Category: Ekonomi

Bola Volly jadi Olahraga Favorit Anggota Kodim Pamekasan Sebelum Laksanakan Tugas di ruangan

Kompak, sejumlah anggota Kodim Pamekasan sedang bermain

PENAWARTA.COM – Pamekasan, Pandemi virus covid 19 saat ini masih sedang mewabah di negeri Indonesia, namun untuk terhindar dari penularan virus tersebut, harus selalu menjaga imun tubuh kita dan menjaga pola makan dalam hidup sehari-hari.

“Oleh karena itu, untuk menjaga imun tubuh agar selalu sehat,kodim pamekasan menerapakan kegiatan olahraga pagi yang dilaksanakan setelah pelaksanaan apel pagi,” jelasnya.

Diantara olahraga yang dilakukan sering dilaksanakan di lingkungan makodim, Volly adalah olahraga yang paling digemari oleh prajurit Kodim 0826/Pamekasan, Senin (07/09/2020).

Pelda Irwan yang jabatan kesehariannya sebagai Batiniksan Kodim 0826/Pamekasan mengatakan, volly adalah olahraga yang merakyat.

“Diantara kita yang maen memang tidak ada yang profesional,cuma kita sangat menikmati selama permainan,” ucapnya.

“Ini juga sebagai wujud refresing kita sebelum melaksanakan kegiatan di dalam staff masing-masing,pagi juga waktu yang sangat tepat untuk mengeluarkan keringat.” tambahnya.

Adapun olahraga yang biasa dilakukan oleh seluruh anggota untuk mencari keringat dilingkungan Makodim 0826/pamekasan selain bola volly yakni tenis meja dan futsal. (PW3/TNI)

Posramil Kadur bersama Forpimka, Persit, Bhayangkari dan PKK lakukan Gebrak Masker di Pasar

Penawarta.com – Pamekasan, Personil TNI dari Posramil 0826/12 Kadur bersama Persit, Forpimka Kadur beserta Ibu-Ibu PKK dan Bhayangkari Polsek Kadur melakukan Gebrak Masker di Pasar Kadur Kabupetan Pamekasan, Jawa Timur. Rabu (02/09/2020)

Dalam kegiatan itu Tim Gabungan itu membagikan Masker gratis kepada pengunjung pasar dan pengguna jalan sebanyak 400 Masker.

Danpos Kadur Serma Suaedi mengatakan kegiatan Gebrak Masker bersama itu merupakan upaya mencegah penularan Covid-19.

Hal ini juga merupakan sinergitas Forpimka Kadur beserta para Ibu-ibu nya dalam melakukan pengabdian diwilayah kecamatan Kadur.

Ia juga berharap agar Masker yang sudah dibagikan wajib digunakan karena Masker itu merupakan upaya pelindung agar tidak terkontaminasi Virus Covid-19 dan virus-virus lainnya. (PW3)

Koramil 0826/04 Galis bersama petugas gabungan himbau pedagang pasar pakai masker

PENAWARTA.COM – Pamekasan, Memasuki fase New Normal Koramil Galis bersama Polsek Galis dan Pemerintah Kecamatan Galis aktif melakukan patroli di pusat-pusat keramaian.

Kali ini petugas gabungan itu melakukan Pengamanan dan Sosialisasi Protokol Kesehatan kepada pedagang dan pengunjung pasar Galis, Sabtu (20/06/2020).

Kapten Inf Bambang Danramil 0826/04 Galis mengatakan kegiatan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Hal ini sangat diperlukan agar masyarakat tidak menganggap bahwa wabah ini sudah berakhir, padahal sesuai data dari Dinkes Pamekasan hampir setiap hari ada pasien tambahan baru positif,” jelasnya.

“gunakan masker apabila bepergian terutama ditempat-tempat keramaian,” ajaknya.

Traffic Layanan Data Smartfren Naik 10 Persen Selama Ramadan dan Lebaran

PENAWARTA.COM – Meski perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya, dimana pemerintah tengah menerapkan PSBB untuk menangkal penyebaran Covid-19, Smartfren mencatatkan kenaikan traffic data 10% selama Ramadan dan Idul Fitri 2020. Kenaikan layanan data ini terjadi dari bulan April ke Mei 2020.

“Seperti yang sudah kami perhitungkan sebelumnya, dalam kondisi pandemik dan adanya PSBB yang membatasi mobilitas masyarakat untuk mudik saat Idul Fitri. Pertumbuhan layanan data Smartfren di bulan Mei tetap stabil dan merata di berbagai area. Kenaikan trafiknya konsisten mencapai lebih 10% jika dibandingkan bulan April. Hampir sama seperti sejak diberlakukannya WFH pada bulan Maret lalu,” ujar Ales Shella Hadysara, Regional Brand Activation Smartfren di Pamekasan, Selasa (9/5/2020).

Jika pada lebaran-lebaran sebelumnya ada penambahan kenaikan trafik di daerah akibat dari mobilitas pelanggan Smartfren yang mudik. Lebaran kali ini persebaran kenaikannya relatif stabil karena penerapan kebijakan PSBB dari pemerintah untuk tidak melakukan mudik di lebaran tahun ini. Hal ini mengakibatkan kualitas jaringan Smartfren tetap terjaga dan tetap optimal di seluruh area layanan.

Munir menambahkan, kenaikan traffic data Smartfren disebabkan semakin maraknya penggunaan aktifitas masyarakat secara online di segala bidang yang didukung dengan disediakannya paket kouta data SF yang sesuai dengan kebutuhan dan terjangkau. Seperti diketahui dari bulan Maret hingga Mei 2020, Smartfren merilis produk baru seperti Kartu Perdana 1ON+ (ion plus) dan denominasi baru Paket Unlimited.

Tetap Jalankan Protokol Kesehatan
Menghadapi kondisi new normal, dimana sebagian masyarakat mulai beraktivitas kembali, Smartfren akan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi para pegawai, terutama petugas yang berhubungan langsung dengan konsumen.

Beberapa protokol kesehatan yang diterapkan di Galeri Smartfren dalam melayani dan melakukan kontak dengan konsumen, antara lain:

  1. Petugas layanan konsumen dan konsumen wajib menggunakan masker
  2. Melakukan pengecekan suhu tubuh
  3. Menyediakan hand sanitizer untuk mencuci tangan
  4. Penerapan jaga jarak dalam dalam melayani dan tempat antrian konsumen
  5. Penambahan sekat pembatas untuk counter layanan dan pembayaran

Beberapa hari lalu, Galeri Smartfren di Paragon Mall Semarang dikunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang melakukan sidak di beberapa fasilitas yang melakukan kontak langsung dengan masyarakat. Gubernur Jawa Tengah tersebut sempat menanyakan fasilitas apa saja yang sudah disiapkan Galeri Smartfren untuk melindungi konsumen dari penyebaran Covid-19. Sidak yang dilakukan Ganjar Pranowo ke Galeri Smartfren dapat dilihat di akun Instagram: lifeatsmartfren.

Tentang PT Smartfren Telecom Tbk.
PT Smartfren Telecom Tbk (IDX:FREN) merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Indonesia. Pada tahun 2015, Smartfren berinovasi dengan meluncurkan layanan 4G LTE Advanced komersial pertama di Indonesia, dan di awal tahun 2016, Smartfren kembali mencetak sejarah sebagai perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia yang menyediakan layanan Voice overLTE (VoLTE) secara komersial.

Pada tahun 2017, Smartfren mengukuhkan posisinya sebagai penyedia layanan operator telekomunikasi terdepan dalam menghadirkan layanan telekomunikasi berbasis 4G dan menjadikan Smartfren sebagai satu-satunya operator yang beroperasi di jaringan 4G sepenuhnya. Dengan wilayah cakupan jaringan yang luas, melalui sekitar 31.000 BTS 4G yang tersebar di 200 kota di seluruh Indonesia, Smartfren telah didaulat menjadi official telco partner untuk brand-brand smartphone global ternama, seperti iPhone (Apple) dan Samsung. Pada tahun 2019, Smartfren sukses melaksanakan uji coba 5G yang dilaksanakan di Jakarta dan di tahun ini juga, Smartfren menjadi operator pertama di Indonesia yang menghadirkan inovasi eSIM. Dengan adanya inovasi eSIM, Smartfren memberikan keuntungan kepada pelanggannya untuk mengakses jaringan Smartfren ke perangkat komunikasinya tanpa menggunakan kartu SIM fisik. eSIM menyimpan nomor telepon, paket berlangganan, konfigurasi jaringan yang membuat perangkat anda dapat terhubung ke Smartfren

