Category: Kemitraan

UIM Teken Kerja Sama Dengan PWI Pamekasan

MoU-PWI-UIM2Pamekasan  (PWINews)  – Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan penandatanganan kerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Pamekasan, (18/10/2015) pagi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandantanganan memorandum of understanding (MoU), oleh Ketua PWI Pamekasan Abdul Aziz dan Rektor UIM Pamekasan, Ahmad Asir, disaksikan Dekan Fakultas Tekhnik UIM, Kepala Kadin Pamekasan, Ormas, dan Perwakilan Kemenag. yang ditempatkan di Aula Lantai II UIM.

Rektor UIM dalam sambutannya mengatakan, Penandantangan MoU tersebut selain dengan PWI Cabang Pamekasan juga dengan perusahaan pemprograman dari surabaya.

“Selain acara Seminar Nasional, kita juga akan menandatangani perjanjian kerja sama antara UIM dengan PWI Pamekasan, dan perusahaan dari Surabaya” katanya

Asir, menambahkan ,dengan kerja sama tersebut diharapkan hubungan antara UIM dengan PWI Pamekasan, lebih baik. Pasalnya, kerap terjadi penyampaian informasi kepada publik yang kurang berimbang.

“Semoga para Wartawan di Pamekasan dapat mengemban amanah dengan baik, menjalankan tugas lebih profesional sesuai kode etik jurnalis,” tambahnya

Sementara Ketua PWI cabang Pamekasan Abd Aziz, mengatakan, salah satu kerjasama yang ia lakukan, adalah penguatan kelembagaan antara pihak pertama dengan pihak kedua, serta mengawal program-program UIM Pamekasan, yang bernilai berita.

“Perjanjian ini tidak lain untuk mengawal program kampus UIM yang bernilai berita, dan menyajikan informasi kepada publik secar berimbang,” tukasnya. (Sumber: Media Madura/ Rifqi/MM)

Citra Pendidikan Islam Harus Ditingkatkan

STAIN-PWINEWSPamekasan (PWINews) – Citra lembaga pendidikan dan perguruan tinggi Islam harus ditingkatkan, karena lembaga pendidikan bisa diibaratkan sebagai penyedia produk atau jasa, kata pakar komunikasi publik Dr Santi Isnaini, S.Sos, MM.

“Ini penting sebagai bagian dari dinamisasi kampus yang mempunyai daya saing tinggi di era sekarang ini,” kata Santi, sebagaimana rilis yang disampaikan panitia seminar nasional bertema “Strategi Penguatan Institusi Kampus Melalui Public Relation” yang digelar kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan kepada Antara, Jumat.

Dosen Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga Surabaya mengatakan, sebagai penyedia jasa, tentu masyarakat menginginkan produk yang baik, pelayanan yang cepat, ramah, terbuka, aman, nyaman dan berkualitas, tepat waktu seiring dengan biaya yang di keluarkan oleh setiap pengguna jasa dalam hal ini mahasiswa.

Oleh karena itu, semua komponen kampus harus bersatu dan bekerja sama dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penggunanya. “Baik itu pejabat struktural, dosen dan karyawan,” katanya.

Harus diingat, sambung dia, bahwa kampus ada, karena masyarakat. Hal itu berarti, posisi kampus sangat berarti karena masyarakat menghargai dan mempercayai.

“Jangan sampai, institusi kampus terlambat dalam mengatisipasi perubahan yang berkembang dengan pesat,” katanya.

STAIN Pamekasan sebagai institusi kampus negeri di Pulau Madura, harus cepat meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia para pembuat kebijakan, dosen dan karyawannya agar citra lembaga baik di mata masyarakat.

Ketua STAIN Pamekasan Dr Taufiqurrahman, M.Pd dalam pembukaan acara itu mengatakan, sudah saatnya STAIN Pamekasan menjadi salah satu barometer pendidikan dan riset yang mempunyai citra baik di Indonesia, khususnya di Pulau Madura.

Sebab, menurut dia, akses mendapatkan informasi pendidikan saat ini berbeda dari tahun-tahun era 1980-2000 an.

“Saat ini mendapatkan informasi sangat mudah demikian juga untuk melihat citra sebuah institusi dapat dilihat dengan cepat di media,” katanya. (Sumber: AntaraJatim.Com)

Seminar STAIN Pamekasan Datangkan Pembicara Jerman

Seminar Internasional di Kampus STAIN Pamekasan, Kamis (10/9/2015)

Seminar Internasional di Kampus STAIN Pamekasan, Kamis (10/9/2015)

Pamekasan (PWINews) – Pusat pengembangan bahasa STAIN Pamekasan Kamis, 10 September 2015 menggelar seminar internasional bertema “Motivating Young Learners Through Meaningfull Activities/ Motivasi Pelajar Muda Melalui Aktivitas yang Menyenangkan”.

Kegiatan ini bertempat di ruangan Multi Centre STAIN Pamekasan dan dibuka oleh wakil ketua I STAIN Ahmad Mulyadi, M.Ag mewakili Ketua STAIN Dr Taufiqurrahman, M.Pd.

Narasumber atau pembicara kunci dalam kegiatan ini didatangkan dari Jerman, yakni bernama Andrea Bossecker yang memang sudah ahli dalam memberikan materi sesuai dengan tema itu.

Ini bisa dilihat dari pengalaman belajarnya di beberapa kampus diantara University of Education Freiburg, Philipps-Universität Marburg, Art History and Educational Sciences, Elementary School Stadtschule Bad Vilbel, Study abroad program at California State University San Bernardino, CA, United States dan pengalaman lainnya dalam pertukaran pelajar internastional.

Pada acara seminar international ini Andrea Bossecker menjelaskan dua poin penting. Pertama tentang materi seminar, kedua, tentang culture in Germany.

Pada poin pertama, Andrea menjelaskan pentingnya pemahaman tentang teori-teori pendidikan oleh semua guru sesuai dengan jenjangnya dalam sebuah proses perkuliahan. Setelah pemahaman tentang teori selanjut dilanjutkan dengan praktik-praktik sesuai dengan teori yang sudah didapatkan secara konsisten dan terus menerus. Artinya teori yang diberikan harus segera di praktekkan agar terinternalisasi kepada semua siswa dan mahasiswa.

Andrea menekankan bahwa semua orang harus meningkatkan kompetensinya sesuai dengan disiplin keilmuan yang dikuasi selama proses pendidikan. Selain itu factor perhatian Negara terhadap pendidikan menjadi salah satu point yang tidak bisa dihilangkan.

Poin kedua, tentang budaya masyarakat Jerman yang membuat negaranya menjadi maju. Diantaranya mereka selalu tepat waktu dan menghargai waktu secara professional. Masyarakat Jerman menghargai dan menjaga tradisi mereka dan mencoba meneruskan apa yang telah di capai oleh orang terdahulunya mulai albert Einstein hingga angela merkel yang sekarang menjabat sebagai perdana menteri Jerman.

Dalam konteks kuliner andrea yang sangat menyukai nasi pecel ini menyatakan bahwa dalam konteks budaya sangat kagum dengan semua tradisi bangsa Indonesia yang sangat beragam serta panora alamnya yang sangat indah. Hal ini dirasakan andrea ketika berkunjung ke pulau gili labak sumenep dengan tim change of culture nya minggu lalu.

Akhirnya acara yang ini diakhiri dengan penyerahan cindera mata yang diberikan langsung oleh ketua pusat pengembangan bahasa Abd Ghofur. M.Pd. selanjutnya tim panitia pelaksana mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselengaranya acara seminar internasional ini.(Rilis Tim Panitia Pelaksana Seminar International STAIN Pamekasan)

PWI Jalin Kemitraan dengan STAIN Pamekasan

Pamekasan (PWINews) – Persatuan Wartawan Indonedia (PWI) Kabupaten Pamekasan menjalin kerjasama dan meneken memorandum of understanding (MoU) dengan STAIN Pamekasan, tentang publikasi pemberitaan program pendidikan dan pelatihan jurnalistik.

MoU bernomor Sti.18.3/PP.009/VIII/2015 itu, ditandatangani Ketua STAIN Pamekasan, Taufiqurrahman dan Ketua PWI Pamekasan, Abd Aziz. Penandatanganan itu dilakukan setelah acara pelantikan pengurus PWI di auditorium Multi Center STAIN Pamekasan, Senin (31/8/2015).

Di antara poin penting dari kesepakan MoU yang terdiri dari 5 bab dan 6 pasal itu adalah STAIN Pamekasan sepakat menjalin kerjasama kelembagaan dengan PWI Pamekasan sebagai mitra. Mempublikasikan kegiatan ilmiah kampus dan mengembangkan kapasitas mahasiswa dalam rangka pembentukan karakter dan keterampilan bidang media publikasi dan jurnalistik.

Sementara itu, PWI Pamekasan memperoleh akses sumber pemberitaan dan kegiatan ilmiah kampus. Tujuannya, ikut serta mendidik karakter dan melatih keterampilan mahasiswa dalam bidang media publikasi dan jurnalistik.

“Pada kesempatan ini, kita akan melakukan kontrak penandatangan bersama STAIN Pamekasan, dengan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa untuk membangun kapasitas dan membentuk karakter, serta keterampilan dalam bidang media publikasi dan jurnalistik,” kata Abd Aziz.

PWI Pamekasan juga menyatakan kesanggupannya untuk memberikan kontribusi konkrit dengan menyediakan tenaga ahli atau yang berkompeten untuk pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa.

“Nantinya kita akan sama-sama saling menjaga kehormatan dan memelihara nama baik institusi masing-masing,” ungkapnya.

Ketua STAIN Pamekasan, Taufiqurrahman sangat mengapresiasi kerjasama dengan PWI. Peran pers dinilai sebagai ujung tombak dalam mengawal pembangunan, sama seperti yang dilakukan di instansi yang dipimpinnya.

“Bila pers dan perguruan tinggi sinergi dan ditegakkan untuk menjadi pilar yang kokoh. Sehingga nantinya akan mampu membentuk karakter kita,” jelasnya.

“Semoga dengan kerjasama ini, bisa terjalin dengan baik dan memberikan hal-hal terbaik bagi bangsa Indonesia. Tidak terkecuali bagi PWI dan STAIN Pamekasan,” pungkasnya. (Sumber: BeritaJatim.Com/MediaMadura.Com)

Dosen STAIN Pamekasan Jadi Pemakalah Internasional

DOSEN-STAIN-PAMEKASANPamekasan (PWINews) – Tiga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan menjadi pemakalah dalam ajang internasional. Ketiganya ialah Abdul Mukti Thabrani, Ainur Rahman Hidayat, dan Fatati Nuryana. Mereka berbagi wawasan keilmuan dengan para pemikir dunia pada acara internasional di tempat yang berbeda.

Makalah Abdul Mukti Thabrani tembus International Conference on Islamic Civilization (ICIC) bertempat di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Sementara Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana, berhasil mempresentasikan karyanya dalam ajang The Internasional Conference on Zakat in Islamic Society di UIN Ar-Raniry Aceh.

Mukti, panggilan akrab Abdul Mukti Thabrani, mengulas seputar tata kelola pemerintahan Negara Madinah pada masa Nabi Muhammad Saw. Sepintas, tema tersebut terbilang klasik dan sederhana. Namun, pisau analisis yang digunakan Mukti cukup tajam dan mendalam. Apalagi, didukung 31 referensi primer yang langsung merujuk pada sumber aslinya. Nyaris semua referensi yang dirujuk Mukti berbahasa asing (Arab/Inggris).

“Kami berbagi pemahaman dan keilmuan dalam kesempatan tersebut. Dari Indonesia, terdapat 10 pemateri. Sementara dari luar negeri sedikitnya 20 pemateri. Mereka dari Aljazair, Maroko, Sudan, Saudi Arabia, Yaman, Oman, Turki, Brunai, Malaysia, dan negara yang bernafaskan Islam lainnya,” terang Mukti saat dihubungi NU Online, Selasa (16/9) malam.

Dengan menggunakan Bahasa Arab, Mukti mengurai secara gamblang mengenai spirit Negara Madinah. Menurut Mukti, Madinah sebagai kekuatan ekonomi, politik, dan negera, merupakan tradisi baru dalam percaturan budaya Arab. Munculnya negara Islam Madinah dengan Muhammad Saw sebagai pemimpin, adalah revolusi model baru dalam konteks spiritual, pemikiran, dan budaya,.

“Revolusi tersebut mengantarkan apresiasi dunia untuk mengakui kekuatan moral dan agama sebagai tonggak hubungan relasi antar-manusia yang berpandukan akhlak, persamaan, dan keadilan,” urai penulis buku “Seni Bercinta dalam Islam” tersebut.

Ditegaskan, Madinah telah muncul sebagai prototype negara modern dan mendominasi dunia dengan semangat moral yang mencengangkan dan menginspirasi. Kejayaannya telah mendobrak sejarah panjang pergumulan hubungan negara dan agama.

Masih menurut Mukti, sejarah membuktikan bahwa Madinah telah mewarnai dunia dengan corak idealism Islam yang berakar pada keilmuan, pemikiran, ekonomi, dan sosial.

“Landasan tersebut didasarkan pada upaya reflektif intelektual untuk mencerna pemahaman dan prinsip politik pemerintahan Madinah yang merangkumi sistem ketatanegaraan, undang-undang, peradilan, akidah, syariah, dan hokum,” tegasnya.

Makalah Mukti mencoba mendeskripsikan secara detail dan menalam sistem politik dan tata kelola administrasi pemerintahan Madinah dalam perspektif propetik dan perspektif para pemimpin (khalifah) pascakenabian sehingga terjadi dan terbentuk reformasi sistem pemerintahan secara gradual di Madinah sebagai ibukota negara Islam pertama.

“Dengan penekanan atau stressing pada eksplorasi dimensi sumber daya manusia yang disiapkan Nabi Muhammad Saw untuk menjadi mercusuar bagi peradaban, tradisi, ilmu dan pengetahuan. Sehingga, dampaknya bisa kita rasakan sampai sekarang,” tukasnya.

Terpisah, karya Ainur Rahman Hidayat dan Fatati Nuryana menitiktekankan pada pembahasan seputar ontologi relasi zakat profesi dan relevansinya terhadap implementasi pola konsumtif kreatif dalam sekuritas pasar modal.

Menurut keduanya, konsep yang ditawarkan ialah keharmonisan zakat; tidak hanya terletak pada pengumpulannya, tetapi juga lebih pada efektivitas pendistribusiannya secara berkesinambungan.

Terdapat tiga rumusan masalah yang dibangun Ainur dan Fatati: Bagaimana makna relasi dalam struktur ontologism transcendental zakat profesi? Apa hakikat relasi dalam norma ontologism transcendental zakat profesi? Bagaimana makna relevansi norma ontologism transcendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi.

Dari ketiga rumusan masalah tersebut ditemukan jawaban: pertama, makna relasi dalam struktuf ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat sosio-teosentrisme. Aspek sosial dan religious dalam zakat profesi wajib ada dalam mengimplementasikannya, sebab keduanya memiliki arti penting dalam menguatkan ekonomi umat Islam.

Kedua, hakikat relasi dalam norma ontologis transendental zakat profesi adalah bersifat legislasi-religius. Kepedulian pemerintah dan sakralitas zakat profesi merupakan pelembagaan zakat profesi.

“Ketiga, makna relevansi norma ontologis transendental zakat profesi dengan pola konsumtif kreatif zakat profesi adalah investasi saham zakat profesi memunculkan para muzaki baru dengan kemampuan modal yang kuat sebagai pondasi kekuatan umat Islam di bidang ekonomi,” tukas Dosen Filsafat Pascasarjana STAIN Pamekasan tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Pemkab Pamekasan Dukung Peralihan Status STAIN Jadi IAIN

Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy'ari saat menyampaikan sambutan dalam acara temu alumni STAIN Pamekasan.

Wakil Bupati Pamekasan Kholil Asy’ari saat menyampaikan sambutan dalam acara temu alumni STAIN Pamekasan.

Pamekasan (PWINews) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memberikan dukungan terhadap upaya peralihan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Wakil Bupati Pamekasan Halil Asy’Ari mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya Peralihan STAIN menjadi IAIN, tetapi sesuai dengan kewenangannya, sebab memang sudah waktunya peralihan itu dilakukan.

“Pemerintah kabupaten siap membantu peralihan itu sesuai dengan kewenangannya,” katanya ditemui usai acara pengukuhan Ikatan Kluarga Alumni (IKA) STAIN Pamekasan. Minggu (01/03/15) pagi.

Diharapkan, selain dukungan dari pemerintah, ia juga berharap agar seluruh alumni STAIN pamekasan, memberikan dukungan penuh agar peralihan itu bisa segera terwujud.

