Category: Pendidikan

Guru Pamekasan Dilatih Metode Tilawati

Pelatihan Metode Baca Alquran Tilawati oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Pamekasan.

Pelatihan Metode Baca Alquran Tilawati oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Pamekasan.

PENAWARTA – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) melatih 153 guru SD negeri se-Kabupaten Pamekasan tentang Standarisasi Guru Alquran Metode Tilawati, Minggu.

Pelatihan yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pamekasan ini digelar di Kantor UPDT Kecamatan Kota, Pamekasan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman guru agama dalam bidang ilmu Alquran, teknik membaca dan belajar Alquran.

“Kegiatan ini dilaksanakan juga dalam rangka mempersiapkan tenaga guru dan tenaga penguji Baca Alquran dengan menggunakan Metode Tilawati serta sebagai bentuk implementasi dari Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Keterampilan Membaca Alquran,” kata Anggota Pertimbangan Daerah BKPRMI Pamekasan Akhmad Muhlis, seperti dilansir antarajatim.com, Minggu (6/12/2015).

Guru yang mengikuti diklat tentang Metode Standarisasi Membaca Alquran Metode Tilawati itu merupakan guru agama SD Negeri yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.

Adapun materi yang disampaikan pada pelatihan yang digelar selama dua hari, yakni mulai Sabtu (5/12) hingga Minggu (6/12) itu tentang Metodologi Pengajaran Buku Tilawati Jilid 1 hingga 6, fashohah (cara melafalkan kalimat dalam Alquran dengan jelas dan terang), serta praktik tadwid cara membaca Alquran sesuai dengan kaidah bacaan.

Materi lainnya adalah gharib (jenis-jenis bacaan), musykilat (bacaan-bacaan Alquran yang tidak sesuai dengan tulisannya), serta materi tentang Strategi Mengajar dalam Alquran dengan Metode Tilawati.

Praktik pelatihan membaca Alquran dengan metode Tilawati di UPT Cabang Dinas Pendidikan Kota Pamekasan.

Praktik pelatihan membaca Alquran dengan metode Tilawati di UPT Cabang Dinas Pendidikan Kota Pamekasan.

Para guru dari berbagai SD Negeri ini juga diajari tentang Pengelolaan Kelas “micro teaching” dengan harapan agar guru agama SD Negerai di Kabupaten Pamekasan pahan tentang teknik mengajar Alquran yang mudaj dimengerti dan dipahami siswa.

Menurut Anggota Pertimbangan Daerah BKPRMI Pamekasan Akhmad Muhlis, guru yang mengikuti diklat tentang Metdode Standarisasi Membaca Alquran dengan menggunakan Metode Tilawati ini, nantinya akan mendapatkan sertifikat sebagai peserta diklat.

“Tidak hanya itu saja, mereka juga akan mendapatkan ‘syahadah’ bagi yang lulus manaqosah dan micro teaching,” kata Muhlis yang juga Wakil Ketua II Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan itu.

Selanjutnya, sambung dia, guru yang dinyatakan lulus itu memiliki kewenangan menguji dan mengajar Alquran sesuai dengan kategori kelulusannya.

Pelatihan hasil kerja sama antara BKPRMI dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan ini melibatkan empat orang pemateri yang sekaligus sebagai penguji.

Mereka itu terdiri dari 4 orang dari Surabaya, 3 orang dari pamekasan, dan 1 orang dari Sampang dan, seorang penguji lagi dari Kabupaten Sumenep.

Pelatihan Standarisasi Guru Alquran Metode Tilawati itu dibuka Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin, dan ditutup oleh Kebid Ketenagaan Disdik Pamekasan Suyanto mewakili Kepada Disdik Moh Yusuf Suhartono, Minggu (6/12) sore.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Halili menyatakan, peningkatan wawasan tengan ilmu Alquran memang harus digalakkan, karena Pamekasan merupakan satu-satunya kabupaten di Pulau Madura yang bertekat menegakkan nilai-nilai Islam melalui program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam).

“Jadi generasi qur’ani, harus dipersiapkan sejak sekarang, sejak masa pendidikan formal, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi,” katanya menjelaskan.

Metodologi pembelajaran Alquran Tilawati ini merupakan salah satu jenis metode belajar membaca kitab suci Alquran yang berkembanga di era modern ini, selain metode Iqra dan qira dan Metode Ummi.

Metode ini merupakan hasil kreasi para guru ngaji yang terdiri dari 6 jilid buku. Tiap-tiap jilid didesai dengan warna sampul berbeda, dilengkap dengan alat peraga. Fungsinya membantu murid belajar secara klasikal dan memudahkan penguasaan materi.

Tidak hanya itu saja, metode ini juga menggunakan irama lagu rost, sebagai lagu dasar yang mudah difahami dan ditirukan murid dalam belajar membaca Alquran. (PW/Ant Jtm/Lis)

Pesantren dan Perkembangan Islam Nusantara

Bedah buku "Pesantren, Nalar dan Tradisi" di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Bedah buku “Pesantren, Nalar dan Tradisi” di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

PENAWARTA.COM – – Pesantren telah terbukti mampu mewarnai perkembangan Islam di Nusantara, dan berkontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan umat, kata penulis buku “Pesantren, Nalar dan Tradisi” Baddrut Tamam.

“Dalam sejarahnya, pesantren juga mampu memberikan hazanah bagi pembentukan karakter, nalar dan tradisi yang memang khas pesantren,” katanya dalam acara bedah buku itu yang digelar Ikatan Santri Bata-Bata, di aula pertemuan Balai Rejo, Pamekasan, seperti dilansir situs republika.co.id, Kamis (3/12/2015).

Buku setelah 162 halaman dan diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Pelajar ini diakui Baddrut Taman, karena terinspirasi suasana kebatinan setelah belajar di sejumlah pondok pesantran di Madura dan di Pulau Jawa. Seperti pondok pesantren Bata-Bata, Banyuanyar Pamekasan, dan pesantren Al-Hidayah Lasem, Rembang.

Baddrut yang kini menjabat anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan, ada transFormasi nilai dan ilmu pengetahuan yang dilakukan pengasuh pondok pesantren.

Prosesnya dilakukan dengan cara membaur secara langsung kepada masyarakat, dan tidak ada jarak antara pengasuh pondok pesantren dengan masyarakat sekitar.

Dakwah yang dilakukan oleh pesantren juga secara halus, pelan tapi pasti, tidak membongkar tatanan tradisi yang berkembang di kalangan masyarakat sekitar.

Dalam perkembangannya, memang ada kelompok lain yang berupaya menampikan Islam lebih tegas, tanpa memperhatikan tradisi dan budaya yang berkembang di kalangan masyarakat yang oleh Baddrut Taman disebut “transnasionalisme Islam”.

Jenis aliran ini, kata dia, salah satunya seperti kasus gerakan bersenjata ISIS, serta jenis kelompok Islam garis keras lainnya yang cenderung menghalalkan berbagai macam cara untuk dan atas nama Islam.

“Santri, dan lembaga pesantren, jauh dari itu semua, karena yang dikedepankan adalah keseimbangan antara hati dan akal,” katanya.

Pembicara lain dalam acara bedah buku itu, akademisi Dr Hamidi dan penyair asal Kabupaten Sumenep, Madura, D Zawawi Imron.

Pemateri Hamidi menyajikan makalah berjudul “Rekonstruksi Peran Pesantren Sebagai Aktor Paling Penting dalam Sejarah Pergerakan Indonesia”.

Budayawan D Zawawi Imron saat menyampaikan materi bedah buku berjudul "Pesantren, Nalar dan Tradisi".

Budayawan D Zawawi Imron saat menyampaikan materi bedah buku berjudul “Pesantren, Nalar dan Tradisi”.

Sedang Zawawi Imron menjelaskan tentang tradisi dan budaya pesantren, serta seni budaya yang berkembangan di dunia pesantren dan sebagian santri pondok pesantren.

Substansi ajaran pesantren adalah pada kebaikan dan keindahan, sehingga pesantren disatu sisi sejatinya adalah sumber keindahan.

“Sebab, hati yang mulya tidak akan punya waktu untuk menjelek-jelekkan orang lain,” kata penyair berjuluk Si Celurit Emas itu. (PW/ RP/ IMB/Ris)

Farihatin Pimpin PB Kohati 2015-2017

Ketua Umum PB Kohati Farihatin hasil Munasko Riau.

Ketua Umum PB Kohati Farihatin hasil Munasko Riau.

PENAWARTA.COM – Musyawarah Nasional (Munas) Korps HMI-Wati XXII akhirnya memilih Farihatin sebagai Ketua Umum (Ketum) Kohati Periode 2015-2017.

“Alhamdulillah, yunda Farihatin terpilih menjadi Formatur (Ketum) Kohati Periode 2015-2017,” ucap salah satu kader Kohati cabang Jakarta Timur Badan Koordinasi (Badko) Jabodetabeka-Banten, Dessy Jamilee Gesit, seperti dilansir GoRiau.com, di Pekanbaru, Rabu (2/12/2015).

Farihatin merupakan kader HMI cabang Pontianak Badko Kalimantan Barat (Kalbar), yang berhasil menyingkirkan 10 kandidat, diantaranya Vidyavici Fitri (Badko Jabar), Maria Fifi Yanti (Badko Aceh), Andi Nur Qalbi (Badko Sulselbar), Naila Fitria (Badko Jabodetabeka-Banten), Â Rusyanti (Badko Sumbangsel), Siti Aminah Amaharu (Badko Malmalut), Noer Hayatie (Badko Jatim), Damrah (Badko Nusra), Yenni Patrizia (Badko Sulselbar) dan Isyana Kurniasari (Badko Sulutgo).

Mantan Ketua Kohati Badko Kalbar ini juga mengaku bersyukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk PB Kohati.

“Dalam pemilihan suara tunggal, saya mendapatkan 35 suara dan suara ini diperkuat dengan pelimpahan suara oleh kandidat lain. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang mendoakan dan memberikan dukungannya kepada saya,” ungkapnya.

Farihatin sebelumnya menjabat Wasekjend PB HMI. Perempuan dari Kota Pontianak ini juga merupakan mantan ketua umum Kohati Badko Kalimantan Barat yang kini tercatat sebagai mahasiswa magister pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). (LIHAT: HMI Kocar-Kacir Disweeping Askar Theking)

Munas Kohati berjalan cukup kondusif dan cenderung tak menemui kendala apapun. Munaskoh yang telah berjalan sejak tanggal 23 November 2015 lalu ini sebelumnya berlangsung di Gedung Juang 45 sebelum akhirnya dipindahkan di aula Gedung Museum Sang Nila Utama. Pemindahan dilakukan karena izin pakai gedung telah habis dan tak bisa dilanjutkan lagi.

Kongres XXIX HMI dan Munasko (Munas Kohati) XXII dilaksanakan di Pekanbaru, Riau, sejak 22 November 2015 lalu. Memasuki hari kesebelas, Munasko XXII ini pun berhasil dituntaskan dengan terpilihnya Ketum Kohati PB HMI Periode 2015-2017. Sementara Kongres XXIX HMI belum selesai.

KONGRES-HMI2-PWKandidat Ketua Umum PB HMI-Kohati
Sedikitnya 23 kandidat Ketua Umum Pengurus Besar (PB) muncul pada Kongres XXIX HMI di Pekanbaru. Sedangkan untuk Ketua Umum PB Korps HMI-Wati (Kohati) sebanyak 11 orang

Kandidat Ketua Umum PB HMI: 1. Harry Rizky Perdana Putra, 2. Ahmad Tantawi, 3. Aristianto Zamzami, 4. M. Chairul Basyar, 5. Azhar Kahfi, 6. Mulyadi, 7. Ari Tinendung, 8. Mashur, 9. Arista Junaidi, 10. Tegar Putuhena, 11. Nurhaidan, 12. Faisal Muchlis, 13. Pahmudin, 14. Ricky Valentino, 15. Faturrahman, 16. Rizal Maulana, 17. Agustoro, 18. Herianto Minda, 19. Arman Saputra, 20. Herri Mauliz Ori, 21. Endah Cahya, 22. Ridwan Dalimunte, 23. Bambang Pria Kusuma.

Kandidat Ketua Umum PB Kohati Periode 2015 – 2017 meliputi: 1. Vidyavici Fitri : Kota Bandung (Badko Jabar), 2. Maria Fifi Yanti : Meulaboh (Badko Aceh), 3. Andi Nur Qalbi : Gowa Raya (Badko Sulselbar), 4. Farihatin : Pontianak (Badko Kalbar), 5. Naila Fitria : Ciputat (Badko Jabodetabeka-Banten), 6. Rusyanti : Bandar Lampung (Badko Sumbangsel), 7. Siti Aminah Amaharu : Ternate (Badko Malmalut), 8. Noer Hayatie : Pamekasan (Badko Jatim), 9. Damrah : Bima (Badko Nusra), 10. Yenni Patrizia : Makassar (Badko Sulselbar), 11. Isyana Kurniasari Konoras : Manado (Badko Sulutgo) (Go.Riua/PW/HMI/Kohati/Lis)

Kementerian Pariwisata Kucurkan Dana Hibah Rp36 Miliar

 

Penyerahan Bantuan Dana Hibah untuk pengembangan seni budaya di lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Jawa Timur.

Penyerahan Bantuan Dana Hibah untuk pengembangan seni budaya di lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Jawa Timur.

PENAWARTA.COM – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengucurkan dana hibah sebesar Rp36 miliar, guna membantu mengembangkan potensi seni budaya di wilayah itu.

Agar tepat sasaran, dalam penyaluran dana hibah ini, kementerian mengandeng beberapa lembaga seni budaya dan perfilman, diantaranya, Karyawan Film dan Televisi (KFT), Badan Pembinaan Seni Tradisional dan Modern(BPSTM) Indonesia dan Yayasan Sentral Global Jaya Bahana Bangsa (YSGJBB).

“Dana hibah Rp36 miliar ini masih diverifikasi sesuai kebutuhan lembaga di daerah,” kata Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI, Febriyan Aditya, di sela-sela sambutan pada penyerahan perangkat drumben kepada 28 sekolah dan yayasan se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Darul Hikam, Desa Langkap Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan, Selasa (1/12/2015).

Ia menjelaskan, dana hibah seni budaya ini, adalah hasil dari kelebihan pajak perfilman di Indonesia, sehingga pemerintah memandang perlu untuk membina dan mengembangkan budaya seni di daerah.

“Pada tahun 2011, pajak perfilman berlebihan, nah kelebihan ini pemerintah bingung mau disalurkan kemana? akhirnya dengan usulan dari lembaga perfilman seni budaya, dana ini dibuat program rintisan pariwisata,” terangnya.

Namanya rintisan, lanjut Briyan, Kementrian mencoba merintis beberapa program diantaranya lagu promosi wisata, film promosi wisata, televisi promosi wisata, TV lokal muatan nasional, villa wisata, wisata sungai danau dan laut dan abrasi pantai wisata.

Dan untuk program lagu promosi wisata ini, kementerian memberikan bantuan satu set perangkat musik drum band kepada 28 yayasan pesantren dan sekolah di Jawa Timur. Sedangkan lembaga yang paling banyak mendapatkan bantuan ada di Madura.

“Jadi perset alat musik drumband ini, nilainya Rp136 juta, semoga bisa bermanfaat bagi anak didik dan lembaga,” pintanya.

Selain itu alat drum band, dana hibah ini, juga di peruntukkan pembinaan sanggar seni teater di setiap sekolah. Masing-masing sangar teater akan mendapatkan dana pembinaan Rp13 juta per enam bulan.

“Tidak hanya itu, kita juga akan membuat film di Bangkalan, dan menanggung biaya 40 persen dari total anggaran film. Dengan pemain 70 persen daerah, 30 persen dari pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Bangkalan Kholifi menyatakan, sangat berterima kasih dengan program dari Kementerian Pariwisata. Tentunya bantuan ini, sangat bermanfaat bagi masyarakt di daerah, terutama lembaga pendidikan pesantren.

“Kedepan, lembaga pesantren harus lebih diperhatikan, karen pesantren adalah perintis para pejuang di negeri ini,” katanya. (PW/HS/ Rilis)

Siswa Pamekasan Peringati Hari Aids Sedunia

Siswa Pamekasan memperingati Hari Aids Sedunia dengan membagi-bagikan Pin kepada pengendara kendaraan bermotor.

Siswa Pamekasan memperingati Hari Aids Sedunia dengan membagi-bagikan Pin kepada pengendara kendaraan bermotor.

PENAWARTA.COM – Siswa dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa sore membagi-bagikan pin warna merah kepada para pengendara motor guna memberingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1
Desember.

Aksi bagi-bagi pin ini digelar di sejumlah perempatan jalan raya di jalan protokol, Kota Pamekasan, seperti di perempatan Jalan Segara, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Jokotole dan Jalan Kabupaten.

“Selain untuk memperingati hari AIDS sedunia, aksi ini juga  dimaksudkan agar masyarakat berhati-hati dengan jenis penyakit yang dikenal mematikan ini,” kata Badrul, korlap aksi, seperti dilansir antarajatim.com, Selasa (1/12/2015).

Siswa SMA Negeri 2 Pamekasan ini mengaku para siswa dari berbagai  lembaga pendidikan yang tergabung dalam organisasi Palang Merah Remaja (PMR) itu merasa terpanggil untuk ikut peduli pada pencegahan penyakit HID/AIDS, karena jenis penyakit ini sudah menyerang hampir semua wilayah, termasuk di Kabupaten Pamekasan.

Peran pelajar dan kawula muda, kata dia, sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang bisa menyebabkan tertularnya bibit penyakit itu, seperti seks bebas.

Tidak kurang dari 500 pelajar aktivis PMR turun ke jalan membagi-bagikan pin dan brosur berupa imbauan menjauhi seks bebas.

Kendaraan bermotor yang melintas di Jalan Segara tempat aktivis PMR membagi-bagikan pin dan brosur itu dihentikan, baik kendaraan roda dua, maupun kendaraan roda empat.

Penderita HIV/AIDS di Pamekasan

Seorang siswa menunjukkan brosur saat memperingati Hari Aids Sedunia di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (1/12/2015)

Seorang siswa menunjukkan brosur saat memperingati Hari Aids Sedunia di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (1/12/2015)

Menurut data di Dinas Kesehatan Pemkab Pamekasan, jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah itu sebanyak 93 orang. Jumlah itu mulai dari tahun  2012 hingga saat ini.

Perinciannya, pada 2012 sebanyak 18 orang, tahun 2013 sebanyak 27 orang, pada 2014 sebanyak 33, dan mulai Januari hingga April 2015 ini sebanyak 15 orang.

Data penderita HIV/AIDS ini berbeda dengan data Rumah Sakit dr  Slamet Martodirdjo Pamekasan yang menyebutkan bahwa selama 2015 ini, jumlah penderita HIV/AIDS di Pamekasan sebanyak 46 orang dan sebanyak 16 orang penderita di antaranya mendapatkan pemantauan khusus dari petugas rumah sakit itu.

Jika data RSUD Pamekasan menyebutkan total penderita HIV/AIDS  sebanyak 46 orang, maka jumlah total warga Pamekasan yang menderita HIV/AIDS selama kurun waktu 2012 hingga 2015 ini semuanya berjumlah 124 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 33 orang di antaranya meninggal dunia. (PW/A.Jatim/Red)

RAK HMI Rekomendasikan Entrepreneurship dan Ekonomi Kreatif

Rapat Anggota Komisariat (RAK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) STAIN Pamekasan.

Rapat Anggota Komisariat (RAK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) STAIN Pamekasan.

PAMEKASAN (PENAWARTA.COM) – Forum Rapat Anggota Komisariat (RAK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) STAIN Pamekasan, Jawa Timur sepakat merekomendasikan pentingkan memfokuskan perkaderan di internal organisasi itu pada bidang entrepreneurship dan peningkatan wawasan pengembangan ekonomi kreatif.

“Kami sepakat memfokuskan pada dua hal ini, karena untuk saat ini dan di masa-masa mendatang keduanya sangat dibutuhkan,” kata Ketua Panitia RAK HMI STAIN Pamekasan Musfiq Al-Idrus, seperti dilansir antarajatim.com, Senin (30/11/2015).

Forum RAK yang digelar di aula SMK Negeri 3 Pamekasan juga menyepakati, perlunya bidang perkaderan HMI menyusun kisi-kisi materi khusus wawasan entrepreneurship dan ekonomi kreatif menjadi materi pokok perkaderan HMI sebagaimana materi tentang kepemimpinan, keorganisasi dan wawasan ke-Islam-an.

Sejauh ini, kata Musfiq, kedua materi ini belum banyak diperhatian HMI di tingkatan komisariat, baik dalam kegiatan Leadership Basic Training (LK-1) ataupun dalam bentuk kajian insidentil yang biasa digelar di komisariat.

“Kalau di HMI STAIN, kajian-kajian atau diskusi yang dilakukan hanya seputar persoalan filsafat dan pemikiran ke-Islam-an. Padahal, kebutuhan kami, bukan hanya seputar pemahaman ke-Islam-an, akan tetapi juga perlu membuka cakrawala berpikir tentang wirausaha dan ekonomi kreatif itu,” katanya.

Dengan demikian, sambung dia, maka Pengurus HMI Komisariat STAIN yang baru, harus melaksanakan rekomendasi tersebut, sehingga mahasiswa tidak hanya diajak berfikir tentang filsafat dan ketuhanan, sebagaimana dalam Nilai-Nilai Identitas Kader (NIK) HMI, namun lebih dari itu, mereka pahan akan kewirausahaan dan ekonomi kreatif.

RAK HMI merupakan rapat anggota tahunan organisasi itu dengan agenda utama mementukan rencana program organisasi dan memilih pengurus baru selama 1 tahun periode kepengurusan.

Terpilih sebagai Ketua Umum HMI Komisariat STAIN Periode 2015-2016 dalam forum RAK itu, Agus Sholeh dengan dukungan 16 suara.

Agus terpilihan sebagai Ketua Umum karena mampu mengalahkan dua calon lainnya, yakni yakni Imron Maulana yang hanya meraih dukungan 3 suara dan Syafiudin yang hanya meraih dukungan 3 suara.

Dosen Ilmu Ekonomi Islam STAIN Pamekasan Matnin, M.Ag menilai, kebijakan HMI untuk fokus pada pengembangan wawasan entrepreneurship dan ekonomi kreatif merupakan langkah yang tepat, karena di era pasar bebas seperti sekarang ini, keterampilan dalam dunia wirausaha ekonomi kreatif sangat dibutuhkan.

“Memang semua orang sebenarnya bisa saja menjadi pelaku usaha. Tapi tanpa wawasan dan ilmu pengetahuan yang memadai, rasanya sulit untuk bisa bertahan dan bersaing sehat di era seperti sekarang ini,” kata Matnin yang juga mantan Ketua Bidang Komunikasi Umat (Kabid KU) HMI Cabang Pamekasan itu.

Selain itu, bidang pengembangan usaha ekonomi kreatif, merupakan jenis kegiatan yang kini paling banyak digemari dan termasuk jenis usaha yang mampu menumbuhkan kehidupan ekonomi, baik dalam skala lokal maupun nasional.

HMI merupakan organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia yang didirikan pada 5 Februari 1947, atau dua tahun setelah kemerdekaan RI oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Yogyakarta (saat ini UII) bernama Lafran Pane.

Komisariat merupakan tingkatan organisasi terendah di tubuh HMI, yakni di tingkat fakutas, lalu Koordinator komisariat (Korkom), cabang untuk tingkat kabupaten, Badko (Badan Koordinasi) di tingkat provinsi dan Pengurus Besar (PB) di tingkat pusat.

Selain merupakan organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia, organisasi ini juga telah banyak melahirkan tokoh terkemuda. Antara lain seperti Akbar Tanjung, Harry Azhar Azis Yusril Ihza Mahendra, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. (PW/Ant Jatim/HMI)

PWI Jadi Media Partner Pemilihan Guru Teladan

Bupati Pamekasan Achmad Syafii saat menyampaikan sambutan dalam ajang pemilihan guru teladan Pamekasan 2015.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii saat menyampaikan sambutan dalam ajang pemilihan guru teladan Pamekasan 2015.

PAMEKASAN (PENAWARTA.COM) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menjadi media partner dalam ajang pemilihan guru teladan yang digelar Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar mulai tanggal 18 hingga 27 November 2015.

PWI menjadi media partner bersama sejumlah media lainnya, antara lain Koran Harian Koran Madura, portal berita online mediamadura.com dan radio Ada FM.

Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz mengatakan, PWI bersedia menjadi media partner dalam ajang pemilihan guru teladan yang digelar dalam rangka menyambut hari guru itu, karena organisasi ini memang berkomitmen untuk ikut andil dalam memajukan dunia pendidikan.

“Selain itu, visi dan misi kepengurusan PWI Pamekasan saat ini juga sama, yakni ingin menjadikan guru melek media,” katanya.

Penyerahan piaga pemhargaan oleh panitia penyelenggara pemilihan guru teladan 2015 kepada PWI Pamekasan dan media partner lainnya.

Penyerahan piaga pemhargaan oleh panitia penyelenggara pemilihan guru teladan 2015 kepada PWI Pamekasan dan media partner lainnya.

Sebanyak 306 guru di Kabupaten Pamekasan, bersaing mengikuti pemilihan guru teladan itu.

“Ke-306 guru yang mengikuti pemilihan guru teladan kali ini, merupakan perwakilan guru dari berbagai tingkatan, yakni mulai dari guru SD/MI, MTs/SMP, hingga guru SMA/SMK dan MA,” kata Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Ahmad Faridi.

Ke-306 guru itu masing-masing terdiri dari, guru tingkat SD/MI sebanyak 111 orang, SMP/MTs sebanyak 99 orang dan guru tingkat SMA dan yang sederajat sebanyak 96 orang.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii dalam sambutannya menyatakan, pemilihan guru teladan yang digelar kali ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas keilmuan guru secara terintegratif, karena tidak hanya oleh Dinas Pendidikan, akan tetapi juga oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan.

“Ini luar biasa, dan dengan digelarnya kegiatan ini, semoga komitmen dan kinerja para guru akan lebih baik lagi,” katanya.

Seleksi peserta pada pemilihan guru teladan yang digelar pemkab dan Kemenag Pamekasan, serta PGRI, dan PWI Pamekasan, serta beberapa media lokal Madura seperti Koran Harian Koran Madura, Media Madura dan Radio Ada FM Pamekasan ini diawali dengan tes tulis dan akan berlangsung selama beberapa hari kedepan.

Dari masing-masing tingkatan, yakni mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA dan yang sederajat, nantinya akan dipilih sebanyak 5 orang peserta terbaik.

Selain kemampuan akademik, panitia juga akan melakukan survei lapangan kepada guru yang lolos verifikasi tahap awal.

“Survei lapangan itu, nantinya akan menggali informasi tentang potensi guru, kepribadian dan pola komunikasi sosial guru, baik di lingkungan sekolah dan masyarakat,” kata Kepala Disdik Pamekasan Moh Yusuf Suhartono.

Hasil perpaduan antara nilai akademik melalui tes tulis dan survei lapangan, serta tes wawancara kepada yang bersangkutan itulah yang akan menentukan juara di masing-masing tingkatan.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pembelaan Wartawan PWI Pamekasan Muchsin mengatakan, kerja sama dalam pelaksanaan pemilihan guru teladan antara PWI dengan pemkab dan kemenag dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan itu, sebagai wujud komitmen PWI dalam upaya ikut memajukan dunia pendidikan melalui seleksi guru teladan.

“Kami berpendapat bahwa kemajuan dalam banyak hal bisa dicapai, salah satunya melalui jalur pendidikan,” katanya.

