Author's posts

Bhayangkara, Momentum Lebih Dekat dengan Rakyat

Pada tanggal 1 Juli 2020 ini, Polri memperingati Hari Bhayangkara Ke-74. Hari Bhayangkara, sebenarnya bukan merupakan Hari Ulang Tahun (HUT) atau terbentuknya Polri. Akan tetapi merupakan hari Kepolisian Nasional yang merujuk pada turunnya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1946.

Peraturan ini menyatukan kepolisian yang semula terpisah sebagai kepolisian daerah, menjadi satu kesatuan nasional dan bertanggung jawab secara langsung pada pimpinan tertinggi negara, yakni Presiden. Nama Bhayangkara sendiri sebenarnya merupakan istilah yang digunakan Patih Gadjah Mada dari Majapahit untuk menamai pasukan keamanan yang ditugaskan menjaga raja dan kerajaan kala itu.

Dalam perkembangannya, keberadaan pasukan pengamanan mengalami perubahan bentuk dan komando. Kala itu, Indonesia dijajah oleh bangsa Belanda dan Jepang selama kurun waktu yang sangat lama. Masa penjajahan Belanda saat di bawah jajahan Belanda, pasukan keamanan diambil dari warga pribumi dan ditugaskan untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda.

Pasukan keamanan ini terbagi menjadi beberapa bentuk, misalnya Veld Politie (Polisi Lapangan), Stands Politia (Polisi Kota), Cultur Politie (Polisi Pertanian), dan Bestuurs Politie (Polisi Pamong Praja).

Akan tetapi, saat itu pribumi yang menjadi bagian dari anggota keamanan tidak bisa menempati posisi-posisi tinggi seperti hood agent (bintara), inspekteur van politie, dan commisaris van politie. Belanda juga sempat membentuk kepolisian modern selama 1897-1920, dan inilah yang pada akhirnya menjadi cikal bakal terbentuknya Polri saat ini. (tribunnews.com, 30/6/2020).

Masa kolonialisasi Jepang Saat jepang menguasai Nusantara, kepolisian dibagi-bagi berdasarkan wilayah. Ada kepolisian Jawa dan Madura yang berpusat di Jakarta, Kepolisian Sumatera dengan pusat di Bukittinggi, Kepolisian Indonesia Timur berpusat di Makassar, dan Kepolisian Kalimantan yang pusatnya di Banjarmasin.

Berbeda dengan zaman Belanda yang hanya mengizinkan jabatan tinggi diisi oleh orang-orang mereka, saat di bawah Jepang, Kepolisian dipimpin oleh warga Indonesia. Akan tetapi, meski menjadi pemimpin, orang pribumi masih didampingi pejabat Jepang yang pada praktiknya lebih memegang kuasa.

Masa kemerdekaan setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, polisi bentukan Jepang seperti PETA dan Gyu-Gun dibubarkan. Lalu, setelah Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, kepolisian yang tersisa dari masa penjajahan menjadi kepolisian Indonesia yang merdeka.

Selanjutnya pada tanggal 19 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN), dan pada 29 September 1945, Presiden Soekarno menetapkan dan melantik R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN) yang kala itu masih berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri dengan nama Djawatan Kepolisian Negara untuk urusan administrasi dan pertanggungjawaban operasional dilakukan kepada Jaksa Agung.

Akan tetapi sejak terbitnya PP Nomor 11 Tahun 1946, kepolisian negara bertanggung jawab secara langsung kepada presiden dan pada 1 Juli 2020 ini, Kepolisan merayakan Hari Bhayangkara yang ke-74.

Terus Berbenah
Seiring dengan kepentingan politik nasional, Polri dalam perkembangannya tidak hanya sebatas pengaman kerajaan atau penopang keuangaan, akan tetapi juga pernah menjadi alat politik negara. Misalnya saat masa Orde Baru.

Bersama TNI, institusi ini justru pernah menjadi kekuatan politik ketiga pemerintahan. Namun, setelah reformasi bergulir, Polri akhirnya berpisah dengan TNI.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, polisi memiliki tugas memelihara Kamtibmas, dan berperan sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyrakat, disamping juga bertugas sebagai penegak hukum.

Undang-Undang yang didasarkan pada agenda reformasi, yakni pada penguatan sipil dalam tata laksana kehidupan bernegara yang menganut sistem demokrasi ini pada akhirnya harus mereposisi polri yang awalnya hanya sebatas penopang kekuasaan pemerintahan menjadi pelindung semua kalangan. Militeristik di lembaga ini dikurangi dan supremasi sipil dan pola pendekatan yang lebih halus dan terbuka terus dilakukan. Langkah preventif-edukatif lebih banyak dilakukan daripada penindakan, sehingga pola seperti ini mampu membentuk wajah baru institusi tersebut, apalagi kini Polri sudah lebih terbuka bahkan mampu menyesuaikan dengan perkembangan kemajuan teknologi informasi.

Upaya untuk merubah ke arah yang lebih baik institusi ini, memang tidak selalu berjalan mulus. Niat baik untuk melaksanakan berbagai agenda reformasi terkadang selalu menemui rintangan. Namun demikian, berkat upaya serius institusi ini terbukti mampu membuahkan hasil yang lebih memuaskan.

Hasil survai Harian Kompas tahun 2019 misalnya menyebutkan, bahwa kinerja Polri menangani berbagai kasus kejahatan secara umum dinilai publik sudah sangat puas. Sebanyak 73,6 persen masyrakat puas kinerja polisi menagani kasus terorisme, 70,5 porsen masyarakat puas menangani kejahatan kriminal dan masyarakat puas pada polisi dalam hal menangani konflik bernuansa SARA sebesar 64,6 porsen. (Kompas 1 Juli 2019).

Momentum Lebih Merakyat
Hari Bhayangkara Ke-74 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2020 kali ini, setidaknya menjadi momentum bagi Polri untuk lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai pengayom, dan pelindung masyarakat.

Mendorong terciptanya tatanan masyarakat yang kreatif dan inovatif, serta melek dan taat hukum, adalah upaya yang perlu terus dilakukan secara terus menerus disamping pentinya mewujudkan tatanan masyarakat yang memiliki kesadaran sistemik akan peran dan fungsinya sebagai bagian dari elemen bangsa.

Pada konteks ini, maka keberhasilan Polri tentu tidak akan diukur dengan seberapa banyak personel institusi ini bisa menangkap pelaku pelanggar hukum dan tindak pidana kriminal, akan tetapi seberapa banyak masyarakat bisa sadar melalui bimbingan dan pendidikan yang dilakukan personel polri untuk taat hukum dan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tema “Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Makin Produktif” ini, nampaknya bukan hanya sekadar tema tanpa arti, akan tetapi merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan Polri melalui peran-peran kreatif dan inovatif di lapangan. Selamat Hari Bhayangkara Ke-74, sukses terus dan jaya selalu Polri. Amien…!

(Dikutip dari blog pribadi Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz pada laman: abdaziz.id)

Polres Pamekasan Selidiki Pengambilan Paksa Jenazah Pasien COVID-19

PENAWARTA.COM – Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari menyatakan, akan mengusut kasus pengambilan paksa jenazah positif virus korona atau Covid-19 di Kecamatan Waru pada Jumat (12/6/2020).

“Kami akan mengusut kasus itu,” kata Djoko seperti dilansir sejumlah media. Pihaknya juga akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga agar hal serupa tidak terulang lagi.

Sebelumnya, pada Jumat (12/6) ratusan orang menghadang mobil ambulans yang mengangkut jenazah pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Waru, Pamekasan. Mereka meminta petugas medis dari RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan agar menurunkan jenazah untuk dimandikan. Massa juga meminta para petugas medis agar melepas baju hazmat yang digunakan.

Akibat kalah jumlah, petugas medis terpaksa menuruti permintaan massa. Apalagi, massa juga mengancam akan membakar mobil ambulans yang membawa jenazah pasien Covid-19 tersebut. Sebagian warga ada yang membawa senjata tajam jenis celurit.

”Tim kami tidak mau itu terjadi, sehingga mereka memilih menuruti apa yang menjadi kemauan massa,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dari RSUD Slamet Martodirjo Pamekasan Syaiful Hidayat.

Syaiful Hidayat mengakui saat tim medis mengantar jenazah warga yang positif Covid-19 itu tidak dikawal aparat keamanan. Sebab, pihaknya memperkirakan tidak akan ada reaksi dari masyarakat. Selain itu, penguburan jenazah Covid-19 yang terjadi di Pamekasan selama ini berjalan tanpa penolakan. (PW-12)

Smartfren Beri Hadiah pada Pemenang Undian Smartfren WOW Tahap 7 dan 8

PENAWARTA.COM – Paska Hari Raya Idul Fitri 2020, Smartfren  mengumumkan pemenang program Undian Smartfren WOW Tahap ke-7 dan ke-8. Proses pengundian pemenang dilakukan di kantor Smartfren, Jakarta Pusat minggu lalu setelah ada penundaan pengundian untuk beberapa waktu sesuai dengan arahan dari pemerintah terkait pandemi Covid-19.  Pengundian dilakukan secara online disaksikan oleh petugas berwenang dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial DKI Jakarta, Perwakilan Notaris dan bagian terkait.

Hingga tahap ke-8 atau tahap terakhir dari Program Undian Smartfren WOW, telah didapat delapan pemenang utama hadiah rumah, delapan pemenang utama hadiah mobil, puluhan pemenang kendaraan bermotor dan ribuan pemenang hadiah lainnya. Seluruh pemenang hadiah utama tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kebanyakan pemenang utama berasal dari berbagai kalangan masyarakat dengan profil yang beragam. Program Undian Smartfren WOW telah membantu mewujudkan mimpi para pengguna Smartfren untuk mendapatkan rumah, mobil dan motor yang mereka impikan. Hingga tahap akhir pelaksanaan program ini, total pelanggan Smartfren yang berpartisipasi dalam program ini sebanyak 8,5 juta pelanggan.

“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dan kepercayaan semua pelanggan untuk mengikuti Program Undian Smartfren WOW ini. Kami juga merasa bangga karena pelanggan kami berhasil meraih mimpinya melalui program ini. Ke depan, Smartfren masih akan terus menghadirkan program-program yang menarik lainnya buat pelanggan,” jelas Ales Shella Hadysara, Regional Brand Activation Smartfren dalam keterangan persnya kepada media di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (9/5/2020).

Dari hasil undian tahap ke-7, pemenang hadiah utama berupa rumah senilai Rp 1 Miliar jatuh kepada pelanggan Smartfren. Agus Herdiansyah asal Bandung. Pegawai swasta di salah satu koperasi di Bandung. Agus sudah menggunakan Smartfren sejak tahun 2019 dan menukarkan semua SmartPoin yang dimiliki.

Sementara untuk tahap ke-8, pemenang rumah didapat oleh Suhelman asal Mataram, Nusa Tenggara Barat. Suhelman yang sehari-hari bekerja sebagai konsultan perencanaan bangunan sudah sejak 2016 menggunakan Smartfren dan terbiasa menggunakan Paket Unlimited 75 Ribu. “Buat saya ini hadiah tak terduga, impian saya untuk bisa rumah akhirnya terwujud berkat Smartfren,” jelas ayah dua anak yang sudah tidak mendapatkan penghasilan sejak Februari lalu.

Program Undian Smartfren WOW merupakan program apresiasi yang diberikan kepada pelanggan    Smartfren atas loyalitas dan kepercayaan pelanggan menggunakan produk dan layanan telekomunikasi dari Smartfren.

Untuk daftar pemenang lebih lengkap,silahkan kunjungi laman : https://www.smartfren.com/wow/pemenang

Berikut adalah profil 8 pemenang hadiah utama rumah senilai @Rp 1 Miliar Undian Smartfren WOW

1. Pemenang Tahap 1, M. Saeful Mustofa asal Tegal (Satpam Sekolah)

M. Saeful Mustofa menjadi pelanggan pertama Smartfren yang berhasil meraih hadiah rumah program undian Smartfren WOW  Tahap ke-1. M. Saeful Mustofa, pria asal Tegal Jawa Tengah ini memiliki pprofesi sebagai satpam honorer di Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta menjadi pengemudi ojek online di waktu senggangnya.

Saeful Mustofa memiliki mimpi untuk dapat memiliki rumah sendiri, karena Mustofa beserta keluarga masih tinggal di rumah dinas di  sekolah tempatnya bekerja. Namun karena penghasilan yang terbatas dan itupun masih dibantu dengan istrinya yang berjualan di kantin sekolah, impian memiliki rumah hanya bisa diimpikan saja.

Impiannya untuk memiliki rumah menjadi kenyataan setelah dihubungi Smartfren yang menyatakan dirinya menjadi pemenang hadiah rumah dari undian Smartfren WOW.

“Waktu ditelepon, saya lagi gantiin istri jualan di kantin. Antara percaya dan gak percaya shock sendirian. Waktu ketemu istri dia nanya kenapa nangis? Saya bilang tadi ditelepon Smartfren kalau saya menang undian Smartfren WOW,” kata Mustofa yang menggunakan Smartfren sejak sebelum ada jaringan 4G. Mustofa percaya bahwa kekuatan dan kestabilan sinyal Smartfren dapat membantu mendapatkan rejeki ketika menarik ojek online dan untuk memberikan hiburan untuk anaknya yang berusia 5 tahun.

2. Pemenang Tahap 2, Miftahul Janah asal Malang (Ibu Rumah Tangga)

Miftahul Janah seorang ibu rumah tangga berusia 48 tahun  asal Singosari, Malang ini tak pernah menyangka impiannya memiliki rumah selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Sempat tak percaya menjadi pemenang rumah karena maraknya penipuan, Miftahul Janah akhirnya yakin setelah didatangi pimpinan Smartfren di Malang. 

Istri dari Ahmad Hanafi seorang buruh bangunan hidup dalam serba keterbatasan. “Yang penting anak-anak bisa sekolah dan bisa makan saja saya sudah bersyukur,” ujarnya. Selama ini ia masih tinggal menumpang di rumah ibunya yang sakit-sakitan. Harapannya sebagai pemenang adalah bisa mendapatkan hadiah rumah tersebut di Malang, sehingga dirinya tidak lagi tergantung orang tua dan saudara dan bisa menyekolahkan anak sampai jenjang yang lebih tinggi lagi.

Menurutnya, ia menjadi pengguna Smartfren sejak 2016 karena di daerahnya sinyal Smartfren paling bagus dan ia selalu menggunakan paket kuota 10GB.

3. Pemenang Tahap 3, Rizky Budiansyah asal Purwakarta (Penggiling Daging Bakso)

“Saya gak pernah nyangka bisa dapat rumah  dari Smartfren,” kata Rizky saat ditelpon  Smartfren kalau dirinya memenangkan hadiah utama rumah Undian Smartfren WOW tahap ke-3. Baginya memiliki rumah adalah mimpi. Ya, hanya sebatas mimpi karena Rizky, istri dan seorang putrinya masih tinggal di rumah kontrakan.

Dari aplikasi MySmartfren lah, Rizky mengetahui ada Undian Smartfren WOW yang berhadiah rumah. Ia mengaku menukar 3.500 smartPoin yang dimilikinya dengan 35 Kupon Undian rumah. Dari hasil menukar SmartPoin itulah, Rizky akhirnya berhasil menjadi pemenang hadiah utama.

Rizky Budiansyah yang sehari-hari bekerja sebagai penggiling daging bakso, memulai aktivitas pekerjaannya dari pukul 5 pagi sampai 10 pagi. Meski demikian penghasilannya yang pas pasan, memaksa dirinya mencari pendapatan tambahan dengan berjualan spare part bekas secara online.

Rizky Budiansyah sudah menggunakan Smartfren dari tahun 2009 karena jaringan di daerahnya sangat bagus dan sangat membantu dirinya untuk berjualan spare part secara online.

4. Pemenang Tahap 4, Ratna Maya Sari, asal Jakarta (Pramusaji)

Ternyata memiliki rumah hampir pasti menjadi cita-cita semua orang. Siapapun dan dari kalangan manapun perlu rumah untuk tempat tinggal keluarganya masing-masing. Namun harga rumah yang kian melambung, bagi sebagian besar orang yang bekerja di sektor informal hanyalah mimpi belaka.

Bagitupun bagi Ratna Maya Sari seorang pramusaji dari Jakarta Barat, memiliki rumah adalah mimpi baginya. Ratna yang memiliki cita-cita dengan memberikan rumah bagi kedua orangtuanya di Lampung harus mengubur impiannya tersebut mengingat penghasilannya yang pas-pasan.

Meski demikian  upaya Ratna untuk memiliki rumah dan membahagiakan kedua orang tuanya pun tercapai setelah dirinya dinyatakan sebagai pemenang Undian Smartfren WOW tahap ke-4. Usahanya untuk meraih mimpinya tak sia-sia. Berawal dari tekadnya untuk punya rumah dan informasi dari media mengenai Undian Smartfren WOW, anak kelima dari tujuh bersaudara   ini mulai menukar SmartPoin yang dimiliki dengan Kupon Undian. Upayanya tak sia-sia, ia pun rutin menukar SmartPoin yang dimilikinya dengan kupon undian sampai akhirnya ia pun berhasil menjadi pemenang rumah senilai Rp 1 Miliar.

5. Pemenang Tahap 5, Baroroh Shofiati asal Jakarta (Mahasiswi UPN Jakarta)

Awalnya sempat dikira mimpi dan merasa tidak percaya jika Baroroh Shofiati (Shofi), menjadi pemenang hdiah utama berupa rumah dari Undian Smartfren WOW tahap ke-5. Kini mimpi Shofi untuk memiliki rumah pun telah terwujud setelah menukarkan SmartPoin yang dimiliki dengan 25 kupon undian Smartfren WOW.

Lajang berusia 21 tahun ini memiliki cita-cita untuk membahagiakan orang tuanya, karena itulah dengan hadiah rumah baru yang didapatnya, kini Shofi dapat membahagiakan kedua orang tuanya. Menurut penuturannya ayahnya, selain ingin membahagiakan kedua orang tuanya ia juga rutin menyantuni anak yatim untuk bisa berangkat umroh di kemudian hari.

6. Pemenang Tahap 6, Yashinta Dwi Puspita asal Semarang (Mahasiswi Undip)

Pemenang Undian Smartfren WOW tahap ke-6 adalah seorang mahasiswi Undip bernama Yashinta Dwi Puspita. Yashinta yang saat ini duduk di semester 8 Fakultas Kesehatan Masyarakat senang sekali saat dihubungi Smartfren jika dirinya berhasil menjadi pemenang hadiah utama berupa rumah senilai Rp 1 Miliar.

“Saya memang ikut undian ini dari tahap ke-5 dengan menukar SmartPoin yang saya miiki dengan kupon undian. Namun dirinya juga tidak menyangka bisa dapat hadiah di tahap selanjutnya.

Ia juga menuturkan, dirinya memang menggunakan Smartfren karena paket internet sangat terjangkau di kantong mahasiswa dan sangat membantunya dalam setiap aktifitasnya sehari-hari serta didukung jaringan yang bagus saat ia belajar . Karena itulah ia memilih menggunakan Smartfren dengan paket unlimited karena harganya relatif terjangkau.

7.  Pemenang Tahap 7, Agus Herdiansyah asal Bandung (Karyawan Swasta)

Agus Herdiansyah Karyawan swasta sebuah koperasi di kota Bandung diumumkan menjadi pemenang program Undian Smartfren WOW pada pertengahan bulan Mei 2020.  Karyawan yang berusia 24 tahun ini baru setahun lalu menggunakan Smartfren dengan alasan  harganya lebih murah, dan karena itulah ia rutin membeli paket kuota Rp100 Ribu. Karena itulah ia pun rajin menukarkan SmartPoin yang dimilikinya dengan kupon undian rumah.

Menurutnya, ia menukarkan seluruh SmartPoin yang dimilikinya dengan kupon undian rumah dan berharap bisa mendapatkan rumah. Alhasil, harapan dan doanya terkabul setelah seminggu lalu, ia ditelpon Smartfren dan dinyatakan sebagai pemenang utama.

8. Pemenang Tahap 8, Suhelman asal Mataram (Konsultan Perencanaan Bangunan)

Ayah dua anak asal Mataram  ini menjadi pemenang Program Undian Smartfren WOW tahap ke-8 atau tahap terakhir. “Saya merasa senang menjadi pemenang undian ini karena mimpi saya untuk bisa memiliki rumah sendiri akhirnya tercapai,” jelas Suhelman.

Pria berusia 35 tahun ini menuturkan jika dirinya sudah tidak memiliki penghasilan akibat wabah Covid-19. Suhelman kehilangan pekerjaannya sebagai konsultan teknik bangunan sejak Maret 2020 dan sejak saat itu ia memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan uang tabungan yang tersisa. Upayanya menukarkan SmartPoin dengan 144 kupon undian akhirnya merubah impiannya memiliki rumah menjadi kenyataan. (Rilis)

KIM Se-Indonesia Digerakkan Sosialisasikan Pencegahan COVID-19

PENAWARTA.COM – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia memberdayakan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang ada di masing-masing daerah guna mensosialisasikan pencegahan dan memberikan pendidikan publik tentang virus corona (COVID-19) yang kini mewabah di negeri ini.

“Saat ini KIM di seluruh Indonesia telah membentuk grup whatshapp sebagai media koordinasi antarsesama pengurus KIM,” kata Sekretaris KIM Pamekasan Hebat Fathor Arifin dalam keterangan persnya kepada media di Pamekasan, Sabtu (25/4/2020) malam.

Grup whatshapp yang diberima nama “Satgas KIM COVID-19” yang dibentuk oleh Analis Kebijakan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Annisa Nur Muslimah K itu, untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasi program pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona itu.

Satgas KIM COVID-19 ini sengaja dibentuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Ditjend Tata Kelola Kemitraan Publik Kemenkominfo RI (TKKKP), Seksi Kemitraan Komunikasi Sosial sebagai akselerasi diseminasi konten COVID-19 dari Gugus Tugas Pusat, Kemenkominfo dan Kementerian terkait lainnya.

Diseminasi konten resmi terkait COVID-19 yang disampaikan melalui grup WA itu, agar para pegiat KIM bisa meneruskan informasi tersebut lebih luas ke komunitas melalui media yang dikelolanya, seperti media sosial, dan blog oleh masing-masing KIM.

Selain menyampaikan informasi terkait pencegahan penyebaran COVID-19, Satgas KIM COVID-19 bentukan Kemenkominfo itu juga menyampaikan klarifikasi berita bohong yang beredar di sejumlah media sosial.

“Selain itu, kami juga bermitra dengan Satgas COVID-19 kabupaten berkaitan dengan kegiatan pencegah COVID-19 yang dilakukan,” kata Arif.

KIM Pamekasan Hebat merupakan salah satu kelompok informasi masyarakat yang menjadi binaan organisasi profesi wartawan yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, sebagai upaya mewujudkan cita ideal tatanan masyarakat melek media, serta meningkatkan peran masyarakat dalam bidang jurnalistik (citizen journalistic).

Keterbukaan informasi publik melalui pemanfaatan media blog berbasis konten lokal, yang mendidik dan mencerahkan, merupakan salah satu missi yang hendak diwujudkan melalui kelompok informasi.

Tujuan pembentukan KIM ini, antara lain, meningkatkan pengetahuan, kecerdasan, keterampilan dan keaktifan masyarakat tentang informasi yang benar, serta mampu menyaring informasi yang valid dan mencerahkan.

Maraknya, penyebaran informasi bohong di berbagai media sosial, juga menjadi alasan kelompok informasi masyarakat ini, membentuk wadah organisasi untuk bergerak di bidang penyebaran informasi berbasis blog.

“Saat ini, kami juga bergabung dengan komunitas wartawan di Pamekasan membentuk posko informasi COVID-19,” kata Sekretaris KIM Pamekasan Hebat Fathol Arif, menjelaskan. (PW-29)

Nilai Rp10 Miliar untuk COVID-19 Pamekasan Bukan Serapan, Tapi Refocusing Anggaran

PENAWARTA.COM – Pada 6 April 2020, media daring lokal di Kabupaten Pamekasan menerbitkan berita berjudul “Dua Bulan Ini Anggaran Penanganan COVID-19 Mencapai Rp10 Miliar”.

Judul berita dengan narasumber Kepala Badan Keuangan Daerah (seharusnya Pelaksana Tugas/ Plt Kepala BKD) Pemkab Pamekasan sebenarnya menjelaskan pengalihan anggaran (refocusing) untuk bulan Maret dan April 2020, sebagaimana instruksi Presiden RI Joko Widodo.

Namun, karena judul berita berbeda dengan isi yang disampaikan oleh narasumber, maka seolah-oleh nilai Rp10 miliar tersebut merupakan serapan anggaran yang digunakan.

Dalam tubuh berita Plt Kepala BKD Pamekasan Sahrul Munir menjelaskan, bahwa Presiden Joko Widodo menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (Refocusing), untuk biaya penanganan wabah pandemi COVID-19.

Pemkab Pamekasan, sebagaimana disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah Pamekasan, demikian kabarmadura.id, (seharusnya Plt Kepala BKD) Sahrul Munir, pada Senin (6/4/20202), sudah melakukan refocusing untuk sebagian kegiatan yang ada.

Dalam penanganan wabah COVID-19 menggunakan anggaran belanja tidak terduga dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan telah merefocusing senilai Rp10 miliar untuk bulan Maret dan April dengan menganggarkan Rp10 miliar.

“Untuk bulan-bulan berikutnya akan kembali dibicarakan besok saat rapat,” ucapnya, sebagaimana dilansir media itu.

Lebih lanjut Sahrul menjelaskan, bahwa pemkab masih akan melakukan rapat untuk membicarakan penyiapan refocusing anggaran dalam upaya penanganan COVID-19 hingga bulan Oktober mendatang. Utamanya untuk menetapkan berapa postur anggaran untuk membiayai penanggulangan Covid-19 hingga bulan Oktober mendatang.

Sahrul menambahkan, anggaran tersebut akan digunakan hingga ada perkembangan bahwa Kabupaten Pamekasan telah dinyatakan aman dari wabah COVID-19.

Berita dengan narasumber Plt Kepala BKD (tapi di media itu ditulis kepala BKD) menjadi bias saat dikutip oleh media lain dengan mendasarkan pada judul, bukan substansi pesan narasumber tentang refocusing anggaran.

Apalagi berupaya menciptakan framing dan berupaya menggiring opini pembaca dengan narasumber mantan narapidana, bahwa seolah-seolah tidak ada kegiatan yang dilakukan pemerintah selama ini.

“Penjelasan yang kami sampaikan memang bukan serapan, tapi refocusing anggaran untuk pandemi COVID-19, karena beda antara serapan dengan refocusing anggaran,” kata Sahrul Munir. (P-86)