Sambil Berbagi, Pengusaha Sukses asal Pamekasan ini Motivasi Pelajar SD dengan Uji Kuis Daerah

Sambil Berbagi, Pengusaha Sukses asal Pamekasan ini Motivasi Pelajar SD dengan Uji Kuis Daerah

PENAWARTA.COM, Pamekasan – Siapa yang tak mengenal Subaidi, sosok pengusaha muda yang sukses merintis usahanya ke belahan dunia. Ia adalah putra daerah kabupaten Pamekasan, tepatnya, ia lahir di Bujur Tengah kecamatan Batumarmar kabupaten berslogan Gerbang Salam.

Pria yang kini menjadi direktur utama PT Sentral Selular Indonesia (SSI) sekaligus CEO CCMart (supermarket) tersebut, selalu memberikan banyak kejutan. Mulai dari bantuan sosial, peduli anak yatim piatu, kaum duafa, janda sebatang kara, peduli UMKM, ekonomi hingga pendidikan pondok pesantren, Subaidi selalu hadir ditengah-tengah mereka untuk memberikan bantuan, semangat, motivasi dan etos kerja yang luar biasa.

Bahkan, beberapa bulan terakhir, pria asal Pantura itu membangun rumah khusus salah satu anak yatim piatu di wilayah itu.

Terbaru, pria 39 tahun itu secara spontan ditengah perjalanan menuju kota Pamekasan, tiba-tiba berhenti menghampiri pelajar di salah satu SDN yang berada di kecamatan Waru.

Dalam video berdurasi 1.31 menit dan 1.11 menit itu, terlihat Subaidi memberikan jajanan gratis kepada siswa. Namun, sebelum membelikan Jajanan anak kepada ibu-ibu yang jualan di sekolah tersebut, ia memberikan kuis daerah berhadiah, bagi yang mampu menjawab dengan benar, maka akan memperolehnya uang saku (jajan).

Berikut cuplikan video itu.
Subaidi membuka percakapannya dengan siswa/i dengan pertanyaan, “di Pamekasan ada berapa desa..?,” katanya.

Sontak semua siswa yang berbondong-bondong itu langsung mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan Subaidi. Namun, belum ada jawaban yang benar.

Ia juga menyampaikan, bahwa siapa yang mampu menjawab dengan benar akan dikasih hadiah.

Pertanyaan berikutnya, “Siapa nama Bupati Pamekasan,” lanjut dia.

Semua siswa berusaha menjawab dengan benar. “Satu, dua, tiga, empat, lima,” kata dia memberikan waktu. Namun jawaban pertama masih salah, setelah diberi kesempatan lagi yang kedua kalinya, salah satu siswa langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan benar.

“Sekali lagi, pasti bisa ya, yang siswi bisa ya, ayo jawab lagi, Siapa nama Bupati Pamekasan,” kata Subaidi menambahkan pertanyaan kedua kalinya.

“Saya pak, saya pak. Baddrut Tamam,” kata siswa itu, sebagian siswa lainnya bersorak gembira.

“Oke benar,” kata Subaidi menimpali sembari tersenyum memberikan hadiah uang saku kepada siswa tersebut.

Pertanyaan ketiga, Subaidi kembali memberikan kesempatan kepada siswa siswi yang terlihat gembira ria menunggu.

“Rukun Islam ada berapa,” ucapnya.

“Saya pak, saya bapak, ada lima,” jawab mereka dengan kompak.

Usai memberikan pertanyaan, terlihat Subaidi membeli jajanan dengan cara siswa siswi memilih jajanan sesuai dengan kesukaan masing-masing. Para siswa langsung berebut untuk memilih jajanan di tempat jualan khusus jajanan anak-anak sekolah yang ada di lingkungan setempat.

Dikonfirmasi secara terpisah, Dirut PT SSI tersebut membenarkan.

“Iya benar itu kemarin (Jum’at, 24 September 2021) di salah SDN Waru, sebelum masuk kelas, saya bagi-bagi serta menguji mental anak-anak dengan kuis daerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, mantan TKI tersebut juga menguji wawasan para siswa tentang pengetahuan dunia, misalnya nama-nama presiden, seperti Republik Indonesia, Amerika Serikat, serta ilmu pengetahuan umum lainnya.

Menurut dia, cara tersebut dilakukan guna merangsang pengetahuan serta semangat siswa yang baru beberapa hari ini mulai melakukan pembelajaran tatap muka lantaran terkendala dengan situasi pandemi Covid-19.

Disamping itu, Subaidi juga berpesan kepada para siswa agar rajin belajar agar kelak menjadi anak yang cerdas serta membanggakan bagi orang tuanya, lingkungan, agama dan bangsa.

Namun, dirinya tidak berlangsung lama bercengkrama dengan sejumlah anak-anak SDN itu, sebab harus bergerak untuk melakukan meeting. Meski awalnya ingin bertemu dengan para gurunya juga, waktu dan kesempatan tersebut tidak cukup.

“Kemarin itu rencananya mau ketemu juga dengan para gurunya, namun karena jam 9 ada meeting, jadi saya melanjutkan perjalanan,” tandasnya. (Arifin/PW3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *