Babinsa Bungbaruh Dampingi Penyemprotan pengendalian organisme Pengganngu Tanaman Padi

by
Babinsa Bungbaruh saat mendampingi penyemprotan pengendalian penyakit tanaman padi bersama poktan

Babinsa Bungbaruh saat mendampingi penyemprotan pengendalian penyakit tanaman padi bersama poktan


PENAWARTA.COM – PAMEKASAN, Babinsa Pos Koramil 0826/12 Kadur, Serda Suhdianto dan Sertu Alfret melaksanakan pendampingan penyemprotan pengendalian organisme pengganngu tanaman padi, di lahan sawah tadah hujan seluas 2,5 hektar bersama poktan sumber utama di Dusun Sumber Ngerjet Desa Bungbaruh Kecamatan Kadur,  Senin (22/1/18).  
Danposramil 0826/12 Kadur Serma Suadi mengungkapkan, tanaman padi merupakan komoditas utama di Indonesia. Dalam perawatan tanaman padi, membutuhkan teknik-teknik dan strategi khusus. Terlebih ketika tanaman padi mulai diserang hama dan penyakit. “Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit, maka dibutuhkan teknik menyemprot tanaman padi yang tepat dan benar,” ujarnya.
Suadi juga menyampaikan, agar proses penyemprotan hama padi ini berjalan dengan cepat, dirinya memerintahkan para Babinsa untuk membantu para petani melakukan penyemprotan. Teknik penyemprotan adalah salah satu kegiatan dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman padi. “Penyemprotan sekilas tampak mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun, tetapi karena bahan-bahan penyemprotan membutuhkan banyak campuran yang terkadang mengandung racun, maka tidak boleh dilakukan secara sembarangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Babinsa Sertu Alfret mengungkapkan, waktu yang tepat untuk menyemprot tanaman padi adalah saat mulut daun mulai terbuka. Cairan pestisida akan lebih mudah diserap oleh tanaman hingga masuk ke dalam lapisan jaringan. Hama yang menyerang tanaman padi akan dapat segera mati ketika mencoba memakan bagian tanaman.
“Waktu yang tepat dan disarankan untuk melakukan penyemprotan adalah pada pagi hari pukul 09.00 Wib dan sore jam 15.30 Wib, saat mulut daun terbuka,” tegasnya.
“Menyemprot tanaman tidak melulu harus keseluruhan bagian tanaman, cukup dibawah permukaan daun, karena disinilah letak mulut daun berada,” tutur Sertu Alfret. (PENAWARTA-03)