HMI Tuntut Komite Etik KPK Pecat Saut

oleh -
Aksi HMI saat memprotes  pernyataan Saut Situmorang di Pamekasan, Madura, Kamis (12/6/2016)
Aksi HMI saat memprotes pernyataan Saut Situmorang di Pamekasan, Madura, Kamis (12/6/2016)

PENAWARTA.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (12/5/2016), berdemonstrasi di area Monumen Arek Lancor setempat, mendesak Komite Etik KPK memecat Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Mobil anggota DPRD Pamekasan sempat disita oleh aktivis HMI yang melintas di area Monumen Arek Lancor.

“Kami sengaja menyita mobil dinas salah seorang anggota DPRD Pamekasan sebagai simbol agar wakil rakyat turut mengecam tindakan ceroboh yang telah menimbulkan kegaduhan di negeri ini, yang dilakukan oleh pimpinan KPK,” kata Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Pamekasan Abd Malik.

Aksi memprotes pimpinan KPK oleh aktivis HMI di Pamekasan ini merupakan bentuk kekecewaan semua kader HMI se-Indonesia, atas penyataan pimpinan KPK Saut Sitomorang saat dialog di salah satu televisi swasta nasional beberapa hari lalu.

Saat itu, Saut melontarkan penyataan aktivis HMI lulusan LK-1, setelah menjadi jahat.

Pernyataan Saut itu menuai protes keras para kader-kader HMI di berbagai daerah, termasuk di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Para aktivis dan alumni HMI Pamekasan itu juga mendesak polisi, agar segera memproses laporan Pengurus Besar HMI ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran baik yang dilakukan oleh pimpinan KPK Saut Situmorang.

Selain menggelar aksi mimbar bebas di area Monumen Arek Lancor Pamekasan, aktivis HMI dari berbagai perguruan tinggi di Kota Gerbang Salam ini, juga mendatangi Mapolres Pamekasan dengan berjalan kaki.

Di sepanjang jalan, aktivis organisasi yang didirikan Lafran Pane pada 5 Februari 1947 itu, menggelar orasi, sambil membagikan selebaran yang berisi tuntutan HMI pada pimpinan KPK Saut Situmorang.

Massa juga sempat membakar ban bekas, sebelum tiba di kantor Mapolres di Jalan Stadion Pamekasan sebagai simbol kekecewaan atas pernyataan Saut Sitomorang.

“Saut tidak pantas menjabat pimpinan KPK, karena dia telah memberikan contoh yang tidak baik, dan pernyataan yang disampaikan sebenarnya telah masuk pelanggaran hukum, karena berisi tentang hasutan kebencian kepada publik dan mencemarkan nama baik HMI,” kata Malik.

Mantan Ketua Umum HMI Komisariat STAIN Pamekasan ini menambahkan, pemikiran yang disampaikan Saut yang menyebutkan bahwa lulusan LK-1 HMI menjadi koruptor salah.

Sebab banyak mantan aktivis HMI yang juga menjadi pejuang dalam penegakan supremasi hukum di negeri ini. Ia mencontohkan seperti Artidjo Alkostar, Djimly Assidiqi, dan mantan Ketua MK Machfud MD.

Wakapolres Pamekasan Kompol Hartono saat menemui massa HMI di Mapolres Pamekasan berjanji, akan menyampaikan tuntutan mereka ke Mabes Polri melalui Polda Jatim.

“Kami akan menyampaikan tuntutan saudara kepada pimpinan atas,” kata Hartono.

Di Madura, unjuk rasa memprotes pernyataan Saut Situmorang tidak hanya digelar aktivis HMI Pamekasan, akan tetapi juga para alumni dan aktivis HMI di Kabupaten Sumenep.

Aksi serupa sebelumnya juga digelar oleh aktivis HMI Sampang dan Bangkalan dengan mendatangi mapolres setempat. (PM/HumasHMI-Kahmi/RilisMedia)