Empat Anggota PWI Pamekasan Lulus Uji Kompetensi

oleh -

UKWPamekasan (PWINews) – Empat anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan lulus uji kompetensi wartawan dalam pelaksanaan ujian yang digelar di Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (20/12).

Keempat anggota PWI Pamekasan itu masing-masing reporter Radio Karimata FM Rafiki Tanziel, reporter Madura FM, Lutfi, kontributor RCTI, Dedy Priyanto dan wartawan mediamadura.com Esa Arif AS.

Menurut Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, dengan lulusnya keempat anggota PWI Pamekasan itu, maka jumlah anggota PWI Pamekasan yang telah lulus uji kompetensi sebanyak delapan orang.

“Anggota PWI Pamekasan lainnya yang juga dinyatakan lulus uji kompetensi adalah Muchsin wartawan Koran Harian Surya, Syamsul Arifin reporter beritajatim.com, Ach Soleh reporter JTV Madura dan saya sendiri,” katanya di Pamekasan, Minggu malam.

Wartawan Pamekasan yang menjadi anggota organisasi resmi yang diakui oleh Dewan Pers tersebut itu hingga kini sebanyak 12 orang. Masing-masing Syamsuddin Koran Harian Bhirawa, Muchsin Koran Harian Surya, Hairul Anam Kabar Madura, Mokri Madura Chanel, Ach Soleh JTV Madura, Rafiki Tanziel Radio Karima MF, Lutfi Radio Madura FM, dan Syamsul Arifin beritajatim.com.

Selanjutnya Dedy Priyanto kontributor RCTI/MNC Group, Esa Arif AS mediamadura.com, Suhil Qodri Radio Karimata FM dan Abd Aziz dari Perum LKBN Antara.

Di Pamekasan jumlah wartawan yang bergabung dengan PWI memang tergolong sedikit, meski jumlah wartawan di Kota Gerbang Salam yang terdata di Humas dan Protokoter pemkab setempat mencapai sekitar 60 orang lebih. Hal ini terjadi, karena untuk menjadi anggota PWI harus memenuhi beberapa ketentuan.

“Selain harus mendapat persetujuan dari petusahaan tempatnya bekerja, yang bersangkutan juga minimal harus sarjana, serta tidak pernah terlibat tindak pidana kriminal yang dibuktikan dengan surat keterangan catatan kepolisian,” katanya.

Sesuai dengan Surat Keputan Dewan Pers NOMOR: 12/SK-DP/VIII/2006
tentang Hasil Verifikasi Organisasi Wartawan, PWI merupakan satu dari tiga organisasi wartawan yang diakui keberadaannya di Indonesia, dan organisasi ini berhak melakukan uji kompetensi wartawan, guna meningkatkan profesionalis dan kapasitas keilmuan wartawan.

Dua organisasi lainnya, masing-masing Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

Pascareformasi, jumlah organisasi wartawan yang ada di Indonesia sebanyak 27 organisasi, namun setelah dilakukan verifikasi dengan ketentuan memiliki sebanyak 500 anggota di masing-masing cabang (provinsi), maka Dewan Pers hanya mengakui sebanyak tiga organisasi wartawan, yakni PWI, AJI dan IJTI. (Pengurus PWI Pamekasan)