97 Persen Karyawan Hotel Front One Masyarakat Pamekasan

PENAWARTA.COM – General Manajer Hotel Front One Pamekasan, Madura, Jawa Timur Elfindra menyatakan, 97 persen karyawan yang bekerja di hotel itu merupakan warga lokal Pamekasan.

“Dari seluruh jumlah karyawan sebanyak 27 orang, hanya empat orang yang dari luar Pamekasan, termasuk saya. Sisanya warga lokal semua,” kata Elfindra di Pamekasan, Kamis (13/12/2018).

Ia mengemukan hal ini, mengklarifikasi tudingan sekelompok orang yang berunjuk rasa dan menyarakan, bahwa karyawan hotel Front One, Pamekasan semuanya dari luar daerah.

“Kami mengungkapkan semua ini, bukannya ingin membela diri. Tapi apa yang kami sampaikan, sesuai dengan fakta dan kami memiliki datanya,” ujar Elfindra, seperti dilansir tribunnews.com, Kamis (13/12/2018).

Sebelumnya sekelompok orang yang mengatas namakan diri LSM Laskar Merah Putih berunjuk rasa ke hotel itu, menuntut agar hotel tersebut ditutup dengan dalih tidak mengantongi izin.

LSM ini juga menggerakkan perguruan silat cobra untuk menekan pihak manajemen hotel.

Gerakan LSM ini berawal dari pernyataan Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan (DLH) Amin Jabir yang menyataan bahwa izin Hotel Front One, Pamekasan telah kedaluarsa.

Atas pernyataan Jabir itu, LSM ini tergerak untuk berunjuk rasa, dengan dalih demi penegakan hukum, dan menyuarakan aspirasi masyarakat, karena warga lokal Pamekasan tidak ada yang direkrut menjadi karyawan hotel itu. (PENAWARTA.COM)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.