Pemkab Pamekasan Butuh 2000 CPNS

Ilustrasi cpns

PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur  melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Pemkab setempat membutuhkan sebanyak 2.000 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk memenuhi kebutuhan pegawai di lingkungan itu.

Seperti disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Pamekasan, Lukman Hedi Mahdia, Jum’at (26/01/2018) kemarin.

“Kebutuhan rekrutmen CPNS di Pamekasan saat ini cukup banyak, karena sudah banyak diantara mereka yang telah pensiun, dan belum ada rekrutmen baru,” ujarnya di Pamekasan, Jumat seperti dilansir Antaranews.com.

Menurut Lukman, kebutuhan paling banyak  pada bidang pendidikan, yakni sekitar 1.400 orang. Umumnya merupakan guru kelas pada Sekolah Dasar Negeri (SD), yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

“Jadi guru SD merupakan kebutuhan terbanyak dibanding CPNS lainnya,” katanya, menjelaskan.

Lebih lanjut Lukman menerangkan, banyaknya kebutuhan guru PNS untuk sekolah dasar itu, karena selama ini tidak ada rekrutmen CPNS guru sejak beberapa tahun terakhir.

“Sehingga, meski banyak guru yang telah purna tugas atau pensiun, tetap tidak ada penambahan,” katanya.

Kepala BKSDM Lukman Hedi Mahdia menjelaskan, telah melaporkan kebutuhan tenaga CPNS di lingkungan Pemkab Pamekasan itu kepada pemerintah pusat, namun hingga kini belum ada tambahan.

“Kami berharap, jika tahun ini pemerintah memang hendak melakukan rekrutmen, hal ini hendaknya bisa diperhatikan, karena ini juga berkaitan dengan bekerlangsungan pendidikan di Pamekasan ini,” katanya.

Secara terpisah, Kelapa Dinas Pendidikan Pemkab Pamekasan Moh Tarsun mengakui, kekurangan guru di sejumlah sekolah dasar di wilayah itu.

“Kekurangan guru PNS di Pamekasan ini memang terbanyak adalah guru SD,” ujar Tarsun.

Ia menjelaskan, untuk mengurangi kebutuhan guru tersebut, pihaknya terpaksa merekrut tenaga sukarelawan.

“Sebab, jika mengandalkan guru PNS jelas kami tidak bisa, karena kekurangannya terlalu banyak, terutama sekolah-sekolah yang ada di pelosok desa,” ujar Tarsun.

Selain kekurangan guru, persoalan pendidikan lainnya yang juga terjadi di Pamekasan dan saat ini menjadi perhatian serius Disdik Pamekasan adalah kepemilihan lahan.

“Sebagian lahan yang ditempati lembaga pendidikan di Pamekasan ini masih atas nama milik pribadi warga. Ini juga menjadi persoalan tersendiri bagi kami,” pungkasnya.  (Ant/PENAWARTA-03)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s