui perguruan-perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Ia menjelaskan, hingga 2015 ini, sudah lebih dari 1.000 investor yang berinvestasi melalui Galeri Investasi STAIN Pamekasan. Mereka itu tidak hanya dari Pamekasan, namun juga dari kabupaten lainnya di Madura.

“Kita menjual saham-saham syariah. Rupanya animo masyarakat ini sangat luar biasa. Terbukti setelah beroperasi dua tahun, sudah sekitar 3.000-an investor datang,” ungkap Muhlis.

Banyaknya investor yang masuk melalui STAIN Pamekasan, kata Muhlis, menunjukkan jika Galeri Investasi STAIN Pamekasan telah diperhitungkan di tingkat nasional, dan telah dilirik oleh BEI.

Pihaknya merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, khususnya para investor, atas kesadarannya untuk berinvestasi, dan dengan demikian, di satu sisi menunjukkan bahwa Galeri Investasi STAIN mulai diperhatikan masyarakat nasional, khususnya BEI, karena kesadaran investasinya sangat tinggi.

Tidak menutup kemungkinan ke depan akan muncul investor-investor handal dari Madura, terutama dari Pamekasan.

“Mari kita bangun ekonomi kita dengan berinvestasi, tentunya dengan investasi yang islami, yaitu investasi syariah,” ajaknya.

Adapun tata cara dan mekanisme untuk menjadi investor melalu Galeri Investasi STAIN Pamekasan, menurut Muhlis sangat mudah dan tidak harus menunggu modal yang banyak.

Pertama, calon investor datang ke Galeri Investasi STAIN Pamekasan untuk mendaftar. Oleh petugas akan disuguhi formulir untuk diisi secara lengkap.

Setelah itu, calon investor membuka rekening efek dan rekening tandon. Modal minimal cukup dengan Rp100.000, dan dengan modal minimal itu, sudah bisa menjadi investor.

Ia juga menjelaskan, jika ingin membeli lembaran-lembaran saham yang lebih banyak, dan nilai invenstasi yang lebih tinggi, tentunya modal harus ditambah.

Semakin banyak lembaran saham yang dibeli, semakin tinggi nilai investasinya, maka keuntungan investor juga semakin banyak dan semakin tinggi pula. (PW/An)

UIM Pamekasan Wisuda 582 Mahasiswa

UIM PAMEKASANPAMEKASAN (PENAWARTA.COM) – Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (28/11) mewisuda sebanyak 582 mahasiswa dari berbagai fakultas di kampus itu.

Menurut Rektor UIM Pamekasan Ahmad Asir, M.Ag, pelaksanaan wisuda dikonsep berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan memanfaatkan fasilitas kampus.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya wisuda UIM selalu digelar di gedung, tapi pada pelaksanaan wisada kali ini di halaman kampus,” katanya dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Jumat (27/11/2015).

Selain memperkenalkan bangunan kampus yang baru, pelaksanaan wisuda di halaman kampus hijau ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk kesederhanaan dan penghematan biaya.

Ia menjelaskan, ke-582 mahasiswa yang diwisuda Sabtu (28/11/2015) itu tersebar di tujuh fakultas dan atau di 12 program studi.

Pihaknya berharap, pelaksanaan wisuda sesuai dengan rencana dan tanpa kendala apapun, sehingga pelaksanaannya memuaskan bagi mahasiswa dan orang tuanya.

Para mahasiswa yang diwisuda itu terdiri dari Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak 44 orang, Fakultas Teknik (FT) 278 orang, Fakultas Ekonomi (FE) 47 orang, Fakultas MIPA 30 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 113 orang dan Fakultas Pertanian sebanyak 20 orang.

Selain itu, UIM Pamekasan juga mewisuda sebanyak dari Fakultas Kesehatan Program Studi DIII Kebidanan sebanyak 50 orang.

Jumlah mahasiswa yang diwisuda tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, yakni 2014. Sebab, saat itu, jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 615 orang.

Perinciannya, mahasiswa dari D2/PGSD-MI sebanyak 508 orang. Wisudawan dari PAI (Pendidikan Agama Islam) 45 orang, dan AS (Ahwalus Syakhshiyah) 6 orang.

Selain itu, wisudawan asal F-MIPA sebanyak 9 orang (matematika) dan ilmu komputer (3 orang). Di Fakultas Teknik Informatika 18 orang dan di Pertanian 13 orang (10 orang dari sosek pertanian dan 3 sosek perikanan). Sedangkan di Fakultas Ekonomi sarjana yang diwisuda 15 orang. Rinciannya, 14 orang (akuntansi) dan 1 orang dari manajemen perdagangan.

