Pemilik Lahan Garam Dusun Trokem Minta Keadilan dan Kebenaran Haknya


Rusfandi, warga Desa Majungan Pademawu, salah satu Pemilik Sertifikat lahan Garam dusun Trokem saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (22/11).

PENAWARTA.COM – Pamekasan, Sejumlah Pemilik lahan garam meminta keadilan dan kebenaran haknya dari pihak terkait terhadap lahan garam yang sudah dikelola 20 tahun lebih namun kini bersengketa yang berada di dusun Trokem desa Majungan Pademawu.

Sebanyak 8 orang penggarap lahan tambak garam yang memiliki sertifikat tahan asli tersebut sangat dirugikan atas tindakan pak Sipah yang menggarap lahan garamnya. Padahal, berdasarkan kesepakatan, sejak 7 Mei 2012 lahan itu tidak akan digarap

“Kami sebagai pemilik lahan, sampai 20 tahun lebih menggarap lahan garam di dusun trokem ini hingga tahun 2012 secara normal, namun, sejak tahun 2012 sampai 2015 itu di garap pihak H. Pak Sipah separuh, kemudian 2016 sampai sekarang itu diambil semua digarap,” terang
Rusfandi kepada media, salah satu pemilik sertifikat lahan, Rabu (22/11/2017).

Menurut Rusfandi selaku pemilik lahan telah beberapa kali melaporkan ke pihak kepolisian bahkan pengadilan negeri Pamekasan telah mengeluarkan keputusan dan kasasi, tetapi pihak pak Sipah tetap memaksa menguasai lahan miliknya.

“Kami selaku pemilik sertifikat lahan yang sah menginginkan lahan kami bisa digarap kembali, dan kami meminta agar pihak penggarap yang bukan pemilik yang sah mendapat sangsi sesuai dengan perbuatannya,” imbuhnya.

Selama ini, lanjut Rusfandi, proses hukum sudah berjalan, namun yang terjadi, selalu putusan tipiring (tindak pidana ringan) terus, artinya cuci piring. “Kami selaku pemilik sertifikat yang sah, setiap kami laporkan selalu tipiring, jadi kami disini butuh keadilan, ” katanya menegaskan.

Dengan keputusan tersebut, akhirnya Rusfandi bertekad melaporkan hal tersebut ke Polda Jatim.

“Kami sudah laporan ke polda, kurang lebih 1 bulan yang lalu, informasinya, kami mendapat tembusan bahwa sudah dilimpahkan ke Polres Pamekasan, sekarang masih proses, kami nunggu tindak lanjutnya,” katanya, menjelaskan.

Tetapi, Rusdi berharap, putusannya tidak lagi tipiring, ia meminta keadilan yang sebenarnya, sebab, perbuatan yang dilakukan bapak Sipah merupakan perbuatan yang berulang-ulang.

“Kami berharap, putusannya tidak tipiring lagi, sebab ini perbuatan yang berulang-ulang, kami meminta keadilan yang sebenarnya,” tandasnya.

Untuk diketahui, H. Sipah (Raji) yang kini menggarap lahan dari 8 orang pemilik sertifikat sah, mengatasnamakan perhutani yang dianggap penanggung jawab lahan tersebut.

7 dari 8 orang pemilik sertifikat saat menunjukkan sertifikatnya.

Lahan seluas 20 hektar lebih itu, tercantum dalam 14 sertifikat pemilik lahan. (PENAWARTA-03)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s