HMI Pamekasan Galang Dana untuk Korban Bencana NTT

HMI Pamekasan Galang Dana untuk Korban Bencana NTT

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan, Jawa Timur, Senin (12/4/2021), menggalang dana kepada masyarakat di wilayah itu untuk disumbangkan kepada korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan aksi penggalangan dana ini dilakukan di sejumlah titik dengan sasaran para pengendara kendaraan bermotor.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang sedang dilanda musibah dan saat ini sedang membutuhkan uluran tangan kita,” kata juru bicara HMI Pamekasan dari Komisariat Insan Cita Ali Makki.

Penggalangan dana oleh aktivis organisasi HMI dari dua komisariat, yakni HMI Komisariat Insan Cita dan HMI Komisariat Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura digelar mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Antara lain di Jalan Jokotole, Jalan Amin Jakfar, Trunojoyo dan di Jalan Kabupaten Pamekasan.

Para mahasiswa ini membawa bungkus bekas air minum bertuliskan “Peduli Bencana NTT” dan lambang organisasi HMI sambil meminta sumbangan seikhlasnya kepada para pengendara dan pengemudi kendaraan bermotor yang melintas di lokasi itu.

Mahasiswa juga menyampaikan orasi secara bergantian, menggugah kepedulian para pengendara agar bersedia menyisihkan sebagian uang recehnya untuk para korban bencana di NTT, dan penyaluran dari penggalangan dana tersebut, akan disalurkan melalui Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).

Korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi di NTT terdata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 124 orang.

Bencana alam itu juga telah menyebabkan kematian 67 orang di Kabupaten Flores Timur, 20 orang di Kabupaten Lembata, 21 orang di Kabupaten Alor, tiga orang di Kabupaten Malaka, dua orang di Kabupaten Sabu Raijua, serta masing-masing satu orang di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Ende.

Selain itu, masih ada 74 orang yang dilaporkan hilang akibat bencana alam tersebut.

Banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang terjadi akibat Siklon Tropis Seroja juga menyebabkan 129 orang terluka dan memaksa 13.230 warga mengungsi di Nusa Tenggara Timur.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, Siklon Tropis Seroja menyebabkan angin kencang, tanah longsor, banjir, dan gelombang pasang di Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Ende, Sabu Raijua, Alor, Kupang, Belu, dan Timor Tengah Utara serta Kota Kupang.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI juga telah menyalurkan bantuan senilai Rp1,5 miliar untuk penyintas bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di wilayah itu. (PW/A1/ HMI Pamekasan)

2 thoughts on “HMI Pamekasan Galang Dana untuk Korban Bencana NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *