Vaksinasi COVID-19 di Pondok Pesantren terus Berlanjut

Vaksinasi COVID-19 di Pondok Pesantren terus Berlanjut

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN – Vaksinasi COVID-19 dengan sasaran sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus berlanjut sebagai upaya untuk memperluas cakupan kepada masyarakat di Kabupaten Pamekasan.

Sebagian kiai pengasuh pondok pesantren yang menjadi sasaran vaksinasi tersebut bahkan memberi contoh kepada para santrinya dengan memberikan contoh secara langsung, seperti pada acara um saat peresmian pesantren tangguh bencana (santana), Kamis (30/9/2021).

Dua kiai tersebut masing-masing pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Karang Manggis Desa Rombuh Kecamatan Palengaan, RKH. Mohammad Qoyyim Hamzah dan pengasuh ponpes Sumber Sari Desa Rek Kerek Kecamatan Palengaan, KH. Badrus Sholeh Holil. Kedua pengasuh itu rela melakukan vaksin di muka umum untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin.

“Saya sangat terharu, RKH. Mohammad Qoyyim Hamzah yang sudah divaksin, vaksin berikutnya barusan minta disaksikan di atas panggung dan kita (forkopimda, red) ada di belakang beliau untuk menyaksikan,” kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat memberikan sambutan di Ponpes Sumber Sari.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menerangkan, masyarakat harus sadar tentang pentingnya vaksin sebagai ikhtiar memutus penyebaran covid-19. Apalagi, para ulama dan pengasuh pesantren telah memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

“Tujuannya adalah biar masyarakat yakin bahwa vaksin ini aman dan halal serta membangun herd immunity atau kekebalan dalam tubuh kita masing-masing,” tandasnya.

Dikatakan, pandemi covid-19 berdampak besar terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat lantaran wabah ini tidak menginginkan manusia berinteraksi secara langsung. Karena penularan covid-19 bisa terjadi melalui mulut, hidung dan mata. Sementara manusia hakikatnya harus berinteraksi secara langsung.

“Setelah vaksin masif, dan masyarakat mau divaksin ekonomi kita akan bangkit. Sehingga kehidupan normal baru akan berjalan,” terangnya.

Dia berharap, masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara sungguh-sungguh untuk melindungi diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar, serta para pengasuh pesantren agar terhindar dari covid-19.

“Setelah melalui jalur santana atau prokes harapan kita terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan istighosah dan ibadah-ibadah yang lain serta berdoa mudah-mudahan corona segera hengkang dari Pamekasan, Indonesia dan dunia,” harapnya. (PW1/ Pamekasan Hebat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *