TKI Pamekasan Meninggal di Malaysia

by -
Dua Petugas dari LP3TKI Surabaya (mengenakan seragam biru - orange) bersama Sapra'ie, keponakan almarhumah Evi bin Inslam, dan keluarga lainnya foto membelakangi mobil Ambulans di Cargo Bandara Juanda Surabaya, Minggu (06/12/2015) - (Foto : Dok. LP3TKI Surabaya)
Dua Petugas dari LP3TKI Surabaya (mengenakan seragam biru - orange) bersama Sapra'ie, keponakan almarhumah Evi bin Inslam, dan keluarga lainnya foto membelakangi mobil Ambulans di Cargo Bandara Juanda Surabaya, Minggu (06/12/2015) - (Foto : Dok. LP3TKI Surabaya)
Dua Petugas dari LP3TKI Surabaya (mengenakan seragam biru – orange) bersama Sapra’ie, keponakan almarhumah Evi bin Inslam, dan keluarga lainnya foto membelakangi mobil Ambulans di Cargo Bandara Juanda Surabaya, Minggu (06/12/2015) – (Foto : Dok. LP3TKI Surabaya)

PENAWARTA.COM – LP3TKI (Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Surabaya bersama Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Pamekasan pada Minggu malam (06/12/2015) melakukan fasilitasi pemulangan jenazah Evi binti Inslam (45 tahun).

Evi binti Inslam, pemilik Paspor AR 281731, adalah warga Dusun Barat Dajah, Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan yang meninggal dunia di Malaysia, pada hari Sabtu (05/12/2015) pukul 15.45 waktu setempat.

Demikian keterangan Tjipto Utomo, Kepala LP3TKI Surabaya, ketika ditemui di Kantor LP3TKI di Jalan Raya Jemursari 99, Wonocolo, Kota Surabaya, Senin (07/12/2015). Tjipto mengatakan, dalam brafax KBRI Kuala Lumpur yang diterima LP3TKI Surabaya pada Minggu pagi (06/12/2015) disebutkan, merujuk keterangan Hospital Kajang, Selangor, Malaysia, bahwa Evi binti Inslam dinyatakan meninggal dunia dikarenakan sepsis secondary to pneumonia atau infeksi paru-paru (pneumonia) yang dideritanya.

Dalam brafax itu disebutkan pula, bahwa Holi bin Faruq, suami Evi binti Inslam, yang saat ini bekerja di bidang Konstruksi di Malaysia kepada KBRI Kuala Lumpur memohon bantuan – sesuai permintaan keluarga almarhumah – agar jenazah isterinya dapat dimakamkan di kampung halamannya di Indonesia.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan diketahui, bahwa Evi binti Inslam bekerja sebagai Buruh di Malaysia mengikuti suaminya. Evi berangkat ke Malaysia dengan menggunakan visa pelancong. Kemudian setibanya di Malaysia ada pihak agen yang mengurus permit kerjanya kepada Imigrasi Malaysia. Masa berlakunya hanya satu tahun, dan bisa diperbaharui lagi selama TKI tersebut masih ingin dan dibutuhkan bekerja di Malaysia.

Jenazah Evi binti Inslam dipulangkan ke Indonesia dari Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu pagi (06/12/2015) waktu setempat dengan menggunakan pesawat GA 819 menuju Bandara Soekarno – Hatta, Tangerang, Banten. Kemudian dilanjutkan dengan pesawat GA 316 menuju Surabaya, dan tiba di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Minggu sore pukul 15.10 WIB.

Tjipto mengatakan, untuk fasilitasi pemulangan jenazah Evi binti Inslam itu pihaknya telah menugasi dua stafnya, Abdul Wahid dan Krisna Dwi. Serah terima jenazah Evi binti Inslam dilakukan di Cargo Bandara Juanda Surabaya oleh Abdul Wahid dan Krisna Dwi kepada Sapra’ei, keponakan almarhumah, dengan disaksikan M Syafik dan Abdul Hamid dari IKMA (Ikatan Keluarga Madura di Malaysia).

Mengenai fasilitasi pemulangan jenazah Evi binti Inslam ini, kata Tjipto, LP3TKI Surabaya melakukan fasilitasi berupa pemberian bantuan biaya pengeluaran jenazah Evi binti Inslam dari Cargo Bandara Juanda Surabaya. Sedangkan pemulangan jenazah dari Surabaya menuju rumah duka di Dusun Barat Dajah, Desa Bangsereh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, fasilitasi berupa pemberian bantuan mobil Ambulans dilakukan Dinsosnakertrans Kabupaten Pamekasan. (PW/Rilis/BP2TKI)