Enam Hal ini Wajib Didanai dari DBHCHT

Enam Hal ini Wajib Didanai dari DBHCHT

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN – Pemanfaatan dana hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tidak hanya untuk bidang kesehatan saja, akan tetapi juga diperuntukkan bagi peningkatan kualitas bahan baku, guna meningkatkan kualitas hasil produksi tembakau petani dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah penghasil tembakau tersebut.

Sesuai dengan ketentuan Permenkeu-RI Nomor: 7/PMK.07/2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, peningkatan kualitas bahan baku merupakan bagian dari beberapa poin yang perlu didanai dari dana bagi hasil cukai tembakau.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal peningkatan kulitas bahan baku yang perlu didanai oleh DBHCHT,” kata Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea dan Cukai Madura, Jawa Timur Zainul Arifin pada 2 Juli 2021 dalam keterangan persnya yang disampakan kepada media. [Baca Juga: Inilah Ketentuan Penggunaan dan Pemantauan Cukai Sesuai dengan Permenkeu]

Program peningkatan kualitas bahan baku itu meliputi, (1), penerapan budidaya tembakau yang baik, (2), penanganan panen dan pasca panen, (3), dukungan sarana dan prasarana usaha tani tembakau, (4), penumbuhan dan penguatan kelembagaan pekebun tembakau, (5), penerapan inovasi teknis, (6), pengembangan bahan baku tembakau untuk substitusi impor dan promosi ekspor.

Enam poin kegiatan sebagaimana dimaksud pada Pasal 5 Permenkeu RI Nomor 7/PMK.07/2020 tersebut bagi provinsi dan atau kabupaten penghasil cukai dan penghasil tembakau. [Baca Juga: Kepatuhan Pengusaha Rokok Pamekasan Diharapkan Terus Meningkat]

“Termasuk Kabupaten Pamekasan, karena Pamekasan merupakan salah satu dari empat kabupaten yang ada di Pulau Madura sebagai kabupaten yang menerima manfaat dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau pada tahun 2021 ini,” kata Arifin, menjelaskan.

Zainul Arifin menuturkan, pada APBD 2021 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menerima dana bagi hasil cukai hasil tembakau sebesar Rp64,5 miliar. Jumlah ini paling banyak dibanding tiga kabupaten lain di Madura, seperti Sumenep, Sampang dan Kabupaten Bangkalan.

Selain harus digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan baku, dan kesehatan masyarakat, pemanfaatan lainnya dari DBHCHT yang harus diterima Pemkab Pamekasan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk meningkatkan dunia usaha industri tembakau. (A1/303/DBHCHT PAMEKASAN 2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *