Oknum Polisi Terlibat Narkoba, di Polres Pamekasan Oknum Gelapkan Mobil Rental

Oknum Polisi Terlibat Narkoba, di Polres Pamekasan Oknum Gelapkan Mobil Rental

PENAWARTA.COM – Polisi, seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam banyak hal, karena abdi negara yang bertugus di intitusi ini merupakan panutan dan pelayan bagi masyarakat. Namun, di Kalimantan, oknum anggota polisi dari Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) justru memberikan contoh buruk, yakni terlibat kasus narkoba, dan di Polres Pamekasan ada oknum polisi menggelapkan mobil rental warga.

Sebanyak dua anggota polisi secara tidak hormat karena melakukan pelanggaran berat. Salah satunya, terkait tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

“Satu desersi dan satu lagi terlibat tindak pidana narkoba,” ujar Komandan Satuan Brimob Polda Kalsel Kombes Pol Ronny Suseno di Banjarbaru, Rabu (16/6/2021) seperti dilansir media CNN mengitip dari Kantor Berita ANTARA.

Ronny menerangkan oknum polisi pertama adalah Brigadir A yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba yang telah berkekuatan hukum tetap dan menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan.

Ia juga memastikan Polri tak akan mentolerir setiap anggotanya terjerumus pidana barang haram itu baik sebagai penyalahgunaan terlebih jadi pengedar. [Baca Juga: Oknum Anggota Polres Pamekasan Menggelapkan Mobil Rental]

Oleh karenanya, Ronny mengingatkan anggotanya agar menghindari narkoba. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan narkoba menjadi awal kehancuran kehidupan seseorang tak terkecuali anggota Polri. Karena jika sudah terjerat candunya, pikiran bakal rusak tak bisa lagi fokus bekerja hingga keluarga terbengkalai.

“Jadilah insan Bhayangkara sejati yang mengabdi untuk bangsa dan negara. Ingat anak istri yang senantiasa menanti di rumah mendoakan yang terbaik dalam tugas,” ujarnya.

Selain Brigadir A, Polda juga memecat Bripka R terbukti bersalah karena tidak masuk kerja selama 30 hari berturut-turut.

Ronny berharap pemecatan terhadap dua oknum tersebut dapat menjadi pelajaran bagi anggota lainnya agar tak melakukan pelanggaran dalam bentuk apapun.

Di Pamekasan oknum polisi yang menggelap mobil rental warga berinisial DS, anggota polisi aktif yang bertugas di Mapolres Pamekasan. [Baca Juga: Pelestari Perlutut Pamekasan Kecewa Pemberlakukan Tak Adil Polres Pamekasan]

Menurut Kasi Propam Provost Polres Pamekasan Iptu Eko Budi, Selasa (15/6/2021), oknum polisi yang dilaporkan menggelapkan mobil rental itu berinisial DS, sedangkan pelapor merupakan Komunitas Rental Mobil Pejuang Rupiah.

“Komunitas ini bermarkas di Desa Tobungan, Pamekasan, dan jumlah unit mobil yang dilaporkan digelapkan sebanyak delapan unit,” kata Eko.

Saat ini, sambung pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada pihak pelapor terkait kasus itu, mendata jumlah dan jenis mobil, berikut pelat nomor mobil yang digelapkan.

“Kami juga telah memanggil pihak terlapor dan yang bersangkutan memang mengakui perbuatannya,” kata Eko tanpa menyebutkan identitas lengkap oknum anggota Polres Pamekasan yang dilaporkan menggelapkan mobil rental itu.

Salah seorang pemilik mobil rental Sanigereh di Mapolres Pamekasan, Selama menjelaskan, pihaknya melaporkan yang bersangkutan karena ia merupakan anggota polisi aktif.

Sanigereh yang juga Ketua Rental Mobil yang tergabung dalam Komunitas Pejuang Rupiah Pamekasan ini mengaku, mobil miliknya yang digelapkan oknum anggota polisi itu sebanyak tiga unit, sedangkan lima unit lainnya milik anggota komunitas. “Oknum ini menyewa mobil ke komunitas Pejuang Rupiah bulanan,” kata Sanigereh menuturkan.

Kala itu, oknum polisi tersebut datang ke basecam Komunitas Rental Mobil Pejuang Rupiah di Desa Tobungan bersama istrinya.

Tanpa rasa curiga, Sanigerah langsung “menyetujui” keinginan DS dan istrinya itu, karena dalam pandangan Sanigerah, yang bersangkutan tidak akan berbuat “niko-niko” karena merupakan abdi negara yang bekerja di institusi penegak hukum, yakni Polres Pamekasan.

Dalam kurun beberapa hari kemudian, DS datang lagi ke komunitas ini untuk menyewa mobil rental, dengan alasan akan digunakan oleh familinya dan berbagai macam keperluan bisnis lainnya, hingga total unit kendaraan yang disewa sebanyak delapan unit.

Saat waktu pengembalian tiba, sesuai dengan kesepakatan antara penyewa dengan pihak komunitas rental Pejuang Rupiah, mobil yang disewakan kepada oknum anggota Polres Pamekasan ini belum juga dikembalikan.

Pihak Pejuang Rupiah berupa untuk menghubungi yang bersangkutan, akan tetapi unit belum juga dikembalikan, hingga akhirnya yang bersangkutan dilaporkan ke Provost Polres Pamekasan.

“Kami masih berupaya melakukan mediasi antara kedua belah pihak, agar persoalan ini bisa segera teratasi. Jika tidak, maka pihak yang dirugikan bisa dilaporkan secara pidana ke Bagian Reksrim Polres Pamekasan,” kata Kasi Propam Polres Pamekasan Iptu Budi, menambahkan.

Terlapor DS, saat di Mapolres Pamekasan mengakui kesalahannya. Ia berjanji akan mengembalikan secepatnya delapan unit mobil yang disewa ke pihak Komunitas Rental Pejuang Rupiah itu. (A1/ Narkoba dan Penggelapan Mobil Rental)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *