Category: Lifestyle

Ternyata Tim Pembina Verifikasi UKL-UPL KCM Mantan Wabup Pamekasan

PENAWARTA.COM – Mantan Wakil Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Halil alias Kholil Asy’ari berpotensi diperiksa tim penyidik Polres Pamekasan terkait laporan Ketua Aliansi Ulama Madura (AUMA) KH Ali Karrar Shinhaji ke Mapolres Pamekasan tentang pencatutan foto dirinya pada lampiran dokumen pendukung izin operasional gedung bioskop Kota Cinema Mall (KCM).

Hal ini terjadi, karena Wabup Kholil Asy’ari selaku pembina tim verifikasi dan ia menanda tangani Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim Verifikasi Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup serta Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun Anggaran 2018.

Dalam Surat Keputusan Bernomor: 188/63/432.013/2018 tertanggal 2 Januari 2018 itu Wabup Pamekasan Halil kala itu memutuskan dan menetapkan membentuk tim verifikasi dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) serta surat penyataan pengelolaan lingkungan hidup, dan Wabup Pamekasan Halil sebagai pembinaan di tim itu.

Tim lainnya sebagaimana tertuang dalam surat keputusan itu meliputi Sekretaris Daerah selaku penasihat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan sebagai pengarah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup sebagai ketua tim, Kabid Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup sebagai Wakil Ketua, lalu Kasi Kajian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup sebagai sekretaris tim.

Sementara anggota tim, terdiri dari tujuh orang, yakni Kabid Perhubungan Darat pada Dinas Perhubungan, Kabid Penegakan Perundang-Undangan pada Satpol-PP, Kasubbid Pemukinan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kasi Bina Industri Kecil dan Menengah, Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kasubbag Koordinasi Penanaman Modal dan BUMD pada Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Kasubbag Bantuan Hukum pada Bagian Hukum, lalu Kasi Perizinan dan Non Perizinan I pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Tiga orang lainnya dari unsur Staf Dinas Kesehatan, lalu unsur Perangkat Daerah Teknis, serta unsur staf pada Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Pamekasan.

Dari total anggota tim yang berjumlah 13 orang ini, dua diantaranya telah dimintai keterangan tim penyidik Polres Pamekasan terkait laporan pencatutan foto pada lampiran pendukung dokumen izin operasional KCM itu dan mantan Wabup Halil alias Kholil Asy’ari juga menunggu giliran selaku pembina tim.

Selain Ketua AUMA KH Ali Karrar Shinhaji, Sekretaris AUMA KH Fudholi M Ruham juga melaporkan adanya pencatutan foto dokumen pendukung perizinan biskop Kota Cinema Mall (KCM) pada UKL-UPL tersebut.

“Menurut laporan yang kami terima, foto kedua tokoh ini dimasukkan dalam dokumen pengajuan izin operasional gedung bioskop tersebut, sehingga melaporkan kasus tersebut kepada kami,” kata Kapolres AKBP Apip Ginanjar seperti dilansir sejumlah media massa lokal di Pamekasan.

Padahal, foto tersebut diambil saat para Ulama bersama beberapa tokoh pendidikan dalam rangka memusyawarahkan penyusunan buku akhlak sebagai bahan pelajaran di sekolah umum pasca-adanya kasus penganiayaan siswa terhadap guru yang mengakibatkan kematian di SMAN 1 Torjun Sampang pada 1 Februari 2018.

“Tapi oleh pihak pengelola bioskop foto itu disertakan juga, seolah-olah ulama menyetujui keberadaan gedung bioskop di Pamekasan ini,” kata penasihat hukum KH Ali Karrar Shinhaji, Abdul Bari.

Atas dasar itu, maka KH Ali Karrar dan KH Fudholi M Ruham melaporkan kasus itu ke Mapolres Pamekasan, termasuk mantan Wakil Bupati Pamekasan Halil, alias Khalil Asy’ari selaku pembina dan Pelaksana Harian Bupati Pamekasan, karena bupati definitif waktu itu yakni Achmad Syafii, sedang menjalani proses hukum, terkait kasus dugaan korupsi.

Selain bersama pengacaranya, kedua tokoh itu datang ke Mapolres Pamekasan, Selasa (25/8/2020), juga didampingi sejumlah pengurus ormas Islam Pamekasan. Antara lain pengurus Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Forum Kiai Muda Pamekasan dan beberapa orang pengurus Aliansi Ulama Madura (AUMA).

Laporan KH Ali Karrar Shinhaji dan KH Fudholi M Ruhan yang merupakan Ketua dan Sekretaris AUMA ini, tercatat sebagai laporan polisi nomor:LP-B/283/VIII/Res.1.9/2020/Reskrim SPKT Polres Pamekasan, tanggal 25 Agustus 2020.

“Atas laporan ini, maka kami akan melakukan penyelidikan untuk memanggil para pihak untuk dimintai keterangan,” kata Kapolres AKBP Apip Ginanjar. (PW-216)

Smartfren Beri Hadiah pada Pemenang Undian Smartfren WOW Tahap 7 dan 8

PENAWARTA.COM – Paska Hari Raya Idul Fitri 2020, Smartfren  mengumumkan pemenang program Undian Smartfren WOW Tahap ke-7 dan ke-8. Proses pengundian pemenang dilakukan di kantor Smartfren, Jakarta Pusat minggu lalu setelah ada penundaan pengundian untuk beberapa waktu sesuai dengan arahan dari pemerintah terkait pandemi Covid-19.  Pengundian dilakukan secara online disaksikan oleh petugas berwenang dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial DKI Jakarta, Perwakilan Notaris dan bagian terkait.

