Arsip Tag: TMMD Kodim Tulungagung

TMMD Resmi Ditutup, Ini Sambutan Danrem

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Hari ini, Rabu (29/7/20) merupakan hari yang bahagia bagi para anggota satgas TMMD dan juga warga masyarakat desa yang mendapatkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 108 Tahun ANggaran 2020 di seluruh Indonesia.

Dengan diadakannya penutupan ini, khususnya di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, pelaksanaan TMMD semua sudah dihentikan semua. Karena memang waktu yang diberikan hanya 30 hari.

Yang menjadi kegembiraan tersendiri adalah dimana semua pekerjaan sudah diselesaikan semua tanpa ada halangan suatu apapun. Warga desa kini sudah bisa memanfaatkan hasil dari TMMD tersebut.

Dalam acara penutupan ini, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Waris Ari Nugroho, S.E., M.Si., menghadiri acara penyerahan hasil TMMD ke 108 Kodim 0807/Tulungagung TA. 2020, bertempat di Pendopo Kongas Arum Kusumaningbongso, Kel. Kampungdalem, Kec. Tulungagung, Kab. Tulungagung.

Dalam sambutannya, Danrem menyampaikan maksud dilaksanakannya program TMMD adalah untuk membantu Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui giat fisik maupun non fisik dengan tujuan untuk memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh.

Ia juga menerangkan, secara substantif ada dua alasan dasar yang melatarbelakangi mengapa wilayah pedesaan khususnya di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung dijadikan sasaran TMMD adalah mengingat kondisi riil desa sasaran masih banyak yang belum tersentuh pembangunan secara optimal karena infrastruktur desa belum memadai atau infrastruktur yang ada perlu diperbaiki, ditingkatkan dan dikembangkan.

“Berangkat dari kondisi inilah berbagai program telah diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam rangka membantu masyarakat desa agar lebih mudah mendapatkan akses peningkatan taraf hidup yang layak, salah satunya melalui program TMMD ini dengan pendekatan pemberdayaan sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, Desa Ngepoh yang menjadi lokasi TMMD memiliki potensi besar untuk dibina menjadi kekuatan pertahanan, sehingga dengan hadirnya TMMD ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan dan merekatkan jiwa persatuan dan kesatuan antara masyarakat dan TNI, yang pada gilirannya kita dapat bahu membahu membangun Kab. Tulungagung dengan satu tekad tujuan yang pasti dan berkelanjutan.

Lebih lanjut Danrem mengungkapkan, Program TMMD merupakan salah satu program dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan program yang ditujukan untuk mengisi celah-celah wilayah pedesaan yang belum terjangkau oleh program lainnya.

Danrem juga menjelaskan, adanya program TMMD tersebut merupakan bantuan dari Pemprov Jatim, Pemda Tulungagung dan TNI-Polri, serta pihak-pihak swasta untuk bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat yang meliputi berbagai pembangunan fisik dan non fisik.

Untuk itu, ia turut memberikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh instansi terkait dan masyarakat atas dukungan dan kerjasama yang telah ditunjukkan, sehingga gelaram TMMD ke-108 dapat berjalan baik dan seusai target. (Pw3/TMMD)

Capai 80 Persen, Mushola Tinggal Finishing

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Kebersamaan dan keakraban dalam suasana kekeluargaan terlihat antara warga dan satgas TMMD Reguler 108 Kodim 0807/Tulungagung, ketika melakukan gotong royong dibeberapa tempat kegiatan pengerjaan Fasilitas umum di desa Ngepoh Kecamatan Tunggunggunung Kabupaten Tulungagung.

Sistem kerja yang bermanajemen, sehingga begitu dapat bekerja lebih cepat dan hasilnya memang sangat bagus. Dengan hasil dari kerja yang tersistem, maka semua yang dikerjakan menjadi kelihatan begitu cepat, padahal juga biasa kerjanya tapi hasilnya yang lebih banyak, mungkin ini bekerja serius tapi santai.

Mushola yang dibangun telah nampak semakin cantik karena semua dinding sudah dikerjakan dengan rapi oleh Tomo dan Tresno yang merupakan ahli pasang keramik dari Desa Ngepoh. Selain itu, keramik lantai kini juga sudah dilakukan pengerjaan, sehingga mushola yang dibangun ini kini sudah mendekati selesai atau pekerjaan sudah mencapai 80 persen.

“Ketika kita memperhatikan dari luar, seluruh keramik dinding sudah terpasang maka mushola nampak begitu rapi dan bagus. Tak mengherankan bila warga Desa Ngepoh merasa bahagia dengan hasil yang dicapai saat ini. Selain itu warga ngepoh juga mempunyai mushola baru yang selama ini memang sangat ditunggu – tunggu.”

“Dengan melihat mushola baru ini rasa bangga dan bahagia serta haru bercampur didalam hati. Suatu hal yang tidak disangka oleh warga Desa ngepoh kalau akan dibangunkan mushola sebagus ini. Untuk harapan kedepanya semoga Mushola ini akan melahirkan generasi – generasi tangguh yang beraklaq mulia,” sambung Sumadi tokoh masyarakat Desa Ngepoh, Sabtu (25/7/2020).

Selalu Berbuat Baik Meski Dipenghujung TMMD Tulungagung

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Koptu Rano, yang merupakan salah satu anggota satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0807/Tulungagung, meskipun sudah memasuki penghujung pelaksanaan TMMD, namun selalu membantu warga desa dalam mencarikan rumput sebagai pakan ternak.

Ia melakukannya dengan tulus ikhlas sebagai bentuk pengabdian dan juga terima kasih karena selama pelaksanaan TMMD di desanya, dirinya bersama teman-temannya selalu menginap di rumah warga.

“Ini sebagai bentuk rasa terima kasih kami kepada warga desa dan juga ini merupakan kewajiban saya sebagai TNI yang harus selalu membantu kepada warga, karena tanpa warga ini, TNI tidak akan kuat,” katanya, Minggu (26/7/20).

Pakan ternak yang dicarinya tersebut diletakkan di atas motor untuk di bawa pulang ke rumah warga sehingga pemilik rumah dapat memberi makan hewan ternaknya. (Pw3)

Persiapan Matang dan Hasil Kerja Maksimal Buahkan Harapan

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Pekerjaan dalam pembangunan Mushola oleh Satgas TMMD Kodim 0807/Tulungagung di desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung, kini telah memasuki tahap pemasangan kusen dan pintu. Bahan baku berkwalitas sebagai penunjang utama, rapi dan tidaknya kusen itu dipasang. karena kayu yang jelek tentunya juga akan menghasilkan pekerjaan yang kurang maksimal. Tapi kayu yang bagus tentunya akan menghasilkan pekerjaan yang memuaskan.

Seperti dikatakan Sertu Hendro, Minggu (26/7/20).

”Hasil yang harus didapat dari pekerjaan itu harus sesuai dengan ketentuan, Termasuk pembuatan kusen tentunya harus lebih bagus apalagi didukung dengan bahan yang bagus dengan kwalitas tinggi tentunya pekerjaan akan semakin lebih bagus.” tuturnya.

Material kayu ini ternyata sudah disiapkan sejak awal, sehingga ketika pekerjaan mushola sudah pada tahap pengerjaan kusen semua material kayu sudah siap. Dan dalam mempersiapkan material kayu kita sudah melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Sementara itu, Danramil 0807/18 Tunggungunung, Minggu (26/7/20) mengatakan, Untuk material semua sudah dipersiapkan dengan matang sejak awal sehingga dalam pengerjaanya akan memakan waktu yang lebih cepat.

