Arsip Kategori: Internasional

Sebagian TKI Pamekasan di Malaysia Kesulitan Biaya Hidup Akibat Corona

PENAWARTA.COM – Sebagian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Pamekasan, Jawa Timur yang bekerja di negeri jiran Malaysia, kini mulai kesulitan untuk memenuhi biaya hidup mereka, pascaperintah memberlakukan penutupan akibat kasus corona.

“Ini berdasarkan informasi yang kami terima dari warga kami yang bekerja disana,” kata Kepala Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Pamekasan Moh Mokri, Jumat (27/3/2020).

Mokri menuturkan, sekitar 30 persen dari total 1.670 jiwa penduduk di Desa Bajang bekerja di Malaysia sebagai TKI.

Awalnya, mereka memang bisa mencukupi kebutuhan keluarga di desanya, bahkan tidak sedikit diantara putra-putri para TKI di desanya itu yang bisa menyelesaikan pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi.

Namun, seiring dengan pandemi COVID-19 yang juga melanda Malaysia, keberadaan para TKI asal Desa Bajang pada khususnya dan indonesia pada umumnya juga terdampak kebijakan pemerintah Malaysia.

Perintah menerapkan penutupan sejak tanggal 18 Maret 2020 hingga 14 April 2020.

Kebijakan ini, sambung Mokri, sangat berdampak kepada TKI. Seluruh aktivitas pekerjaan di luar rumah dilarang dengan mengerahkan pasukan polisi dan tentara setempat.

Akibarnya, para TKI mulai mengalami kesulitan biaya hidup, sebab umumnya para TKI asal Desa Bajang itu, banyak bekerja di sektor informal, kuli bangunan, kuli perkebunan dan karyawan pertokoan dan pembantu rumah tangga.

Mereka saat ini sudah mulai kehabisan bekal sehingga harus minta kiriman bekal ke keluarganya di Madura.

“Bahkan, ada sebagian keluarga TKI di desa kami ini yang mulai menjual hewan ternaknya, perhiasan hasil tabungannya untuk dikirimkan ke keluarganya di Malaysia, karena untuk makan saja, mereka sudah kesulitan,” kata Mokri.

Oleh karena itu, Mokri dan kepala desa lainnya di Pamekasan yang warganya banyak bekerja sebagai TKI di luar negeri
meminta agar pemerintah Indonesia memperhatikan kondisi mereka.

Solusinya bisa dengan cara memulangkan mereka ke Indonesia dengan cara mengikuti protokol kesehatan WHO, atau memberikan subsidi kepada para TKI untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

“Saya yakin kondisi seperti ini juga dialami oleh TKI yang bekerja di negara lain yang juga memberlakukan penutupan akibat pandemi virus corona ini,” katanya, menjelaskan. (PW-012)

Berprestasi dan Sukses Keliling Dunia di Usia Muda, Duta Santri Nasional Motivasi Santriwati Muba

PENAWARTA.COM – Duta Santri Nasional Farihatus Shalihah al Hafidz datang ke Ponpes Mambaul Ulum Bata-bata (Muba) Desa Panaan, Palengaan. Dia berkesempatan menjadi pemateri pada acara pekan ngaji 5 dengan tema sharing profile santri berprestasi.

Kedatangan perempuan yang sudah keliling 21 negera sebelum berusia 24 tahun tersebut disambut hangat dan meriah oleh ribuan santri. Kedatangan perempuan asal Jogjakarta tersebut guna memberikan motivasi kepada santri berhubung yang bersangkutan banyak meraih prestasi baik dalam sektor akademik mau pun non akademik.

Semangat ribuan santri tidak padam dari awal hingga akhir. Hal itu tidak lepas dari bagaimana cara perempuan yang akrab disapa Kak Farihah itu membawa seminar dengan gaya hasnya yang asik, seru, nyentrik, dan berbagai macam hiburan yang beliau beri.

“Pemateri yang satu ini memang unik, selain masih muda dan cantik, beliau juga selalu memiliki cara keren menghadapi sharing santri dalam menggapai masa depan. Hal tersebut pastinnya di karenakan banyaknya pengalaman dan ilmu yang beliau miliki,” kata Lailatul Badriyah selaku Ketua Panitia. (siaran pers/PW3)

Ulama Maroko Senang Bersilaturahmi dengan Umat Islam Madura

PENAWARTA.COM – Sayyid Syarif Adnan Talidy El-Hasany seorang ulama dari Maroko berkunjung ke Ponpes Mambaul Ulum Bata-bata (Muba) Desa Panaan, Palengaan. Kunjungannya ke salah satu Ponpes terbesar di Madura tersebut sebagai pemateri dalam even pekan ngaji 5. Dia menjadi pemateri dalam ngaji sejarah.

Sayyid Syarif Adnan Talidy El-Hasany mengaku senang bersilaturahmi dengan umat Islam di Madura. Dia merasa bertemu dengan saudara-saudaranya yang diikat dengan satu keyakinan.

“Kami bertemu dengan saudara-saudara disini seperti bertemu dengan saudara-saudara sepupu saya,” ujarnya saat mengawali paparannya Kamis Malam (9 Januari 2019).

Dijelaskan, persaudaraan antara Maroko dengan Indonesia sudah terjalin sekitar abad ke 16 yang lalu. Seorang ilmuan Maroko Ibnu Bathuta pernah jalan kaki ke Indonesia.

“Beliau sebagai sejarawan atau alim. Dia berjalan kaki ke Indonesia untuk mmbuktikan kabar sejarah yang diketahui,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, walisongo memiliki peran yang sangat besar dalam dakwah islam di Indonesia khususnya di Madura. Nasab walisongo tersambung dengan Rasulullah berdasarkan beberapa dalil yang dikaji oleh tim Nasab Kerajaan Maroko dan tidak ada yang menentang ketersambungan nasab tersebut.

“runtutan nasab ini telah diriwayatkan oleh para syarif yang telah dipercaya periwayatannya,” terangnya.

Syaikh Adnan juga berpesan kepada santri agar senantiasa bersemangat dalam mencari ilmu dengan meneladani rasulullah dan para ulama Islam. (PW-032)

Sekitar 80 Tentara Amerika Tewas dalam Serangan Balasan di Irak

PENAWARTA.COM – Iran mengklaim sekitar 80 tentara Amerika Serikat tewas dalam serangan rudal Iran pada Rabu (8/1/2020) dini hari. Salah satu sumber Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) mengklaim serangan tersebut menewaskan 80 tentara AS dan 200 lainnya terluka.

“Menurut laporan akurat dari sumber kami di sekitar Al-Asad, setidaknya 80 tentara Amerika tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka, yang akan segera dipindahkan keluar dari pangkalan udara menggunakan helikopter,” ungkap seorang sumber seperti dilansir Mehrnews.

Jumlah korban tewas ini berbanding terbalik dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan serdadu AS di Irak dalam kondisi aman usai serangan rudal Iran.

Semua baik-baik saja. Kami sekarang sedang menghitung kerusakan dan korban. Sejauh ini semua baik. Kami memiliki tentara terkuat dan terlengkap di dunia sejauh ini. Saya akan memberikan pernyataan pada esok pagi,” cuit Trump melalui akun Twitter, seperti dikutip CNN.

Salah satu petinggi pejabat AS mengatakan pangkalan tersebut memiliki sistem peringatan serangan rudal yang aktif ketika terjadi insiden. Menurut dia, hal itu membuat seluruh prajurit bisa tepat waktu berlindung di ruang bawah tanah.

Sekitar 20 titik di pangkalam militer Al Asad dilaporkan terkena serangan 15 rudal Iran. Sementara sejumlah pesawat nirawak dan helikopter dilaporkan hancur.

“Terlepas dari kenyataan bahwa Amerika telah siaga, namun pertahanan udara mereka tidak mampu merespon serangan udara,” kata dia.

Sumber yang sama juga menyebutkan sekitar 104 titik penting di basis militer AS telah berhasil diidentifikasi.

“Sebanyak 104 titik penting di pangkalan udara AS di kawasan berhasil diidentifikasi, yang bisa saja hancur akibat sikap AS,” ujarnya.

Basis militer Al Asad merupakan pangkalan terbesar kedua milik Amerika Serikat untuk Angkatan Darat, Laut, dan Udara. Sejak 2014, operasional pangkalan Al Asad telah diambil alih AS yang juga menjadi basis untuk tentara Denmark dan Australia. (PW-012)

Iran Serukan Perang Jihad Melawan Amerika

PENAWARTA.COM – Perang Dunia III trending di jejaring sosial setelah kematian Pemimpin Pasukan Quds Garda Revolusi Iran Jenderal Qassem Soleimani.

Momok Perang Dunia III bukan mustahil, karena Iran telah bersumpah membalas kematian jenderal paling bepengaruh di negara tersebut.

Dikutip dari The Sun, 4 Januari 2020, Ahman Khatami, seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan ancaman yang mengerikan bagi pasukan AS di Timur Tengah. “Sudah waktunya untuk membersihkan daerah itu dari binatang buas yang berbahaya ini.”

“Saya memberi tahu orang Amerika, terutama Trump, kami akan membalas dendam yang akan mengubah siang hari mereka menjadi kegelapan malam,” lanjutnya, seperti dilansir tempo.co.

Presiden Trump men-tweet gambar Bendera Amerika tanpa tulisan, tak lama setelah terungkap bahwa Jenderal Soleimani telah terbunuh oleh serangan udara AS.

Sekitar pukul 12.45 siang waktu Amerika, Trump menulis tweet lainnya: “Iran tidak pernah memenangkan perang, tetapi tidak pernah kalah negosiasi!”

Jenderal Soleimani mendarat setelah melakukan perjalanan dari Suriah atau Lebanon sekitar pukul 12.30 pagi ketika dia bertemu Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan pasukan Mobilisasi Populer pro-Iran di Irak.

Ketika mobil-mobil melewati area kargo untuk jalan akses yang menuju keluar dari bandara, kendaraan itu dihantam oleh setidaknya dua rudal drone MQ9 Reaper AS yang dikendalikan dari jarak jauh.

Setidaknya dua rudal ditembakkan ke kendaraan yang menewaskan jenderal dan penumpang lainnya.

Serangan drone terjadi beberapa hari setelah pengunjuk rasa menyerang kedutaan AS di Baghdad.

Amir Hatami, Menteri Pertahanan Iran, telah mengancam AS dengan balas dendam atas pembunuhan Soleimani.

Ayatollah Ali Khamenei juga mengatakan balas dendam seberat-beratnya bagi para penjahat di balik serangan itu.

Dia juga mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

Belakangan Khamenei mengancam akan melakukan jihad berdarah sebagai balas dendam.

“Semua teman dan musuh tahu bahwa perlawanan Jihad akan berlanjut dengan lebih banyak motivasi & kemenangan yang pasti menunggu para pejuang di jalan yang diberkati ini. Kehilangan Jenderal kita yang tercinta memang pahit. Pertarungan yang berkelanjutan & kemenangan akhir akan lebih pahit bagi para pembunuh & penjahat,” kata Khamenei.

Dilaporkan Metro.co.uk, kematian Jenderal Soleimani membuat kata kunci “World War 3” trending di internet.

Pencarian untuk “World War 3” juga melonjak di Google dalam beberapa jam setelah serangan udara di Irak semalam.

Google Trends mencatat kata kunci “Iran” sebagai istilah yang paling dicari kedua di Amerika Serikat, dengan lebih dari 500.000 pencarian untuk topik tersebut.

Perang Dunia III tidak mustahil, mengingat Jenderal Qassem Soleimani adalah orang yang paling berpengaruh kedua di Iran setelah Khameinei. Dia dianggap pahlawan nasional, pahlawan Revolusi Iran.

Soleimani adalah otak dibalik operasi Garda Revolusi Iran di luar negeri.

Menurut laporan CNN, Pentagon mengatakan Soleimani dan pasukannya bertanggung jawab atas kematian ratusan anggota keamanan Amerika dan koalisi serta melukai ribuan lainnya.

Dikenal sebagai “komandan bayangan” Iran, Soleimani, yang telah memimpin Pasukan Quds sejak 1998, adalah dalang operasi militer Iran di Irak dan Suriah.

Dikutip dari TIME, Soleimani, 62 tahun, memimpin Pasukan Quds, cabang Garda Revolusi Iran yang bertanggung jawab untuk operasi di luar negeri, mulai dari sabotase dan serangan teror hingga memasok milisi yang beroperasi sebagai pasukan pengganti Iran.

Mayor Jenderal Qassem Soleimani diketahui melapor dan mendapat perintah langsung dari dan kepada Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, menurut Sky News. (PW-126).

Pameran batik di Tanzania sukses berkat dukungan Pemkab Pamekasan

PENAWARTA.COM – Pameran batik tulis Pamekasan yang digelar pedagang batik di Negara Tanzania Afrika sukses berkat dukungan pemkab setempat.

Menurut pedagang batik tulis Pamekasan yang mengikuti pameran itu Dian Hendriani, dirinya bisa mengikuti pameran intenasional bernama saba-saba itu, berkat dukungan Pemkab Pamekasan.

“Pemkab mendukung penuh upaya saya, dan mempermudah urusan administrasi yang berkaitan dengan kebutuhan kami ke Tanzania,” kata Dian dalam keterangan persnya kepada media di Pamekasan, Jumat (12/7/2019).

Dian menjelaskan, batik yang dibawa ke Tanzania itu merupakan batik tulis hasil kerajinan masyarakat di beberapa desa.

Antara lain, Desa Toronan, Toket, Proppo dan Desa Larangan Badung, Pamekasan.

“Dan alhamdulillah batik tulis Pamekasan sangat diminati di Pamerapwn kaanli ini,” kata Dian, menjelaskan.

Pameran internasional yang diikuti oleh pengusaha batik Pamekasan atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tanzania ini mulai 7 Juli dan akan berlangsung hingga 21 Juli 2019.

Dia menuturkan, kekaguman warga di negara itu atas batik tulis Pamekasan karena batik hasil kerajinan warga ini dinilai bagus.

“Bahkan Kedubes RI di Tanzania mewajibkan semua karyawannya untuk memakai batik,” kata Dian.

Ia lebih lanjut menuturkan, batik tulis yang ia bawa ke pameran internasional di Tanzania itu berupa batik lembaran dan kemeja, masing-masing berjumlah 130 buah kemeja dan 60 lembar batik.

Di Pameran itu, Dian mengaku, menjual batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan itu antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu.

Selain memamerkan batik tulis Pamekasan, Dia juga membawa sejumlah produk unggulan lainnya yang merupakan hasil kerajinan warga Pamekasan.

Antara lain, seperti jamu, rengginang, ikan teri kering, kopi rempah, kopi mangrove dan beberapa produk UMKM Pamekasan lainnya.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan Bupati Pamekasan berupa surat untuk kedutaan dan hadiah batik untuk Kedutaan RI di Tanzania,” ucap Dian.

Ia menjelaskan, berkat bantuan dan dukungan Pemkab Pamekasan semua urusan administrasi menjadi lancar. (PENAWARTA.COM).

Mahasiswa Asal Indonesia Gelar Konferensi Ranting NU Pertama di Tiongkok

Mahasiswa Asal Indonesia usia gelar konferensi I ranting NU pertama di Tiongkok

PENAWARTA.COM – Mahasiswa dari Indonesia yang tergabung di organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Nanjing, Tiongkok menggelar konferensi ranting NU pertama kali di Tiongkok, Minggu (12/5/19) kemarin.

Konferensi yang dilakukan tak lain adalah dorongan dari PCINU Tiongkok sebagai salah satu ormas muslim terbesar bahkan di dunia.

PCINU tiongkok yang masih di naungi oleh PBNU meski masih  seumuran jagung sudah bisa di katakana berhasil dalam mengemban amanah. Salah satunya bisa di lihat dari pemebntukan konferensi ranting Nanjing yang pertama kali ini.

Konferensi ranting istimewa nahdlatul Ulama di Nanjing itu di pelopori langsung oleh Rasyuhdi salah satu pengurus dari PCINU Tiongkok.

“Tujuan di adakannya ranting NU itu tak lain  agar mahasiswa dan santri yang berada di daerah Nanjing bisa saling mengikat tali silaturahim dan menjaga tradisi NU yang sudah lama kita kerjakan di Indonesia. Dan saya berharap NU itu kebelakang juga bisa berbaur dengan masyarakat local, agar sifat moderat yang di miliki warga kita itu bisa menyebar luas, dan membawa islam rahmatallilalamin.” Ujar Rasyuhdi saat sambutan.

Hasil konferensi tersebut menempatkan Gus Rizal Affandi Nugroho sebagai Rois Syuriah dari hasil musyawarah tim formatur yang sudah di bentuk.

Dalam kesempatan itu, Gus Rizal memberikan arahan kepada teman-teman agar tidak berkecil hati kalau sudah menjadi pengurus Nahdlatul Ulama.

“Karena kita semua sama-sama belajar dan mencari barokah dari apa yang kita lakukan jadi beliau juga mendorong agar teman-teman bisa aktif di NU. Sedangkan dalam pemilihan ketua tanfidiyah kita melakukannya secara voting sesuai dengan peraturan konferensi ranting istimewah Nahdlatul Ulama,” ucap Gus Rizal.

Ketua Tanfiziyah terpilih periode 2019/2020 dimandatkan kepada Gus Odiko yang sekarang menempuh pendidik di Jiangsu Maritime Institut.

Beliau juga berpesan agar kita saling memberikan arahan, karena ini masih awal  pembentukan ranting NU tiongkok.

Acara konferensi yang bertepatan pada 7 ramadhan itu juga di isi dengan haul KH. Hasyim Asy’ari.

Melalui kegiatan tersebut mengharap ridho dibentuknya ranting dan mendapat berkah.

Usai pembacaan yasin dan tahlil, dilanjutkan berbuka bersama dengan kepengurusan ranting NU baru di Tiongkok. (PW3/NU Tiongkok)

Kepala MTsN 3 Pamekasan Diutus Belajar ke Korea Selatan

PENAWARTA.COM – Pemerintah melalui Kantor Kementerian Agama mengutus Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pamekasan Mohammad Holis untuk mengikuti kuliah singkat di Seoul National University korea selatan mulai 28 April hingga 05 Mei 2019.

Kepala MTsN yang sebelumnya bernama MTsN Sumber Bungur yang beralamat di Komplek Pondok Pesantren Sumber Bungur, Pakong, Pamekasan ini mendapat anugerah untuk melajar di luar negeri, berkat prestasinya tingkat nasional.

“Saya merupakan satu-satunya kepala MTsN di Madura yang dipercaya oleh pemerintah untuk mengikuti ‘shot course’ di Korea Selatan,” kata Holis dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Minggu (28/4/2019).

Kesempatan menimba ilmu di negara yang terkenal dengan musik populernya, “K-Pop” ini merupakan kali kedua. Pada 2017 ia juga ditunjuk pemerintah mengikuti kegiatan studi visit pendidikan ke Brunai Darussalam yang diadakan Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan.

Di Jawa Timur, sebenarnya ada dua orang guru lagi yang ditunjuk mengikuti kegiatan itu, dari total sebanyak 21 guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah dari seluruh Indonesia dengan tujuan yang perguruan tinggi yang sama di Korea Selatan.

Khusus Mohammadi Holis, kesempatan belajar di Korea Selatan di Seoul National University tersebut, setelah ia dinobatkan sebagai juara I Kepala MTs berprestasi tingkat nasional dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Berprestasi tahun 2017 yang berlangsung di Tangerang Selatan, Banten 22-24 November 2017.

Kegiatan tersebut diadakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kementerian Agama RI, yang merupakan bentuk afirmasi dan penghargaan bagi GTK madrasah berprestasi dalam rangka menigkatkan, knowlage, kreativitas, skill, learning dan melihat secara langsung sistem pendidikan terbaik dunia, karena menurut catatan korea selatan telah menggeser finlandia pada tahun 2019

Sebagaimana rencana kegiatan yang disampaikan oleh pihak panitia dari Direktorat GTK Kementerian Agama, rombongan yang terdiri dari 22 GTK madrasah berprestasi (pemenang I) tahun 2017 dan 2018 se-Indonesia ini bertolak dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta pada tanggal 28 April 2019, pukul 20.00 WIB menuju Incheon International Airport, Seoul, Korea Selatan.

Selama sepekan peserta akan menjalani perkuliahan singkat di SNUE dan direncanakan dibimbing sedikitnya 5 (lima) profesor ahli di bidangnya yakni (1) Prof Yu Cheol, (2) Prof Yun Ji Yoon, (3) Prof Lee Yeong Hee, (4) Prof Sin Yee Yon, (5) Prof Kim Dong Sop . Disamping itu peserta juga akan mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia, dan kunjungan lapangan ke sejumlah sekolah, salah satunya adalah Seoul National University Middle School. (PENAWARTA.COM)

SBY: Utang Indonesia ke IMF Lunas Tahun 2006

Saya terpaksa menanggapi dan mengoreksi pernyataan Presiden Jokowi menyangkut utang Indonesia ke IMF. Kemarin, tanggal 27 April 2015, harian Rakyat Merdeka memuat pernyataan Pak Jokowi yang intinya adalah Indonesia masih pinjam uang sama IMF. Berarti kita masih punya utang kepada IMF. Maaf, demi tegaknya kebenaran, saya harus mengatakan bahwa seluruh utang Indonesia kepada IMF sudah kita lunasi pada tahun 2006 yang lalu. Keseluruhan utang Indonesia terhadap IMF adalah US$ 9,1 miliar, jika dengan nilai tukar sekarang setara dengan Rp. 117 triliun, dan pembayaran terakhirnya kita lunasi pada tahun 2006, atau 4 tahun lebih cepat dari jadwal yang ada. Sejak itu kita tidak lagi jadi pasien IMF.

