Gara-gara Hal Sepele, Perempuan di Pamekasan Dipolisikan Suaminya

Gara-gara Hal Sepele, Perempuan di Pamekasan Dipolisikan Suaminya

PENAWARTA.COM, Pamekasan – Seorang perempuan di Pamekasan, Madura, Jawa Timur dilaporkan ke polisi. CH dilaporkan gara-gara hal sepele.

Laporan tersebut tertuang dalam Nomor: B/652/VI/RES.1.24/2021/Satreskrim Polres Pamekasan tentang dugaan tindak pidana pencurian dalam keluarga.

Senin pagi, (21/06/2021) CH ini menjalani pemeriksaan di ruang unit PPA Satreskrim Polres Pamekasan sesuai dengan surat permintaan keterangan klarifikasi.

CH menceritakan, semula dirinya tidak percaya bahwa suaminya (pelapor) AC yang berprofesi sebagai pengacara bakal setega itu dengan melaporkan dirinya atas kasus pencurian.

Padahal, kata CH, Ia hanya membawa baju dan laptop suaminya dengan harapan agar sang suami bisa pulang kerumahnya

“Saya tak mungkin mencurinya. Dan saya pamit membawa baju dan laptop suami. Ada kok bukti percakapan saya dengan suami saya mas,” katanya pada awak media.

Kom lanjut bercerita, jika dirinya menjalin rumah tangga dengan AR sejak oktober 2019 lalu. AR yang dalam keadaan duda yang memiliki 5 orang anak kemudian melamar dan menikahi Kom.

Sebelumnya, lanjut CH, kehidupan keluarganya akur dan harmonis. Namun dalam perjalanan bahtera rumah tangganya menuai konflik, yang hingga saat ini mengalami keretakan. Kendati demikian, CH berusaha untuk merajut hubungannya agar kembali harmonis.

“Pada Tanggal 26 Juni 2021, saya kembali lagi menemui bapak (AR) sehabis ngajar di salah satu kampus di kabupaten Pamekasan. Saya menjelaskan persoalannya dan juga sudah mengajak kepada bapak untuk pulang ke rumah, dan juga jangan sampai bercerai,” katanya menjelaskan.

Namun upaya yang dilakukannya sia-sia, sang suami tidak mau pulang ke rumahnya. “Kalau masalah laptop saya tidak ada niat untuk mengambilnya karena bapak janji mau pulang ke rumah. Jadi ayo laptopnya diambil di rumah sekarang,” ucap perempuan berkerudung cream itu.

CH berharap agar masalah ini dibicarakan secara kekeluargaan karena dianggap sama-sama sudah berumur. “Saya tentunya menginginkan yang terbaik. Karena kita sama-sama berumur. Kalau memang dia tidak mau kan bisa ngomong dengan cara baik pula biar tidak jadi perbincangan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *