PWI Sosialisasikan UKW di “Coffe Morning” Polres Pamekasan

by -
Kapolres AKBP Sugeng Muntaha menyerahkan hadiah kalender Polres Pamekasan 2016 kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan dalam acara "Coffer Morning" di Mapolres setempat, Senin (25/1/2016).

COFFE-MORNING-PolresPENAWARTA.COM – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan Abd Aziz menyampaikan sosialisasi pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dalam kegiatan Coffe Morning yang digelar Polres Pamekasan, Senin (25/1/2016).

“Ketentuan tentang UKW ini penting kami sampaikan, sebab pada saatnya nanti, Dewan Pers akan memberlakukan, bahwa nara sumber berhak menolak diwawancara oleh wartawan yang tidak lulus uji kompetensi,” kata Abd Aziz.

Menurut dia, program UKW yang dicanangkan oleh Dewan Pers itu sebagai upaya untuk menertibkan perusahaan media dan wartawan.

Sebab, sejak reformasi, jumlah perusahaan media berkembang dengan pesat, dan demikian juga dengan wartawan, kendatipun mereka tidak memiliki kemampuan yang cukup dari sisi profesionalisme.

“UKW ini juga merupakan salah upaya pemerintah, melalui Dewan Pers untuk melakukan seleksi antara wartawan yang sebenarnya dan tidak,” katanya.

Acara “Coffe Morning” yang digelar Polres Pamekasan, Senin (25/1/2016) itu dihadiri oleh perwakilan satu organisasi profesi wartawan yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, dan dua paguyuban, yakni Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) dan Forum Wartawan Pamekasan (FWP).

Kapolres AKBP Sugeng Muntaha menyerahkan hadiah kalender Polres Pamekasan 2016 kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan dalam acara "Coffer Morning" di Mapolres setempat, Senin (25/1/2016).
Kapolres AKBP Sugeng Muntaha menyerahkan hadiah kalender Polres Pamekasan 2016 kepada Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan dalam acara “Coffer Morning” di Mapolres setempat, Senin (25/1/2016).

Kapoles Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha mengatakan, pihaknya siap menjalin komunikasi dengan wartawan yang bertugas di wilayahnya. Baik mereka yang menjadi anggota PWI, maupun yang masih tergabung di komunitas Paguyuban.

“Ini ajang silaturrahmi, bukan dengan rekan jurnalis saja. Kami juga pernah mengundang tokoh masyarakat, maupun ormas pemuda dan lainnya,” kata kapolres.

Ketua PWI Pmekasan Abd Aziz mengatakan, organisasi kewartawanan yang diakui oleh pemerintah ada tiga, PWI, AJI (Alinasi Jurnalis Independen), IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Adapun wadah seperti FWP dan AJP adalah paguyuban dan merupakan kearifan lokal.

“PWI harus mengayomi paguyuban-paguyuban lokal ini. Bahkan kalau di Pamekasan Ketua FWP dan AJP juga sekaligus pengurus di PWI Pamekasan. Ini supaya memudahkan koordinasasi dalam pembinaan rekan wartawan punya media sudah berbadan hukum,” ucapnya.

Sementara personil wartawan yang bertugas di Pamekasan, sesuai data pada Bagian Humas Pemkab Pamekasan sekitar 80 orang lebih. Dari jumlah itu, baru 20 orang saja yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan  (UKW) dan dinyatakan lulus. (Rilis/PWI Pamekasan)