Oleh karenanya, sambung wartawan Harian Surya ini, sejak kepengurusan PWI Pamekasan 2015-2016 dilantik pada 20 Agustus 2015 PWI Pamekasan langsung membuat kontrak kerja sama dengan perguruan tinggi di Pamekasan, saling membantu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Hingga November 2015 ini, PWI Pamekasan telah membuat kontrak kerja sama dengan dua perguruan tinggi, yakni STAIN Pamekasan dan Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan.

Penobatan Guru Teladan

Tiga orang guru dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK dan MA yang dinobatkan sebagai guru teladan Pamekasan 2015.

Tiga orang guru dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK dan MA yang dinobatkan sebagai guru teladan Pamekasan 2015.

Berdasarkan hasil seleksi yang digelar panitia, ada tiga orang guru di yang mendapatkan anugerah guru teladan setelah panitia melakukan seleksi mulai tanggal 18 hingga 26 November 2015.

Ketiga orang guru yang mendapatkan Anugerah Guru Teladan adalah guru MI Nurul Islamiyah, Tlanakan, Subkhiatin Noor; guru SMP Negeri 2 Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Yudi Pertiwi dan guru SMA Negeri I Kecamatan Pakong, Nurrahim Bambang Solihen.

“Pemberian Anugerah guru teladan ini berdasarkan seleksi yang digelar panitia dalam beberapa hari ini,” kata Ketua Panitia Pelaksana Moh Faridi.

Tiga guru yang ditetapkan sebagai guru teladan itu, merupakan bagian dari 15 orang yang masuk nominasi sebagai guru teladan dan mereka juga mendapatkan penghargaan dari panitia pelaksana.

Ke-15 guru yang masuk nominasi itu, masing-masing:

Guru Tingkat SD/MI:
1. Yadia Pertiwi (SDN Gladak Anyar Pamekasan)
2. Yesi Martiningsih (SDN Pakong III)
3. Latifah Rahmi (SDN Panaguan II)
4. Eri Iswanti (SDN Jungcang I)
5. Subkhiatin Noor (MI Islamiyah Ambat)

Finalis Tingkat SMP/MTs :
1. Yudia Pertiwi (SMPN II Pegantenan)
2. Munarwi (SMPN I Proppo)
3. Anita Eka Widaryanti (SMPN I Kadur)
4. Nurul Hayati (SMPN I Batumarmar)
5. Rini Rahmatillah (MTsN Parteker)

Finalis Tingkat SMA/MA/SMK :
1. Nurrahim Bambang (SMAN I Pakong)
2. Nenda Nurjanah (SMAN I Pakong)
3. Ahmad Sugianto (SMAN I Pakong)
4. Nurul Kamariyah (SMAN 4 Pamekasan)
5. Sulistiana (SMKN I Tlanakan) (Rilis PWI/PW/*)

Tiga Guru Raih Anugerah Guru Teladan

Guru peraih Anugerah Guru Teladan Pamekasan 2015.

Guru peraih Anugerah Guru Teladan Pamekasan 2015.

PAMEKASAN (PENAWARTA.COM) – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, memberikan Anugerah Guru Teladan kepada tiga guru di wilayah itu di pendopo Pemkab Pamekasan, Jumat.

Ketiga orang guru yang mendapatkan Anugerah Guru Teladan adalah guru MI Nurul Islamiyah, Tlanakan, Subkhiatin Noor; guru SMP Negeri 2 Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Yudi Pertiwi dan guru SMA Negeri I Kecamatan Pakong, Nurrahim Bambang Solihen.

“Pemberian Anugerah guru teladan ini berdasarkan seleksi yang digelar panitia dalam beberapa hari ini,” kata Ketua Panitia Pelaksana Moh Faridi, seperti dilansir mediamadura.com, Jumat (27/11/2015)

Pemilihan guru teladan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional itu melibatkan Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan serta sejumlah mitra media.

Pemilihan guru teladan di Kabupaten Pamekasan itu diikuti 306 orang dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK dan MA se-Pamekasan.

Dari jumlah itu, panitia memilih lima guru sebagai nominator di masing-masing tingkatan pendidikan sehingga jumlah keseluruhan guru yang masuk nominator sebanyak 15 orang.

“Pemilihan guru teladan ini juga dimaksudkan agar para guru berlomba-lomba menjadi yang teladan, karena persoalan keteladanan di dunia pendidikan seperti sekarang ini terkesan mulai menurun,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Moh Yusuf Suhartono.

Hadir dalam acara penganugerahan guru teladan itu Ketua DPRD Halili, Sekretaris Daerah (Sekda) Alwi, para pimpinan SKPD serta perwakilan guru dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.

Selain menganugerahkan guru teladan kepada tiga orang guru dari masing-masing tingkatan pendidikan, panitia pelaksana seleksi guru teladan ini juga memberikan penghargaan kepada empat 12 guru lainnya yang masuk nominasi lima besar.

