Category: Kesehatan

Peduli Kesehatan, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bersinergi Dampingi Petugas Medis

PENAWARTA.COM – Babinsa Angsanah Serda Nurul Wakit bersinergi dengan Bhabinkamtibmas melakukan pendampingan kepada petugas dari puskesmas Kecamatan Palengaan dalam memberikan pelayanan kesehatan umum di Dusun Anak Dara Desa Angsanah Kecamatan Palengaan, Jumat (10/05/2019).

Kegiatan pendampingan pelayanan kesehatan itu dilaksanakan agar sinergitas petugas ditingkat kecamatan kompak dan bersama-sama dalam memberikan bentuk tindakan pelayan kepada warga masyarakat.

Serda Nurul Wakit mengemukakan bahwa dirinya selaku Babinsa sangat mendukung adanya program dari Puskesmas Palengaan itu.

“Dengan memberikan pelayanan langsung kelapangan seperti itu hasilnya akan lebih maksimal sehingga masyarakat desa Angsanah kesehatannya dapat terjaga dengan baik.” tambah Babinsa. (PW3/TNI)

SSR Aisyiyah Pamekasan Lakukan Penguatan Kader dan Perluasan Wilayah Intervensi TB

PENAWARTA.COM – Tuberculosis atau yang lebih dikenal TBC masih menjadi salah satu dari 10 penyakit penyebab kematian tertinggi didunia dan menempati posisi ke-3 setelah penyakit jantung dan pernapasan akut.

WHO mendata, setiap detik terdapat satu orang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan terjadinya penyakit TBC.

Dalam perkembangannya, TBC tidak hanya menyerang paru, namun juga dapat menyerang Kulit hingga tulang dan memiliki beberapa tipe mulai dari TB Reguler hingga tb yang kebal obat seperti TB RO.

SSR Aisyiyah Pamekasan masih konsisten dalam upaya eliminasi TB/TBC di Pamekasan. Salah satu upaya bukti keseriusan SSR Pamekasan ialah kembali melakukan penambahan / rekruitmen kader TB sebanyak 28 Orang dari 8 wilayah kerja Puskesmas yang masih perlu diintervensi dan ditindaklanjuti diantaranya Puskesmas Bulangan Haji, Puskesmas Pasean, Puskesmas Galis, Puskesmas Teja, Puskesmas Pegantenan, Puskesmas Kowel, Puskesmas Proppo dan Puskesmas Panagguan sehingga kini penyebaran Kader TB cukup merata di 13 Kecamatan sebanyak 20 Puskesmas di Pamekasan.

Dalam upaya terwujudnya kader yang memiliki integritas dan tanggungjawab, SSR Pamekasan melakukan pelatihan kepada 28 kader baru tersebut yang dilaksanakan pada tanggal 22-25 April 2019.

Pada hari terakhir, para kader dilatih untuk terjun langsung ke masyarakat melakukan investigasi kontak dalam upaya penemuan TB di Wilayah Kerja Puskesmas Sopa’ah pada 3 kasus indeks TB yang telah Positif TB didampingi oleh Programmer TB Puskesmas Sopa’ah, Programmer Puskesmas Pademawu, dan Data Officer TB Dinas Kesehatan Pamekasan Jawa Timur.

Perlu adanya partisipasi aktif dari berbagai kalangan masyarakat guna selalu mengingatkan pentingnya mencegah dan mengobati TB/TBC, salah satunya ialah kader TB. Namun, Fenomena yang terjadi di masyarakat Madura, khususnya Pamekasan masih enggan dan takut memeriksakan kesehatannya (melalui periksa dahak) sebagai upaya pencegahan dini, terlebih lagi masih terjadinya asumsi bahwa TB itu “Cekkek”.

“Sebenarnya itu tidak betul adanya,” kata Wakil Supervisor (Wasor) TB Dinas Kesehatan Pamekasan, Sidia Nasrul H. dalam penutupan Pelatihan Kader TB SSR Aisyiyah Pamekasan beberapa waktu lalu.

Sehingga, sambung dia, asumsi yang sudah kental dimasyarakat diharapkan tidak menjadi halangan bagi para kader pejuang TB dalam mencari dan memperjuangkan Indonesia khususnya Pamekasan ter-eliminasi TB. (PENAWARTA.COM)

Empat anak ditemukan terjangkit Tuberculosis di Pamekasan

PENAWARTA.COM – Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care dari Aisyiyah Pamekasan, Jawa Timur menemukan sebanyak empat anak terjangkit kuman TB mycobacterium tuberculosis.

Menurut Koordinator Program TB-HIV Care Aisyiyah Pamekasan Halif di Pamekasan, Rabu, data temuan kasus di awal tahun 2019 ini, mulai Januari-Maret 2019 ini.

“Anak-anak yang terjangkit TB yang diketahui sebanyak empat orang itu, umumnya masih berumur lima tahun,” kata Halif.

Temuan adanya empat orang anak di Pamekasan yang menderita TB menambah lebih banyak daftar masyarakat di kabupaten itu yang diketahui menderita TB.

Sebelumnya “Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care” dari Aisyiyah Pamekasan, Jawa Timur juga menemukan, sedikitnya 588 warga di wilayah itu menderita tubercolosis (TB), mereka juga telah mendapatkan pendampingan khusus dari para kader TB di wilayah itu.

“Data jumlah penderita TB 633 orang ini merupakan data dua tahun terakhir,” kata Kepala SSR TB HIV Care Aisyiyah Pamekasan Ruhayati.

Ia merinci pada tahun 2017, warga Pamekasan yang ditemukan menderita TB 342 orang, dan pada 2018 terdapat 246 orang.

Dari 342 orang yang menderita TB itu, 291 orang di antara kini telah sembuh, sedangkan pada 2018 ada 29 orang.

Dengan demikian, maka jumlah total warga Pamekasan yang ditemukan menderita TB sepanjang 2017 hingga Maret 2019 ini sebanyak 562 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 320 orang telah sembuh.

Terkait temuan itu, SSR TB HIV Care dari Aisyiyah Pamekasan langsung melakukan sosialisasi dan penyuluhan TB-HIV dengan sasaran kaum millenial dan para orang tua sebagai upaya pencegahan di Panti Asuhan Asiyiyah dan Muhammadiyah.

“Harapannya agar para orang tua dan generasi muda kita dapat menyadari bahwa TB tidak hanya menyerang orang dewasa maupun lansia, akan tetapi juga anak-anak, dan kegiatan ini juga sebagai upaya edukisi kami,” katanya.

Rangkaian kegiatan yang telah dilakukan diakhiri dengan pemberian award kepada kader yang berhasil melakukan rujukan dalam investigasi kontak selama 23 hari tersebut serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi pasien TB di Pamekasan.

PMT diberikan agar pasien TB memperoleh tambahan gizi, juga sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat khususnya masyarakat Pamekasan tentang pentingnya pencegahan dan atau pengobatan dini, dengan tujuan eliminasi TB-HIV di Indonesia khususnya Kabupaten Pamekasan.

Ia menjelaskan, organisasi kesehatan peduli TB-HIV juga melaksanakan serangkaian kegiatan pada bulan Maret 2019.

Investigasi Kontak menjadi kegiatan awal yang dimulai dan berakhir tanggal 1-23 Maret 2019 di beberapa kecamatan di Kabupaten Pamekasan sebagai upaya ‘screning’ temuan kasus terduga TB dan sosialisasi, serta edukasi pada masyarakat Pamekasan

Aisyiyah merupakan penyelenggara program program Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care di tingkat Kabupaten Pamekasan, yakni program kerja sama dengan Global Fund, sebuah lembaga dengan dana hibah luar negeri yang berkantor pusat di Genewa.

Lembaga donor bentukan PBB ini dibentuk untuk penanganan berbagai jenis penyakit menular dan berbahaya, seperti malaria, tubercolosis dan HIV/AIDS.

Saat ini, sambung dia, SSR TB HIV Care Aisyiyah Pamekasan memiliki sebanyak 26 kader TB aktif yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan.

Mereka selalu melakukan pendampingan dan mencari warga yang terindikasi terserang penyakit TB untuk berobat di puskesmas.

“Karena biaya pengobatan mereka hingga sembuh ditanggung oleh pemerintah kerja sama dengan lembaga donor Global Fund ini,” katanya, menjelaskan.

Sebelumnya, World Health Organization (WHO) sebagai induk organisasi kesehatan dunia, menetapkan tanggal 24 Maret sebagai Hari Tuberculosis (TB) sedunia dengan harapan meningkatkan kesadaran dan kepedulian Negara-negara di dunia.

