Catatan Dialog Pendidikan PWI Pamekasan

oleh -

Diskusi PWIPamekasan (PWINews) – Pada tanggal 27 Agustus 2014, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Komunitas Kedai Baca dan Kopi Pamekasan, serta LSM Wacth of Education and Corruption (WEC) Pamekasan menggelar dialog pendidikan bertema “Penerapan Kurikulum 2013 di Kabupaten Pamekasan”.

Dialog rutin PWI ini menghadirkan tiga nara sumber, yakni Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Pamekasan Moh Tarsun, membahas tentang “Penerapan Kurikulum 2013 di Lingkungan Disdik”, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan Juhedi membahas tentang “Penerapan Kurikulum 2013 di Lingkungan Kemenag” dan Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam STAIN Pamekasan Dr Syaiful Hadi membahas tentang “Kurikulum Berbasis Karekter dalam Membentuk Pribadi Anak Yang Beretika”.

Dialog dipandu oleh Wakil Sekretaris PWI Pamekasan yang juga Reporter Radio Karimata FM Rafiki Tanzil, mulai pukul 19.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 22.25 WIB. Sebelum memberikan kesempatan kepada tiga pemateri itu, pemandu terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada aktivis LSM Pendidikan Fahrus Shaleh Fadli, memaparkan beberapa temuan dan kendala di lapangan, terkait pelaksanaan kurikulum 2013.

Fahrus Sholeh,
Realitas di lapangan, pelaksanaan kurikulum 2013 yang kini diterapkan di semua lembaga pendidikan masih menemui kendala teknis, salah satunya, tentang penyediaan buku pelajaran. Disamping itu, masih banyak lembaga pendidikan di Pamekasan yang belum siap bahkan masih terkesan kualahan dalam melaksanaan kurikulum baru yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Moh Nuh ini. Fahrus dalam kesempatan itu bahkan meminta, agar pemateri dari dinas terkait memikirkan permasalah tersebut, sehingga dalam pelaksanaannya bisa sesuai harapan.

Usai memberikan kesempatan kepada Ketua WEC yang juga guru di SD Nurul Hikmah, Pamekasan ini, pemandu selanjutnya memberikan kesempatan kepada pemari untuk menyajikan materi dialog sesuai dengan tema yang telah ditentukan oleh PWI Pamekasan.

Pemateri-I Moh Tarsun
– Kurikulum 2013 atau “K13” sebenarnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang mulai diberlakukan sejak tahun 2006 di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia. Pemerintah melalui Kemendikbud, menganggap perlu untuk melakukan penyempurnaan kurikulum 2013 tersebut, karena jenis kurikulum itu dianggap kurang mampu menjawab tantangan zaman.
– Beberapa alasan yang dikemukan Tarsun antara lain, pada tahun 2010-2035, Indonesia diberkahi bonus demografi, yaitu jumlah penduduk usia produktif berada pada titik tertinggi. Agar bonus tersebut tidak menjadi bencana demografi, pendidikan berperan penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Kedua generasi emas tahun 2045, yakni harus diisi oleh generasi kreatif, inovatif dan berkarakter. Dengan generasi yang demikian, maka K13 dirancang untuk menjawab tantangan itu dan K13 akan diyakini akan mampu menjawab tantangan.
– Pada 2035 – 2045 Indonesia membutuhkan tenaga terampil, sedangkan penekanan K13 fokus pada penekanan kreatifitas, inovatif dan karakter. Ketiga hal itu harus seimbang, dan selama ini tiga hal tersebut tidak berjalan seimbang yakni lebih ditetapkan pada pengetahuan, namun dari sisi keterampilannya masih kurang. Jadi esensi K13 membangun kreatifitas dan karakter siswa.
– Perbedaan esensial antara K13 dengan KTSP antara lain, KTSP memaparkan kosep, (anak diberitahu guru), sedangkan pada kurikulum 2013 yang dipaparkan masalah, (anak aktif mencari tahu dengan diberi masalah kemudian diarahkan membangun konsep dari masalah tersebut). Dengan demikian, maka anak didik benar-benar menjadi aktif.
– Pada evaluasi kegiatan belajar mengajar, KTSP hanya menekankan pada out put, sedangkan K13 pada proses dan output. Dari sisi penilain, KTSP berupa angka, tapi K13 campuran yakni diskriptif-informatif.
– Di Pamekasan jumlah lembaga pendidikan di tingkat SMP sebanyak 169 lembaga dengan jumlah lembaga swasta sebanyak 37 lembaga. Tarsun juga mengemukakan, bahwa lembaga pendidikan swasta selama ini banyak membantu pemerintah mendokrak APK warga Pamekasan, dan saat ini hanya tinggal 2 persen siswa lulusan SD yang tidak melanjutkan di SMP. Sedangkan jumlah lembaga pendidikan SMA yang ada di bawah naungan Disdik Pamekasan saat ini sebanyak 62 lembaga, SMK 60 lembaga pendidikan.
– Guru-guru yang telah mendapatkan pelatikan K13 sekitar 90 persen lebih, dengan perincian, untuk guru SMP sebanyak 1.890 orang, guru SMA sebanyak 873 orang, sedangkan pengawas, semuanya sudah mendapatkan diklat K13 atau seratus persen. Selanjutnya kepala sekolah 90 persen. Dengan demikian, maka semua lembaga pendidikan yang ada dibawah naungan Disdik pada dasarnya sudah siap melaksanakan kurikulum 2013.
– Meski kurikulum 2013 telah diterapkan di semua jenjang lembaga pendidikan yang ada dibawah naungan Disdik Pamekasan, namun Moh Tarsun mengaku, bahwa ketersediaan buku, memang masih menjadi kendala. Pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikbut belum mengirim buku tersebut, sehingga salah satu cara yang dilakukan agar KBM tidak terganggu adalah memfotokopi materi pelajaran yang telah diserahkan ke masing-masing sekolah dalam bentik file softcopy. (Saat ini kadis sedang rapat di Jakarta guna mengurus hal itu).
– Penerapan kurikulum 2013 bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Moh Nur, menurut Tarsun, dianggap sangat mendesak, sehingga Menteri meminta kepada agar guru dan pegawai yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini hendaknya menunda tahun depan.
– Pelajaran yang ditingkatkan pada K13 ini adalah pendidikan agama, dari sebelumnya hanya 2 jam, kini menjadi 4 jam.

Pemateri II Kepala Kemenag Pamekasan Juhedi.
– Khusus pendidikan di Kemenag Pamekasan ditangani oleh Seksi Penma (Pendidikan Madrasah), yakni seksi khusus yang mengurus tentang pendidikan agama Islam.
– Di lingkungan Kemenag Pamekasan kurikulum berbasis karekater sebagaimana kurikulum 2013 sebenarnya bukanlah hal yang baru, bahkan sudah diterapkan sejak lama. Ia mencontohkan seperti bengkel shalat di MAN Pamekasan, dan pendalapan pemahaman serta penghayataan keagamaan juga telah diberlakukan sama di semua lembaga pendidikan yang ada dibawah naungan Kemenag mulai dari MTs hingga tingkat MA.
– Dengan demikian, maka pendidikan karakter yang diharapkan di 2013, sebenarnya sudah berjalan di lembaga pendidikan dan hal ini tidak hanya berlaku di Pamekasan, akan tetapi tetapi juga di semua lembaga pendidikan dibawah Kemenag di seluruh Indonesia.
– Kurikulum 2013 di Pamekasan saat ini telah diberlakukan di 315 untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), MTs 189 lembaga MA 87 lembaga. Sedangkan jumlah MD (Madrasah Diniyah) yang terdata di Pamekasan saat ini sebanyak 1.222 lembaga pendidikan.
– Guru-guru juga semuanya telah tersentuh pelatihan K-13 dan kurikulum baru ini merupakan keharusan, bahkan Kanwil Kemenag Provinsi Jatim menyatakan, dadurat kurikulum 2013. Ini antinya, bahwa penerapan kurikulum 2013 merupakan keharusan.
– Kendala yang dihadapi Kemenag Pamekasan sama sebagaimana di berbagai lembaga pendidikan di lingkungan Disdik, yakni buku pelajaran. Sehingga pihak sekolah terpaksa melakukan penggandaan. (Sekarang informasinya sudah turun dan sudah ada di provoisni dan sebentar lagi akan dibagikan ke semua lembaga pendidikan).

Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam STAIN Pamekasan Dr Syaiful Hadi
– Sebelum menyampaikan materi, Dr Syaiful Hadi mengharapkan Kedai Kopi dan Baca Sebelas 12 yang selama ini menjadi tempat dialog PWI Pamekasan bisa menjadi Instrumen Masyarakat Baca Pamekasan”.
– Dr Syaiful dalam kesempatan itu lebih banyak memaparkan hasil penelitiannya di dua lembaga pendidikan favorit di Pamekasan, yakni di SMA Negeri 1 Pamekasan dan MTs Negeri Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan yang dilakukan pada Maret hingga Juli 2014.
– “Kalau ingin mengetahui sekolah agama yang memiliki basis ilmu pengetahun dan teknologi yang handal, maka lihatlah MTs Sumber Bungur. Tapi kalau ingin melihat sekolah umum yang berilmu pengetahuan dan paham agama serta teknologi, maka lihatlah SMA Negeri 1 Pamekasan” (statemen diawal pembicaraan).
– Kurikulum 2013 merupakan eksperimen Menteri dari NU (Pak NUH), untuk menjawab tantangan. Sebagai upaya untuk melakukan kajian, perubahan perbaikan kurikulkum harus memenuhi proses manajerial, plan, do, cek, baru selama 1 tahun berjalan bisa dikorekti.
– Dr Syaiful Hadi juga sempat memaparkan tentang hasil peneliannya di SMA Negeri I Pamekasan, antara lain tentang mata pelajaran agama dan budi pekerti di SMA Negeri 1 Pamekasan, yang difokuskan pada tiga hal, yakni aspek inovasi kebijakan kurikulum, SMA bernuansa madrasah, lalu Kebijakan ektra ketakwaan. Di SMA malam selasa dan malam Jumat ada kegiatan keagamaan, yang terstruktur dan massif dan itulah yang mempengaruhi kehidupan anak.
– Membentuk karakter tidak hanya dalam bentuk slogam, akan tetapi melalui instrumen pendukung. Kerja sama dengan pesantren juga dilakukan oleh SMA I dan ia menyarankan agar tidak hanya di lembaga itu, akan tetapi kalau bisa semua lembaga pendidikan umum.
– Bahkan Syaiful juga menyarankan agar ada regulasi pemkab membuat regulasi adanya kerja sama yang baik antara lembaga pendidikan umum dengan pondok pesantren, sehingga dengan cara seperti itu, maka pemahaman akan pengetahuan agama akan lebih baik bagi siswa. Pesantren juga akan memiliki peran penting dalam dunia pendidikan umum. (SMAI telah melakukan hal ini)
– Inovasi pengembangan pembelajaran di SMA Negeri I Pamekasan ada sekitar lima aspek, pembudaan nilai-nilai, pola rekrutmen calon peserta didik yang disebut (kompas), yakni jalur rekrutmen anak didik di bidang keagamaan. Ketiga ektra ketakwaan, pembinaan dengan pesantren pesantren kerja sama dengan sekolah umum, lalu kelima, pembinaan baca tulis Alquran, semua siswa wajib membaca Alquran sekitar 10 menit. Inilah yang disebut sekolah bernunasa salaf.
– Kurikuluk  2013 guru dituntut memiliki keterampilan lebih. Butuh kebijakan yang memayungi sekolah itu, dalam melaksanakan kurukulum 2013.
– Ada empat komonen dasar yang harus masuk dalam rancangan pembelajaran, pertama spiritualitas, kedua kepribadian dan sosial kehidupan masyarakat, dan ini perlu diwadahi oleh kemenag dan Disdik pamekasan. Inovasi penyelenggaraan keagamaan, perlu ada wujud pengembangan kurikulum dalam pengembangan keagamaan. Visi-misi SMA 1 Menghayati Ajaran Agama.
– Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, K13 diharapkan benar-benar mengisi pendidikan. Pamekasan sebagai kota Gerbang Salam penerapan kurikulm 2013 sangat mendukung, namun perlu adanya dukungan yang kuat, dari Pemkab Pamekasan. Diharapkan juga ada Perda yang mengatur tentang pentingnya peningkatan karakter anak didik sebagai pendukung dari penerapan K13 di Pamekasan.

Sesi Tanya Jawab
Esa Arif:
– Banyak sekolah dan guru yang belum paham Kurikulum 2013?

Dedy Priyanto
– Hampir semua lembaga pendidikan tidak siap. Ada lima karakter yang menjadi penilaian, (Kurikulum Terserah Sampean dan Terserah Panjengan?).

Slamet Readi (Kedai Kopi dan Baca)
– Tujuan Pendidikan nasional kaitannya dengan kurikum 2013?
– Pendidikan Andragogi dan pedagogi? Kok buka belum tersedia?
– Apakah benar K13 ditetapkan? saat bukunya belum ada seperti saat ini?
– Reward oleh dinas pendidikan pada guru berprestasi?

Jawaban Pemateri
Tarsun
– Sebelum diterapkan semua guru, sudah mendapatkan pelatihan. Tahun 2013 sudah ada beberapa sekolah yang melaksanakan kurikulum baru tersebut.
– Masalah buku karena ribet terkait tender, proses pemenang anggarannya 2014, sehingga berpengaruh pada distribusi buku. Tapi di Jatim sudah banyak beredar. Pemenang dari PT Inter Massa ini yang belum, tapi di Jatim sekitar 80 persen sudah beredar.
– Apapun tafsiran soal manufer politik yang dilakukan Menteri Moh Nur terkait penerapan kurikulum 2013, ini tetap sebagai upaya untuk memperbaiki pendidikan.
– Swasta banyak yang belum mengikuti pelatihan, pemerintah pusat menjadi pengendali dalam kegiatan kurikulum 2013 ini. Disdik hanya menjalankan secara optimal, Pemerintah juga menyediakan anggaran bagi guru yang tidak terekrut dalam pelatihan.
– Peringkat penilaian berjenjang dan intelektual pada tingkat kelima setelah spritual, mental dan karakter. SMA 1 memang “the best input” (tambahan atas pernyataan Dr Syaiful Hadi).
– Prestasi dunia pendidikan di Pamekasan terbilang bagus, bahkan pada OSN kali ini dua orang siswa masuk sebagai juara, yakni pada bidang matematika dan komputer. Pamekasan diperhitungkan di tingkat nasional dan berbagai provinsi di Indonesia.

Jawaban Tambahan dari Bu Santi Staf Disdik Pamekasan:
– Ruh K13 masyarakat belum dinikmati oleh semua pihak dan oleh sebab itu, memang sering menjadi masalah. Akses internet (TPK=tempat pelatihan kurikulum). Guru yang tidak terlibat, karena lembaganya tidak terferval (verifikasi validasi dari NUPTK), terdata dalam data base pemerintah.
– Sekolah yang gurunya belum miliki NUPTK memang belum mendapatkan pelatihan K13, sehingga nampak sembrawut, namun di Disdik tidak sampai 10 persen. Tidak ada trik khusus, karena semua skenario langsung dari pusat. Kalaupun ada dari lembaga keprofesian, yakni MKMP.

Kepala Kemenag Juhedi:
– Kalau di Kemenag sejak 2013, bahkan sebelum itu, K13 sebenarnya sudah mulai, karena sistem pendidikan di lingkungan Kemenag memang lebih menekankan pada pendidikan karakter, dan pemahaman pelajaran keagamaan.
– K13 di Kemenag plus Kurma (Kurikulum keagamaan), menurutnya itulah kekuatan yang ada di lembaga keagamaan. Pendidikan karakter memang banyak bertanya, ia mencotonhkan, tidak sikat gigi lulus unas, atau biasa sikat gigir tidak lulus unas.

Jawaban Tambahan dari Bapak Nukman, Kepala MAN Pamekasan yang diajak Kepala Kemenag mendapingi dalam dialog.
– Nukman, dari semua pertanyaan itu, jawabannya “Mau atau tidak melakukan perubahan?”. Kesuksesan Kurikulam 2013 ada pada cara pandang dan cara berpikir guru, selama tidak mau berubah, maka sulit untuk berubah.
– K13 sangat menyenangkan dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), guru melakukan inovasi, buku bukan persoalan, pemerintah telah membuat silabus.
– Kata kunci K13, pertama pemahaman, yakni standar kelulusan, standar isi, penilaian, standar proses.
– Perbedaannya sangat tipis, yakni menambahkan dua pendekapatan saintofik, dan—proses pembelajaran langsung dan tidak lansgung. Pemberian contoh dari guru, dan ini merupakan aktifas dari K13. Shalat berjamaah, dhuha, dengan demikian yang ditonjolkan unsur religius dan unsur sosial. Persentasi kognitif 30 persen untuk MTs, 70 persen karetier, SMA 40 konitif, 60 karakter.
– K13 itu sebenarnya indah, terfokus pada siswa, guru hanya mengarahkan, pendekatan ilmiah, metode inkuiri dan kaferi.

Jawaban Kepala MTsN Sumber Bungur Holis (Staf Kemenag):
– buku sebenarnya tidak jadi kendala, karena di sebagian lembaga pendidikan yang ada di Kemenag Pamekasan ada yang sudah melakukan didefrensiasi dan eskalasi, Kurikulum 2013, jauh sebelum pelaksanaan kurikulum K13, salah satunya seperti MTsN Sumber Bungur.

Jawaban Pemateri dari STAIN Pamekasan
– Kurikulum 2013 Eksperimen, menilai tentang karakter, mata pelajaran agama merupakan kata kunci.
– Pemateri juga sempat memperkenalkan, bahwa saat ini di STAIN Pamekasan juga ada program manajemen pendidikan Islam.
– Usulan, kalau persoalannnya buku, memang harus dimulai mentradisikan menulis, “Penulisan Buku Ajar Berkarakter Madura”
– Usulan buku ajar berkarakter Madura ini penting, karena dengan cara seperti itu, maka nilai-nilai tradisi dan budaya lokal Madura, akan tetap tertanam dalam ingatan anak didik.
– Ia menyatakan, selama ini terkesan ada penjajahan materi kurikulum pendidikan. Misalnya dalam pelajaran agama ada anjuran sedekah. contohnya di daerah lain atau kabupaten lain, padahal warga Madura, memiliki tradisi turun temurun, yang disebut dengan tradisi ter-ater. Itu sebenarnya sedekah dalam bahasa agama. (Notula Dialog PWI Pamekasan)