ANUGERAH-GURU-TELADAN-2Inilah finalis Pemilihan Guru Teladan yang digelar Pemkab Pamekasan dalam rangka menyambut hari guru 2015.

Finalis Tingkat SD/MI:
1. Yadia Pertiwi (SDN Gladak Anyar Pamekasan)
2. Yesi Martiningsih (SDN Pakong III)
3. Latifah Rahmi (SDN Panaguan II)
4. Eri Iswanti (SDN Jungcang I)
5. Subkhiatin Noor (MI Islamiyah Ambat)

Finalis Tingkat SMP/MTs :
1. Yudia Pertiwi (SMPN II Pegantenan)
2. Munarwi (SMPN I Proppo)
3. Anita Eka Widaryanti (SMPN I Kadur)
4. Nurul Hayati (SMPN I Batumarmar)
5. Rini Rahmatillah (MTsN Parteker)

Finalis Tingkat SMA/MA/SMK :
1. Nurrahim Bambang (SMAN I Pakong)
2. Nenda Nurjanah (SMAN I Pakong)
3. Ahmad Sugianto (SMAN I Pakong)
4. Nurul Kamariyah (SMAN 4 Pamekasan)
5. Sulistiana (SMKN I Tlanakan) (PW/MM/*)

306 Guru Ikuti Pemilihan Guru Teladan

GURU-TELADAN-AntPAMEKASAN (PENAWARTA.COM) Sebanyak 306 guru di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur mengikuti pemilihan guru teladan yang digelar Dinas Pendidikan bekerja sama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat di aula kampus STAIN Pamekasan, Rabu (18/11).

“Ke-306 guru yang mengikuti pemilihan guru teladan kali ini, merupakan perwakilan guru dari berbagai tingkatan, yakni mulai dari guru SD/MI, MTs/SMP, hingga guru SMA/SMK dan MA,” kata Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Ahmad Faridi, seperti dilansir situs beritasatu.com, Rabu (18/11/2015).

Ke-306 guru itu masing-masing terdiri dari, guru tingkat SD/MI sebanyak 111 orang, SMP/MTs sebanyak 99 orang dan guru tingkat SMA dan yang sederajat sebanyak 96 orang.

Bupati Pamekasan Achmad Syafii dalam sambutannya menyatakan, pemilihan guru teladan yang digelar kali ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas keilmuan guru secara terintegratif, karena tidak hanya oleh Dinas Pendidikan, akan tetapi juga oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan.

“Ini luar biasa, dan dengan digelarnya kegiatan ini, semoga komitmen dan kinerja para guru akan lebih baik lagi,” katanya.

Seleksi peserta pada pemilihan guru teladan yang digelar pemkab dan Kemenag Pamekasan, serta PGRI, dan PWI Pamekasan, serta beberapa media lokal Madura seperti Koran Harian Koran Madura, Media Madura dan Radio Ada FM Pamekasan ini diawali dengan tes tulis dan akan berlangsung selama beberapa hari kedepan.

Dari masing-masing tingkatan, yakni mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA dan yang sederajat, nantinya akan dipilih sebanyak 5 orang peserta terbaik.

Selain kemampuan akademik, panitia juga akan melakukan survei lapangan kepada guru yang lolos verifikasi tahap awal.

“Survei lapangan itu, nantinya akan menggali informasi tentang potensi guru, kepribadian dan pola komunikasi sosial guru, baik di lingkungan sekolah dan masyarakat,” kata Kepala Disdik Pamekasan Moh Yusuf Suhartono.

Hasil perpaduan antara nilai akademik melalui tes tulis dan survei lapangan, serta tes wawancara kepada yang bersangkutan itulah yang akan menentukan juara di masing-masing tingkatan.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Pembelaan Wartawan PWI Pamekasan Muchsin mengatakan, kerja sama dalam pelaksanaan pemilihan guru teladan antara PWI dengan pemkab dan kemenag dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan itu, sebagai wujud komitmen PWI dalam upaya ikut memajukan dunia pendidikan melalui seleksi guru teladan.

“Kami berpendapat bahwa kemajuan dalam banyak hal bisa dicapai, salah satunya melalui jalur pendidikan,” katanya.

Oleh karenanya, sambung wartawan Harian Surya ini, sejak kepengurusan PWI Pamekasan 2015-2016 dilantik pada 20 Agustus 2015 PWI Pamekasan langsung membuat kontrak kerja sama dengan perguruan tinggi di Pamekasan, saling membantu sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Hingga November 2015 ini, PWI Pamekasan telah membuat kontrak kerja sama dengan dua perguruan tinggi, yakni STAIN Pamekasan dan Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan. (PW/BS/*)