Tentang UIM
Universitas Islam Madura (UIM) merupakan perubahan bentuk dan pengembangan kelembagaan dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas Islam Madura pada tahun 2000 berdasarkan SK Yayasan No. 46/SK/YUIM/V/2000 tertanggal 20 Mei 2000 dan kemudian mendapatkan ijin pendirian dari Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 59/D/O/2002 .

UIM senantiasa konsisten terhadap tujuan awalnya yang telah dirancang oleh para pendirinya untuk mencetak sarjana muslim yang paripurna, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, professional sekaligus beriman dan bertaqwa serta berakhlakul karimah.

UIM sebagai lembaga tinggi yang berada dilingkungan pesantren mengembangkan misi ganda yaitu: membangun tradisi akademik dan spiritual keIslaman secara integratif. Kiprah maupun dinamikanya harus konsisten pada pertumbuhan, perubahan dan pembaharuan (growth, change and reform) yang memiliki dua makna sekaligus yaikni makna materiil dan makna spiritual. Untuk meraih makna spiritual perlu dikembangkan rasa keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Integrasi keilmuan antara ilmu pengetahuan, teknologi dan ilmu pengetahuan agama diharapkan menjadi solusi terhadap ragam keinginan masyarakat untuk menjadi ahli atau pakar di segala displin kelimuan.

Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah pesantren diharapkan dapat mencetak ilmuan muslim sejati atau teknokrat yang qur’ani. Dengan berbagai fasilitas dan sistem layanan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, serta terus dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan para mahasiswa dalam mengembangkan dirinya dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan. (PW/UIM)

Anggota PWI Pamekasan Terpilih Jadi Kades

PENAWARTA.COM – Salah seorang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan Moh Mokri terpilih menjadi kepala desa dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Senin (16/11/2015).

Dari 1.132 jumlah suara sah, wartawan harian ini mendapat suara sebanyak 574, sementara rivalnya atas nama Maimunah mendapat dukungan suara sebanyak 558. Dengan demikian, mantan wartawan Madura Channel tersebut unggul 16 suara.

Dukungan dari berbagai elemen di media sosial terus mengalir. Mengingat, yang bersangkutan terkenal humoris dan mudah bergaul dengan siapapun.

“Selamat buat kak Mukri yang terpilih sebagai Kades Bajang Kecamatan Pakong. Semoga amanah dan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab,” tulis pemilik akun Facebook Nunuk Al-Mudatsir seperti yang dilansir portalmadura.com, Senin (16/11/2015).

Moh Mokri yang juga menjabat Seksi Hubungan Antarlembaga PWI Pamekasan periode 2015-2018 ini juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya setelah enam puluh tahun Desa Bajang dipimpin oleh satu keturunan.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi melalui status blacberry messenger. “Selamat Bro Mokri, semoga amanah,” tulis Dandim pada akun BB-nya.

Pria lulusan IKIP Budi Utomo Malang 8 Juli 2013 ini tertarik untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa, karena berbagai pertimbangkan. Selain untuk meruntuhkan kemapanan keturunan kades keturunan selama berpuluh-puluh tahun di desa kelahirannya selama ini, juga karena ia merasa terpanggil untuk memajukan pembangunan di desanya.

“Modal terbanyak saya selama ini hanyalah modal sosial. Kalau dari sisi dana, saya tidak cukup memiliki dana,” kata pria kelahiran 05 Oktober 1984 ini dalam acara silaturrahmi dan rapat kerja PWI yang digelar di rumahnya sebelum pelaksanaan pilkades berlangsung.

Sebelumnya Moh Mokri pernah menjadi reporter Machan TV, lalu bergabung dengan mediamdura.com, yakni portal berita online yang berkantor di Jalan Segara Nomor 162 Pamekasan.

Di media ini Moh Mokri mendapat tugas tambahan sebagai Direktur Marketing, selain tugas pokoknya sebagai wartawan.

Data Kades Terpilih
Kodim 0826 Pamekasan merilis, dari sebanyak 71 desa yang menggelar pilkades pada 16 November 2015, sebagian telah diketahui pemenangnya. Berikut daftar nama pemenang Pilkades di Kabupaten Pamekasan:

Kecamatan Pamekasan

  1. Desa Teja Barat : Misnadin (petahana) : 2.240
  2. Desa Jalmak : Ach Kusriyadi (Sekdes) : 1.011
  3. Desa Bettet : H Kusmawardi : 1.180
  4. Desa Panempan : H Moh Fandi: 1160
  5. Desa Nyalabu Laok : Kusnadi (perangkat desa) : 844