Pekerjaan yang cepat harus didukung dengan kekompakan dan kerjasama yang kuat antara satgas dan warga bekerja keras untuk hasil yang maksimal. Kalau semua bersatu padu, bahu membahu semua pekerjaan yang ada pasti dapat diselesaikan dengan cepat dan sesuai dengan harapan. (*)

Dan SSK Tunggui Anggota Satgas TMMD Periksa Rapied Test

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai Covid-19 di Kabupaten Tulungagung pada umumnya, serta di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada khususnya, Dinas Kesehatan dari Puskesmas Tanggunggunung yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tentara (DKT) melakukan pemeriksaan Rapied test kepada anggota satgas TMMD dan juga warga desa Ngepoh yang selama ini bekerja melaksanakan program TMMD.

Sebagai Dan SSK, Kapten In. Dwi Hari S., selalu menunggui anggotanya untuk melakukan rapied test karena ini merupakan tanggung jawabnya sebagai Dan SSK untuk selalu melindungi anggotanya.

“Ya saya sebagai Dan SSK tentu harus ikut mengawal pemeriksaan Rapied test ini karena ini sudah sebagai tanggungjawab saya sebagai Dan SSk,” kata Dwi Hari, Minggu (26/7/20).

Iapun merasa lega dan gembira, karena setelah melakukan pemeriksaan, para anggota Satgas TMMD dan juga warga semua negatif. (*)

Budaya Antri, Anggota Satgas TMMD Berjejer Lakukan Rapied Test

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa yang sudah memasuki minggu terakhir ini, semua pekerjaan sudah dikebut semua agar dapat selesai secara bersama-sama dan juga dapat digunakan oleh warga desa Ngepoh.

Mereka tetap melaksanakan pengerjaan secara bergotong royong serta bahu membahu antara TNI dengan warga masyarakat, karena harapan bagi warga, program TMMD dapat segera dimanfaatkan.

Tak terkecuali itu, di saat wabah Covid-19 yang saat ini belum menunjukkan penurunannya, pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Kesehatan dan juga Dinas Kesehatan Tentara (DKT) melaksanakan rapied test di Desa Ngepoh tempat diadakannya TMMD.

Anggota satgaspun mulai berkumpul di halaman balai Desa Ngepoh guna melakukan pengecekan rapied test.

Mereka satu persatu membentuk suatu barisan seakan-akan ini merupakan disaat tugas. Mungkin hal ini sudah menjadi kebiasannnya untuyk selalu disiplin dan budaya antri dalam segala hal.

“Ini sudah menjadi kebiasaan kami, meskipun tidak dalam tugas kita sudah terlatih untuk biasa antri menunggu giliran dengan cara berbaris seperti ini,” kata Prada Eksan, Minggu (26/7/20).

Ia melanjutkan, dirinya bersama dengan anggota satgas yang lain merasa senang karena dalam pelaksanaan rapied test tersebut tidak ada yang positif Corona. (*)

Jelang AKhir TMMD, Pasukan Satgas TMMD Terus Percantik Bangunan

PENAWARTA.COM -Tulungagung, TMMD 108 di Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung yang menitikberatkan pembangunan dalam berbagai aspek demi kemajuan desa dalam mewujudkan impian mereka dengan harapan kedepannya lebih maju seperti dengan desa-desa lainnya yang sudah maju.

Dengan demikian, antara anggota satgas TMMD dan juga warga desa terus berjibaku bekerja sama bergotong royong dalam bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan pelaksanaan program TMMD karena mereka berharap, dengan adanya pelaksanaan TMMD ini mereka dapat segera merubah ekonomi mereka yang lebih baik.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Sunaryo, Sabtu (25/7/20).

“Dengan adanya TMMD di desa kami ini, kami sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah dan juga TNI serta ormas dan warga sini dalam ikut serta membantu kami dalam peningkatan ekonomi warga. Tentu ini merupakan suatu anugerah bagi desa ini, sehingga kami dapat berbenah untuk ke arah kemajuan.” ungkapnya.

Dirinya juga merasa bangga dengan apa yang dilakukan oleh para satgas TMMD ini, karena dalam menjelang akhir TMMD, bukannya semangat menurun, namun mereka terus lebih giat dalam menyelesaikan pekerjaan itu.

Tentu saja hal ini dikomentari oleh Pratu Edi. Ia mengatakan, “Ini semua kita lakukan hanya untuk rakyat (warga) yang selalu manunggal bersama TNI sehingga TNI lebih kuat. Saya menyadari, tanpa adanya rakyat, tentu TNI tidak akan kuat seperti sekarang ini.” tuturnya. (*)

Semangat Tangguh Mbah Darni Demi Kemajuan Desa Ngepoh TMMD Tulungagung

PENAWARTA.COM – Tulungagung, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 108 terutama di Desa Ngepoh Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung sudah hampir memasuki penutupan. Segala sesuatu yang menyangkut dengan kegiatan fisik dan non fisik masih terus dikebut, sehingga nanti akan selesai tepat waktu.

Mbah Darni (67) masih memiliki semangat yang tinggi untuk terus ikut serta membantu warga dan juga Satgas TMMD 108 dalam menyelesaikan pekerjaan.

Meskipun kulit sudah keriput, dan tenaga berkurang daripada anggota satgas TMMD dan juga warga yang lain, dengan garangnya ia masih kuat mengayunkan cangkul untuk mengaduk adonan semen.

Dengan tatapan tajam yang penuh makna ini, ia mengisyaratkan akan menatap desa ke depan setelah pelaksanaan TMMD selesai.

“Nggih kulo namung saget bantu sak longgaripun tenogo kulo, wong kulo sampun tuwek (Ya saya hanya bisa bantu sesenggangnya tenaga saya, saya sudah tua -red),” katanya dengan Bahasa jawa, Jumat (24/7/20).

Ia juga berharap bahwa kedepan setelah desanya selesai dilaksanakan TMMD ini dapat merubah baik dari segi ekonomi warga dan juga kemakmuran desa.

“Kulo namung saget dongo mbok bilih mangke sampun rampung TMMD niki saget bekto desa ingkang unggul (Saya Cuma bisa berdoa apabila nanti sudah selesai TMMD ini bisa membawa desa yang unggul –Red),” pungkasnya.

Ditengah TMMD Tulungagung, Mbah Wiji Berikan Contoh Keluhuran Budi

PENAWARTA.COM – Tulungagung, Indonesia memiliki berbagai macam suku dan budaya, adat istiadat serta Agama. Dengan berbagai macam adat dan budaya tersebut, telah membuat bangga bagi kita sebagai warga negara Indonesia. Adat dan budaya terbanyak di dunia yang merupakan simbol bahwa kita adalah negara yang besar, negara yang santun dan negara yang menjunjung tinggi rasa saling hormat menghormati antara satu dengan yang lainnya.

Budaya santun, hormat mengghormati, menghargai tak kan pernah hilang dari budaya kita. Di dalam pelaksanaan kegiatan TMMD reguler 108 Kodim 0807/Tulungagunhg banyak hal dari budaya yang begitu kental dengan masyarakat kita.

Perilaku nyata dari budaya yang selalu diperlihatkan oleh masyarakat desa Ngepoh, termasuk apa yang diperlihatkan oleh Wiji. Dengan kesederhanaannya, namun dapat memberi kekayaan kepada kita semua.

Wiji mampu memberikan budaya yang sangat mahal dan berharga bagi setiap manusia, karena apa yang dilakukan oleh wiji tidak akan dilakukan oleh orang yang tidak berbudaya ataupun orang yang tidak mempunyai jiwa sosial ataupun rasa keiklasan dan keluhuran budi yang luhur.

“Bila kita melihat mbah wiji, bukan masalah apa yang digoreng apa yang dimasak dan apa yang disuguhkan, tetapi bila kita lebih jauh mendalami dari arti dan makna tersebut tersirat, satu keiklasan, satu rasa sedulur (keluarga), satu keluhuran budi dan satu saling membutuhkan, saling menghargai dan menghormati dengan sesama. Disinilah budaya kita yang sulit untuk ditemukan dimanapun karena rasa yang lebih kuat daripada kondisi lahiriah.” jelas Serda Nurhadi, Jumat (247/2020).