Pamekasan Bantu 1.828 PKL Terdampak COVID-19

Pamekasan Bantu 1.828 PKL Terdampak COVID-19

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur memberikan bantuan beras kepada 1.828 pedagang kali lima (PKL) terdampak COVID-19, sebagai upaya untuk membantu kesejahteraan para pelaku usaha mikro itu.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Pemkab Pamekasan Abdul Fata di Pamekasan, Jumat, penyaluran bantuan secara langsung oleh tim Satgas COVID-19 secara door to door dan diantarkan secara langsung oleh petugas.

“Selain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bantuan ini juga sebagai program pendukung dari kebijakan pemerintah atas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” katanya, menjelaskan.

Ia menuturkan, bantuan berupa 5 kilogram beras itu telah disalurkan sejak 2 Agustus 2021, dan akan berlangsung hingga 24 Agustus 2021.

Agar tepat sasaran dan tidak ada bantuan yang ganda, pemkab mendata para penerima bantuan berdasarkan nomor induk kependudukan (NIK).

“Dengan cara seperti itu, maka warga yang telah menerima bantuan akan dikehui, sehingga tidak memungkinkan terjadi double bantuan,” kata Fata.

Bantuan beras kepada para pedagang kaki lima ini, diperioritas bagi pelaku usaha yang tidak mendapatkan modal usaha dari Presiden Republik Indonesia.

Bagi yang telah menerima bantuan modal usaha, maka yang bersangkutan tidak akan mendapatkan bantuan beras.

“Kami berharap, bantuan ini bisa meringankan beban mereka, karena pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini telah menyebabkan banyak para PKL yang berhenti berjualan, bahkan ada sebagian yang berusaha pada bidang pekerjaan lain,” katanya.

Penyaluran bantuan beras bagi para PKL di Pamekasan ini melibatkan tim gabungan dari unsur polisi dan TNI, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Pamekasan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam sebelumnya merilis, pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini telah menyebabkan perekonomian masyarakat menurun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), akibat pandemi ini, pertumbuhan ekonomi di Indonesia minus hingga 2 persen lebih, termasuk di Kabupaten Pamekasan.

“Oleh karenanya itu, perlu ada upaya sistematis dalam rangka memulihkan kondisi ekonomi bangsa kita ini menjadi lebih baik. Program stimulan seperti bantuan beras atau sembako ini merupakan salah satu upaya untuk membantu meringankan beban masyarakat,” katanya, menjelaskan. (PWI/320/ PROGRAM PRIORITAS PAMEKASAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *