Pemkab Pamekasan Bantu Petani Pupuk Organik

Pemkab Pamekasan Bantu Petani Pupuk Organik

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN – Berbagai persoalan terkait pupuk subsidi masih saja harus dihadapi para petani pada saat musim tanam dan kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui dinas terkait membantu petani menyalurkan pupuk organik.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyebutkan, penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi telah berpedoman pada keputusan Direktur Jenderal Prasarana & sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI, yang kemudian ditindaklanjuti dengan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok secara elektronik (e-RDKK) sebagai dasar pengelolaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Pamekasan.

“Namun demikian alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat tetap tidak mencukupi untuk luasan lahan pertanian yang ada di Kabupaten Pamekasan. Sehingga salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan tersebut adalah dengan memberikan bantuan pupuk organik,” katanya.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan, persoalan terkait pupuk bersubsidi itu tidak hanya terjadi di Bumi Gerbang Salam, namun juga terjadi dihampir kabupaten di Indonesia.

“Pupuk organik yang disalurkan kepada petani sebanyak 32,5 ton dengan dukungan anggaran dana Rp 198 juta lebih. Dan kita sekarang sedang menyusun beberapa model untuk bisa menutupi kelangkaan pupuk bersubsidi yang dari pemerintah pusat,” Jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pamekasan melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian, Achmad Suaidi menyampaikan bahwa tahun 2021 alokasi pupuk subsidi Kabupaten Pamekasan lebih banyak dibandingkan tahun yang lalu.

“Kita memang tahun ini memperoleh jatah dari pemerintah untuk pupuk bersubsidi lebih banyak dari tahun kemarin kecuali pupuk organik,” ujar bupati.

Suaidi merinci, untuk jenis pupuk UREA tahun ini Kabupaten Pamekasan mendapatkan 28.114 ton sedangkan tahun lalu hanya 27.094 ton, SP-36 sekarang 14.104 ton tahun lalu 5.055 ton, ZA tahun ini 15.962 ton dulu 12.628 ton.

Kemudian pupuk NPK tahun 2021 memperoleh 19.510 ton tahun lalu hanya 9.696 ton, untuk pupuk organik tahun ini sebanyak 16.939 ton sedangkan tahun kemarin 41.166 ton.

“Memang usulan Kabupaten Pamekasan untuk pupuk bersubsidi sesuai e-RDKK tahun lalu lebih banyak dibandingkan tahun ini,” Jelasnya.

Dikutip dari antaranews.com, Kementerian Pertanian (Kementan) RI tahun 2021 menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 9 juta ton ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair guna memenuhi kebutuhan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2020 yang hanya sebesar 8,9 juta ton. Ia pun juga menegaskan, yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi hanya petani yang sudah terdaftar di e-RDKK.

“Semoga lebih banyak petani yang bisa memperoleh pupuk bersubsidi. Dan pastinya petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu petani yang sudah tercatat di e-RDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah,” katanya.

Mentan minta distribusi pupuk dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020 dimana pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani dan terdaftar di e-RDKK.

“Tahun 2021 ini kami benar-benar awasi terutama di lini tiga dan empat atau dari distributor ke agen, di kecamatan dan desa. Kalau bisa jalan di sini, ketersediaan pupuk bersubsidi terpenuhi,” ujarnya. (PW/A1/HL/Pemkab Pamekasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *