Kodim Pamekasan Gelar Upacara Harkitnas ke-110

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Kodim 0826/Pamekasan menyelenggarakan Upacara Bendera Dalam Rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 110, upacara dilaksanakan di Lapangan Makodim 0826/Pamekasan dan diikuti oleh seluruh personel TNI dan Pegawai Negeri Sipil Kodim 0826 Pamekasan, Senin (21/05/18) pagi.

Danramil 0826/03 Proppo Kapten Inf Bambang Rianto bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Kominikasi Dan Informatika RI. Ia mengatakan, ketika rakyat berinisiatif untuk berjuang demi meraih kemerdekaan dengan membentuk berbagai perkumpulan, lebih dari seabad lalu kita nyaris tidak memiliki apa – apa.

“Kita hanya memiliki semangat dalam jiwa dan kesiapan mempertaruhkan nyawa. Namun sejarah membuktikan bahwa semangat dan komitmen itu saja telah cukup, asalkan kita bersatu dalam cita – cita yang sama,” katanya, dalam amanat itu.

“Bersatu adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita – cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang maha kuat menghadang di depan. Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal – muasal primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan,” lanjut Danramil Proppo.

Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan.

Kekayaan alam merupakan sumber daya yang terbatas. Butuh segudang persyaratan untuk bisa dieksploitasi dan selalu ada limit untuk menggenjot pemanfaatannya. Sesangkan SDM kita menyediakan kapasitas dan kapabilitas yang sangat luas utk dikembangkan.

Oleh sebab itu tema ; ”Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital ” dalam peringatan Harkitnas 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya penyadaran setiap bangsa Indonesia.

Bung Karno juga menggambarkan persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan bercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi – lidi itu digabungkan , diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat

“Selamat memperingati Harkitnas ke 110. Mari maknai peringatan tahun ini dilingkungan kita masing – masing sesuai lingkungan,” ucapnya. (PENAWARTA-03)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s