Untuk paket layanan internet, Smartfren saat ini mengukuhkan diri sebagai operator telekomunikasi yang memberikan beragam kartu perdana, dan layanan paket internet, mulai dari Paket Smartfren Super4G Unlimited dan Paket Super4G Kuota. Pada tahun 2020, Smartfren merilis Kartu Perdana dan paket internet Smartfren 1ON+. Selain menawarkan beragam produk serta layanan data dan suara, Smartfren juga meyediakan solusi bisnis korporasi, untuk solusi bisnis bagi lembaga dan korporasi di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.smartfren.com. (Rilis)

Hamas Minta Pemkab Pamekasan Jamin Ketersediaan Sembako selama Ramadhan

PENAWARTA.COM – Anggota DPRD dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pamekasan Haji Maskur Rasyid meminta pemkab menjamin ketersediaan kebutuhan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah di tengah pandemi virus corona (COVID-19) kali ini.

“Selain ketersediaan kebutuhan bahan pokok, yang juga tidak kalah pentingnya adalah harga kebutuhan bahan pokok yang murah dan terjangkau,” kata “Hamas” sapaan karib Haji Maskur Rasyid itu di sela-sela acara aksi bagi-bagi masker dan cuci tangan yang digelar DPC PPP di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Selasa (22/4/2020).

Hamas menyatakan, pandemi corona yang terjadi selama ini telah menyebabkan daya beli masyarakat berkurang dan pada akhirnya menyebabkan perekonomian memburuk.

Warga miskin dan kurang mampu yang tidak mempunyai penghasilan tetap, seperti tukang becak, pekerja transportasi daring dan sopir angkutan umum, sangat merasakan dampak COVID-19 ini.

Apalagi, sebenar lagi umat Islam akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan, dimana tingkat konsumsi untuk mempersiapkan ibadah wajib itu biasanya cenderung meningkat.

“Maka dari itu, ketersediaan kebutuhan bahan pokok benar-benar harus dikawal oleh Pemkab Pamekasan, termasuk berupaya untuk mengendalikan harga,” kata Hamas.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan ini lebih lanjut menjelaskan, pemerintah sebenarnya telah mengumumkan untuk memberikan bantuan sosial kepada warga miskin dan kurang mampu terdampak COVID-19 melalui bantuan langsung tunai (BLT).

Program yang pernah direalisasikan pemerintah sepuluh tahun lalu ini, sebagai upaya untuk menekan efek sosial dan menekan angka kemiskinan di masyarakat, dinilai tepat.

“Tetapi program baik ini juga harus diikuti dengan upaya yang terukur juga, yakni melalui pendataan yang akurat bagi calon penerima bantuan,” katanya.

Oleh karenanya, Hamas meminta agar pendataan calon penerima bantuan akurat, sehingga program baik pemerintah pusat pada warga miskin dan kurang mampu terdampak COVID-19 benar-benar tepat sasaran.

Penasihat Komunitas Kedai Baca Sebelas 12 Pamekasan ini lebih lanjut menyatakan, jika keduanya bisa dilakukan sekaligus, yakni bantuan tepat sasaran dan harga sembako selama Ramadhan hingga Idul Fitri tetap terkendali, maka masyarakat tidak akan merasa kesulitan dan tidak akan terlalu merasakan dampak COVID-19. (PW-216)

Japnas Jatim Siap Dukung Program Desa Tematik Pemkab Pamekasan

PENAWARTA.COM – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Timur mengaku tertarik dengan upaya pengembangan ekonomi Pemkab Pamekasan melalui program desa tematik dan institusi ini mengaku siap membantu mensukseskan program itu.

“Japnas Jatim siap membantu Pemkab Pamekasan,” kata Wakil Ketua Umum Totok Sugiharto kepada wartawan di Pamekasan, Senin (9/3/2020).

Japnas Jatim menurutnya siap membantu mengkomunikasikan dan mendatang investor ke Pamekasan dengan catatan Pamekasan harus mampu menciptakan destinasi investasi baru yang menarik dan layak jual.

Upaya yang bisa dilakukan pemkab menurutnya dengan mendorong semangat kaum muda, untuk terus berkreasi dan berinovasi di bidang bisnis.

Pemuda Pamekasan, kata dia, haris dirangkul dan diajak berpikir agar bonus demografi yang sudah berjalan saat ini mampu dijadikan penggerak utama dalam melahirkan ide-ide bisnis kreatif lainnya sesuai dengan potensi yang ada di Pamekasan.

“Kalau perlu pola ‘one village one produck’ harus bisa diciptakan, sehingga dengan demikian, basis ekonomi desa terus semakin menguat,” katanya.

Mantan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jatim ini lebih lanjut menjelaskan, yang perlu upaya serius Pemkab Pamekasan ke depan dalam berupaya mensukseskan program spektakuler “desa tematik” itu adalah mampu melahirkan produk unggulan terutama hasil pertanian.

“Hasil pertanian tersebut nanti harus mampu menjadi komoditi yang mampu menembus pasar ritel modern melalui proses packaging yang bagus,” kata Totok.

Selain itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti AUMM (Aneka Usaha Mekkasen Makmur) bisa menjadi penggerak berbagai usaha di tingkat desa, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Peran lembaga peneliti, seperti Badan Riset Daerah harus dioptimalkan dalam upaya mengembangkan usaha masyarakat di bidang pertanian.

“Jadi, penelitian yang teliti tentang struktur tanah yang cocok dengan tanaman apa dan yang menghasilkan panen melimpah setiap musimnya perlu, sehingga tidak ada lagi sikap latah ketika musim jagung tanam jagung akibatnya harga komoditi tersebut murah dan tidak mampu bersaing di level regional maupun nasional,” katanya.

Selain itu, akses jalan dan sarana prasana penunjang pertanian di semua lini juga harus memadai sehingga mempermudah para petani memperoleh bibit dan mengolahnya.

“Baru setelah itu produk hasil pertanian yang sudah siap menembus pasar retail modern di kapitalisasi melalui holding BUMDes, nasional dan market place pasar online agar semua daerah tahu bahwa Pamekasan memiliki banyak produk unggulan yang bagus dan diminati daerah lain baik dalam negeri maupun diluar negeri,” ujar Totok.

Ia lebih lanjut menjelaskan, bahwa Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jatim siap membantu dan bekerjasama dengan Pemkab Pamekasan dalam upaya memfasilitasi pasarnya melalui media sinergi bisnis yaitu ‘bussines matching’ yang setiap tahun rutin diselenggarakan.

“Pada tanggal 25 Januari 2020 kemarin Japnas Jatim telah melaksanakan itu, dan mampu menghasilkan MoU dengan nilai sebesar Rp152 miliar,” kata Totok.

Selain itu, kegiatan kompetisi bisnis kreatif juga sering dilakukan oleh Pemkab dengan melibatkan anak muda untuk merangsang motivasi dan kreasi bisnis.

“Termasuk bagaimana pemuda bisa mengawal Perpres Nomor: 80 Tahun 2019 di Pamekasan khususnya dan Madura pada umumnya,” ujar Totok.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebelumnya dalam acara seminar pemuda menyatakan, pilihan desa tematik itu, karena ia ingin agar pertumbuhan ekonomi dari desa.

“Program ini sebenarnya antitesa dari program ‘one village one produck’ yang pernah digagas salah satu gubernur di China,” katanya, menjelaskan. (PW-216).

Pamekasan Dorong Pemberdayaan Ekonomi Melalui PKPM

PENAWARTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai desa dan kelurahan di wilayah itu melalui pembentukan Pusat Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM).

“PKPM ini merupakan induk atau tempat berkordinasinya lembaga-lembaga di kelurahan/desa yang akan digerakkan untuk menuju kemajuan ekonomi dan pembangunan dimulai dari kelurahan dan desa,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam acara peluncuran PKPM Kelurangan Kangenan, Senin (24/2/2020).

Pada acara peresmian ini, sejumlah usaha kuliner yang dikembangkan oleh masyarakat, antara lain Campur Lorjuk, Rujak Cingur, Pecong Ketan, Rap Orap Lontong dan kuliner khas Pamekasan lainnya dipamerkan di lokasi acara.

Pihak kelurahan sengaja mendatangkan penjual kuliner khas di kelurahan itu, untuk membangkitkan semangat mereka menekuni usahanya sebagai bagian dari potensi lokal yang harus dilestarikan.

Dalam pengarahannya Bupati Badrut Tamam mengugkapkan bahwa tidak ada pertumbuhan ekonomi tanpa adanya produk-produk yang dibuat sendiri di Pamekasan.

Karena itu, sambung bupati muda ini, untuk membangun pertumbuhan masyarakat harus dilatih memiliki keahlian baru, lalu dibantu alat, dibantu permodalan, baru setelah itu dibantu pemasaran.

Kini, kata dia, ada empat langkah yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk menguatkan ekonomi. Antara lain melatih 2.500 orang untuk dilatih kewirausahaan, sehingga pada akhirnya bisa menjadi pengusaha baru di Pamekasan.

Ribuan pemuda calon pengusaha itu dikirim langsung berlatih bagaimana caranya membuka usaha baru misalnya bikin sandal, sepatu, bagaimana buat mengemas barang jadi menarik dan lainnya.

“Setelah itu alatnya akan di bantu oleh Himbara (Himpunan Bank Negara) akan membantu kita setelah punya skill dan alat, ini butuh modal. Kita pertama di Indonesia yang akan memberi pinjamna bagi yang sudah dilatih mendapatkan alat hanya bunganya 1 persen. Ini yang disebut revolusi IKM. Akan kita lakukan,” katanya, menjelaskan.

“Jaminannya apa? Pemkab sedang merancang jaminan melalui tes khusus, orang ini jujur apa nggak. Ini orang berkompeten apa nggak, ini orang mau kerja bener apa ngak. Hanya dengan sertifikat itu menjadi jaminan ke bank, baru dapat pinjaman 1 persen, tapi kita pantau terus bekerja atau tidak. Ini adalah cara radikal yang akan segera dilakukan,” katanya, menambahkan.

Sementara itu, Ketua PKPK Kelurahan Kangenan Agus Hariyanto menjelaskan, PKPM Kelurahan Kangenan adalah salah satu kiat untuk menjadikan Kangenan sebagai kelurahan tematik guna mensukseskan program Pamekasan dalam membangun dan memajukan ekonomi daerah melalui desa dan kelurahan.

“Jadi, ini merupakan mimpi kami bapak bupati untuk merealisasikan program desa dan kelurahan tematik yang diprogramkan Pemkab Pamekasan. Mohon dukungan dan pembinananya agar kami bisa bekerjka dengan baik dan bisa memberdayakan kehidupan masyarakat di Kelurahan ini,” kata Agus.

Di PKPM ini, kata Agus, berkumpul dan berkordinasi sejumlah organisasi atau kelembagaan yang sebelumnya memang ada, baik BKM, Forum RT/RW, Karang Taruna, Gabungan Kelompok Tani dan lain sebagainya.

Di PKPM mereka berdikusi dan membuat program untuk memajukan kelurahan, termasuk memajukan ekonomi mikro hasil kerajinan warga. (PW-12).

Desa Bojong Kulur Bogor Jadi Inspirasi Kades di Madura Ngaji soal Kesejahteraan

PENAWARTA.COM – Banyak desa yang bisa menjadi inspirasi bagi Kepala Desa (Kades) di Madura. Terutama dalam mengelola BUMdes agar desanya bisa memperoleh Pendapatan Asli Desa (PADes). Salah satu desa yang bisa menjadi inspirasi tersebut yaitu Desa Bojong Kulur, Bogor, Jawa Barat.

Desa tersebut mampu mengelola BUMdes dengan baik. Dari Bumdes tersebut setiap tahun desa Bojong memperoleh Pandapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 800 juta.

“Potensi unggulannya sewa kios pasar desa. Bumdes Mengelola pasar desa sekitar 300 kios dan juga mengelola PKL lebih 400 outlet PKL,” kata Taqi selaku KAUR Perencanaan Desa Bojong Bogor saat menjadi pembicara dalam materi ngaji kesejahteraan desa.

Rata-rata, masing-masing pedagang dikenakan retribusi sekitar Rp 2 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 25 ribu dalam setiap harinya. Besaran retribusi tersebut tergantung pada besaran usaha pedagang.

“Desa kami masuk sebagai indeks tetitinggi urutan ke enam di Indonesia,” terangnya di Pekan Ngaji 5 Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba).

Sementara itu, Kades Waru Abdus Salam Ramli menjelaskan di Madura memamg masih sedikit desa yang mengeloka Bumdes. Hal tersebut juga tidak lepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya BUMdes.

“Kalau masyakat menilai Bumdes tidak begitu penting. Mereka menilai kades yang hebat apabila mampu memperbaiki jalan itu saja,” terangnya.

Padahal menurutnya, keberadaan BUMdes sangat penting dalam meningkatkan perekonomian desa. “BUMdes ini sangat penting dalam meringankan beban masyarakat, bukan menanggung beban masyarakat,” tukasnya didampingi Moh Mukri selaku Kades Bajang, Pakong yang menjadi moderator pada kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kepala desa di Madura. Selain itu juga diikuti oleh santri, alumni dan masyarakat umum. (*)

Produk Garam Madura Melimpah

PENAWARTA.COM – Sedikitnya 161.665 ton garam hasil produksi petani garam di musim produksi 2019 tidak tertampung di gudang penyimpanan garam di Pulau Madura, Jawa Timur akibat produksi melimpah.

“Selain itu, kapasitas tampung gudang yang dimiliki PT Garam di Madura ini juga terbatas,” kata Kasi Gudang Pegaraman II PT Garam Madura Gatot Setiawan Jumat (10/1/2020).

Ia menjelaskan, daya tampung gudang penyimpanan garam milik PT Garam hanya untuk kapasitas garam sebanyak 445.650 ton. Sedang hasil produksi garam petani mencapai 454.500 ton.

Selain itu, PT Garam juga melakukan penyerapan garam rakyat sebanyak 152.804 ton, sehingga jumlah total stok garam mencapai 607.304 ton.

“Karena daya tampung gudang penyimpanan garam yang kita miliki hanya 445.650 ton saja, maka secara otomatis sebanyak 161.665 ton sisanya tidak tertampung di gudang penyimpanan garam,” kata Gatot.

PT Garam, sambung dia, terpaksa menggunakan gudang terbuka (Gudang Olo) untuk menampung stok garam tersebut.

Hanya saja, gudang tersebut hanya bisa digunakan dalam batas waktu satu tahun.

Menurut Gatot, banyaknya stok garam yang terpaksa harus ditampung di gudang penyimpanan garam milik PT Garam ini, karena garam hasil produksi 2019 tidak terserap, akibat harga garam sangat rendah.

“Saat ini, harga garam hanya dalam kisaran Rp200 per kilogram, sehingga PT Garam memilih untuk menangguhkan penjualan, dan menunggu hingga harga jual garam kembali normal,” kata Gatot.

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi saat berkunjung ke gudang penyimpanan garam di perusahaan milik negara itu, Kamis (9/1) menjelaskan, anjloknya harga kali ini, akibat impor.

“Maka dari itu, perlu adanya revisi dari ketentuan yang mengatur tentang Perlindungan Pemberdayaan Nelayan, Budidaya Ikan dan Petambak Garam untuk mengendalikan impor garam, agar harga jual garam rakyat nantinya tetap berpihak kepada kepentingan petani garam,” kata “Awiek” sapaan karib Achmad Baidowi ini. (PW-002)