Lapak Baca Kompak Diserbu Pengunjung PSF

Para pelajar saat mengunjungi Lapak Baca Kompak


PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Komunitas Pamekasan Membaca (Kompak) yang membuka stand lapak di acara Pamekasan School Fair (Psf) pada rangkaian memperingati Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke 488, diserbu sebagian besar masyarakat yang mengunjungi acara di gedung Islamic Centre jalan raya Panglegur.
Komunitas tersebut menyediakan buku bacaan gratis mulai dari buku bacaan anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, juga menyediakan bazar buku yang bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah setempat.
Salah satu pengurus Kompak, Imron Maulana, mengatakan sejak hari pertama pembukaan tanggal 9 Oktober hingga malam penutupan tanggal 12 Oktober malam ini masyarakat penuh sesak mengunjungi lapak bacanya.
“Alhamdulillah, ternyata tidak sedikit masyarakat Pamekasan yang mengunjungi acara Pamekasan School Fair ini yang antusias membaca di lapak baca kami,” katanya, Jumat (12/10/2018) malam.
Menurutnya, lapak baca tersebut disediakan bagi para penikmat literasi mengingat Pamekasan sebagai Kota Pendidikan.
“Dirasa tepat, keberadaan lapak baca kami sebagai wadah bagi para pegiat literasi di hari bahagianya masyarakat Pamekasan dalam menyambut hari jadi Kabupaten Pamekasan ke 488 ini,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Kompak, Moh. Hasanuddin, menyampaikan bahwa ini berkat sinergitas pemerintah dengan komunitasnya hingga dapat tergelar lapak baca di acara Pamekasan School Fair tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah yang dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Perpustakaan Umum da Arsip yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk ikut memeriahkan acara Pamekasan School Fair dengan menggelar lapak baca,” tuturnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak lain dalam rangka mengkampanyekan budaya cinta literasi di kalangan masyarakat Pamekasan. “Karena dengan membaca kita akan menjadi tahu, dan dengan membaca pulalah kita semakin menjauhkan diri dari kejumudan,” ucap mantan aktivis HMI Komisariat STAIN Pamekasan tersebut.
Dirinya berharap pemerintah daerah tidak berhenti disini untuk mensupport gerakan literasi terkhusus komunitasnya.
“Tanpa support dari pemerintah, kami bukan siapa-siapa. Karenanya, sinergitas pemerintah dengan para pegiat literasi harus tetap terjaga agar masyarakat Pamekasan semakin cerdas, sehingga harapan Bupati agar Pamekasan rajjha, bhajjrah, parjhugha benar-benar terjawabkan,” tutupnya. (PENAWARTA-03)

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.