Hingga tahap ke-8 atau tahap terakhir dari Program Undian Smartfren WOW, telah didapat delapan pemenang utama hadiah rumah, delapan pemenang utama hadiah mobil, puluhan pemenang kendaraan bermotor dan ribuan pemenang hadiah lainnya. Seluruh pemenang hadiah utama tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kebanyakan pemenang utama berasal dari berbagai kalangan masyarakat dengan profil yang beragam. Program Undian Smartfren WOW telah membantu mewujudkan mimpi para pengguna Smartfren untuk mendapatkan rumah, mobil dan motor yang mereka impikan. Hingga tahap akhir pelaksanaan program ini, total pelanggan Smartfren yang berpartisipasi dalam program ini sebanyak 8,5 juta pelanggan.

“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan semua pelanggan untuk mengikuti Program Undian Smartfren WOW ini. Kami juga merasa bangga karena pelanggan kami berhasil meraih mimpinya melalui program ini. Ke depan, Smartfren masih akan terus menghadirkan program-program yang menarik lainnya buat pelanggan,” jelas Ales Shella Hadysara, Regional Brand Activation Smartfren dalam keterangan persnya kepada media di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (9/5/2020).

Dari hasil undian tahap ke-7, pemenang hadiah utama berupa rumah senilai Rp 1 Miliar jatuh kepada pelanggan Smartfren. Agus Herdiansyah asal Bandung. Pegawai swasta di salah satu koperasi di Bandung. Agus sudah menggunakan Smartfren sejak tahun 2019 dan menukarkan semua SmartPoin yang dimiliki.

Sementara untuk tahap ke-8, pemenang rumah didapat oleh Suhelman asal Mataram, Nusa Tenggara Barat. Suhelman yang sehari-hari bekerja sebagai konsultan perencanaan bangunan sudah sejak 2016 menggunakan Smartfren dan terbiasa menggunakan Paket Unlimited 75 Ribu. “Buat saya ini hadiah tak terduga, impian saya untuk bisa rumah akhirnya terwujud berkat Smartfren,” jelas ayah dua anak yang sudah tidak mendapatkan penghasilan sejak Februari lalu.

Program Undian Smartfren WOW merupakan program apresiasi yang diberikan kepada pelanggan    Smartfren atas loyalitas dan kepercayaan pelanggan menggunakan produk dan layanan telekomunikasi dari Smartfren.

Untuk daftar pemenang lebih lengkap,silahkan kunjungi laman : https://www.smartfren.com/wow/pemenang

Berikut adalah profil 8 pemenang hadiah utama rumah senilai @Rp 1 Miliar Undian Smartfren WOW

1. Pemenang Tahap 1, M. Saeful Mustofa asal Tegal (Satpam Sekolah)

M. Saeful Mustofa menjadi pelanggan pertama Smartfren yang berhasil meraih hadiah rumah program undian Smartfren WOW  Tahap ke-1. M. Saeful Mustofa, pria asal Tegal Jawa Tengah ini memiliki pprofesi sebagai satpam honorer di Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta menjadi pengemudi ojek online di waktu senggangnya.

Saeful Mustofa memiliki mimpi untuk dapat memiliki rumah sendiri, karena Mustofa beserta keluarga masih tinggal di rumah dinas di  sekolah tempatnya bekerja. Namun karena penghasilan yang terbatas dan itupun masih dibantu dengan istrinya yang berjualan di kantin sekolah, impian memiliki rumah hanya bisa diimpikan saja.

Impiannya untuk memiliki rumah menjadi kenyataan setelah dihubungi Smartfren yang menyatakan dirinya menjadi pemenang hadiah rumah dari undian Smartfren WOW.

“Waktu ditelepon, saya lagi gantiin istri jualan di kantin. Antara percaya dan gak percaya shock sendirian. Waktu ketemu istri dia nanya kenapa nangis? Saya bilang tadi ditelepon Smartfren kalau saya menang undian Smartfren WOW,” kata Mustofa yang menggunakan Smartfren sejak sebelum ada jaringan 4G. Mustofa percaya bahwa kekuatan dan kestabilan sinyal Smartfren dapat membantu mendapatkan rejeki ketika menarik ojek online dan untuk memberikan hiburan untuk anaknya yang berusia 5 tahun.

2. Pemenang Tahap 2, Miftahul Janah asal Malang (Ibu Rumah Tangga)

Miftahul Janah seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun  asal Singosari, Malang ini tak pernah menyangka impiannya memiliki rumah selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Sempat tak percaya menjadi pemenang rumah karena maraknya penipuan, Miftahul Janah akhirnya yakin setelah didatangi pimpinan Smartfren di Malang. 

Istri dari Ahmad Hanafi seorang buruh bangunan hidup dalam serba keterbatasan. “Yang penting anak-anak bisa sekolah dan bisa makan saja saya sudah bersyukur,” ujarnya. Selama ini ia masih tinggal menumpang di rumah ibunya yang sakit-sakitan. Harapannya sebagai pemenang adalah bisa mendapatkan hadiah rumah tersebut di Malang, sehingga dirinya tidak lagi tergantung orang tua dan saudara dan bisa menyekolahkan anak sampai jenjang yang lebih tinggi lagi.

Menurutnya, ia menjadi pengguna Smartfren sejak 2016 karena di daerahnya sinyal Smartfren paling bagus dan ia selalu menggunakan paket kuota 10GB.

3. Pemenang Tahap 3, Rizky Budiansyah asal Purwakarta (Penggiling Daging Bakso)

“Saya gak pernah nyangka bisa dapat rumah  dari Smartfren,” kata Rizky saat ditelpon  Smartfren kalau dirinya memenangkan hadiah utama rumah Undian Smartfren WOW tahap ke-3. Baginya memiliki rumah adalah mimpi. Ya, hanya sebatas mimpi karena Rizky, istri dan seorang putrinya masih tinggal di rumah kontrakan.

Dari aplikasi MySmartfren lah, Rizky mengetahui ada Undian Smartfren WOW yang berhadiah rumah. Ia mengaku menukar 3.500 smartPoin yang dimilikinya dengan 35 Kupon Undian rumah. Dari hasil menukar SmartPoin itulah, Rizky akhirnya berhasil menjadi pemenang hadiah utama.

Rizky Budiansyah yang sehari-hari bekerja sebagai penggiling daging bakso, memulai aktivitas pekerjaannya dari pukul 5 pagi sampai 10 pagi. Meski demikian penghasilannya yang pas pasan, memaksa dirinya mencari pendapatan tambahan dengan berjualan spare part bekas secara online.

Rizky Budiansyah sudah menggunakan Smartfren dari tahun 2009 karena jaringan di daerahnya sangat bagus dan sangat membantu dirinya untuk berjualan spare part secara online.

4. Pemenang Tahap 4, Ratna Maya Sari, asal Jakarta (Pramusaji)

Ternyata memiliki rumah hampir pasti menjadi cita-cita semua orang. Siapapun dan dari kalangan manapun perlu rumah untuk tempat tinggal keluarganya masing-masing. Namun harga rumah yang kian melambung, bagi sebagian besar orang yang bekerja di sektor informal hanyalah mimpi belaka.

Bagitupun bagi Ratna Maya Sari seorang pramusaji dari Jakarta Barat, memiliki rumah adalah mimpi baginya. Ratna yang memiliki cita-cita dengan memberikan rumah bagi kedua orangtuanya di Lampung harus mengubur impiannya tersebut mengingat penghasilannya yang pas-pasan.

Meski demikian  upaya Ratna untuk memiliki rumah dan membahagiakan kedua orang tuanya pun tercapai setelah dirinya dinyatakan sebagai pemenang Undian Smartfren WOW tahap ke-4. Usahanya untuk meraih mimpinya tak sia-sia. Berawal dari tekadnya untuk punya rumah dan informasi dari media mengenai Undian Smartfren WOW, anak kelima dari tujuh bersaudara   ini mulai menukar SmartPoin yang dimiliki dengan Kupon Undian. Upayanya tak sia-sia, ia pun rutin menukar SmartPoin yang dimilikinya dengan kupon undian sampai akhirnya ia pun berhasil menjadi pemenang rumah senilai Rp 1 Miliar.

5. Pemenang Tahap 5, Baroroh Shofiati asal Jakarta (Mahasiswi UPN Jakarta)

Awalnya sempat dikira mimpi dan merasa tidak percaya jika Baroroh Shofiati (Shofi), menjadi pemenang hdiah utama berupa rumah dari Undian Smartfren WOW tahap ke-5. Kini mimpi Shofi untuk memiliki rumah pun telah terwujud setelah menukarkan SmartPoin yang dimiliki dengan 25 kupon undian Smartfren WOW.

Lajang berusia 21 tahun ini memiliki cita-cita untuk membahagiakan orang tuanya, karena itulah dengan hadiah rumah baru yang didapatnya, kini Shofi dapat membahagiakan kedua orang tuanya. Menurut penuturannya ayahnya, selain ingin membahagiakan kedua orang tuanya ia juga rutin menyantuni anak yatim untuk bisa berangkat umroh di kemudian hari.

6. Pemenang Tahap 6, Yashinta Dwi Puspita asal Semarang (Mahasiswi Undip)

Pemenang Undian Smartfren WOW tahap ke-6 adalah seorang mahasiswi Undip bernama Yashinta Dwi Puspita. Yashinta yang saat ini duduk di semester 8 Fakultas Kesehatan Masyarakat senang sekali saat dihubungi Smartfren jika dirinya berhasil menjadi pemenang hadiah utama berupa rumah senilai Rp 1 Miliar.

“Saya memang ikut undian ini dari tahap ke-5 dengan menukar SmartPoin yang saya miiki dengan kupon undian. Namun dirinya juga tidak menyangka bisa dapat hadiah di tahap selanjutnya.

Ia juga menuturkan, dirinya memang menggunakan Smartfren karena paket internet sangat terjangkau di kantong mahasiswa dan sangat membantunya dalam setiap aktifitasnya sehari-hari serta didukung jaringan yang bagus saat ia belajar . Karena itulah ia memilih menggunakan Smartfren dengan paket unlimited karena harganya relatif terjangkau.

7.  Pemenang Tahap 7, Agus Herdiansyah asal Bandung (Karyawan Swasta)

Agus Herdiansyah Karyawan swasta sebuah koperasi di kota Bandung diumumkan menjadi pemenang program Undian Smartfren WOW pada pertengahan bulan Mei 2020.  Karyawan yang berusia 24 tahun ini baru setahun lalu menggunakan Smartfren dengan alasan  harganya lebih murah, dan karena itulah ia rutin membeli paket kuota Rp100 Ribu. Karena itulah ia pun rajin menukarkan SmartPoin yang dimilikinya dengan kupon undian rumah.

Menurutnya, ia menukarkan seluruh SmartPoin yang dimilikinya dengan kupon undian rumah dan berharap bisa mendapatkan rumah. Alhasil, harapan dan doanya terkabul setelah seminggu lalu, ia ditelpon Smartfren dan dinyatakan sebagai pemenang utama.

8. Pemenang Tahap 8, Suhelman asal Mataram (Konsultan Perencanaan Bangunan)

Ayah dua anak asal Mataram  ini menjadi pemenang Program Undian Smartfren WOW tahap ke-8 atau tahap terakhir. “Saya merasa senang menjadi pemenang undian ini karena mimpi saya untuk bisa memiliki rumah sendiri akhirnya tercapai,” jelas Suhelman.

Pria berusia 35 tahun ini menuturkan jika dirinya sudah tidak memiliki penghasilan akibat wabah Covid-19. Suhelman kehilangan pekerjaannya sebagai konsultan teknik bangunan sejak Maret 2020 dan sejak saat itu ia memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan uang tabungan yang tersisa. Upayanya menukarkan SmartPoin dengan 144 kupon undian akhirnya merubah impiannya memiliki rumah menjadi kenyataan. (Rilis)

Bupati Pamekasan Gagalkan Resepsi Pernikahan Saudaranya demi Cegah Corona

PENAWARTA.COM – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam terpaksa menggagalkan resepsi pernikahan saudaranya, guna mencegah peredaran virus corona sebagaimana instruksi pemerintah pusat.

“Padahal undangan sudah menyebar, dan karena ada kasus ini, undangan yang telah menyebar ke masyarakat itu kita tarik lagi,” kata Baddrut Tamam di Pamekasan, Rabu (25/3/2020).

Bupati mengemukakan hal ini, menanggapi protes sebagian masyarakat di Pamekasan.

Menurut bupati, kepentingan bersama dan orang banyak harus diutamakan. Ia berharap masyarakat tidak hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri, akan tetapi juga orang lain.

Instruksi pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang melibatkan banyak orang adalah untuk kebaikan bersama, agar masyarakat segera bebas dari COVID-19 itu.

“Oleh karena itu, kami mengajak kepada kita semua, untuk patuh pada ikhtiar yang sedang dilakukan pemerintah saat ini, agar kita segera bebas dari ancaman virus corona ini,” katanya.

Sebab, sambung mantan anggota DPRD Jatim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, negara yang cepat berhasil dari virus corona salah satunya yang bisa mengurangi kontak langsung dengan orang lain.

“Caranya dengan berdiam di rumah, tidak melakukan perkumpulan,” ujar Baddrut.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Pamekasan, saat ini warga Pamekasan yang terdata sebagai orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 59 orang, sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 1 orang. (PW-023)

Pengrajin Keris Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih

PENAWARTA.COM – Sejumlah pengrajin keris yang terhimpun dalam Sekretariat Perkerisan Nasional Indonesia (SNKI) Korwil Jawa Timur berharap kepada Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur AA LaNyalla Mahmud Mattalitti agar menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk memberi perhatian lebih kepada para pengrajin keris, khususnya dari kalangan generasi penerus para Mpu Keris Pusaka.

Demikian disampaikan Agung G. Wisnu, Koordinator Wilayah SNKI Jawa Timur ketika bertemu dengan LaNyalla di Surabaya, Minggu (15/3/2020) petang. Dalam pertemuan itu, LaNyalla yang juga dikenal sebagai kolektor keris pusaka itu, sejumah aspirasi disampaikan oleh Korwil SNKI Jatim. Pertemuan yang dihadiri belasan pengurus SNKI itu, juga diikuti oleh KRHT Sukoyo, yang juga dikenal sebagai Kurator Keris senior.

“Ada beberapa aspirasi dari kami, mohon Pak LaNyalla bisa sampaikan ke pemerintah pusat. Terutama agar keris buatan para penerus Mpu, yang merupakan karya seni dan budaya bangsa bisa menjadi cindera mata resmi Indonesia di semua instansi dan lembaga negara, termasuk cindera mata resmi presiden kepada tamu negara. Ini yang menjadi harapan kami,” tukas Agung.

Selain itu, Agung juga berharap digelar pameran keris pusaka dan keris baru dalam skala nasional, yang dimasukkan sebagai agenda tahunan pemerintah Indonesia. Sehingga, lanjutnya, para pengrajin keris, sebagai generasi penerus para Mpu, memiliki medium untuk menampilkan karya mereka. “Perlu juga BNSP segera menerbitkan sertifikasi untuk lima profesi terkait keris. Mulai dari pembuat warangka, pendok, desain keris dan penjamas serta pengrajinnya,” pungkasnya.

Keris Nogo Siluman
Sementara itu, terkait dengan pengembalian keris yang disebut milik Pangeran Diponegoro dari pemerintah Belanda kepada pemerintah Indonesia, Kurator Keris KRHT Sukoyo mengatakan bahwa keris tersebut memang memiliki gelar Nogo Siluman, namun dapurnya adalah Nogo Sosro.

“Jadi memang benar disebut Nogo Siluman. Tetapi itu gelar keris. Karena memang ada pusaka tertentu yang memiliki gelar. Tapi kalau dapurnya, itu Nogo Sosro. Kenapa mendapat gelar? Karena keris tersebut digunakan oleh Pangeran Diponegoro saat perang gerilya di hutan. Dan karena Pangeran Diponegoro sulit ditemukan, maka keris pusakanya mendapat gelar Siluman,” urai pemilik Besalen Sanggar Condro Aji tersebut.

Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, LaNyalla berjanji akan menyampaikan kepada pemerintah tentang pentingnya menjaga warisan lehuhur dan perlunya memastikan generasi penerus pengrajin keris tetap ada dan lestari. Sehingga warisan budaya yang telah mendapat pengakuan dari Unesco pada tahun 2005 tersebut tak hilang ditelan jaman.

LaNyalla yang pada tahun 2003 mendapat gelar Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT) itu juga berjanji akan memotori terwujudnya pameran keris skala nasional yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan resmi pemerintah Indonesia. “Insya Allah saya akan motori, nanti kita cari waktu yang tepat,” ujar kolektor yang menyimpan sekitar 300 keris pusaka tersebut. (PW-012)

Bupati Pamekasan Ajak Komunitas Master Max Perangi Narkoba

PENAWARTA.COM – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengajak komunitas pengendara sepada motor yang tergabung dalam “Master Max Community” ikut aktif mengkampanyekan pencegahan narkoba, karena jenis penyakit sosial tersebut kini kian marak di Pamekasan.

“Melalui acara ini, kami mengajak komunitas ini bisa proaktif ikut mengkampanyekan agar masyarakat menjauhi narkoba. Ayo kita manfaatkan kelompok ini ke hal-hal yang positif,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam acara ulang tahun komunitas itu di halaman Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu (7/3/2020) malam.

Selain persoalan narkoba, hal lain yang juga disampaikan Bupati Baddrut Tamam agar komunitas tersebut bisa memberikan teladan kepada pengendara sepeda motor lainnya dalam hal tertib lalu lintas.

“Master Max Community” ini merupakan salah satu kelompok penggemar touring sepeda motor yang ada di Kabupaten Pamekasan yang banyak melakukan kegiatan sosial di masyarakat. Seperti memberikan santunan kepada warga miskin, pembangunan lembaga pendidikan dan berbagai jenis kegiatan sosial lainnya.

Bupati menyatakan, dirinya sangat berbahagia bisa kenal dengan komunitas tersebut. Selain bisa menambah tali persaudaraan, juga melalui komunitas ini, diharapkan program-program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pamekasan bisa terbantu dan terlaksana dengan baik.

Di samping itu, melalui komunitas ini, juga bisa menjadi media promosi tentang berbagai potensi yang ada di Pamekasan, karena berbagai kegiatan yang digelar selama ini selalu melibatkan dari berbagai daerah lain di luar Madura.

Hadir mendampingi Bupati Pamekasan dalam acara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Totok Hartono, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokoler Sigit Priyono dan sejumlah staf di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Bupati Baddrut Tamam hadir ke acara ini dengan mengendari sepeda motor Yahama NMAX bernomor polisi M 3145 BP dan dijemput oleh anggota komunitas ini ke Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan. Hal itu sekaligus menjadi ajang kampanye tertib lalu lintas bagi masyarakat Pamekasan.

Di komunitas ini, Bupati Baddrut Tamam bahkan menjadi anggota kehormatan.

“Saya bergabung dengan komunitas ini, setelah mas Chairul Umam banyak memaparkan berbagai program kegiatan yang telah dilakukan selama ini, dan menurut saya adalah sejalan dengan komitmen baik Pemkab Pamekasan,” kata bupati.

Sebagaimana menjadi kebiasaan pada berbagai kegiatan sebelumnya, Bupati Pamekasan juga menyerahkan santunan kepada anak yatim, sebagai acara pembuka, lalu dilanjutkan dengan pembacaan shalawat dan diakhiri dengan acara foto bersama dengan anggota komunitas dan undangan utusan dari berbagai daerah. (PW-1)

Smartfren Gelar “Smartfren WOW Fest” berhadiah Rumah dan Mobil

PENAWARTA.COM – Smartfren Gelar “Smartfren WOW Fest” berhadiah Rumah dan Mobil, selain itu akan ada sesi WOW Talks yang merupakan sesi edukasi mengenai beragam hal dengan narasumber Atta Halilintar, Saaih Halilintar, dan juga Kaesang Pangarep.

Pelanggan Smartfren yang akan hadir pada event Smartfren WOW Fest dapat menukar 2000 SmartPoin dengan tiket pertunjukan. Tiket Smartfren WOW Fest dapat diperoleh di kiosTix (ww.kiostix.com), dan dijual seharga Rp200.000,- untuk 1 tiket, Rp 350.000,- untuk 2 tiket, serta Rp650.000,- untuk 4 tiket. Selain itu, tiket Smartfren WOW Fest bisa didapatkan di Galeri Smartfren terdekat dengan membeli produk Smartfren minimal Rp200.000,-

Selain menampilkan jajaran artis nasional, event Smartfren WOW Fest akan diisi berbagai pertunjukkan dan layanan bagi pelanggan Smartfren serta pengunjung acara, antara lain WOW Entertainment, WOW Experience, WOW Talks, WOW Market Place, WOW Engagement, WOW Art, WOW Gallery, WOW Community Corner, WOW VIP, WOW Redemption dan WOW Merchandise. Keseluruhan zona tersebut akan memberikan pengalaman unlimited experience bagi pelanggan Smartfren.

Menurut Regional Brand Activation North East Java Smartfren Ales Shela Hadysara mengatakan jika Smartfren WOW Fest menghadirkan penampilan dan pertunjukkan yang penuh dengan kreativitas anak muda sehingga sangat sesuai dengan segment market Smartfren yang saat ini membidik kaum millennial dan Gen Z.

“Smartfren WOW Fest merupakan salah satu agenda dalam rangkaian mendukung Program Undian Smartfren WOW yang telah berlangsung sejak dua bulan lalu dan juga sebagai sosialisasi kepada pelanggan Smartfren dan masyarakat luas atas hadirnya SmartPoin 2.0 sebagai Loyalty Program berbasis aplikasi mySmartfren,” katanya.

Pengunjung Smartfren WOW Fest dapat mengunjungi berbagai macam stand (booth) yang tersedia di lokasi, antara lain photo poster, WOW sticker, WOW Karaoke, WOW Games, Relaxing area, WOW Talks bersama Atta Halilintar, dan berbagai stand F&B dan non F&B.

Pelanggan Smartfren juga dapat mengikuti WOW Deals dengan menukar SmartPoin yang dimiliki dengan berbagai macam kupon diskon yang disediakan melalui aplikasi mySmartfren serta memiliki kesempatan untuk mendapatkan merchandise khusus dari Smartfren. Jangan lupa menukar SmartPoin kamu dengan merchandise/gimmick kesukaan untuk kemudian didecorate bersama Muklay dan berfoto di Wow Art Zone.

Smartfren WOW Fest akan menjadikan pengalaman pelanggan untuk menikmati berbagai macam penawaran menarik yang disediakan melalui aplikasi MySmartfren. Hanya dengan menukar SmartPoin di aplikasi tersebut, pelanggan dapat menukar SmartPoin dengan paket internet, beragam voucher diskon makanan dan minuman, tiket dan perjalanan serta berkesempatan menukar SmartPoin untuk mengikuti Program Undian Smartfren WOW setiap bulannya dengan nilai hadiah miliaran rupiah. Tidak hanya itu, pelanggan Smartfren juga data mengikuti WOW Deals setiap harinya, cukup dengan menukar/ SmartPoin, pelanggan akan mendapatkan beragam kupon diskon yang sangat menarik. (PENAWARTA.COM)

Lebaran Batik Ala Pemkab Pamekasan

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam di berbagai belahan dunia, setelah selama sebulan mengendalikan hawa nafsu dengan melatih kesabaran, dengan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh di Bulan Ramadhan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Idul Fitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal, setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Secara harfiah, Id, berarti kembali, dan fitri berarti suci. Dengan demikian “Idul Fitri” adalah kembali kepada kesucian, atau kembali kepada lembaran hidup baru.

Oleh karena itu, dianjurkan kepada semua kaum muslimin agar dalam merayakan hari yang suci itu hendaknya, dilakukan dengan cara dan sikap yang lebih baik.

Bagi Pemkab Pamekasan, Hari Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri, tidak hanya sebatas hari raya keagamaan semata, akan tetapi juga banyak terkandung peluang yang bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan, termasuk peluang ekonomi.

Sebab, agama dan ekonomi merupakan dua hal yang saling bersinergi, saling melengkapi, bahkan kesempurnaan dalam menjalankan perintah agama juga bergantung pada tingkat atau kemampuan ekonomi.

“Kadzal fakru anyakuna kufron/kefakiran dekat dengan kekufuran” merupakan hadis pemantik, agar umat Islam senantiasa menjadikan faktor ekonomi sebagai pemacu, dalam menyempurnakan ibadah mereka, di samping pentingnya si kaya peduli pada warga yang belum mampu (miskin).

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menilai, Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum yang tepat untuk membantu masyarakat mempromosikan hasil kerajinan batik tulis warga Pamekasan.

Apalagi, agama menganjurkan agar saat Idul Fitri juga disunnahkan untuk memakai pakaian yang, sebagai implementasi dari upaya untuk kembali kepada kesucian, setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

“Jadi, tidak salah, jika pakaian baru yang digunakan warga Pamekasan ini adalah pakaian yang merupakan hasil produk lokal warga Pamekasan itu sendiri, dalam hal ini adalah batik tulis Pamekasan,” kata Baddrut.

Seruan untuk membantu perajin batik tulis ini bahkan telah dimulai oleh Bupati Pamekasan bersama jajarannya pada saat menggelar acara Safari Ramadhan.

Semua pejabat dinas di lingkungan Pemkab Pamekasan, mulai dari kepala dinas, kepala badan, camat, lurah dan kepala desa diharuskan memakai sarung batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan.

“Kenapa ini kami lakukan, karena satu-satunya pakaian yang merupakan produk lokal warga Pamekasan adalah batik tulis ini. Jadi, memakai sarung batik adalah sama dengan membantu saudara-saudara kita di Kabupaten ini,” kata Baddrut saat acara Safari Ramadhan di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Surat edaran

Anjuran menggunakan pakaian batik tulis baru dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah yang disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ini tidak hanya secara lisan, akan tetapi juga melalui surat edaran (SE).

Dalam surat edaran nomor: 003/169/432.012/2019 tertanggal 27 Mei 2019 tentang Pemakaian Busana Batik Saat Lebaran yang ditujukan kepada kepala dinas, badan, kepala kantor, kepala BMUN/BUMD, serta camat, lurah dan kepala desa di Pamekasan dijelaskan, bahwa hal itu sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan perekonomian, khususnya bagi perajin batik di Kabupaten Pamekasan.

Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memberi contoh, terutama saat acara silaturahim pada tanggal 1 dan 2 Syawal 1440 Hijriah dan saat bersilaturahim dengan sanak famili dan kerabatnya.

“Kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk menyebarkan isi surat edaran kepada warga di wilayah masing-masing, demikian isi surat edaran yang ditanda tangani langsung oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam itu.

Bupati menjelaskan, kebijakan penguatan ekonomi dengan memberdayakan hasil kerajinan masyarakat lokal itu penting, untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

“Ini bisa terjadi, apabila kita cinta pada lokal yang merupakan hasil kerajinan warga setempat. Jadi, ini juga dimaksudkan untuk menanamkan kecintaan pada produk lokal. Sebab, jika masyarakat sudah cinta para produk lokal, maka dampak ekonominya tentu akan lebih baik, karena uang berputar di Pamekasan ini,” kata bupati muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Di samping itu, Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur, yang sebagian warganya memang bergantung pada penghasilan usaha batik tulis. Jumlah perajin batik tulis di kabupaten itu tersebar di 38 sentra batik, dengan 933 unit usaha, dan 6.526 orang yang menggantungkan nasibnya pada usaha kreatif ini.

Nilai ekonomi usaha batik, menurut bupati, menyumbang satu hingga dua persen dalam sektor industri. Nilainya lebih rendah dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 35,66 persen yang menempati posisi pertama. Posisi kedua ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi sebesar 19,61 persen dan kontribusi terbesar ketiga adalah sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 10,12 persen.

Industri batik di Pamekasan juga memiliki kaitan erat dengan beberapa program kerja yang sedang dijalankan bupati, seperti industri kreatif yang menurutnya relevan pada era Industri 4.0, maupun dengan program wirausahawan baru, serta beberapa program lainnya.

Pemkab Pamekasan berupaya mendorong berkembangnya industri batik dengan melakukan pembinaan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan pengembangan alat bantu berupa teknologi, dan upaya memperluas akses pemasaran melalui kegiatan promosi sistemik.

Kebijakan Pemkab Pamekasan untuk menguatkan rasa memiliki dan bangga akan hasil produk lokal para pembatik itu termasuk imbauan semua mobil dinas di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) punya motif batik tulis Pamekasan, sebagai upaya sistemik dan berkesinambungan, disamping berbagai jenis upaya lain yang diharapkan bisa mendorong hidupnya perekonomian masyarakat di sektor usaha kreatif.

Dampak sistemik

Para perajin dan pengusaha batik tulis di Kabupaten Pamekasan mengaku kebijakan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang menyerukan agar pejabatnya memakai busana batik saat Lebaran, memiliki dampak sistemik terhadap penjualan batik tulis.

Sebab, dalam perkembangannya, masyarakat tidak hanya membutuhkan baju dan sarung batik tulis saja, akan tetapi juga pakaian berbahan batik tulis lainnya, seperti songkok batik tulis Pamekasan.

Bahkan, songkok batik tulis Madura, laris di pasaran menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah, sejak Pemkab Pamekasan mengeluarkan surat edaran agar masyarakat merayakan Lebaran dengan busana batik tulis hasil produk warga setempat.

Menurut pedagang songkok batik tulis Madura di Pamekasan Tabri Syaifullah Munir kepada ANTARA di Pamekasan, banyaknya pembeli songkok batik tulis ini, karena kini batik sangat diminati masyarakat.

“Banyaknya warga yang menggunakan songkok batik tulis di Pamekasan ini mungkin karena efek dari kebijakan Bupati Pamekasan,” kata Tabri.

Untuk satu songkok batik tulis, harganya mencapai Rp60.000 untuk berbagai ukuran. “Kalau beli banyak, atau untuk dijual lagi, harganya beda. Harga Rp60.000 ini untuk harga eceran. Harga borongan lain lagi,” kata Tabri kala itu.

