Tingkatkan Keimanan, Satgas TMMD 106 Sholat Jumat Bersama Warga

oleh -

PENAWARTA.COM – Bertempat di Masjid Al Hidayah, Dsn Sumbersih, Ds.Kedungsalam Kec Donomulyo, terlihat tidak seperti biasanya. Pasalnya, yang bertindak sebagai Imam dan Khatib bukan Ustadz yang biasa mengisi di Masjid tersebut, melainkan anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Kodim 0818 Kab. Malang-Batu.

Hal ini merupakan kehormatan besar bisa diberi kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi Khatib dan Imam Masjid di Desa ini. Pada awalnya personel Satgas TMMD melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) di Desa Kedungsalam dalam rangka guna mempererat hubungan dengan masyarakat tempat lokasi sasaran program TMMD ke-106.

Bertindak sebagai Imam Kiyai Abdul Hamid dan Khotib anggota Bintal Korem 083/Bdj Koptu Faturrahim dan memberikan Khotbah dengan tema “
Cinta Tanah Air” kepada seluruh Jamaah sholat Jumat yang hadir.

Jika engkau terpaksa meninggalkan suatu kaum padahal sebenarnya engkau ditakdirkan untuk tidak meninggalkan mereka, maka sebenarnya bukan engkau yang meninggalkan mereka tetapi merekalah yang meninggalkanmu.

Ungkapan ini oleh banyak pujangga dan Sejarawan Islam dijadikan pijakan untuk mencermati dan memahami nilai-nilai apa yang bisa dipetik dari perjalanan Hijrah Nabi SAW dari Mekah ke Madinah.

Adalah Nabi Muhammad sebenarnya tidak ingin meninggalkan kota tercinta baginya yaitu Mekah, sebab kota suci itu adalah kota kelahirannya dan siapakah yang tidak suka dengan kota kelahirannya.

Mencintai tanah air merupakan ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah mencintai Makkah dan Madinah karena dua tempat mulia tersebut merupakan tanah air beliau. Mencintai tanah air adalah bagian dari iman karena tanah air merupakan sarana primer untuk melaksanakan perintah agama. Tanpa tanah air, seseorang akan menjadi tunawisma. Tanpa tanah air, agama seseorang kurang sempurna, dan tanpa tanah air, seseorang akan menjadi terhina.

Dalam konteks Indonesia, menjaga kemerdekaan RI, menjaga Pancasila, menjaga Bhineka Tunggal Ikha, menjaga NKRI, dan menjaga Undang-undang 1945 adalah bagian dari iman dan agama. 

Mengatakan bahwa Al-Qur’an telah memposisikan umat Islam pada posisi yang merdeka, mulia, terhormat, maju, dan mandiri. Ketika umat Islam dalam posisi terbelakang, miskin, atau dalam kondisi yang mundur, lebih disebabkan oleh kecerobohan umat Islam sendiri, yaitu meninggalkan kewajiban dalam mengelola kehidupan duniawi.

Wajib bagi umat Islam untuk bekerja, mandiri, dan produktif dalam segala kebutuhan, walaupun hanya memproduksi sebuah jarum maupun garam. Umat Islam tidak boleh tergantung pada umat lain. Sebab tolok ukur kekuatan umat Islam tergantung terhadap kemandiriannya dalam mencukupi kebutuhan. Untuk mengisi kemerdekaan dan mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, maju dan berdaulat, setiap warga memperjuangkan bangsa sesuai profesi masing-masing. Jika menjadi pejabat, jadilah pejabat yang baik, amanah, jujur, dan tidak korupsi. Jika menjadi pendidik, jadilah pendidik yang baik, produktif dalam karya ilmiah, jujur, dan mengabdi di masyarakat. Jika menjadi pelajar, jadilah pelajar yang rajin menuntut ilmu di bidang masing-masing, karena ilmumu kelak dibutuhkan oleh bangsa dan umat. 

Secara umum, jadilah warga Negara yang selalu berusaha berbuat baik dalam segala kondisi, tempat, dan berperilaku baik dengan akhlak yang mulia. Berusaha untuk berbudi pekerti luhur, menjaga moral, dan membangun kecintaan terhadap tanah air dengan jalan yang baik.(Penrem 083/Bdj)