Safari PWI Pamekasan Usung Tema “Jurnalisme Damai”

oleh -
Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha menunjukkan kaos bertulis “Turn Back Crime” dan “Jurnalisme Damai Pamekasan” yang diberikan pada PWI dalam acara safari bareng ke berbagai perguruan tinggi di Pamekasan mulai 11 hingga 19 April 2016.

Pamekasan (PWINews) – Safari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Polres Pamekasan, Madura ke Perguruan Tinggi di wilayah itu mengusung tema “Jurnalisme Damai Pamekasan”.

Safari yang digelar sebagai rangkaian dari Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-70 PWI sebagai upaya untuk menguatkan peran lembaga pendidikan di masyarakat sekaligus dalam rangka mewujudkan pendidikan melek media.

Menurut Ketua Panitia HPN 2016 PWI Pamekasan Lutfi Alwi, media tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi publik, akan tetapi juga sebagai media pendidikan.

“Rasanya tidak salah, jika PWI memiliki keinginan untuk memaksimalkan peran lembaga pendidikan kedepan, dan salah satu caranya dengan berbagi wawasan melalui program melek media ini,” kata reporter Radio Madura FM Pamekasan itu dalam keterangan persnya di kantor PWI Jalan Panglima Sudirman Nomor 4 Pamekasan, Rabu (6/4/2016).

Ia menjelaskan, tema “Jurnalisme Damai” pada acara safari jurnalistik yang akan berlangsung mulai tanggal 11 hingga 19 April 2016 oleh PWI bersama Polres Pamekasan sebagai salah satu bentuk upaya agar pola penyampaian informasi secara santun, solutif dan mengedepankan keberimbangan, serta yang terpenting adalah perpijak pada fakta.

“Jurnalisme damai ini sebenarnya merupakan bentuk implementasi dari nilai-nilai ke-Islam-an yakni berdakwah secara baik dan santun (bil-mauidzati hasanah),” katanya.

Lutfi menjelaskan, safari jurnalistik PWI Pamekasan ke berbagai perguruan tinggi yang ada di Pamekasan ini merupakan bagian dari beberapa jenis kegiatan yang digelar organisasi profesi wartawan ini sejak 9 Februari 2016.

Jenis kegiatan lainnya yang telah digelar antara lain, dialog penegakan supremasi hukum, bincai santai yang dikemas dengan ngopi bareng tentang Bahaya Narkoba bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pamekasan dan anggota DPRD Jatim Badrut Tamam, serta seminar kebangsaan dengan nara sumber anggota DPD RI asal Sampang, Madura, Achmad Nawardi, S.Ag.

“Kami juga menggelar lomba blog, majalah dinding dan foto yang saat ini masih dalam tahap rekapitulasi penilaian,” katanya.

PWI merupakan salah satu organisasi profesi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers, selain Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Organisasi ini juga dipercaya oleh negara melalui Dewan Pers sebagai penyelenggara uji kompetensi wartawan (UKW).

Di Madura, termasuk di Pamekasan hanya PWI yang telah terbentuk, sedangkan dua organisasi lainnya, yakni AJI dan IJTI belum. (Humas PWI Pamekasan)