Tour ke Kota Batu, FWP Serap Ilmu Destinasi Wisata Untuk Pengembangan Wisata Pamekasan

oleh -

Foto bersama FWP dengan staf Humas Pemkab Pamekasan saat berkunjung ke kantor pemerintahan kota Batu di Balai Among Tani

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Tour Wisata Forum Wartawan Pamekasan (FWP) ke kota Batu Kabupaten Malang yang dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, (13-14) Januari 2018, untuk menyerap ilmu dan pengalaman baru Destinasi wisata Batu untuk  membangun perwisataan di Kabupaten Pamekasan.
Hal tersebut disampaikan ketua FWP, Syamsuddin dihadapan Plt Sekda Batu, Muhammad Alwi Beiq, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Pamekasan Supriyanto bersama stafnya dan Ketua PWI Pamekasan, Abdul Aziz.
“tujuan kami (FWP) kesini untuk belajar tentang wisata di Batu, sehingga ketika pulang nanti membawa ilmu dari kota batu ini ke Kabupaten Pamekasan,” ucap Syamsuddin, Sabtu malam.
Menurut Syam sapaan akrab ketua FWP yang juga pewarta harian koran Bhirawa ini, Kehadiran pak Sekda Batu memberikan pencerahan kepada teman teman untuk bisa membangun tempat tempat yang memiliki destinasi wisata di Pamekasan.
Apalagi, Alwi Beiq merupakan mantan sekda Pamekasan yang memahami kondisi dan potensi yang ada di bumi Gerbang Salam.
“Saya berharap kepada bapak sekda ini bisa memberikan Pengalaman, arahan dan ilmu keadaan wisata di kota Batu, karena sangat penting sekali untuk, menjadi referensi bagi kami mengembangkan potensi wisata di Pamekasan,” imbuhnya.
Selain itu, jelas Syamsuddin, 18 anggota dan pengurus FWP yang ikut dalam giat tour wisata di awal tahun 2018 ini juga ingin dirinya mengarahkan teman-teman jurnalis yang aktif di dalamnya agar memiliki kompetensi kewartawanan.
“kami juga sengaja membawa ketua PWI Pamekasan untuk memberikan pencerahan tentang sertifikasi wartawan (Uji Kompetensi Wartawan), serta Kabag Humas dan protokol Pemkab Pamekasan untuk memberikan bimbingan dan arahan FWP dalam penulisan berita kedepan lebih baik dan berkualitas, ” jelasnya.
Sementara, Plt Sekda kota Batu Muhammad Alwi Beiq mengatakan, destinasi wisata Batu memang sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat umum, dan warganya kompak untuk membangun kota yang memiliki banyak tempat wisata itu.
“kota Batu ini memang dikenal, pemerintah dan masyarakat bersinergi untuk memperhatikan tempat Wisata disini,” tutur Alwi Beiq.
Menurut mantan Sekda Pamekasan ini, dukungan dari pihak ketiga (investor) sangat kuat, sehingga kota Batu mampu menyajikan berbagai macam wisata.
Bahkan, tahun 2017 Kota Batu menjadi urutan kedua pengunjung terbanyak se Indonesia setelah Bali, ini menunjukkan Pemkot Batu mampu menggeser posisi Jawa Tengah yang sebelumnya diatas.
Kota Batu yang terdiri dari 3 Kecamatan tersebut, kata Alwi memiliki keunikan dan potensi tersendiri. Menurutnya, masyarakat sangat mendukung pembangunan Kota Batu ini utamanya di Bidang wisata.
Selain itu, hanya Kota Batu yang memiliki desa di tingkat pemerintahan kota di Indonesia, dan pengembangan IT di kota wisata tersebut sangat digalakkan. Yakni dengan adanya Smart City (kota Pintar).
“kita punya Smart City, ini yang mengkoneksikan antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha yang ada disini, ” katanya.
“Jatim Park 3 belum beroperasi, nanti kalau sudah beroperasi pasti akan lebih besar lagi, ” sambung Alwi.
Dirinya berharap, Kabupaten bsrslogan bumi Gerbang Salam juga bisa meningkatkan potensi wisata yang ada demi meningkatkan PAD pemerintah setempat.