Dipenghujung 2018, Warga Desa Trasak Pamekasan Istighotsah 17.776 Sholawat Nariye

Pamekasan (PENAWARTA.COM) – Menjelang penutupan tahun 2018 masehi sekaligus menyambut tahun baru 2019, warga masyarakat di Kabupaten Pamekasan melakukan Istighotsah bersama-sama di Desa masing-masing. Salah satunya, Warga Desa Trasak Kecamatan Larangan, berbondong-bondong datang ke masjid Ponpes lembaga pendidikan Qurraatul Uyun pimpinan KH. Jakfar Jazuli, Senin (31/12 /2018) malam.

Dilokasi, ratusan warga setempat mulai memadati masjid baik kaum muslimin maupun muslimat dari usia anak anak hingga yang tertua. Mereka hadir dengan panggilan hati masing-masing untuk memanjatkan doa bersama dengan melantunkan sholawat Nariye yang jumlahnya mencapai 17.776.

Pantauan di lokasi, masing masing warga diberikan biji buah Saga terbungkus plastik yang terisi 11 buah.

“Ini dalam rangka menyampaikan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW untuk meningkatkan hati dalam mencintai beliau,” kata salah satu Kiai yang memberikan cerahmahnya saat membuka acara.

Menurutnya patut kiranya Ummat muslim untuk memperbanyak sholawat kepada Nabiyyina Muhammad SAW. “Dengan memperbanyak sholawat maka diharapkan mendapatkan Syafaat beliau di akhirat kelak,” lanjutnya.

Dengan bersholawat Nariye ini, akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sekaligus menambah kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Dengan memperbanyak sholawat kepada Rasulullah, semoga semakin dibukakan pintu hati kita, semakin baik akhlak kita, diberkahkan rejeki dalam bentuk apapun, serta memohon keselamatan dzahiron wabaatilan,” harapnya.

Selain itu, dengan istighosah bersama ini dapat menjalin hubungan yang lebih erat serta hubungan silaturahmi semakin meningkat.

Diketahui, pembacaan sholawat Nariye ini sebanyak 4.444 kali 4 dengan masing masing warga membacanya 11 kali sholawat.

Seperti diketahui bersama, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam telah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat di seluruh desa tidak merayakan tahun baru 2019 dengan hura – hura.

Pemimpin muda itu juga mengeluarkan sejumlah larangan, seperti membakar petasan, konvoi, serta kegiatan hiburan yang mengganggu ketenangan masyarakat di bumi Gerbang Salam. Termasuk didalamnya, pemilik hotel, swalayan, toko, tempat makan dan tempat hiburan untuk tidak memasang atribut yang mengganggu harmoni keagamaan yang ada di Kabupaten Pamekasan. (PW3)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.