Babinsa Plakpak Hadiri Sosialisasi STBM


Sosialisasi STBM di Balai Desa Plakpak

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Babinsa Desa Plakpak Sertu Abd. Jalal menghadiri sosialisi kesehatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di Balai Desa Plakpak, sebagai nara sumber Ibu Nur Rahmah dari Puskesmas Pembantu Bulangan Haji.

Hadir dalam kegiatan diantaranya, Kades Plakpak, Pendamping desa Ach. Mansur, Babinsa Sertu Abd. Jalal, Bhabinkamtibmas Bripka Hamid, Bidan Desa, para kasun dan masyarakat dari perwakilan masing-masing dusun sebanyak 50 orang peserta.

“Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan,” papar Nur Rahmah

Ia menjelaskan, sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas; tidak buang air besar (BAB) sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan yang aman, mengelola sampah dengan benar dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.

“Sedangkan sarana sanitasi rumah tangga atau sanitasi dasar yang harus dimiliki meliputi sarana luang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga,” imbuhnya.

Untuk itu kami mengharapkan kepada masyarakat agar Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) dan harus memiliki jamban sehat sebagai fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit,” sambungnya menambahkan.

Sementara itu Babinsa Desa Plakpak Sertu Abd. Jalal ditemui usai acara pertemuan mengatakan, sangat mendukung sosialisasi kesehatan yang dilakukan oleh Puskesmas Pembantu Bulangan Haji.

Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup sehat dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dalam mendukung pemerintah daerah dalam mensukseskan program stop buang air besar sembarangan, Koramil 0826/07 Pegantenan juga telah memiliki program karya bhakti pembangunan jamban yang dikerjakan setiap semester.

Sasaran pembangunan diprioritaskan bagi warga kurang mampu yang belum memiliki jamban, jumlahnya juga tidak banyak hanya 25 jamban setiap semester, dalam setahun 50 jamban.

Secara kuantitas memang tidak banyak dan belum bisa merealisasikan semuanya tapi minimal sudah bisa membantu warga sebagai bentuk bhakti TNI kepada masyarakat.

Pasiter Kodim 0826/Pamekasan Kapten Inf Syamsul Ma’arif menjelaskan, melalui program pembangunan Sejuta Jamban yang dicanangkan oleh Komando Atas, Kodim 0826 dalam setahun membangun 830 jamban, tiap semester sebanyak 415 jamban dan pembangunannya tersebar di tiap Koramil.

Program pembangunan jamban ini sudah berjalan 4 tahun, mudah-mudahan melalui program ini bisa membantu dan mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesehatan di lingkungan masyarakat.

“Masyarakat harus memiliki kesadaran untuk merubah dan berperilaku higiene serta minimal mempunyai sarana sanitasi dasar dalam rumah tangga,” pungkasnya. (PENAWARTA-03)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s