Babinsa Buddih Bersama Warga Bersihkan Jalan Desa

Pamekasan (PENAWARTA) – Babinsa Buddih Koramil 0826/06 Pademawu Serda Busihan dibantu satu orang personil Koramil bersama warga masyarakat melaksanakan Karya Bhakti membersihkan Jalan Poros Desa Buddih.

Karya Bhakti itu disamping membersihkan jalan juga melakukan kegiatan lain seperti menutup jalan yang berlubang, merapikan ruas kanan kiri jalan dan membersihkan jalan yang dianggap licin serta membahayakan pengguna jalan. Semangat warga Desa Buddih pun terlihat dalam melaksanakan Karya Bhakti itu.

Serda Busihan menuturkan bahwa kegiatan itu merupakan yang sangat baik dan mulia, disamping membuat jalan desa menjadi bersih dan indah juga merupakan langkah untuk mencegah laka lalin yang disebabkan jalan licin karena musim hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada warga Desa Buddih yang sudah meluangkan waktu untuk melakukan Karya Bhakti bersama kami,” ungkap Babinsa.

Mulyadi Sekdes Buddih juga mengaku sangat berterima kasih kepada Babinsa karena sudah sangat banyak berbuat untuk kemajuan desa, seperti Karya Bhakti ini Babinsa menambah satu angota Koramil Pademawu untuk membantu.

“Hal ini merupakan hal yang luar biasa bagi kami warga desa, untuk usulan program Jum’at Bersih dari Babinsa akan kami koordinasikan dengan perangkat desa dan saya yakin ini akan disetujui,” tambah Sekdes (PW3)

Siaga Bencana, Wabup Harap Masyarakat Bersatu Padu

Pamekasan (PENAWARTA) – Memasuki musim penghujan di penghujung tahun 2018 ini, Wakil Bupati Pamekasan Raja’e memiliki harapan besar terhadap para tim reaksi cepat dan relawan penanggulangan bencana daerah setempat.

Hal itu disampaikan, usai dirinya membuka kegiatan Bimtek Kaji Cepat dalam rangka peningkatan kemampuan dasar bagi tim.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pertama bagi seluruh tim dapat meningkatkan kemampuan dasar agar nanti kita semua beserta masyarakat dan tim yang telah dibentuk ini siap menghadapi segala kemungkinan bencana alam yang akan terjadi di musim hujan,” katanya, Kamis (20/12 /2018).

Mantan Kades Bujur Barat Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan ini berpesan, agar seluruh masyarakat di Pamekasan bersatu padu saling memahami, saling menyadari memaklumi masing-masing agar selalu siap siaga dalam segala kemungkinan.

“Yang paling penting, pertama adalah sikap kegotong royongan,” jelas Wabup Raja’e.

Menurutnya, bencana adalah bukan milik pribadi seseorang, dan bukan pula sesuatu yang diminta. Tetapi kata Wabup Pamekasan, bencana adalah sunnatullah yang pasti terjadi di setiap masanya.

Sehingga, lanjut mantan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan tersebut, sikap saling gotong royong dan bahu – membahu adalah sesuatu yang harus dilakukan dan sangat perlu bagi semuanya. (PW3)

Masuk Musim Hujan, Babinsa Tlesah Himbau Warga Untuk Mulai Tanam Padi

Pamekasan (PENAWARTA) – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tlesah Koptu Edi Susanto melakukan komunikasi sosial (Komsos) dengan warga binaannya yang sedang istirahat dalam melakukan aktifitas, Kamis (20/12/2018).Komunikasi sosial dengan masyarakat binaan rutin dan berkesinambungan dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi dan kerjasama yang baik dalam rangka mendukung tugas pokok Babinsa.Menurut Koptu Edi, Pelaksanaan komunikasi sosial ini juga merupakan tugas rutin yang dilaksanakan Babinsa agar yang menjadi tugas Babinsa kedepannya bisa terlaksana dengan baik, seperti untuk kesuksesan program ketahan pangan dan program-program lainnya.“Secara rutin kita mendatangi dan berkomunikasi dengan masyarakat petani, dalam komunikasi ini kami memberikan pandangan dan menghimbau masyarakat untuk menanam padi karena musim hujan sudah mulai normal”, tutur Koptu Edi. (PW3)

Babinsa Pegantenan Bantu Warga Rawat Pohon Pisang

Pamekasan (PENAWARTA) – Babinsa Koramil 0826/07 Pegantenan Kodim 0826/Pamekasan Serda Subaidi melaksanakan komsos dengan merawat pohon pisang diladang milik Bapak Khoirul, 51 tahun, di Dusun Selatan Desa Bulangan Berenta Kecamatan Pegantenan. Rabu (18/12/2018)Kegiatan yang dilaksanakan babinsa tersebut disamping untuk menjaga kelestarian alam juga untuk memelihara dan meningkatkan fungsi lahan agar dapat berproduksi dengan baik dan menambah nilai ekonomis.Khoirul selaku pemilik ladang mengucapkan “Terimakasih atas kehadiran Bapak Subaidi selaku Babinsa Bulangan Berenta yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu merawat ladang kami. dengan kehadirannya kami lebih bersemangat dalam bekerja,” ungkapnya. (PW3)

Babinsa Pegantenan Bantu Warga Rawat Pohon Pisang

Pamekasan (PENAWARTA) – Babinsa Koramil 0826/07 Pegantenan Kodim 0826/Pamekasan Serda Subaidi melaksanakan komsos dengan merawat pohon pisang diladang milik Bapak Khoirul, 51 tahun, di Dusun Selatan Desa Bulangan Berenta Kecamatan Pegantenan. Rabu (18/12/2018)

Kegiatan yang dilaksanakan babinsa tersebut disamping untuk menjaga kelestarian alam juga untuk memelihara dan meningkatkan fungsi lahan agar dapat berproduksi dengan baik dan menambah nilai ekonomis.

Khoirul selaku pemilik ladang mengucapkan “Terimakasih atas kehadiran Bapak Subaidi selaku Babinsa Bulangan Berenta yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu merawat ladang kami. dengan kehadirannya kami lebih bersemangat dalam bekerja,” ungkapnya. (PW3)

Jelang Natal, Babinsa Koramil Kota Pantau Harga Sembako di Pasar 17 Agustus

Babinsa Koramil Kota saat monitoring langsung di pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih

Pamekasan (PENAWARTA) – Babinsa Koramil 0826/01 Kota Pamekasan, Serda Teguh Anugerah melaksanakan pemantauan/pengecekan harga sembako yang ada di Pasar 17 Agustus Kelurahan Bugih Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan, Rabu (19/12/18).

Menurut Babinsa Kelurahan Bugih, Serda Teguh Anugerah menjelaskan bahwa pelaksanaan monitoring yang dilakukan hari ini atas arahan Pejabat Sementara Komandan Koramil 0826/01 Kota Pamekasan Kapten Inf Darminto SH.

“Danramil, meminta kepada seluruh Babinsa untuk melaksanakan monitoring terhadap perkembangan harga sembilan kebutuhan bahan pokok yang ada di pasar-pasar tradisional menjelang Hari Raya Natal dan Pergantian Tahun Baru 2019 diwilayah Koramil 0826/01 Kota Pamekasan,” jelasnya.

Hal ini lakukan untuk menyerap informasi dan aspirasi terhadap perkembangan harga sembako dalam rangka deteksi dini mencegah kemungkinan lonjakan harga secara drastis serta memastikan dan menjaga pasokan kebutuhan sembilan bahan pokok masyarakat di pasar-pasar tradisional tercukupi.

“Dalam komunikasi dengan para pedagang yang ada di pasar tradisional kami meminta kepada para pedagang supaya tidak menaikkan harga-harga secara drastis, walaupun mungkin pasokan barang berkurang, ini agar daya beli masyarakat tidak berkurang dan dimohon jangan menimbun sembako karena perbuatan menimbun sembako nantinya akan meresahkan orang banyak,” ujarnya.

Hasil pemantauan harga sembako masih relatif normal dan beberapa ada kenaikan, Cabe Merah 35.000/kg, Cabe Rawit 35.000/kg, Bawang Merah 26.000/kg, Bawang Putih 16.000/kg, Tomat 10.000/kg, Wortel 20.000/kg, Telur Ayam Horen 26.000/kg, Beras merk Paus 25 kg 290.000, Kentang 12.000/kg dan Daun Bawang 20.000/kg. (PW3)

Perpres 82 Tahun 2018 Sempurnakan Payung Hukum JKN-KIS

Pamekasan (PENAWARTA) – (19/12/2018) – Menuju akhir tahun 2018, kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 membawa angin segar bagi implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Tak hanya menyatukan sejumlah regulasi yang awalnya diterbitkan masing-masing instansi, Perpres ini juga menyempurnakan aturan sebelumnya.

Kepala Cabang Pamekasan BPJS Kesehatan Elke Winasari menerangkan, Perpres tersebut menjabarkan beberapa penyesuaian aturan di sejumlah aspek. Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat seperti berikut ini:

Pendaftaran Bayi Baru Lahir
Dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018, bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Aturan ini mulai berlaku 3 bulan sejak Perpres tersebut diundangkan. Jika sudah didaftarkan dan iurannya sudah dibayarkan, maka bayi tersebut berhak memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Khusus untuk bayi yang dilahirkan dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), maka secara otomatis status kepesertaannya mengikuti orang tuanya sebagai peserta PBI.

“Untuk bayi yang dilahirkan bukan dari peserta JKN-KIS, maka diberlakukan ketentuan pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) pada umumnya, yaitu proses verifikasi pendaftarannya memerlukan 14 hari kalender, dan setelah melewati rentang waktu itu, iurannya baru bisa dibayarkan. Oleh karenanya, kami mengimbau para orang tua untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS, agar proses pendaftaran dan penjaminan sang bayi lebih praktis,” papar Elke, Rabu (19/12).

Status Kepesertaan bagi Perangkat Desa
Kehadiran Perpres ini juga membuat status kepesertaan JKN-KIS bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa menjadi lebih jelas. Kedua jabatan tersebut ditetapkan masuk dalam kelompok peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang ditanggung oleh pemerintah.

“Perhitungan iurannya sama dengan perhitungan iuran bagi PPU tanggungan pemerintah lainnya, yaitu 2% dipotong dari penghasilan peserta yang bersangkutan dan 3% dibayarkan oleh pemerintah,” kata Elke.

Status Peserta yang ke Luar Negeri
Masih terkait kepesertaan, dalam Perpres tersebut juga dijelaskan bahwa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang sudah menjadi peserta JKN-KIS dan tinggal di luar negeri selama 6 bulan berturut-turut, dapat menghentikan kepesertannya sementara. Selama masa penghentian sementara itu, ia tidak mendapat manfaat jaminan BPJS Kesehatan.

“Jika sudah kembali ke Indonesia, peserta tersebut wajib melapor ke BPJS Kesehatan dan membayar iuran paling lambat 1 bulan sejak kembali ke Indonesia. Jika sudah lapor, ia pun berhak memperoleh kembali jaminan kesehatan. Aturan ini dikecualikan bagi peserta dari segmen PPU yang masih mendapatkan gaji di Indonesia,” ujar Elke.

Aturan Suami Istri Sama-Sama Bekerja

Jika ada pasangan suami istri yang masing-masing merupakan pekerja, maka keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS segmen PPU oleh masing-masing pemberi kerja, baik pemerintah ataupun swasta. Keduanya juga harus membayar iuran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Suami dan istri tersebut berhak memilih kelas perawatan tertinggi.

“Jika pasangan suami istri tersebut sudah mempunyai anak, maka untuk hak kelas rawat anaknya, dapat ditetapkan sejak awal pendaftaran dengan memilih kelas rawat yang paling tinggi,” kata Elke.

Tunggakan Iuran

Perpres tersebut juga memberi ketegasan mengenai denda bagi peserta JKN-KIS yang menunggak. Status kepesertaan JKN-KIS seseorang dinonaktifkan jika ia tidak melakukan pembayaran iuran bulan berjalan sampai dengan akhir bulan, apalagi bila ia menunggak lebih dari 1 bulan. Status kepesertaan JKN-KIS peserta tersebut akan diaktifkan kembali jika ia sudah membayar iuran bulan tertunggak, paling banyak untuk 24 bulan. Ketentuan ini berlaku mulai 18 Desember 2018.

“Kalau dulu hanya dihitung maksimal 12 bulan. Sekarang diketatkan lagi aturannya menjadi 24 bulan. Ilustrasinya, peserta yang pada saat Perpres ini berlaku telah memiliki tunggakan iuran sebanyak 12 bulan, maka pada bulan Januari 2019 secara gradual tunggakannya akan bertambah menjadi 13 bulan dan seterusnya pada bulan berikutnya, sampai maksimal jumlah tunggakannya mencapai 24 bulan,” jelas Elke.

Denda Layanan
Sementara itu, denda layanan diberikan jika peserta terlambat melakukan pembayaran iuran. JIka peserta tersebut menjalani rawat inap di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dalam waktu sampai dengan 45 hari sejak status kepesertaannya aktif kembali, maka ia akan dikenakan denda layanan sebesar 2,5% dari biaya diagnosa awal INA-CBG’s. Adapun besaran denda pelayanan paling tinggi adalah Rp 30 juta.

“Ketentuan denda layanan dikecualikan untuk peserta PBI, peserta yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, dan peserta yang tidak mampu. Ketentuan ini sebenarnya bukan untuk memberatkan peserta, tapi lebih untuk mengedukasi peserta agar lebih disiplin dalam menunaikan kewajibannya membayar iuran bulanan. Jangan lupa, di balik hak yang kita peroleh berupa manfaat jaminan kesehatan, ada kewajiban yang juga harus dipenuhi,” kata Elke.

Aturan JKN-KIS Terkait PHK
Sesuai dengan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, peserta JKN-KIS dari segmen PPU yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tetap memperoleh hak manfaat jaminan kesehatan paling lama 6 bulan, tanpa membayar iuran. Manfaat jaminan kesehatan tersebut diberikan berupa manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III.

Elke menjelaskan, PHK tersebut harus memenuhi 4 kriteria, yaitu:
PHK yang sudah ada putusan pengadilan hubungan industrial, dibuktikan dengan putusan/akta pengadilan hubungan industrial;
PHK karena penggabungan perusahaan, dibuktikan dengan akta notaris;
PHK karena perusahaan pailit atau mengalami kerugian, dibuktikan dengan putusan kepailitan dari pengadilan; atau
PHK karena Pekerja mengalami sakit yang berkepanjangan dan tidak mampu bekerja, dibuktikan dengan surat dokter.

“Apabila terjadi sengketa atas PHK yang diajukan melalui lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial, maka baik pemberi kerja maupun pekerja harus tetap melaksanakan kewajiban membayar Iuran sampai dengan adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap,” tegas Elke.

Jika peserta yang mengalami PHK tersebut telah bekerja, maka ia wajib kembali memperpanjang status kepesertaannya dengan membayar iuran. Sementara jika ia tidak bekerja lagi dan tidak mampu, maka selanjutnya ia akan didaftarkan menjadi peserta PBI.

Elke menyebutkan, Program JKN-KIS merupakan amanah negara yang harus dipikul bersama. BPJS Kesehatan tidak dapat berdiri sendiri mengelola program jaminan kesehatan dengan jumlah peserta terbesar di dunia ini. Masing-masing pihak memiliki peran penting untuk memberikan kontribusi sesuai dengan otoritas dan kemampuannya.

“Perpres Nomor 82 Tahun 2018 juga mendorong kementerian, lembaga, dan para pemangku lainnya untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek, mulai dari sisi pelayanan kesehatan, manajemen sistem rujukan, pengawasan terhadap pelayanan kesehatan, koordinasi manfaat, koordinasi penjaminan pelayanan, hingga mengoptimalkan upaya efisiensi dan efektivitas pelaksanaan Program JKN-KIS. Dengan adanya landasan hukum baru tersebut, semoga peran kementerian/lembaga terkait, Pemerintah Daerah, manajemen fasilitas kesehatan, dan stakeholder lainnya yang terlibat dalam mengelola JKN-KIS bisa kian optimal,” harapnya. (Humas BPJS Kesehatan/PW3)

Bupati dan Wakilnya Lanjutkan Silaturahmi di Kecamatan Galis – Pademawu

Pamekasan (PENAWARTA) – Bupati dan wakil Pamekasan Baddrut Tamam – Raja’e (BERBAUR) bersama Forkopimda melanjutkan silaturrahmi sekaligus melaksanakan istighosah dan do’a bersama, Selasa (18/12 /2018).

Kali ini, dua kecamatan dihadiri langsung oleh Bupati muda itu, yakni Kecamatan Galis dan Pademawu.

Kegiatan safari keagamaan di bumi gerbang salam, didamdidampingi sejumlah pimpinan Orgainsasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Kegiatan ini digelar tiga kali dalam satu minggu secara bergantian yang dilangsungkan di pendopo Kecamatan.

Kegiatan tersebut dimulai sejak tanggal 3 Desember 2018 dan direncanakan akan selesai pada 27 Desember mendatang.

Sebelumnya, orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan ini telah mengunjungi Kecamatan Kadur, Larangan, Waru dan Batumarmar.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan tujuan istighosah dan doa bersama intinya adalah silaturrahmi bersama aparat Kecamatan dan Forkopimcam, Kepala Desa dan para tokoh masyarakat.

“Maksudnya sebagai upaya mendekatkan antara Bupati sebagai pemimpin baru di Pamekasan dengan elemen masyarakat di tingkat Kecamatan,” kata Ra Baddrut di hadapan hadirin.

“Ini kan momennya ketemu dengan warga di tiap kecamatan. Semampang ketemu dan silaturrahmi dengan para tokoh masyarakat, ulama pemuda dan elemen lainnya. maka pada saat itu pula memita agar didoakan secara bersama sama agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik memimpin Pamekasan lima tahun ke depan dan bisa berbuat banyak bagi kehidupan pemberdayan masyarakat,” sambung mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu.

Dikatakan, acara silaturrahmi lebih mennekankan pada pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Bupati Baddrut Tamam meminta agar hidangana yang disajikan pada acara merupakan hasil kreasi UMK di desa dan hasil pertanian masyarakat, misalnya ketela pohon, pisang dan aneka hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.

Tidak ada dialog khusus dalam acara istighosah dan doa bersama itu, namaun dalam acara tersebut banyak para ulama dan tokoh masyarakat yang ingin meminta penjelasan kepada Bupati tentang berbagai program prioritas yang telah berkali kali disampaikan oleh bapak bupati dalam berbagai kesempatan berbicara didepan publik.

Badrut Tamam lebih lanjut menuturkan, programnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat dan peningkatan pembangunan kota berbasis gerbang salam.

“Salah satunya, memberikan beasiswa bagi para santri dan para penghafal Al Quran,” tandasnya. (PW3)

Danramil Tlanakan Hadiri Rakor PKKPM

Pamekasan (PENAWARTA) – Komandan Koramil 0826/02 Tlanakan Kapten Inf Heru Supriyanto bersama 2 orang Babinsa menghadiri undangan dalam rangka rapat Koordinasi (Rakor) dan Pembinaan Kegiatan Ketentraman dan Pemperdayaan Masyarakat bertempat di Balai Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Selasa (18/12/2018).

Dalam kegiatan itu turut hadir Forkopimka Kecamatan Tlanakan, Kades Panglegur beserta perangkat desa, anggota Linmas, Ibu-ibu kader PKK dan para undangan lainnya.

Pada kesempatan itu Kapten Inf Heru menyampaikan bahwa koordinasi merupakan fungsi administrasi manajemen yang berkenaan dengan upaya mengarahkan, menyeimbangkan, menyatupadukan, menyelaraskan, mengsingkronisasikan, menghubungkan kegiatan dari orang-orang, kelompok orang sehingga suatu kegiatan atau program dapat dilaksanakan secara efesien dan efektif.

Dalam arahannya Kapten Inf Heru juga menyampaikan keberdayaan kelompok dalam masyarakat, sebagai tujuan pemberdayaan masyarakat yang terarah pada keadaan dan hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial, yaitu masyarakat miskin yang berdaya, memiliki kekuasaan atau mempunyai pengetahuan dan memenuhi kebutuhan hidup yang baik yang bersifat fisik, ekonomi maupun sosial.

H. Mistai selaku Kades Panglegur menyampaikan bahwa partisipasi Danramil dalam program ini sangat penting karena selaku pembina ditingkat kecamatan, sehingga semua organisasi yang ada di Kecamatan Tlanakan berjalan kompak dan seirama

“Pesan-pesan Kapten Heru cukup mudah diterima oleh kita semua dan semua bermuara untuk kesejahteraan masyarakat khususnya Desa Panglegur,” ungkap H Mistai. (PW3)

Satu Untuk Semua