Diskusi Bangkitkan semangat Kebangsaan

oleh -
Dialog Refleksi 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia oleh CSO Madura Foundation dengan Kodim 0826 Pamekasan, Polres dan DPRD Pamekasan.
Dialog Refleksi 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia oleh CSO Madura Foundation dengan Kodim 0826 Pamekasan, Polres dan DPRD Pamekasan.

Pamekasan (PWINews) – Civil Society Organization (CSO) Madura Foundation menggelar diskusi rutin, Focus Group Discussion “FGD” Madura Foundation bertempat di kantor pusat CSO Madura Foundation Jl. Raya Nyalaran Pamekasan-Madura.

Diskusi yang dilakukan secara rutin ini, hari Jumat (28.08.2015) malam merupakan diskusi putaran ke-9 (sembilan) dengan mengangkat tema “Refleksi 70 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia bagi kaum Muda”.

Diskusi diikuti kurang lebih 30 orang dari kalangan muda, aktivis BEM, organisasi ekstra mahasiswa, LSM/NGO, OSIS SMU dan tokoh pemuda sekitar.

Diskusi yang dikemas dengan bentuk diskusi ringan (polkompol) tapi mendalam, menghadirkan narasumber Dandim 0826/Pamekasan, Kapolres Pamekasan yang diwakili Kabagren Polres, Ketua Komisi satu dan Ketua Komisi tiga DPRD Pamekasan. Dandim 0826 Letkol Arm Mawardi, S.A.P sebagai pemateri pertama mengajak para kaum muda dan pemuda untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi perkembangan situasi saat ini.

“Proxy War adalah ancaman nyata saat ini. Musuh yang dihadapi dalam proxy war tidak terlihat tapi nyata” terang Dandim.

“Pemuda adalah agen perubahan yang sepuluh, duapuluh tahun yang akan datang adalah pengganti kita memimpin negeri ini. Jangan sampai menjadi korban proxy war, yang lemah secara fisik, mental, spiritual dan akademik” tegas Dandim.

Pernyataan Dandim ini diamini oleh tiga pemateri yang lain bahwa peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, harus aktif, kreatif dan inovatif dalam kemasan kegiatan positif dan bermanfaat untuk memajukan, serta menguatkan bangsa ini.

Sementara itu menurut Direktur Eksekutif CSO Madura Foundation, Munhari Beriel menjelaskan tujuan digelarnya diskusi adalah sebagai salah satu wadah mencari dan menambah ilmu pengetahuan para pemuda secara mandiri.

“Madura pasca suramadu idealnya harus melibatkan pemuda dalam menyumbang pemikiran dan ide kreatif, dalam wadah diskusi inilah sebagai wahana untuk menggali ide kreatif tersebut” terang Munhari. Sebagai kesimpulan diskusi, disepakati bahwa pendidikan karakter mutlak diperlukan sebagai proteksi terhadap perkembangan situasi menghadapi proxy war. (Rilis Kodim Pamekasan)