PWI Pamekasan Kaji Potensi Ekonomi Bersama Pengusaha Muda

oleh -

apmmi-1Pamekasan (PWINews) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan melakukan kajian bersama tentang potensi ekonomi di wilayah itu, bersama Asosiasi Pengusaha Muda Mandiri Indonesia (APMMI).

“Kajian kita fokuskan pada upaya pengembangan usaha, terutama bagi kelompok usaha muda yang ada di Pamekasan,” kata Ketua APMMI Ali Husnan di kantor PWI Jalan Panglima Sudirman Nomor 4 Pamekasan, Jumat (19/2/2016).

Kajian ekonomi bersama kelompok pengusaha muda ini, juga bagian dari rangkaian kegiatan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2016 yang digelar organisasi profesi wartawan Pamekasan itu.

Ali Husnan menjelaskan, kelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi AMPPI itu merupakan kelompok yang belajar memanfaatkan potensi lokal.

“Belajar menjadi pengusaha memang bukan perkara yang mudah. Tapi berkat upaya saling membantu antarsesama pengusaha pemula ini, hasilnya lumayan bagus, bahkan ada diantara hasil produk teman-teman yang tergabung dalam organisasi ini yang sudah tembus pasar luar negeri,” katanya.

Ali Husnan menjelaskan, hasil produk lokal Pamekasan yang kini mampu menembus pasar luar negeri adalah Gula Aren Semut.

“Gula aren semut ini merupakan hasil kerajinan anggota APMMI. Dan Gula Aren Semut itu yang telah diproses dan dibentuk seperti gula pasir,” katanya menuturkan.

Hanya saja, harganya jauh lebih mahal daripada gula pasir yang terbuat dari tebu karena membutuhkan proses pengerjaan yang rumit dan pola produksi masih manual yakni hanya dikerjakan oleh industri rumah tangga.

Untuk satu kilogram gula, harga jual gula aren semut di tingkat produsen Rp 27 ribu. “Jadi jauh lebih mahal dibandingkan harga gula pasir,” katanya.

Selain karena proses produksi yang membutuhkan waktu lama yang juga menyebabkan harga gula aren semut itu mahal adalah karena ada penyusutan.

Jika gula aren itu dua kilogram, setelah diproses menjadi gula yang berbentuk gula pasir menjadi satu kilogram.

Ali Hosnan menuturkan konsumen yang banyak membeli gula aren semut hasil produksi pengrajin gula di Pamekasan itu rumah tangga. “Kalau masyarakat lokal Pamekasan justru jarang. Karena harganya memang jauh lebih mahal,” katanya menuturkan.

Menurut Ali Hosnan, negara yang menjadi tujuan ekspor gula aren semut ini adalah Thailand dan Singapura.

Asosiasi Pengusaha Muda Mandiri itu merupakan organisasi kelompok usaha muda yang bergerak di bidang peningkatan keterampilan para pengusaha pemula di Indonesia.

Di Pamekasan, Madura, organisasi pengusaha ini memiliki sebanyak 80 kelompok usaha binaan dari berbagai jenis usaha, dan 40 kelompok diantaranya berada di Kabupaten Pamekasan.

Sementara, Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz menjelaskan, pihaknya memang menggandeng sejumlah kelompok masyarakat menggelar kegiatan bersama, terutama dalam upaya meningkatkan wawasan kalangan wartawan.

“Kepentingan kami ingin membantu mempublikasikan kepada masyarakat luas, bahkan di Pamekasan ini sebenarnya banyak potensi yang bisa dikembangkan, disamping untuk menambah wawasan teman-teman wartawan di Pamekasan tentang dunia usaha dan perkembangan ekonomi,” katanya, menjelaskan. (Humas PWI Pamekasan)