Laporan terbaru WHO Global Report (2018), pada tahun 2017 Indonesia menempati urutan ke-2 terbesar penderita TB setelah India. Meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu, dimana Indonesia berada pada posisi ke-3 setelah India dan China.

Kejadian tersebut menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat Indonesia yang masih belum teratasi dengan masih tingginya penemuan kasus, khususnya Kab. Pamekasan dibuktikan dengan penemuan kasus TB pada tahun 2017 sebanyak 342 orang dan 246 orang tahun 2018 ditambah temuan terbaru sebanyak empat orang anak dalam kurun waktu Januari hingga Maret 2019 ini. (PW/TB/PAMEKASAN)

Kompak, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polagan Dampingi Kegiatan Posyandu

PENAWARTA.COM – Babinsa Polagan Sertu Suwanto bersama Bhabinkamtibamas melakukan pendampingan kegiatan posyandu di Desa Polagan, Galis Pamekasan, Kamis (21/03/2019).

Dalam kesempatan itu Sertu Suwanto mengemukakan kegiatan pendampingan Posyandu tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan balita di wilayah binaannya.

“Bersama Bhabinkamtibmas kami ikut membantu memberikan pelayanan kepada balita secara humoris dan ramah, karena dengan menampilkan figur seorang yang ramah dan humoris bisa membuat anak kecil merasa takut,” ungkapnya.

Sementara itu Danramil 0826/04 Galis Kapten Czi Dwi Purwanto mengatakan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa Polagan merupakan wujud kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat, agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin sehingga anak-anak mereka tumbuh sehat.

“Kami berharap pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa Polagan dapat memberikan motivasi dan dorongan agar masyarakat terbiasa dengan pola hidup sehat,” kata Danramil. (PW3/TNI)

Peduli Kesehatan, Babinsa Galis Bantu Posyandu

PENAWARTA.COM – Salah satu wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat khususnya bagi anak-anak dan balita dilakukan Serma Adi Santoso Babinsa Koramil 0826/04 Galis yang ikut melayani membantu Bidan Desa Galis dalam melaksanaan kegiatan Posyandu Balita, Rabu (20/03/2019).

Kapten Czi Dwi Purwanto selaku Danramil Galis mengemukakan bahwa peran aktif babinsa dalam pelaksanaan kegiatan posyandu ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pihaknya terhadap kesehatan masyarakat khususnya anak-anak dan balita.

“Posyandu ini sangat penting untuk dilaksanakan di wilayah sehingga memudahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan mudah dijangkau dari tempat tinggalnya,” katanya.

Ibu Nurhayati yang pada saat itu membawa bayinya menyampaikan bahwa kehadiran babinsa dapat memberikan motivasi dan tauladan bagi warga agar selalu memeriksakan kesehatannya.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Babinsa dalam acara ini, menjadi kesan tersendiri terutama bagi anak anak yang sudah mengerti, mereka tidak terkesan takut lagi melihat TNI,” katanya. (PW3/TNI)

PWI-SSR TB HIV Care Berkomitmen Dukung Pemberantasi TB di Pamekasan

PENAWARTA.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama penyelenggara program Sub-Sub Recipient (SSR) TB HIV Care dari Aisyiyah Pamekasan berkomitmen mendukung pemberantasan
tubercolosis dan penanganan HIV/AIDS di wilayah itu.

Komitmen kedua lembaga ini dituangkan dalam nota kesepahaman antara Sub-Sub Recipient TB-HIV Care Aisyiyah Kabupaten Pamekasan nomor: 02/SSR-PMK/A/III/2019 dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) nomor: 022/B/PWI-PMK/III/2019 tentang Pendidikan, Publikasi dan Sosial Kemasyarakatan.

Nota kesepahaman ditanda tangani oleh ketua masing-masing pimpinan lembaga, yakni Abd Aziz dari PWI Pamekasan dan Ruhayati dari SSR TB HIV Care.

“Nota kesepahaman di bidang kesehatan ini, karena kita memiliki komitmen yang sama tentang kemaslahatan umat dan ini bagian dari amal bhakti keummatan dari teman-teman PWI Pamekasan,” kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz dalam keterangan persnya di Pamekasan, Rabu (20/3/2019).

Nota kesepahaman PWI-SSR itu terdiri dari delapan bab dengan sembilan pasal. Masing-masing tentang maksud dan tujuan, ruang lingkup, hak dan kewajiban, pelaksanaan evaluasi, jangka waktu perjanjian, force majeure, biaya kegiatan dan penutup.

Menurut Abd Aziz, Aisyiyah ini merupakan lembaga keenam yang menanda tangani nota kesepahaman dengan PWI Pamekasan. Lembaga lainnya adalah IAIN Madura, IAI Al-Khairat, MTsN Sumber Bungur, Polres Pamekasan, dan UIM Pamekasan.

“Kemitraan atau kerja sama ini juga sebagai upaya untuk menghadirkan pers dalam peran-peran pendidikan publik dalam bidang kesehatan,” kata Aziz.

Kepala SSR TB HIV Care Aisyiyah Kabupaten Pamekasan Ruhayati berharap, kerja sama dengan PWI Pamekasan itu bisa memberikan nilai lebih dalam hal sosialisasi kesehatan dan penanganan TB dan HIV/AIDs di Kabupaten Pamekasan.

“Sebab, bagi kami peran media itu sangat penting, dalam ikut mensosialisasikan program – program kesehatan dan penanganan penyakit menular seperti TB,” katanya.

SSR TB HIV Care merupakan program kerja sama yang ada di tingkat Pimpinan Pusat (PP)`Aisyiyah dengan Global Fund kemudian diturunkan hingga tingkat daerah, di Kabupaten Pamekasan.

Global Fund merupakan lembaga dengan dana hibah luar negeri yang berkantor pusat di Genewa. Lembaga donor ini untuk penanganan malaria, tubercolosis dan HIV/AIDS.

Global Fund adalah organisasi bentukan PBB untuk upaya pencegahan persebaran HIV dan perawatan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 

Sementara itu data SSR TB HIV Care Aisyiyah Pamekasan menyebutkan,
jumlah penderita TB di Pamekasan tahun 2017 sebanyak 342 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 291 orang, sedangkan pada tahun 2018 ditemukan sebanyak 246 kasus dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 29 orang.

“Harapan pemerintah tahun 2023 nanti, kita sudah bisa bebas TB dan untuk mensukseskan program ini, tentu peran aktif semua pihak sangat kami harapkan,” katanya, menjelaskan. (PW/tb/20/3/2019)

20 Puskesmas Se Pamekasan Lulus Akreditasi, Wabup Raja’e Ucapkan Terima Kasih

PENAWARTA.COM – Wabup Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Raja’e menyampaikan ada 20 Puskesmas se Pamekasan dinyatakan lulus akreditasi sesuai starata di masing – masing wilayah Puskesmas.

Demikian disampaikan Wabup Raja’e saat menjadi Inspektur upacara apel rutin awal bulan Maret di halaman kantor Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, jalan kabupaten No. 107, Senin (04/03/2019).

“Ada 20 Puskesmas se Kabupaten Pamekasan telah dilaksanakan survei akreditasi, dan telah dinyatakan lulus sesuai starata akreditasi yang telah diumumkan,” kata Wabup Raja’e.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kepala Puskesmas, meski ternyata masih ada Puskesmas yang terakreditasi di starata dasar. Namun, yang penting saat ini kita sudah memiliki dasar dan sebagai titik start kita sebagai awal kita untuk mencapai prestasi terbaik pada evaluasi re-akreditasi di masa mendatang,” sambung mantan Kades Bujur Barat Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan ini.

Bupati menyebut ada 2 Puskesmas terakreditasi starata utama, 17 lainnya terakreditasi Madya dan satu Puskesmas lainnya masih aktr
terakreditasi tingkat dasar.

“Saya berharap, pada momentum survei akreditasi selanjutnya sudah terakreditasi utama dan tidak ada lagi yang dasar. Memang tidak mudah, tapi saya yakin dengan motivasi dan kesungguhan yang tinggi diiringi dengan doa kepada Allah SWT, Insyaallah tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai bersama,” katanya.

Wabup Raja’e didampingi Pj Sekda, Andik Fajar Tjahyono mewakili Bupati Baddrut Tamam secara bergilir memberikan sertifikat akreditasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI kepada 20 kepala Puskesmas yang telah dinyatakan lulus akreditasi. (PW3)

Tenaga Kontrak RSUD Bangkalan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

PENAWARTA.COM – Sedikitnya 392 tenaga kontrok di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Jawa Timur kini telah terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Guguk Heru Triyoko menyatakan, langkah ini merupakan upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam melindungi seluruh Karyawan Non-ASN (apatur sipil negara) yang ada di Kabupaten Bangkalan.

“Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi Pegawai ASN dalam hal ini yaitu CPNS, PNS, dan PPPK dikelola oleh PT Taspen (Persero), sehingga untuk Pegawai Non-ASN juga diikutkan dalam BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Guguk.

Guguk menjelaskan, badan publik wajib menyelenggarakan Jaminan Perlindungan menyeluruh kepada pekerja tak terkecuali pegawai Non-ASN, termasuk karyawan dengan status sebagai tenaga kontrak.

Menurut dia, ada dua program yang bisa diikuti pegawai non-ASN, yakni mulai dari program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

“Iuran bagi peserta untuk kedua program ini sebesar Rp9.727 per orang,” katanya.

Manfaatnya yaitu apabila terjadi kecelakaan kerja biaya perawatan dan pengobatan ditanggung hingga sembuh sesuai indikasi medis.

Apabila meninggal dunia, maka ahli warisnya akan mendapat santunan minimal sebesar Rp24 Juta.

Sementara itu, Direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan Dr Andri Eko Purnomo mengatakan, pihaknya mengikutsertakan semua karyawan kontrak di BLUD itu, agar semua karyawan bisa terlindungi, dan itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Diikutsertakannya tenaga kontrak kami ke BPJS Ketenagakerjaan merupakan inisiatif kami dalam memperhatikan kesejahteraan karyawan,” katanya, menjelaskan.

Elemen pekerja lainnya yang juga mulai mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bangkalan adalah nelayan dan sebagian pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. (PW/BPJS-KT/25/2/2019)

Target Nilai Akreditasi B Plus, Ini Komitmen Bupati Untuk RSUD Pamekasan

PENAWARTA.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Slamet Martodhirjo Pamekasan kembali dilakukan penilaian oleh tim asesor untuk di akreditasi ulang tiga tahunan.

RSUD Dr. Slamet Martodirdjo yang sebelumnya terakreditasi paripurna itu memasuki penilaian kometmen pimpinan. Yakni, dihadiri langsung oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dengan menyampaikan komitmen gagasannya perihal mutu pelayanan kesehatan.

Usai menemui tim asesor, kepeda wartawan, Bupati Baddrut Tamam menargetkan nilai akreditasi tahun ini B plus.

“Akreditasi bagus, target kita semakin bagus, beberapa catatan dari tim asesor, kita bagus. Bahkan, target kita pelayanan RSUD kita lima tahun kedepan pelayanan semakin excelen,” terang RBT sapaan akrab bupati Baddrut Tamam, Selasa (12/02/2019).

Menurut orang nomor satu di Kabupaten berslogan Gerbang Salam ini, RSUD Pamekasan menjadi rujukan dari RSUD Kabupatan lainnya. Seperti RSUD Sampang, Sumenep.

“Disini (RSUD) jadi rujukan loh dari rumah sakit Sampang, Sumenep, banyak orang yang kesini,” tambahnya.

Selain itu, Baddrut Tamam mengatakan, kemungkinan untuk mendapatkan nilai A masih sulit. Sehingga, target B plus dirasa sudah bagus.

“Kalau bermimpi dapat A, saya rasa masih sulit ya. Jadi B plus lah,” tandasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Dr. Slamet Martodhirjo, Farid Anwar melalui wakil Direktur Keuangan, Daeng Ali Taufik menerangkan, akreditasi ulang ini sudah dimulai sejak 11 Februari hingga 14 Februari 2019 besok.

“Tadi mulai jam 10.30 tim asesor memang jadwal penilaian kometmen pimpinan. Alhamdulillah, tadi dihadiri langsung oleh bapak Bupati Pamekasan. Dan itu merupakan poin yang luar biasa,” kata Daeng.

Selain itu, dikatakan, upaya apapun yang dilakukan oleh rumah sakit tetap bergantung pada pemilik (owner), yakni bupati Pamekasan.

“Ketika beliau sampaikan tadi, kometmennya luar biasa dalam meningkatkan mutu pelayanan maupun keselamatan pasien. Penyediaan anggaran, fasilitas sarana dan prasarana serta pemenuhan Sumber Daya manusia (SDM),” imbuhnya.

Bupati, kata Daeng betul betul berkometmen untuk meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal serta masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman juga.

“Tentu saja ini butuh sumber daya yang lain, seperti sumber daya keuangan, sarana dan prasarana. Dan beliau kometmen akan menuntaskan hal ini sampai masa yang akan datang,” tuturnya. (PW3)