“Alumni STAIN Pamekasan ini sudah banyak yang sukses diberbagai bidang, sehingga bisa menjadi kekuatan besar. Sehingga dukungannya sangat diperlukan,” kata orang nomor 2 di lingkungan Pemkab Pamekasan yang juga alumni STAIN itu. (Sumber: Media Madura)

STAIN Pamekasan Syaratkan Mahasiswa Baru Bebas Narkoba

STAIN-PAMEKASAN-Ant-JUgaPamekasan (PWINews) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, mensyaratkan calon mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan hasil tes bebas narkoba dari pihak kepolisian.

“Kebijakan ini sebagai antisipasi akan penyebaran narkoba di lingkungan kampus, mengingat negeri ini sudah dinyatakan darurat narkoba,” kata Wakil Ketua Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (PK II) STAIN Pamekasan Achmad Muhlis MA, kepada Antara, Kamis.

Surat keterangan hasil tes bebas narkoba dari pihak kepolisian ini merupakan satu dari enam poin persyaratan yang harus dipenuhi calon mahasiswa baru saat melakukan pendaftaran ulang, sebagaimana tertuang dalam Pengumuman Nomor: Sti.18.3/PP.00.3/826.a/2015 tentang Ketentuan dan Syarat Pendaftaran Ulang Calon Mahasiswa Lulus Jalur UM-PTKIN Tahun 2015 STAIN Pamekasan.

Jika tidak, mahasiswa yang telah lulus seleksi itu dianggap mengundurkan diri sebagai calon mahasiswa STAIN Pamekasan tahun akademik 2015-2016.

“Jadi kebijakan ini sebenarnya sebagai upaya antisipatif karena kami tidak ingin peredaran narkoba merambah ke dunia kampus, apalagi kampus Islam, seperti STAIN ini,” katanya.

Kebijakan ini, katanya, juga untuk membantu pemerintah dan aparat penegak hukum memberantas peredaran narkoba di Pamekasan secara khusus dan Madura pada umumnya.Apalagi, tingkat peredaran narkoba di kabupaten yang mencanangkan program Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami (Gerbang Salam) itu, tergolong sangat mengkhawatirkan.

Muhlis mengatakan, kampus STAIN Pamekasan kini termasuk kampus yang sangat diperhatikan publik di Madura. Terbukti dengan banyaknya peminat yang mendaftar di STAIN Pamekasan selama ini.

Pada Tahun Akademik 2015/2016 ini, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar di STAIN Pamekasan sebanyak 7.736. Namun yang diterima hanya 1.715 orang calon mahasiswa baru, sedangkan sebanyak 6.021 orang terpaksa ditolak.

Mereka itu merupakan mahasiswa di 16 program studi, yakni Prodi Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah dengan kuota mahasiswa sebanyak 63 orang, Perbankan Syari’ah (126 orang), Pendidikan Agama Islam (105 orang), Pendidikan Bahasa Arab (63 orang), Tadris Bahasa Inggris (105 orang), Manajemen Pendidikan Islam (84 orang), dan Hukum Ekonomi Syari’ah (84 orang).

Selanjutnya Prodi Ekonomi Syari’ah (84 orang), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) (84 orang), Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) sebanyak (63 orang, Bimbingan dan Konseling Islam (63 orang), Komunikasi dan Penyiaran Islam (42 orang), Akuntansi Syari’ah (42 orang), Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (21 orang) lalu prodi Tadris Bahasa Indonesia dan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial yang kuotanya masih menunggu Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN).

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pamekasan Komisariat STAIN Abd Malik menyatakan, sangat mengapresiasi kebijakan STAIN yang mensyaratkan keterangan hasil tes bebas narkoba bagi calon mahasiswa baru itu, sebab dengan cara itu pihak kampus bisa melakukan upaya deteksi dini, serta mencegah kemungkinan masuknya peredaran narkoba di lingkungan kampus.

Organisasi mahasiswa ini sebelumnya juga telah menyampaikan gagasannya ke Pemkab dan DPRD Pamekasan, terkait prasyarat bebas narkoba itu. Bahkan HMI juga menyarankan tes narkoba bagi kalangan pelajar dan telah dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pamekasan kepada siswa di sejumlah lembaga pendidikan di Pamekasan. (Sumber: Antarajatim.com)