PWI-LP3M Gelar Diskusi Calon Ketua DPRD Pamekasan

oleh -

IMG02870-20140808-2207Pamekasan (PWINews) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembangan Madura (LP3M), Jumat (9/8/2014) malam menggelar diskusi tentang calon Ketua DPRD Pamekasan Periode 2014-2019.

Diskusi diikuti kalangan terbatas, yakni dari kalangan politikus Pamekasan lintas partai politik, perwakilan kelompok prefesi dan akademisi Pamekasan dan bertempat di rumah Wakil Ketua DPRD Pamekasan, M Suli Faris.

“Khusus diskusi dengan LP3M ini tempatnya berpindah-pindah, dan diskusi ini murni merupakan kegiatan ilmiyah, dan pesertanya lintas parpol yang ada di Pamekasan ini,” kata Direktur LP3M Suroso.

Dalam diskusi itu, forum menyimpulkan bahwa ada sebanyak tujuh orang legislator yang layak maju sebagai pimpinan DPRD Pamekasan periode 2014-2019.

“Ketujuh orang legislatif terpilih ini layak maju sebagai calon pimpinan di DPRD Pamekasan berdasarkan pengalaman kerja mereka selama ini, serta berdasarkan kapasitas keilmuan yang mereka miliki,” katanya di Pamekasan, Sabtu.

Hasil diskusi yang digelar oleh lembaga itu menyebutkan, ketujuh legislator terpilih yang dinilai layak maju untuk bersaing merebut jabatan unsur pimpinan DPRD Pamekasan itu masing-masing empat orang dari Partai Persatuan Pembangunan, yakni Halili, Andy Suparto, Iskandar dan Moh Sahur Abadi.

Sedangkan tiga legislator terpilih lainnya masing-masing kader Partai Bulan Bintang (PBB) Suli Faris, kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Imam Kusairi dan kader Partai Demokrat Hermanto.

Keempat legislator terpilih dari PPP itu layak maju untuk memperebutkan jabatan Ketua DPRD Pamekasan periode 2014-2019, sedangkan tiga orang lainnya untuk jabatan Wakil Ketua DPRD Pamekasan.

“Kenapa jabatan Ketua DPRD Pamekasan, karena sesuai dengan ketentuan, bahkan yang berhak menjabat Ketua DPRD Pamekasan itu adalah partai politik pemenang pemilu di wilayah itu, dalam hal ini adalah PPP,” katanya.

Maka, sambung Suroso, secara otomatis, legislator terpilih yang akan menjabat sebagai Ketua DPRD Pamekasan periode 2014-2019 adalah dari PPP.

Sementara dalam diskusi bertajuk “Mencari Sosok Ideal Calon Ketua Ketua DPRD Pamekasan 2014-2019” yang digelar lembaga itu bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Jumat (8/8) malam, forum dari berbagai kelompok profesi sebagai peserta diskusi juga meminta agar pengurus partai hendaknya mempertimbangkan kapasitas keilmuan calon, serta memperhatikan asas kepatutan.

Faktor penguatan demokratisasi dan menekan terjadinya kolusi dalam bidang pemerintahan, juga menjadi perhatian serius peserta diskusi itu. Salah satunya kemungkinan PPP menunjuk kembali saudara Bupati Pamekasan Achmad Syafii, yakni Halili untuk menjabat sebagai Ketua DPRD Pamekasan periode 2014-2019.

“Secara aturan, memang tidak ada larangan, bahwa pimpinan legislatif dan eksekutif bersaudara, namun secara etika Madura jelas kurang tepat,” kata peserta diskusi itu, Suli Faris.

Suli yang juga politikus Partai Bulan Bintang Pamekasan ini menjelaskan, pribahasa yang berkembang dan masih menjadi pegangan sebagian masyarakat Madura saat ini adalah “Saudara sampai kapanpun akan tetap dibela. Jangankan benar, salahpun akan tetap dibela”.

“Pribahasa ini sampai saat ini masih dipegang kuat. Di sini sebenarnya permasalahannya,” terang Suli Faris.

Oleh karenanya, forum diskusi itu menyarankan agar sebaiknya partai politik turut mendukung terciptanya nuansa politik yang lebih demokratis, dan tidak membiarkan adanya “politik dinasti”.

“Tapi sekali lagi ini hanya sebatas saran untuk menjadi pertimbangan bagi semua pihak,” sambung ayah dua orang anak ini.

Diskusi kajian ilmiah yang digelar LP3M bersama PWI Pamekasan ini merupakan diskusi rutin bulanan dengan peserta dari berbagai kalangan dengan latar belakang profesi berbeda.

Peserta diskusi yang digelar PWI dan LP3M yang biasa digelar setiap meliputi, pengurus LP3M, tiga orang pengurus PWI Pamekasan, yakni Abd Aziz (Wartawan LKBN Antara), Esa Arif (mediamadura.com) dan Muchsin (Harian Surya).

Dari kalangan politisi antara lain M Suli Faris dari PBB, Muchtar dan RPM Wazirul Jihad dari PPP, Agus Sujarwali dan M Karimullah dari Partai Gerindra dan Ir Hasin Mukti dari Universitas Madura (Unira) Pamekasan. (Tim Media)