Selain warga lokal Madura, pemesanan songkok batik tulis Pamekasan juga banyak dari luar Madura, seperti Surabaya, Malang, Bandung dan Jakarta. Bahkan para TKI asal Pamekasan yang bekerja di Malaysia juga banyak yang memesan songkok batik tulis Pamekasan itu.

Dosen Ilmu ekonomi dari Institute Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan Matnin, M.EI menilai kebijakan ekonomi berbasis kekeluargaan dengan memanfaatkan potensi lokal itu, memang efektif untuk memperkuat ekonomi lokal.

Kendala mendasar mengenai hasil produk selama ini memang pada komitmen. Ada anggapan di masyarakat seolah-olah produk luar lebih baik.

Kebijakan Bupati Pamekasan yang anti arus utama (mainstream) ini, kata mantan Kepala Bidang Komunikasi Umat (KU) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini, merupakan upaya untuk membongkar paradigma lama tentang produk yang berkembang di masyarakat, dan itu luar biasa dalam membuat terobosan baru memajukan perekonomian yang berbasis kerajinan lokal. (Tulisan ini telah dipublikasikan di situs, jatim.antaranews.com, pada 9 Juni 2019)

Berburu Janda di Pulau Garam

PENAWARTA.COM – Pulau Madura, tidak hanya dikenal sebagai pulau garam. Kini pulau yang terdiri dari empat kabupaten dan dikenal dengan sebutan masyarakat agamis ini, juga dikenal sebagai Pulau Janda. Sebutan ini, tentu bukan tanpa alasan, karena di masing-masing kabupaten di pulau ini, terdapat banyak janda.

Data Pengadilan Agama (PA) di empat kabupaten di Pulau Madura menyebutkan, masing-masing kabupaten tidak kurang dari 1.000 janda hingga akhir 2018, sesuai dengan data kasus perceraian yang ditangani pengadilan agama.

Hingga awal Januari 2019, tercatat sebanyak 5.641 wanita Madura di empat kabupaten di Pulau Madura, berstatus janda, sesuai dengan hasil putusan talak di Pengadilan Agama di masing-masing kabupaten di wilayah itu hingga akhir 2018.

Jumlah janda terbanyak di Kabupaten Sumenep, yakni 1.541 orang, sedangkan yang paling sedikit ialah di Kabupaten Sampang, yakni 1.238 orang.

Perinciannya, di Kabupaten Pamekasan sebanyak 1.348 orang, Sumenep sebanyak 1.541 orang, Sampang sebanyak 1.238 orang dan di Kabupaten Bangkalan sebanyak 1.516 orang, sehingga jumlah total janda di Pulau Madura hingga akhir 2018 sebanyak 5.641 orang

Trend Gaya Hidup
Bagi sebagian pemuda dan remaja di pulau ini, status janda, seolah tren dan gaya hidup tersendiri. Sebab, kini, janda tidak lagi menempati kelas nomor 2 setelah perawan, bahkan perbincangan janda di kalangan remaja dan pemuda di pulau ini, menjadi pembincangan yang seru.

Istilah “janda dilawan”, atau “janda semakin di depan” merupakan istilah yang populer, seiring dengan populernya ketertarikan kalangan remaja dan kaula muda di pulau ini kepada perempuan yang telah berpengalaman goyang ranjang ini.

Entah karena opsesi atau karena mereka memang memiliki persepsi tersendiri tentang bagaimana sepak terjang janda dalam masalah percintaan, yang jelas, memperbincangan janda, lebih menarik dibandingkan perawan.

“Perawan atau janda?, Janda aja dech, lebih hot,” kelakar Rudi dalam sebuah kesempatan saat berbincang dengan teman-teman sebayanya sambil bermain game.

Bagi Rudi, menjalin hubungan dengan janda, akan terasa lebih bebas dibanding gadis atau perawan. Selain tidak malu, janda relatif lebih mengerti akan kemauan pacarnya. “Pokoknya terasa lebih lah,” kata Andi, menimpali, pemuda lulusan SMA yang juga mengaku, lebih naksir janda dibanding perawan ini. (PENAWARTA.COM)

Sebanyak 5.641 Wanita Madura Hidup Menjanda

PENAWARTA.COM – Sebanyak 5.641 wanita Madura di empat kabupaten di Pulau Madura, berstatus janda, sesuai dengan hasil putusan talak di Pengadilan Agama di masing-masing kabupaten di wilayah itu hingga akhir 2018.

Jumlah janda terbanyak di Kabupaten Sumenep, yakni 1.541 orang, sedangkan yang paling sedikit ialah di Kabupaten Sampang, yakni 1.238 orang.

Rincian jumlah janda di masing-masing kabupaten di Madura meliputi, Kabupaten Pamekasan sebanyak 1.348 orang, Sumenep sebanyak 1.541 orang, Sampang sebanyak 1.238 orang dan di Kabupaten Bangkalan sebanyak 1.516 orang, sehingga jumlah total janda di Pulau Madura hingga akhir 2018 sebanyak 5.641 orang

Jumlah janda di Madura berdasarkan kasus perceraian yang diputus di Pengadilan Agama di masing-masing kabupaten ini, hanya selama tahun 2018, dan belum termasuk data Januari hingga Mei 2019. (Penawarta.com)