Inilah Alasan Madura United Banding Atas Sanksi Komdis PSSI

Madura United FC saat menghada[pi Bali United di Stadion I Wayan Dipta Denpasar, Bali Minggu (13/8/2017).

PENAWARTA.COM – Manajemen Madura United akhirnya resmi mengajukan banding kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

“Presiden klub memang sempat menyampaikan bahwa menerima keputusan. Tetapi karena sanksi bukan hanya laga usiran dan kejadian pada pertandingan pekan 29 bukanlah kerusuhan suporter, dan tidak mengganggu pertandingan akhirnya diputuskan akan banding,” kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro kepada media di Pamekasan, Minggu (22/10/2017)

“Apalagi sambung dia, komdis juga memberikan hukuman tersendiri pada orang yang dianggap pelaku.

Haruna menjelaskan, ada lima alasan yang menjadi pertimbangan pihak manajemen mengajukan banding atas putusan Komdis PSSI itu.

Bahwa setelah kami membaca dan memperhatikan putusan Komisi Disiplin Nomor 100/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 Tanggal 18 Oktober 2017, dengan ini kami mengajukan memori banding dengan penjelasan sebagai berikut:

Pertama, bahwa menurut kami kurang tepat dalam menjatuhkan sanksi disiplin kepada klub Madura United FC untuk melakukan pertandingan di tempat netral dengan tanpa penonton adalah tidak mendasar.

Kedua, bahwa pelanggaran disiplin yang terjadi sebagaimana yang dijelaskan dalam fakta dan pertimbangan adalah pemukulan perangkat pertandingan yang dilakukan oleh oknum yang bukan offisial tim, dan atas pelanggaran disiplin tersebut oknum yang bersangkutan sudah diberikan sanksi berupa denda dan larangan masuk ke stadion.

Ketiga, bahwa pelanggatan disiplin yang terjadi bukan merupakan kategori kerusuhan suporter, dan tidak berakibat kekacauan dan berhentinya pertandingan.

Keempat, bahwa atas pertandingan tersebut, Local Organizing Commette (LOC) telah melaksanakan mekanisme dan prosedur pertandingan sesuai ketentuan yang diatur dalam Manual Liga 1 Gojek Traveloka 2017.

Kelima, bahwa faktanya dalam pertandingan tersebut, LOC telah melakukan langkah-langkah konkret untuk melindungi serta melakukan evakuasi perangkat pertandingan dari kejadian-kejadian yang membahayakan dengan mengevakuasi dengan mobil rantis kepolisian serta memindahkan penginapan wasit di luar pulau Madura.

“Manajemen Madura United FC sangat menyadari dan mengakui telah terjadi pelanggaran regulasi dan akan berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi, sehingga Komisi Banding dapat mempertimbangkan keputusan seadil-adilnya atas dasar fakta yang kami ajukan,” pungkas Haruna. (PENAWARTA.COM-1)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s