Polres Pamekasan Lepas 6 Truk Pemuat Garam Basah Dari Sumenep Usai Tandatangani SP

Enam Sopir Truk pemuat Garam basah tandatangan SP Usai diberikan arahan oleh KBO Lantas dan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pamekasan.

PENAWARTA.COM – Kepolisian Resort Pamekasan, melalui KBO Satuan Lalulintas, Iptu Safril Septiyanto, dan Kanit Dikyasa Satlantas Polres setempat, Ipda Sri Sugiarto akhirnya melepas 6 truk pemuat garam basah dari Sumenep dengan pernyataan diatas materai. Ke 6 sopir itu dilepas usai diberikan arahan dan pembinaan agar tidak memuat garam basah.

Iptu Safril menjelaskan, mereka dilepas dengan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangi oleh 6 sopir dan pihak Pabrik PT. Garindo.

“Sudah kami lepas, dengan pernyataan bermaterai mas, tadi diketahui langsung oleh kepala pabrik PT. Perindo, kami menghimbau kepada Pengangkut garam agar bisa menyiasati, atau memodifikasi kendaraan agar air garamnya tidak menetes ke jalan raya sehingga membuatnya licin,” terang KBO lantas, Iptu Syafril, Selasa (19/9/2017).

Akibatnya, lanjut Iptu Syafril, jalan yang berceceran air garam itu memakan korban berjatuhan, karena licin disepanjang jalan tersebut.

Demi keamanan dan keselamatan orang lain, Iptu Syafril mencontohkan, seperti terpal yang lebar, dapat dimanfaatkan sebagai alas dan pembungkus garam di bak kendaraan. Atau dengan cara di modif dengan plat, sehingga tidak ada kebocoran atau berceceran di jalan raya.

Berdasarkan laporan masyarakat, kata dia, selama satu minggu ini sudah bnyak korban laka jatuh sendiri akibat jalan licin yang disebabkan tetesan air garam.

“Dalam sehari, korban laka jatuh sendiri bisa 3-7 orang, disebabkan jalan licin dari ceceran air garam tersebut, contohnya air garam yang tadi mlam saya dapat memang licin,” imbuhnya.

Sebelumnya, tambah Iptu Syafril, sudah dilakukan pembinaan dan imbauan oleh Kanit dikyasa ke pabriknya langsung, agar tidak menerima garam yang masih basah. Bahkan, dari kepala Pabrik PT. Garindo, Syaiful Amar sudah menyatakan tidak menerima garam basah.

“Kenyataannya masih ada yang mengirim, oleh karena itu, kita akan datangi lagi PT. Garindo dan yang lain yang menerima garam basah, akan kami tekankan agar tidak menerima garam basah,” katanya.

Konsekuensinya, bila sudah tidak menerima, maka otomatis petani dan kontributor tidak akan mengirim lagi garam basah.

KBO Lantas Iptu Syafril berharap, baik petani maupun pabrik agar mematuhi peraturan yang ada, tidak bertindak sendiri untuk menguntungkan diri sendiri tetapi merugikan orang lain.

Dikabarkan sebelumnya, Polres Pamekasan berhasil mengamankan 6 truk pemuat garam basah saat menggelar operasi gabungan, Senin (18/9) malam sekira jam 22.00 hingga 01.00 dini hari diamankan ke Mako Satlantas Polres Pamekasan, Jl. Raya Nyalaran nomor 224.

Operasi itu dilakukan, mengantisipasi dan mencegah bahaya ceceran air garam yang berserakan di sepanjang jalan raya diakibatkan truk memuat garam basah. (PENAWARTA-03).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s