Pendidikan Digital hingga Inisiator Regulasi Media Jadi Program Inti Ketua PWI

PENAWARTA.COM – Atal Sembiring Depari dilantik sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2018-2023.

Atal S Depari terpilih sebagai Ketua Umum dalam Kongres XXIV PWI di Solo pada 27-30 September 2018 setelah meraih 38 suara, mengalahkan Hendry Ch Bangun yang meraih 35 suara.

Atal menggantikan Margiono yang telah memimpin PWI selama dua periode berturut-turut, 2008-2013 dan 2013-2018. Sementara Margiono kini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI 2018-2023.

“Saya datang membawa visi baru yaitu ingin menjadikan PWI sebagai organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi media dengan spirit kebangsaan, kebebasan dan kreativitas digital,” ujar Atal di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih Jakarta Pusat, beberapa hari lalu. [Baca Juga: Ketua PWI Jelaskan Dampak Revolusi Industri 4.0]

Lima visi yang akan Atal wujudkan selama lima tahun ke depan, meliputi, 1). Program pendidikan berbasis teknologi digital, 2). Perbaikan manajemen dan administrasi berbasis teknologi digital, 3). Gerakan nasional wartawan masuk kampus, 4). Meningkatkan peran pengurus pusat untuk proaktif dalam penyelesaian masalah di daerah dan 5). PWI sebagai inisiator dan stakeholder perumusan regulasi media baru.

Atal mengatakan saat ini jumlah anggota PWI seluruh Indonesia sekitar 15.000 orang, namun hanya 9.480 orang saja yang sudah memiliki kompetensi wartawan berbagai jenjang.

“3000 diantaranya sudah tersentuh pendidikan profesi baik melalui safari jurnalistik, pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) dan lain sebagainya,” kata Atal.

UKW dan SJI diakui telah berjalan dengan baik, meskipun faktanya belum memenuhi harapan bagi semua wartawan anggota PWI. [Baca Juga: PWI Jatim Minta Wartawan Patuhi Kode Etik Jurnalis]

“Masih banyak anggota PWI yang belum tersentuh pendidikan profesi wartawan yang standar. Baru sebagian besar yang telah melewati proses learning by doing,” ungkap Atal.

Oleh karena itu, program dan strategi dikepemimpinan Atal diharapkan bisa meningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program pendidikan dan pelatihan jurnalistik dan non-jurnalistuk berbasis digital.

Ia juga berharap pemanfaatan penggunaan teknologi digital bisa dimaksimalkan untuk pendataan anggota dan kegiatan organisasi yakni dengan aplikasi ‘PWI Apps’.

“Guna memperlancar urusan pusat dan daerah akan difasilitasi dengan platform PWI Command Area & Center yang merupakan manajemen terpusat PWI daerah dan pusat. Dengan platform ini seluruh administrasi dan manajemen informasi daerah dapat dipantau melalui satu sistem untuk memantau seluruh pengurus dan anggota PWI dari Sabang sampai Marauke,” ungkap Atal.

Sedangkan untuk meningkatkan peran pengurus pusat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di darah, disiapkan satu platform digital secara khusus sehingga semua informasi dari anggota ke pengurus dan sebaliknya dapat diperoleh secara realtime.

Berikutya Atal juga mengusulkan Program Gerakan Wartawan Masuk Kampus (Journalist Goes to Campus) PWI yang akan bekerja sama dengan kampus-kampus ternama untuk menyelenggarakan pelatihan, dialog tentang jurnalisme, komunikasi massa ataupun media baru yang kini terus berkembang.

Selain itu di era media sosial dewasa ini, PWI akan mendekatkan diri kepada para netizen generasi melenial untuk berbagai pengetahuan dan ketrampilan serta bersama-sama memerangi hoax dan fake news. (PW/RILIS)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.