Tiga Cara Bupati Baddrut agar Pamekasan segera Bebas Covid 19

Tiga Cara Bupati Baddrut agar Pamekasan segera Bebas Covid 19

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bersama Kapolres AKBP Rogib Triyanto saat meninjau vaksinasi siswa di salah satu sekolah SMAN Pamekasan

PENAWARTA.COM – Pamekasan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus melakukan langkah-langkah kongkrit untuk memperluas angka vaksinasi covid-19 di daerahnya agar tercipta Herd Immunity (kekebalan kelompok).

Langkah kongkrit itu salah satunya dengan membentuk masjid tangguh bencana (Mastana), pesantren tangguh bencana (Santana), pasar tangguh bencana (Pastana), pedagang kaki lima tangguh bencana (Gangtana), hingga komunitas tangguh bencana (muntana) yang dilengkapi dengan program vaksinasi didalamnya.

Setidaknya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam memberikan tiga cara kepada masyarakat agar wabah Covid-19 segera hilang dari muka bumi. Termasuk di bumi Gerbang Salam.

Vaksinasi

Mas Tamam sapaan akrab Bupati Pamekasan ini mengatakan, tim Satgas gencar melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19 yang telah membuat tingkat kesehatan masyarakat menurun dan perekonomian Indonesia lesu.

“Edukasi itu dilakukan melalui sosialisasi masif antar semua stakeholders hingga tingkat desa. Meskipun ada pihak tertentu yang tidak mempercayai adanya covid-19 lantaran telah termakan berita bohong atau fitnah,” kata Tamam.

Menurutnya, dampak adanya berita hoax tersebut membuat seseorang ragu, tidak percaya, bahkan menolak atas informasi benar yang disampaikan pemerintah. Bahkan, adanya vaksinasi yang dilakukan pemerintah untuk membuat herd immunity masyarakat tak luput dari serangan fitnah yang masif di media sosial.

Untuk itu, lanjut Bupati Baddrut Tamam, masyarakat tak perlu khawatir untuk dilakukan vaksinasi, sebab vaksin itu telah lulus uji laboratorium dari BPOM serta memperoleh label halal dari MUI.

Bupati muda ini menerangkan, ada tiga cara yang dapat dilakukan masyarakat agar tingkat kesehatan meningkat dan ekonomi masyarakat bangkit kembali. Sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti semula.

Patuhi Protokol Kesehatan

Selain vaksinasi, orang nomor satu di bumi Gerbang Salam ini juga mengajak masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Diantaranya, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Hal itu menjadi syarat agar warganya tidak mudah terjangkit wabah pandemi yang kini belum berlalu dari Indonesia.

“Kuncinya agar segera reborn ekonomi kita, agar segera bangkit kemakmuran dan kesejahteraan kita, maka ayo vaksin, ikuti protokol kesehatan dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT. Itu kuncinya,” terangnya.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini menegaskan, masyarakat harus menyadari tentang pentingnya vaksin dan protokol kesehatan. Tidak perlu berdebat tanpa pengetahuan yang jelas.

“Kalau debatnya panjang, tidak vaksin, protokol kesehatan dan tidak berdoa, tidak dapat apa-apa. Sementara ekonomi dan pandemi ini bertolak belakang, pandemi menghendaki berjarak, ekonomi menghendaki berdekatan. Makanya kalau ingin ekonomi kita bangkit kembali, vaksin, prokes dan bedoa,” ajak dia.

Berdo’a

Menurut Mas Tamam, meski sudah divaksin, masyarakat juga tidak boleh abai dengan protokol kesehatan, namun tidak pula melupakan doa. Sebab, do’a adalah kekuatan terbesar yang dapat meningkatkan ketaatan dan kepatuhan. Baik yang sifatnya dengan manusia maupun yang berhubungan langsung dengan Allah.

“Ibarat usaha, tanpa doa itu namanya sombong, sebaliknya, do’a tanpa usaha itu juga omong kosong, artinya harus bersinergi satu sama lain. Upaya melalui Vaksinasi jalan, Prokes jalan, do’anya juga jalan. Sehingga, kita juga memperoleh pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT,” ujarnya.

Sementara, Ketua Suporter Taretan Dhibi Pamekasan, Sutrisno mengungkapkan, pihaknya siap mendukung program vaksinasi untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di tengah-tengah masyarakat demi menjaga kesehatan bersama.

“Kami akan bersinergi dengan Pemkab Pamekasan, tidak hanya soal di stadion. Taretan Dhibi ini lahir di Pamekasan, maka kami siap mengabdi untuk Pamekasan,” katanya, Sabtu (09/10/2021).

Dia mengungkapkan, pihaknya siap memberikan pemahaman kepada para suporter dan masyarakat umum tentang pentingnya vaksin covid-19 untuk membentuk kekebalan tubuh. Apalagi, suporter yang nota bene berkerumun saat pertandingan sepak bola.

Dikatakan, pihaknya juga siap melaksanakan regulasi, apabila suporter diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin covid-19 sebagai syarat menonton sepak bola.

“Terimakasih kepada bapak bupati yang telah menfasilitasi kami melakukan vaksinasi dan pelaksanaan prokes ini,” tandasnya.

Sementara itu, Pembina Suporter Taretan Dhibi , Ziaul Haq juga menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Pamekasan telah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya prokes dan vaksinasi covid-19. Sebab, covid-19 menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, walaupun masih ada yang tidak mempercayainya.

“Kami berharap kedepan Pamekasan sehat, hebat, Pamekasan tangguh sesuai harapan bersama,” harapnya. (Arifin/PW03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *