PWI Harapkan Polisi Pertimbangkan Izin Keramaian KWP

oleh -

PWI PROPOSALPamekasan (PWINews) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan berharap polisi mempertimbangkan kembali dalam mengeluarkan izin keramaian yang akan digelar oleh Kaukus Wartawan Pamekasan (KWP) karena keabsahan panitia dalam kegiatan itu meragukan, dan tanda tangan sekretarisnya dipalsu.

“Harapan kami polisi bisa mempertimbangkan untuk memberikan izin keramaian yang diajukan oleh KWP. Sebab acara yang digelar KWP dan diklaim sebagai merupakan acara organisasi wartawan se-Kabupaten Pamekasan itu tidak benar,” kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz, Jumat (6/6/2014).

Jika izin keramaian yang diajukan KWP ke Mapolres Pamekasan ini tetap dikeluarkan, maka menurut Aziz, polisi sama halnya melegitimasi adanya fakta pemalsuan proposal yang telah disebar ke masyarakat oleh KWP itu yang nyata-nyata telah mencatut beberapa organisasi wartawan.

Namun, wartawan Kantor Berita Antara ini, yakin, polisi tidak akan mengabaikan masukan dari pihak-pihak yang dirugikan dalam kegiatan yang digelar KWP itu, baik dari pihak Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) maupun dari pihak PWI Pamekasan itu sendiri.

Keyakinan itu, menurut Aziz, karena polisi merupakan institusi penegak hukum, yang bisa dipastikan akan memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan hukum. Pemalsuan tanda tangan dalam pembuatan proposal permohonan dana untuk kegiatan KWP itu, jelas merupakan pelanggaran hukum.

Demikian juga dengan klaim di dalam proposal yang menyebutkan bahwa kegiatan “Temu Wartawan se-Kabupaten Pamekasan” merupakan kegiatan gabungan dari semua organisasi wartawan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

Dalam proposal permohonan dana yang diajukan KWP dan kini menyebar ke masyarakat luas di Kabupaten Pamekasan itu, tertulis bahwa Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan ada Turmudzi dan Sekretarisnya Dedy Priyanto.

Akan tetapi, tanda tangan Dedy Priyanto dalam proposal itu dipalsu dan yang bersangkutan tidak terlibat sama sekali dalam kegiatan yang digelar KWP itu.

Dalam kegiatan temu wartawan di pantai Talang Siring sebagaimana dalam proposal KWB, kelompok ini berencana menggelar pentas musik, sehingga perlu mengajukan izin keramaian ke Mapolres Pamekasan. (*)