71 Desa di Pamekasan Gelar Pemilihan Serentak

by -

PILKADES-SERENTAK-PwPAMEKASAN (PENAWARTA.COM) – Sebanyak 71 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Senin.

Sebanyak 182 calon bersaing memperebutkan jabatan 71 kepala desa pada pemilihan kali ini.

“Pilkades serentak ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,” kata Bupati Pamekasan Achmad Syafii, seperti dilansir antarajatim.com, Senin (16/11/2015).

Bupati bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan DPRD Pamekasan meninjau secara langsung pelaksanaan pilkades ke sejumlah desa yang menggelar pikades di Pamekasan.

Forpimda memantau secara langsung proses pemungutan suara, penyebaran surat suara kepada warga yang mempunyai hak pilih, serta memantau kesiapan panitia penyelenggara.

Selain itu, Forpinda juga memantau pola pengamanan di masing-masing tempat pemungutan suara, baik oleh polisi, TNI, Linmas maupun Brimob Polda Jatim.

Menurut Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha, pihaknya menerjunkan sebanyak 3.600 personel polisi guna mengamankan pelaksanaan pilkades serentak di 71 desa di 13 kecamatan di Pamekasan itu.

“Mereka itu dari berbagai satuan, baik Reskrim, Samapta, maupun pasukan bantuan dari Brimob Polda Jatim,” katanya menjelaskan.

Jumlah 3.600 personel ini, kata dia, belum termasuk pasukan TNI yang juga diperbantukan mengamankan pelaksanaan pilkades.

Jika dengan jumlah keseluruhan, maka jumlah personel yang terjunkan pada pelaksanaan pilakdes serentak di Pamekasan itu, mencapai 5.000 orang.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS), secara umum, pelaksanaan pilkades di 71 desa di 13 kecamatan di Pamekasan hingga pukul 11.30 WIB berlangsung aman dan lancar.

“Memang ada laporan gangguan teknis, tapi bisa segera diatasi oleh petugas gabungan antara polisi dan TNI,” kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arma Mawardi.

Diantara desa yang menggelar pilkades yang dilaporkan terjadi gangguan, adalah pilkades di Desa Bujur Barat, yakni ada warga yang membawa senjata tajam sehingga terpaksa diamankan petugas.

 

Data Pilkades

Berikut data lengkap ke-71 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang menggelar pilkades pada 16 November 2015:

1. Kecamatan Kota Pamekasan – Desa Teja Barat, Desa Jalmak, Desa Bettet, Desa Panempan dan Desa Nyalabu Laok.

2. Kecamatan Proppo – Desa Karang Anyar, Desa Batu Kalangan, Desa Gro’om, Desa Pangtonggal, Desa Samiran, Desa Lenteng, Desa Pangorayan, Desa Mapper, Desa Penaguan, Desa Tattangoh dan Desa Badung.

3. Kecamatan Tlanakan – Desa Bandaran, Desa Larangan Tokol, Desa Tlesah, Desa Ceguk, Desa Gugul dan Desa Larangan Slampar.

4. Kecamatan Galis – Desa Artodung, Desa Bulay, Desa Tobungan dan Desa Pandan.

5. Kecamatan Larangan – Desa Trasak, Desa Tentenan Barat, Desa Grujugan, Desa Montok, Desa Taraban, Desa Duko Timur dan Desa Kaduara Barat.

6. Kecamatan Pademawu – Desa Sumedangan, Desa Padeleggan, Desa Tanjung, Desa Majungan, Desa Murtajih dan Desa Buddagan.

7. Kecamatan Pagantenan – Desa Bulangan Branta, Desa Tanjung, Desa Bulangan Barat dan Desa Pasangger.

8. Kecamatan Palengan – Desa Poto’an Daya, Desa Rombuh, Desa Angsanah dan Desa Poto’an Laok.

9. Kecamatan Pakong – Desa Bicorong, Desa Bajang, Desa Somalang dan Desa Pakong.

10. Kecamatan Kadur – Desa Kertagenah Tengah, Desa Kertagenah Daja, Desa Bangkes, Desa Sokoleleh dan Desa Pamoroh.

11. Kecamatan Waru – Desa Waru Barat, Desa Waru Timur, Desa Tagangser Laok, Desa Tampojung Guwa, Desa Tampojung Tengah, Desa Tampojung Tengginah, Desa Sumber Waru, Desa Bajur dan Desa Sanah Laok.

12. Kecamatan Batumarmar – Desa Bujur timur, Desa Bujur Barat, Desa Tamberru dan Desa Batu Bintang.

13. Kecamatan Pasean – Desa Sana Tenggah dan Desa Sana Daja.

Aksi Pemukulan
Sehari sebelum pemungutan suara digelar, aksi pemukulan mewarnai pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sehingga menyebabkan situasi keamanan terpantau memanas.

“Kasus pemukulan dalam tahapan pelaksanaan pilkades ini terjadi di Desa Teja Barat Kecamatan Kota,” kata Kapolsek Kota Pamekasan AKP Khairul Anwar, seperti dilansir Okezone.com, Minggu (15/11/2015).

Kasus pemukulan yang terjadi di Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan, pada Sabtu 14 November 2015 sekitar pukul 18.30 WIB, melibatkan oknum anggota TNI AU bernama Sertu Heri dan Serda Saiful Bahri.

Kedua oknum TNI AU itu bertugas dinas di Mabes TNI AU, namun keduanya berada di Desa Teja Barat, menjelang pelaksanaan pilkades, menjadi pendukung salah satu calon.

Warga yang menjadi korban pemukulan di Desa Teja Barat, Kecamatan Kota Pamekasan bernama Rohemah. Saat itu, ia sedang tiduran di rumahnya, tiba-tiba datang sekelompok orang dipimpin Sertu Heri.

Rombongan warga yang dipimpin oknum prajurit TNI itu, lalu menyeret korban ke luar rumah dan menuduh yang bersangkutan membeli suara warga.

“Rohemah merupakan pendukung calon kepala desa Misbuddalam, sedangkan oknum TNI Sertu Heri sebagai pendukung calon kepala desa yang bernama Misnadin,” tuturnya.

Karena tidak terima dengan perlakukan kasar yang dilakukan oleh sekelompok orang yang dipimpin oknum TNI Sertu Heri itu, anak Rohemah, yakni Sulaiman, berupaya membantu ayahnya.

Sulaiman bermaksud membela diri dengan mengambil celurit di dalam rumahnya. Tapi belum sempat berbuat banyak, ia langsung dikeroyok oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh Sertu Heri itu.

“Saat itu, kami langsung bertindak dengan mengamankan Sulaiman ke Mapolsek,” terang Khairul Anwar.

Selanjutnya, dia bersama camat, panitia pilkades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), calon kepala desa Misnadin dan Misbahuddin menggelar musyawarah guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi menyayangkan tindakan oknum prajurit TNI yang terlibat secara langsung dalam proses politik di tingkat desa di Desa Teja Barat, Kecamatan Kota, Pamekasan.

“Kami telah melaporkan kejadian adanya oknum TNI yang terlibat dalam politik praktik di tingkat desa itu ke pimpinan atas,” katanya.

Kepada semua anggota Kodim ia menginstruksikan agar tetap menjaga netralitas, dan tidak menjadi pendukung salah satu pasangan calon.

“TNI harus netral dan menjadi pengayom semua kelompok masyarakat. Jika TNI berpihak, hal itu sama halnya dengan mengabaikan sikap netral, bahkan berpotensi memperkesuh situasi keamanan,” ujarnya. (PW/Ant/MM/Okz)