Babinsa Jungcangcang Dampingi Tim Penyuluh Puskesmas Jaring Penyakit Kusta

IMG-20180806-WA0091

PENAWARTA.COM, PAMEKASAN- Babinsa Kelurahan Jungcangcang Serda Mashur Koramil 0826/01 Kota melaksanakan kegiatan pendampingan Tim Penyuluh Kesehatan Puskesmas Teja Barat dan Bidan Kelurahan Juncangcang dalam rangka Penjaringan dan Penyuluhan Penyakit Kusta yang dilaksanakan di rumah Bapak Sutrisno Ketua Rt 01/Rw 04 Kelurahan Juncangcang Kecamatan Pamekasan, diikuti 50 orang peserta.

Menurut Serda Mashur, tujuan dari penjaringan dan penyuluhan penyakit kusta untuk memberikan pemahaman kepada warga bila ada tanda – tanda maupun mengalami gejala yang terindikasi penyakit kusta. Hal ini sebagai langkah antisipasi dini untuk pencegahan lebih awal,” kata Mashur

“Jangan pernah sepelekan jika terdapat bercak-bercak putih pada permukaan kulit, pasalnya bisa jadi itu adalah tanda awal dari penyakit kusta, penyakit ini tidak hanya akan merusak kulit, tetapi juga mengakibatkan kelumpuhan syaraf bagi penderitanya apabila tidak segera dilakukan pengobatan secara teratur,” ungkapnya.

“Penjaringan dan penyuluhan ini kami rasa sangatlah perlu, agar masyarakat lebih memahami mengerti dan berhati-hati dalam mendeteksi secara dini tentang penyakit kusta atau yang lebih dikenal secara umum adalah penyakit lepra,” tambahnya.

Penyakit kusta dapat menular melalui kontak kulit dengan penderita dan percikan batuk atau bersin penderita. Kendati begitu penyakit ini sulit menular jika sudah mendapatkan pengobatan.

“Karenanya penderita kusta tidak perlu diisolasi atau dikucilkan tetapi diberikan dukungan moril untuk sembuh,” harap Serda Mashur

Dwi, Tim Penyuluh Kesehatan Puskesmas Teja Barat juga menuturkan, pada tahap awal kusta ditandai dengan timbulnya kelainan warna kulit, bisa berubah menjadi lebih terang atau bercak putih, kulit menjadi lebih gelap, dan kemerahan pada kulit. Kemudian pada tahap selanjutnya terjadi perubahan bentuk kulit berupa penonjolan kulit.

“Gejala lainnya kulit menjadi mati rasa sehingga penderita mudah sekali terkena luka karena tidak muncul rasa sakit ketika terluka,” ujarnya.

Masih kata Dwi bahwa penyakit kusta dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik khusus secara teratur, pengobatan dilakukan dalam dua bentuk yakni untuk tipe kusta kering dengan pemberian dua macam antibiotik selama enam bulan, sedangkan untuk tipe kusta basah dengan memberikan tiga antibiotik selama satu tahun.

“Kusta bisa disembuhkan dengan pengobatan teratur, bahkan tidak meninggalkan bekas. Kasus pada beberapa pasien sulit sembuh karena tidak teratur berobatnya,” tuturnya.

“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan agar masyarakat tidak segan-segan untuk berkoordinasi dengan pihak Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat sehingga bisa melakukan tindakan pencegahan secara dini, karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati,” pungkasnya. (PENAWARTA-04)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s