Saya masih ingat mengapa keputusan untuk melunasi semua utang IMF 4 tahun lebih cepat dari jatuh temponya itu saya ambil. Memang, sebelum keputusan final itu saya ambil, sejumlah pihak menyarankan agar lebih baik pelunasannya dilaksanakan secara bertahap, agar tidak mengganggu ketahanan ekonomi Indonesia. Tapi saya berpendapat lain. Lebih baik kalau utang itu segera kita lunasi. Ada 3 alasan saya mengapa keputusan dan kebijakan itu saya ambil. Pertama, pertumbuhan ekonomi kita waktu itu telah berada dalam tingkatan yang relatif tinggi. Jadi aman untuk menjaga ketahanan ekonomi makro dan sektor riil kita. Di sisi lain, disamping kekuatan fiskal kita aman, dari segi moneter cadangan devisa kita juga relatif kuat. Kedua, dengan telah kita lunasi utang IMF tersebut, kita tidak lagi didikte oleh IMF dan negara-negara donor. Tidak didikte dalam arti perencanaan pembangunan kita, termasuk APBN dan juga penggunaan keuangan kita, tidak harus mendapatkan persetujuan dari IMF. Saya tidak ingin pemerintah disandera. Kita harus merdeka dan berdaulat dalam mengelola perekonomian nasional kita. Saya masih ingat, ketika masih menjadi Menteri Pertambangan dan Energi (tahun 1999-2000), saya harus “melaporkan” dulu kepada negara-negara donor yang tergabung dalam forum CGI berkaitan dengan kebijakan dan rencana kementerian yang saya pimpin, utamanya menyangkut APBN. Situasinya sungguh tidak nyaman. Pernah saya diminta untuk menaikkan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik secara serentak dengan angka yang sangat tinggi. Hal itu saya tolak, karena pasti ekonomi rakyat akan menjadi lebih buruk. Sedangkan alasan yang ketiga, selama Indonesia masih punya utang kepada IMF, rakyat kita merasa terhina (humiliated). Dipermalukan. Di mata sebagian rakyat, IMF diidentikkan dengan penjajah. Bahkan IMF-lah yang dianggap membikin krisis ekonomi tahun 1998 benar-benar buruk dan dalam.

Setelah utang IMF kita lunasi, saya juga ingat ketika para pemimpin IMF (Managing Director) satu-persatu berkunjung ke Indonesia dan menemui saya di kantor Presiden, mulai dari Rodrigo de Rato (2007), Dominique Strauss-Kahn (2011) hingga Chistine Lagarde (2012). Saya menerima kunjungan mereka dengan kepala tegak. Bahkan, pada kunjungan pemimpin IMF tahun 2012, IMF berharap Indonesia bisa ikut menaruh dananya di IMF karena kita telah menjadi anggota G20, dengan peringkat nomor 16 ekonomi besar dunia. Pasalnya, IMF kekurangan dana untuk digunakan membantu negara yang mengalami krisis berat dan perlu penyelamatan dari IMF. Artinya, tangan kita tidak lagi berada di bawah, tetapi sudah berada di atas.

Jika yang dimaksudkan Presiden Jokowi, Indonesia masih punya utang luar negeri, itu benar adanya. Utang Indonesia ada sejak era Presiden Soekarno. Meskipun, ketika saya memimpin Indonesia (2004-2014) rasio utang terhadap GDP terus dapat kita turunkan. Jika akhir tahun 2004 rasio utang terhadap GDP itu sekitar 50,6 %, di akhir masa jabatan saya tinggal sekitar 25 %. Artinya, jika dulu separuh lebih GDP kita itu untuk menanggung utang, maka tanggungan itu telah kita turunkan menjadi seperempatnya. Tetapi, kalau yang dimaksudkan Pak Jokowi bahwa kita masih punya utang kepada IMF, hal itu jelas keliru. Kalau hal ini tidak saya luruskan dan koreksi, dikira saya yang berbohong kepada rakyat, karena sejak tahun 2006 sudah beberapa kali saya sampaikan bahwa Indonesia tidak berhutang lagi kepada IMF. Rakyat pun senang mendengarnya. Saya yakin Pak Jokowi yang waktu itu sudah bersama-sama saya di pemerintahan, sebagai Walikota Surakarta, pasti mengetahui kebijakan dan tindakan yang saya ambil selaku Presiden.

Ditulis oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan dipublikasikan di akun FB Susilo Bambang Yudhoyono.