Kecamatan Proppo

  1. Desa Karang Anyar : Taufiq Hidayat : 488
  2. Desa Batu Kalangan : Zainal Fatah : 1.031
  3. Desa Groom : Maftuhah (isteri petahana) : 1.406
  4. Desa Pangtonggal : Hosen (petahana) : 1.498
  5. Desa Samiran : Samsuri (petahana) : 1.155
  6. Desa Lenteng : H Sarmawi (Petahana) : 623
  7. Desa Pangorayan : Moh Saleh : 418
  8. Desa Mapper : Muhammad Ridwan : 1.323
  9. Desa Panaguan : Torabi (petahana) : 2.019
  10. Desa Tatanggoh : Masdil Nawal : 1.070
  11. Desa Badung : Jumri : 2.014

Kecamatan Tlanakan

  1. Desa Bandaran : Heny Nuraini (istri petahana) 3020
  2. Desa Larangan Tokol : Siswanto: 2.041
  3. Desa Tlesah : Moh Amiruddin : 463
  4. Desa Ceguk : Taufik Hidayat : 806
  5. Desa Gugul : Monir : 910
  6. Desa Larangan Slampar : Hoyyibah (isteri petahana) : 1.646

Kecamatan Galis

  1. Desa Artodung : Ali Makki : 455
  2. Desa Bulay : Didit Agus Zakaria : 2.058
  3. Desa Tobungan : Kuswarno : 794
  4. Desa Pandan : Subairi: 383

Kecamatan Larangan

  1. Desa Trasak : Supianto : 1.408
  2. Desa Tentena Barat : Arsikum : 804
  3. Desa Desa Grujugan : Sanimah : 705
  4. Desa Montok : Wahid Hasyim : 1.525
  5. Desa Taraban : Tabrani : 877
  6. Desa Duko Timur : H Lutfianto : 966
  7. Desa Kaduara Barat : Endang Sulilawati Ningsih (isteri Kades) : 2.158

Kecamatan Pademawu

  1. Desa Sumedangan : Abdullah : 856
  2. Desa Padelegan : Ibnu Hajar : 1.321
  3. Desa Tanjung : Abur : 2.090
  4. Desa Majungan : Maslukah : 690
  5. Desa Murtajih : M Rasyid (petahana) : 2.130
  6. Desa Buddagan : Zainorrahman : 1.840

Kecamatan Pegantenan

  1. Desa Bulangan Branta : Muhalli (petahana) : 277
  2. Desa Tanjung : –
  3. Desa Bulangan Barat : Muhammad : 981
  4. Desa Pasangger : Abd Hadi : 2.325

Kecamatan Palengaan

  1. Desa Potoan Daya : Mohmammad Rofiuddin (adik Kades) : 2.885
  2. Desa Rombuh : Syaiful Bahri : 1.125
  3. Desa Angsanah : Mohammad Masduki (petahana) : 1.581
  4. Desa Potoan Laok : Hasan Busri : 3.180

Kecamatan Pakong

  1. Desa Bicorong : Hamiya : 2.250
  2. Desa Bajang : Mokri : 574
  3. Desa Somalang : Siti Syakirin Nikmah (anak Kades) : 404
  4. Desa Pakong : Rosyidi : 1801

Kecamatan Kadur

  1. Desa Kertagena Tengah : Suto SPdI : 1.972
  2. Desa Kertagena Daja : Zainani : 1.149
  3. Desa Bengkes : Muslimah : 3.199
  4. Desa Sokolelah : Hamili : 1.028
  5. Desa Pamoroh : Dul Muni : 4.237

Kecamatan Waru

  1. Desa Waru Barat : –
  2. Desa Waru Timur : Rusdi (petahana) : 4.775
  3. Desa Tegangaser Laok : Naimah (petahana) : 1.600
  4. Desa Tampojung Guwa : Umar Nasim Purnomo (suami Kades) : 666
  5. Desa Tampojung Tengah : Saprani : 732
  6. Desa Tampojung Tengginah : Kholida : 866
  7. Desa Sumber Waru : H. Sapraji (petahana) : 2504
  8. Desa Bajur : Syaiful bahri : 1260
  9. Desa Sana Laok : Abd Rahman (petahana) : 4.643

Kecamatan Batumarmar

  1. Desa Bujur Timur : –
  2. Desa Bujur Barat : Raja’e (petahana) : 3.508
  3. Desa Tamberu : Eni Sumaryati (isteri Kades) : 937
  4. Desa Batu Bintang : Hasbiya : 2.774

Kecamatan Pasean

  1. Desa Sana Tengah : Jaelani : 2.405
  2. Desa Sana Daja : Kamaruddin : 2.173

3 Dari 71 Desa yang melaksanakan Pilkades dihitung pagi ini, yaitu Desa Bujur Timur Kecamatan Batumarmar, Desa Waru Barat Kecamatan Waru dan Desa Tanjung Kecamatan Pegantenan. (PW/PM/MM/Rilis Kodim)